Here’s a Realistic Worst Case Scenario for Bitcoin and Crypto, According to Analyst Jason Pizzino

dailyhodlDipublikasikan tanggal 2022-10-12Terakhir diperbarui pada 2022-10-13

Abstrak

A popular crypto strategist is mapping out where Bitcoin (BTC) and the rest of the...

A popular crypto strategist is mapping out where Bitcoin (BTC) and the rest of the crypto markets may bottom out in a worst case scenario.
In a new strategy session, Jason Pizzino tells his 276,00 YouTube subscribers that it is within the realm of possibility for the total market capitalization of crypto assets to lose another 40% of its value even after this year’s deep correction.

“So for the realistic zone probably somewhere around an 80% – 82% drop brings us down to about $550 billion, and if we’re looking anything in the middle, sure you can take your $600 or $700 billion. Currently, we’re down 74% to the [June] low of $762 billion.
So for a drop from where we currently are back to the low of [$762] billion, that’s about a 14% drop for the total cryptocurrency market cap. That can be quite significant. Maybe you’re going to see 10% off Bitcoin, 20% off ETH and throw another several percent on the rest of the market… That’s very realistic. 
Somewhere to the bottom of that range ($550 billion) is about a 40% drop from where we currently are.”

Source: Jason Pizzino/YouTube At time of writing, the total crypto market cap stands at about $887 billion.
As for Bitcoin, Pizzino says a drop of a similar magnitude would drive BTC down to levels last seen in July 2020.
“Would it even be possible for Bitcoin to drop 40%? From the current price to significant support levels at about $11,000 – $11,500, which is our bottom of the cycle buy zone, that’s your 40% drop… So it is within a realistic view.”

Source: Jason Pizzino/YouTube Looking at Ethereum (ETH) challenger Cardano, Pizzino says that an even deeper correction is conceivable for ADA considering that the smart contract platform almost lost all of its value during the 2018 bear market.
In a worst-case scenario, the analyst sees ADA plummeting all the way down to $0.17.
“Previous cycle for ADA, it’s been down 98%, so it’s not really unrealistic to think that this could go even further to my downside target, maybe 94% – 95% down from the top, which is still less that the previous cycle.”

Source: Jason Pizzino/YouTube At time of writing, Cardano is swapping hands for $0.39.
The trader also has his eye on Solana (SOL), which he says could plunge below $20 if the crypto markets lose 40% of its value. Pizzino also says it’s possible for Solana to follow the footsteps of Cardano and wipe out about 60% of its market capitalization, taking SOL to as low as $12.

Source: Jason Pizzino/YouTube At time of writing, SOL is trading at $30.88.

I

Bacaan Terkait

TSMC dan Saham AI Korsel yang Memberi Kekayaan pada Generasi Orang Biasa Asia Timur Ini

Na Se-bin, programmer 24 tahun dari Korea Selatan, kehilangan kontrol atas kebiasaan konsumsinya setelah menginvestasikan seluruh tabungan sebesar $47.000 ke pasar saham sejak Januari, terinspirasi oleh demam AI global. Dia menggambarkan fluktuasi pasar yang ekstrem di mana ia bisa mendapat atau kehilangan gaji bulanan dalam sedetik. Kisahnya mencerminkan tren di Korea, Taiwan, dan Jepang, di mana ledakan AI mendorong kenaikan tajam saham perusahaan teknologi seperti TSMC, Samsung, dan SK Hynix. Pasar saham Taiwan naik dua kali lipat dalam setahun, Korea tiga kali lipat, dan indeks Nikkei Jepang melonjak lebih dari 80%, jauh melampaui kinerja S&P 500. Kebutuhan akan perangkat keras AI—seperti chip dan semikonduktor dari perusahaan Asia—mendorong ekspor, laba perusahaan, dan kekayaan investor ritel. Di Taiwan, TSMC menjadi motor utama, menyumbang lebih dari 41% indeks pasar saham dan memberikan gaji tinggi yang meningkatkan status sosial karyawannya. Di Korea, dominasi Samsung dan SK Hynix mendorong antusiasme investasi massal, termasuk di kalangan anak muda dan bahkan anak di bawah umur yang membuka akun trading. Kisah investor seperti Choi Sung-ho, guru sekolah yang portofolionya naik lima kali lipat, serta lonjakan penjualan barang mewah di Seoul, menggambarkan dampak kemakmuran ini. Meskipun ada koreksi pasar baru-baru ini, optimisme tetap tinggi. Figur seperti Jensen Huang dari Nvidia mendorong narasi investasi lebih lanjut di kawasan ini. Gelombang AI telah menciptakan kekayaan yang cepat dan mengubah perilaku konsumsi serta prioritas karir bagi banyak orang muda Asia Timur, meskipun disertai dengan risiko volatilitas pasar yang signifikan.

Odaily星球日报4m yang lalu

TSMC dan Saham AI Korsel yang Memberi Kekayaan pada Generasi Orang Biasa Asia Timur Ini

Odaily星球日报4m yang lalu

Wawancara Terbaru CEO Intel: Bagaimana Mengidentifikasi Perusahaan Tradisional yang Dapat Bangkit Kembali di Era AI?

Wawancara CEO Intel: Cara Mengidentifikasi Perusahaan Tradisional yang Bisa Bangkit di Era AI Wawancara dengan CEO Intel, Lip-Bu Tan, membahas transformasi perusahaan, manufaktur AS, bisnis foundry, dan bagaimana AI membentuk kembali industri semikonduktor. Tan menekankan bahwa kebangkitan Intel bukan hanya tentang produk, tetapi perbaikan menyeluruh terhadap neraca keuangan, budaya organisasi, dan kepercayaan pelanggan. Di era AI, struktur permintaan komputasi menjadi lebih kompleks. CPU kembali penting seiring berkembangnya Agentic AI, pembelajaran penguatan, dan komputasi tepi (edge), mengubah rasio CPU/GPU dari 1:8 mendekati 1:1. AI mendorong persaingan ke tingkat sistem yang mencakup CPU, GPU, NPU, kemasan canggih, dan kemampuan foundry. Manufaktur semikonduktor kini menjadi masalah infrastruktur nasional. Seperti dukungan pemerintah Taiwan untuk TSMC di masa awal, AS perlu menggabungkan modal pemerintah, investor jangka panjang, dan kemampuan manufaktur untuk membangun kembali rantai pasok yang tangguh. Logika investasi bergeser dari mengejar konsep populer ke mengidentifikasi hambatan nyata seperti daya, memori, kemasan, dan material baru. Masa depan AI tidak hanya ada di pusat data besar. Robotika, AI Fisik (Physical AI), dan perangkat edge akan mendorong komputasi kembali ke lokasi aplikasi. Kompetisi AI tahap berikutnya bukan tentang siapa yang membangun pusat data lebih banyak, tetapi siapa yang dapat menghubungkan daya komputasi, chip, dan skenario aplikasi menjadi sistem yang dapat diskalakan. Intinya, AI mendorong reorganisasi menyeluruh industri semikonduktor, dari rantai pasok hingga arsitektur sistem.

marsbit12m yang lalu

Wawancara Terbaru CEO Intel: Bagaimana Mengidentifikasi Perusahaan Tradisional yang Dapat Bangkit Kembali di Era AI?

marsbit12m yang lalu

Musk Lagi-lagi Menatap Infrastruktur AI: Tesla Bakal Jual "Blok Bangunan Komputasi"

Tesla mengajukan merek dagang "Megapod" ke USPTO pada 18 Juni 2026, yang mengindikasikan rencana perusahaan untuk menjual infrastruktur pusat data AI modular. Sistem yang dijelaskan mencakup server komputer, perangkat keras pemrosesan data AI, peralatan jaringan, unit distribusi daya, dan sistem pendingin, layaknya pusat data AI siap pakai yang dapat dihubungkan. Langkah ini menarik perhatian karena baru setahun lalu Tesla membubarkan tim Dojo, superkomputer pelatihan AI buatan sendiri mereka. Alih-alih langsung bersaing dengan chip AI seperti Nvidia, analisis menunjukkan Megapod kemungkinan besar adalah ekstensi dari bisnis energi modular Tesla. Ini mengikuti jejak Megapack (baterai penyimpanan skala besar) dan Megablock (sistem penyimpanan energi modular), kali ini menerapkan konsep modularisasi pada infrastruktur komputasi AI. Dengan demikian, Tesla tampaknya tidak menargetkan pasar inti GPU, tetapi lebih fokus pada solusi kelistrikan, pendinginan, dan penyebaran cepat yang menjadi tantangan dalam pembangunan pusat data AI. Ini sejalan dengan kebutuhan internal dan eksternal: xAI, perusahaan AI milik Musk, telah membeli banyak Megapack, sementara SpaceX, perusahaan lain miliknya, telah meraup miliaran dolar dari menyewakan kapasitas komputasi. Megapod berpotensi menjadi bagian dari strategi infrastruktur AI yang lebih luas di ekosistem Musk, menjawab kebutuhan dunia AI akan daya, pendinginan, dan kecepatan penyebaran yang andal.

marsbit16m yang lalu

Musk Lagi-lagi Menatap Infrastruktur AI: Tesla Bakal Jual "Blok Bangunan Komputasi"

marsbit16m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片