大国封锁芯片,巨头买下核电站:为什么现在该认真看DeAI 了

marsbitDipublikasikan tanggal 2026-06-04Terakhir diperbarui pada 2026-06-04

Abstrak

2026年5月,美国收紧对华先进芯片的出口管制,与此同时,肯尼亚因电力压力叫停大型数据中心,华为则宣布其AI芯片量产。这些事件共同揭示:算力竞争已超越科技行业,成为全球性议题。 当前AI产业呈现高度集中化,英伟达、大型云厂商及头部模型公司控制了从芯片、基础设施到模型的全链条,形成了“AI八爪鱼”式的寡头垄断。这带来了定价霸权、基础设施脆弱性及地缘政治风险,使众多国家面临被边缘化的困境。 面对“AI铁幕”,各国反应不一:海湾国家巨资购买算力;欧盟寻求算力自主;而许多发展中国家则因资源有限处境艰难。算力竞争正日益演变为能源竞争,科技公司甚至开始直接购买核电站。 在此背景下,去中心化AI(DeAI)作为一种替代方案受到关注。它旨在通过开放协议连接全球分散的算力、数据和模型,构建一个无单一控制中心的AI网络,以打破市场垄断、缓解能源压力并摆脱地缘依赖。尽管DeAI在性能与成熟度上仍处早期,但其提供的竞争可能性,本身就是对中心化权力的一种重要制衡。

撰文:Conflux

2026 年 5 月 31 日,美国商务部发布新的出口管制指导意见:中国公司通过马来西亚等地的海外子公司采购 NVIDIA 先进芯片的通道,正式关闭。

同一个月,肯尼亚总统叫停了一座由微软参与的 10 亿美元地热数据中心——因为它建成后,将吞掉全国三分之一的电力。总统鲁托的原话是:「这等于关掉半个国家。」

与此同时,华为在上周宣布 Ascend 950PR 芯片已进入量产,预计全年 AI 芯片收入将达到 120 亿美元。

三件事,三个大洲,三条完全不同的新闻。但它们指向同一个正在浮现的现实:算力竞争,已经不再是科技行业内部的事了。

一个新的寡头时代正在形成

过去两年,AI 行业有一个经常被忽视的现实:虽然表面上百花齐放,但底层资源却越来越集中。

当前的 AI 产业链大致可以分为四层,GPU 芯片、云计算平台、基础模型和应用生态。而在每一层,控制权都在向少数玩家集中:在 GPU 领域,NVIDIA 几乎成为唯一选择;在云计算领域,AWS、微软 Azure 和 Google Cloud 占据主导地位;在模型层,OpenAI 和 Anthropic 已经占据绝大部分高端模型市场。

换句话说:同一批公司正在同时控制芯片、云平台、模型以及分发渠道。美国芝加哥大学法学教授 Eric Posner 将这种现象称为:「AI Octopus(AI 八爪鱼)」,即这些公司的触角覆盖整个 AI 产业链。

这与互联网时代的平台垄断有所不同——互联网平台控制的是流量,AI 平台控制的则是智能本身。这种「寡头垄断」带来了深远的系统性风险:

  • 控制权集中与定价霸权:少数公司掌控了 AI 的定价权、API 访问权限以及内容审查标准。开发者和企业面临严重的「平台锁定」风险,巨头可以随时更改规则或切断访问。
  • 基础设施脆弱性:高度中心化的算力容易导致「牵一发而动全身」的单点故障(如云服务大面积宕机),并且对单一地区的电网和能源造成了难以承受的压力。
  • 地缘政治与算力霸权:算力正从一种中立的基础设施转变为战略筹码。由于出口管制的限制,没有独立算力能力的国家(特别是全球南方国家)在这一技术浪潮中面临被边缘化、技术鸿沟进一步拉大的风险。

未来越来越多的企业,将依赖 AI 完成开发、运营、客服、营销甚至决策。一旦智能成为生产工具,其控制权的重要性将远超搜索引擎和社交媒体。

不断加深的 「AI 铁幕」

过去两年,美国在芯片出口管制上的操作越来越碎片化。拜登时期搞了一个「AI 扩散规则」,把全球合作分成三个等级;特朗普上台后撤了这个规则,转向逐案审批和临时禁令。面对这道铁幕,各国的反应差异巨大。

沙特阿拉伯直接把 2026 年定为「人工智能年」:通过主权基金旗下的 HUMAIN 公司,沙特向马斯克的 xAI 投了 30 亿美元,条件之一是在沙特落地 500 兆瓦以上的 AI 数据中心;阿联酋正在阿布扎比建设一座 5 吉瓦的 AI 园区——号称美国以外全球最大——第一期今年上线;5 月,阿联酋收到了第一批美国出口的 NVIDIA 最新款芯片。

海湾国家的逻辑足够直白:上一个时代靠卖石油,这个时代靠买算力。

欧盟的焦虑来自另一个方向:官方数据显示,欧洲超过 80% 的数字服务跑在非欧盟的基础设施上。正在推进的《云计算与人工智能发展法案》(CADA)目标是 2030 年前把欧洲算力翻三倍。法国的 Mistral 今年 4 月直接发了一份战略文件,标题叫《European AI: A Playbook to Own It》,翻译过来就是「欧洲 AI:拿回来」。

而处境最难的,是那些连参与竞争资格都不太具备的经济体:肯尼亚的 10 亿美元数据中心被叫停;马来西亚拨了约 4.9 亿美元建主权 AI 云。印度在补贴研究人员的 GPU 使用费;印尼在筹备本土大模型——这些投入放在各自的经济体量内已经不小了。

但今年光微软、谷歌、亚马逊、Meta 四家公司的 AI 资本支出加在一起,大约 7500 亿美元。这个量级差距,本身就是问题的一部分。

而算力竞争的尽头,正不断指向一个更底层的变量:电力。一次 AI 推理任务的耗电量可达传统网页搜索的 1000 倍。为了应对预计在 2026 年将达到 1050 太瓦时的全球数据中心能耗,科技公司甚至已经开始直接购买核电站。

有没有一种「不站队」的可能?

正是在这样的背景下,去中心化 AI(DeAI)开始受到关注。它试图回答一个问题:除了把未来交给少数科技巨头或者少数国家之外,还有没有第三种可能?

如果互联网可以通过开放协议连接全球网络,那么 AI 是否也可以通过开放网络连接全球算力?世界各地闲置的 GPU、独立开发者、研究机构、企业数据中心,是否能够组成一个开放的 AI 基础设施网络?

DeAI 的核心思想并不复杂:通过开放协议协调独立的参与者,实现没有单一权力中心控制的 AI 系统。并且结合区块链技术、加密经济学激励以及密码学验证机制,解决了匿名网络中的信任问题,直接回应中心化 AI 的痛点:

  • 打破市场集中:建立分布式的算力、数据和模型提供商网络,形成自由竞争的市场定价机制。
  • 缓解物理限制:将海量的能源需求分散到全球各地的电网中。
  • 摆脱地缘政治依赖:构建超脱于单一司法管辖区的基础设施层,为「主权 AI」提供可能。
  • 提高验证透明度:用可证明的技术手段替代对科技巨头企业声誉的盲目信任。

支持者认为,这种模式能够降低对单一供应商的依赖,提高系统韧性,并为中小国家和企业提供参与机会。

与此同时,机构投资者的态度正从好奇转向实质性投入。风投机构(如 DCG、a16z 等)正在向 DeAI 协议注入数亿美元资金;传统企业(如德国电信)开始作为验证者参与网络;不仅如此,部分国家的政府(如哈萨克斯坦)也开始探索将其闲置的国家超算资源接入去中心化算力市场。

结语

正如《State of DeAI 2026》报告所言,DeAI 的核心价值主张不在于今天就能在性能上全面超越中心化系统,而在于它提供了一种抵御垄断、拒绝审查并分散权力的底层架构。

随着专用 AI 硬件(ASIC)成本的下降和开源模型的持续繁荣,留给 DeAI 解决运营挑战的时间窗口已经打开。建立 DeAI 基础的工作,现在才刚刚开始。

当然,DeAI 距离成为主流还有很长距离。无论是性能、稳定性还是商业模式,都仍处于早期阶段。但它的重要意义或许不在于立刻挑战 OpenAI,而在于提供一种替代方案。

历史经验告诉我们:当一个行业只有一个选择时,问题往往不是会不会滥用权力,而是什么时候滥用权力。

而竞争的存在,本身就是一种制衡。

Pertanyaan Terkait

Q文章中提到AI产业形成了“寡头垄断”,它指的是哪四层?

A文章将AI产业链分为四层:GPU芯片层、云计算平台层、基础模型层和应用生态层。控制权在这四层都向少数玩家集中。

Q除了肯尼亚,还有哪些国家或地区在应对AI算力竞争时采取了行动?

A沙特阿拉伯将2026年定为“人工智能年”并投资AI数据中心;阿联酋在建设大型AI园区并获得了首批最新款NVIDIA芯片;欧盟正在推进《云计算与人工智能发展法案》;马来西亚拨款建设主权AI云;印度和印尼也在进行本土AI相关投入。

Q文章将去中心化AI(DeAI)视为一种可能的解决方案,它旨在解决中心化AI的哪些痛点?

ADeAI旨在解决的痛点包括:1. 打破市场集中,建立分布式网络和自由定价机制。2. 缓解单一地区面临的巨大能源压力。3. 摆脱对单一司法管辖区或供应商的地缘政治依赖。4. 通过可证明的技术手段提高系统的透明度和可信度。

Q文章中提到的“AI铁幕”具体指什么现象?

A“AI铁幕”主要指过去两年美国实施的日益碎片化和严厉的芯片出口管制措施,例如从早期的“AI扩散规则”到转向逐案审批和临时禁令,这限制了其他国家(特别是全球南方国家)获取先进AI算力的通道,加剧了技术鸿沟。

Q文章认为科技巨头公司控制AI与互联网时代的平台垄断有何不同?

A文章指出,互联网时代的平台垄断主要控制的是用户流量和数据,而AI时代的“寡头垄断”控制的则是智能本身,即作为核心生产工具的AI算力、模型和访问权限,其控制权更基础、更集中,带来的系统性风险也更大。

Bacaan Terkait

Setelah Tiga Kuartal Berturut-Turut Turun, Bisakah Pasar Kripto Menyambut Jendela Stabilitas di Kuartal Ketiga?

Pasar kripto mengalami kuartal terburuk sejak 2022, dengan kapitalisasi pasar turun 12.6% menjadi $2.1 triliun, didorong oleh keluarnya modal dan penurunan volume perdagangan. Bitcoin dan Ethereum masing-masing jatuh 14.2% dan 25.4% di kuartal kedua. Aliran keluar bersih dari ETF Bitcoin AS mencapai $4.67 miliar, menandakan tekanan jual yang berkelanjutan. Faktor utama meliputi terputusnya hubungan dengan saham AS, kebijakan moneter Federal Reserve yang ketat, dan pelepasan aset oleh perusahaan seperti Strategy. Proses legislasi UU CLARITY yang akan memberikan kejelasan regulasi terhambat, meningkatkan premi risiko di sektor ini. Namun, ada tanda-tanda potensi stabilisasi. Aliran keluar ETF yang besar secara historis sering terjadi di akhir fase penurunan, dan para pemegang Bitcoin jangka panjang mulai menambah kepemilikan lagi. Sementara sebagian besar sektor menyusut, pasar prediksi dan aset koleksi yang ditokenisasi mencatat pertumbuhan signifikan. Pandangan untuk kuartal ketiga sangat bergantung pada pertemuan Fed akhir Juli. Sinyal kebijakan yang lunak dapat mendukung pemulihan Bitcoin, sementara sikap yang hawkish dapat memicu konsolidasi lebih lanjut. Meskipun tantangan regulasi tetap ada, indikator teknis seperti harga Bitcoin yang mendekati rata-rata bergerak 200-mingguannya menunjukkan dasar jangka panjang belum rusak. Logika pasar telah bergeser dari mengandalkan narasi ke faktor fundamental seperti kebijakan dan ekspektasi suku bunga.

marsbitKemarin 08:40

Setelah Tiga Kuartal Berturut-Turut Turun, Bisakah Pasar Kripto Menyambut Jendela Stabilitas di Kuartal Ketiga?

marsbitKemarin 08:40

The SpaceX Trade, Terbuka: SPCXON Mulai Diperdagangkan di WEEX

SpaceX meluncurkan IPO terbesar dalam sejarah pada Juni 2026, namun akses bagi banyak pedagang terhambat oleh batasan regional dan prosedur broker. WEEX kini menghadirkan SPCXON/USDT di pasar spotnya, sebuah instrumen tokenisasi yang memungkinkan paparan terhadap pergerakan harga SpaceX melalui akun kripto yang diselesaikan dengan USDT, tanpa memerlukan broker AS atau pembiayaan bank. SPCXON adalah produk tokenisasi yang mencerminkan ekonomi kepemilikan SpaceX bagi pedagang yang memenuhi syarat di luar AS, dengan dividen diinvestasikan kembali. Aset ini diperdagangkan di WEEX sebagai pasangan spot dengan USDT, tersedia selama jam pasar, memberikan akses mudah bagi trader kripto. Kasus investasi untuk SpaceX didasarkan pada pertumbuhan pendapatan Starlink dan pencapaian Starship, meskipun valuasinya yang tinggi (sekitar 90-110 kali pendapatan) telah memperhitungkan eksekusi sempurna selama bertahun-tahun. Faktor seperti jumlah saham publik yang terbatas dan masa buka kunci (unlock) insider pertama menjadi pertimbangan penting. Penting untuk diingat bahwa SPCXON memberikan paparan, bukan kepemilikan langsung atas saham atau hak suara. Harganya dapat diperdagangkan pada premium atau diskon terhadap nilai aset bersih. WEEX menawarkan akses ke berbagai aset TradFi yang ditokenisasi seperti ini dalam satu akun terpadu, bersama dengan pasar futures dan kampanye perdagangan dengan pool hadiah.

TheNewsCryptoKemarin 08:33

The SpaceX Trade, Terbuka: SPCXON Mulai Diperdagangkan di WEEX

TheNewsCryptoKemarin 08:33

Momen Perdagangan BIT: BTC Masih Tertekan oleh EMA 200 Mingguan, Setelah Ditolak Mungkin Kembali Turun, Saham Penyimpanan dan Semikonduktor yang Melonjak Malam Kemudian Mulai Anjlok di Pasar Malam

**PASAR KRIPTO & SAHAM: BTC Hadapi Resistensi, Saham Semikonduktor Turun di Perdagangan Malam** Pasar kripto melanjutkan pemulihan, dengan harga Bitcoin bertahan di sekitar $66,000 setelah rebound lebih dari 15% dari titik terendah Juli. Namun, BTC menghadapi **tembok resistensi kuat di dekat $68,000**, yang bertepatan dengan biaya rata-rata investor selama lima bulan terakhir dan titik gagalnya rebound pertengahan Juni. Secara teknis, perhatian tertuju pada **200 EMA mingguan (~$68,328) sebagai level kunci**. Jika BTC ditolak di level ini, potensi penurunan menuju support $63,000 terbuka. Analis menyoroti volume rendah dan penurunan open interest futures di CME, menandakan rebound ini lebih dipicu likuiditas rendah musim panas daripada awal bull run penuh. Di pasar saham AS, **indeks futures utama turang** setelah sesi kemarin yang kuat. Sektor semikonduktor dan penyimpanan (storage), yang melonjak pada hari Selasa (contoh: Micron +12%), **mengalami koreksi di perdagangan malam (night trading)**. ETF semikonduktor turun 2,22% dan saham Micron turun 2,29%. Meski begitu, ada sorotan positif seperti **Super Micro Computer (SMCI)** yang naik lebih dari 15% setelah melaporkan pandangan pendapatan yang kuat dan pesanan baru yang sangat besar, mengonfirmasi permintaan server AI tetap solid. Kekhawatiran makro muncul dari **kenaikan harga minyak mentah (di atas $91)** akibat ketegangan geopolitik dan **lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS**, dengan imbal hasil 10-tahun mencapai sekitar 4,64%. Faktor-faktor ini dapat menambah tekanan inflasi dan membatasi ruang gerak pasar saham. Saham terkait kripto seperti Coinbase dan Robinhood naik kuat didorong oleh perkembangan regulasi yang lebih jelas di AS. Di Asia, **Korea Selatan** dan **Jepang** menunjukkan kinerja beragam. Indeks KOSPI Korea naik didukung pemulihan saham semikonduktor, sementara pasar Jepang melemah dengan **Yen terus melemah ke level terendah sejak 1986**, meningkatkan kekhawatiran akan intervensi bank sentral. **Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya:** * **22 Juli:** Acara AI AMD, rilis laporan keuangan dari Google (Alphabet), Tesla, IBM. * **23 Juli:** Keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB), data klaim pengangguran AS, laporan keuangan Intel. * Perkembangan lebih lanjut dari **harga minyak, imbal hasil obligasi, dan dinamika Yen Jepang** akan menjadi penentu sentimen pasar risiko secara keseluruhan.

marsbitKemarin 08:32

Momen Perdagangan BIT: BTC Masih Tertekan oleh EMA 200 Mingguan, Setelah Ditolak Mungkin Kembali Turun, Saham Penyimpanan dan Semikonduktor yang Melonjak Malam Kemudian Mulai Anjlok di Pasar Malam

marsbitKemarin 08:32

Mantan Ketua CFTC dan Presiden Circle, Tarbert: Satu Pihak Menasihati Anda untuk Berpikir Jangka Panjang, di Sisi Lain Menguangkan $30 Juta Sendiri

Penulis: Zen, PANews Heath Tarbert, mantan Ketua CFTC dan Presiden Circle, baru-baru ini menyerukan kepada investor untuk mengadopsi pandangan jangka panjang terhadap saham Circle, meskipun harganya telah turun 70% dari puncaknya. Namun, ia sendiri secara konsisten menjual saham CRCL sejak perusahaan go public, menguangkan sekitar $30 juta tanpa pernah membeli saham tambahan di pasar terbuka. Tarbert, yang bergabung dengan Circle pada Juli 2023 dan menjadi Presiden pada awal 2025, dikenal sebagai pendukung kuat narasi "jangka panjang" perusahaan. Namun, sehari sebelum IPO Circle, ia menetapkan rencana perdagangan 10b5-1 untuk menjual hingga 353.290 saham dalam setahun. Dalam 13 bulan setelah IPO, ia menjual lebih dari 360.000 saham, termasuk penjualan tunggal senilai $11,5 juta pada Maret 2026. Ia bahkan menetapkan rencana 10b5-1 kedua untuk menjual hingga 160.000 saham lagi pada akhir tahun 2026. Langkah Tarbert ini menuai kecaman karena dianggap tidak konsisten dengan pesan "jangka panjang" yang ia sampaikan kepada publik. Perjalanan kariernya sering dikaitkan dengan "revolving door" antara regulator dan dunia keuangan. Setelah mengundurkan diri sebagai Ketua CFTC pada Maret 2021, ia bergabung dengan Citadel Securities hanya 27 hari kemudian sebagai Kepala Penasihat Hukum, tepat saat perusahaan itu menghadapi pengawasan ketat terkait peristiwa GameStop. Di Citadel, ia juga mendukung undang-undang yang memperluas wewenang CFTC atas pasar crypto, sementara Citadel diketahui berencana berekspansi ke aset kripto. Tarbert kemudian pindah ke Circle pada 2023, membantu perusahaan mengatasi tantangan regulasi dan akhirnya go public melalui IPO langsung. Meskipun sangat berharga bagi perusahaan, tindakannya menjual saham dalam jumlah besar sambil mendorong investor untuk bertahan menimbulkan pertanyaan tentang komitmennya yang sebenarnya terhadap masa depan jangka panjang Circle.

marsbitKemarin 08:09

Mantan Ketua CFTC dan Presiden Circle, Tarbert: Satu Pihak Menasihati Anda untuk Berpikir Jangka Panjang, di Sisi Lain Menguangkan $30 Juta Sendiri

marsbitKemarin 08:09

Gate Research Institute: Produk Keuangan Kripto Menggulirkan Gelombang "Wall Street-ization", Kompetisi atau Integrasi?

**Ringkasan: Gelombang "Wall Street-ization" Produk Keuangan Kripto: Kompetisi atau Integrasi?** Artikel ini membahas fenomena konvergensi antara keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan kripto (Crypto). Meskipun Bitcoin awalnya dirancang sebagai sistem peer-to-peer yang terdesentralisasi dan bebas dari perantara seperti bank, pasar kripto kini semakin diintegrasikan ke dalam infrastruktur keuangan tradisional. **Tren "Wall Street-ization":** Dimulai dengan disetujuinya ETF spot Bitcoin pada 2024, aset kripto kini dikemas menjadi produk seperti ETF (oleh BlackRock, Fidelity, dll.), futures, dan sekuritisasi aset riil (RWA) seperti obligasi pemerintah yang ditokenisasi. Ini memberikan akses yang mudah dan teregulasi bagi investor institusional, tetapi juga berarti kekuasaan atas penerbitan, penentuan harga, kustodian, dan distribusi aset kripto semakin bergeser ke lembaga keuangan besar. **Dua Jalur Konvergensi (1+1>2):** Artikel ini menyoroti dua arah integrasi: 1. **Dari CEX ke TradFi:** Dilambangkan oleh **Gate.io**, yang berkembang dari bursa kripto menjadi platform multi-aset. Gate kini menawarkan perdagangan saham nyata (AS, Hong Kong, Korea) menggunakan USDT, menyediakan akses tanpa batas waktu ke pasar tradisional. 2. **Dari TradFi ke Crypto:** Dilambangkan oleh **Robinhood**, platform broker tradisional yang memperluas layanannya ke aset kripto (termasuk melalui akuisisi Bitstamp) dan mengembangkan produk seperti token saham di blockchain. **Tujuan Bersama: Akun Keuangan "Super" Terpadu:** Kedua jalur ini bertujuan menciptakan **akun keuangan generasi berikutnya yang terpadu**. Pengguna di masa depan mungkin dapat memperdagangkan Bitcoin, saham Apple, ETF, emas, dan obligasi pemerintah yang ditokenisasi dalam satu antarmuka yang sama, menggunakan stablecoin sebagai lapisan dana. **RWA dan Obligasi Pemerintah di On-Chain sebagai Lapisan Tengah:** Tokenisasi aset dunia nyata, terutama obligasi pemerintah AS, menyediakan aset berpenghasilan rendah risiko di ekosistem on-chain. Pasar ini tumbuh pesat (naik 40% pada paruh pertama 2026) meskipun pasar kripto turun, menunjukkan permintaan nyata. **Kesimpulan:** "Wall Street-ization" bukanlah pengambilalihan sepihak, melainkan **transformasi timbal balik**. TradFi dan Crypto saling melengkapi: Crypto mendapatkan akses ke likuiditas, kepatuhan, dan jaringan distribusi yang luas, sementara TradFi mengadopsi efisiensi, kecepatan, dan pasar 24/7 dari Crypto. Hasil akhirnya adalah pembentukan **pasar modal terpadu yang lebih efisien dan global**, di mana batas antara aset tradisional dan kripto semakin kabur.

marsbitKemarin 08:07

Gate Research Institute: Produk Keuangan Kripto Menggulirkan Gelombang "Wall Street-ization", Kompetisi atau Integrasi?

marsbitKemarin 08:07

Trading

Spot
活动图片