Ethereum L2 TVL Enjoys 284% Growth In The Past Month Ahead Of Goerli Merge

newsbtcDipublikasikan tanggal 2022-08-11Terakhir diperbarui pada 2022-08-11

Abstrak

Total value locked (TVL) on Optimism, a layer-2 scaling solution for the Ethereum blockchain, has increased 284% in the last month, according to data from DefiLlama. Users lending and borrowing...

Total value locked (TVL) on Optimism, a layer-2 scaling solution for the Ethereum blockchain, has increased 284% in the last month, according to data from DefiLlama. Users lending and borrowing assets on Aave through Optimism’s layer-2 chain make up the vast majority of TVL.
Ethereum Optimism TVL Surges
In anticipation of The Merge update, which will see the blockchain switch from a proof-of-work network to one based on proof-of-stake, investors have been bidding up digital assets tied to the Ethereum ecosystem.
The merge will be tested by Ethereum developers on the Goerli testnet on Thursday, August 11. If everything goes according to plan, the mainnet merging will be approved on September 19. The mainnet merge would probably be delayed if there are issues with the Goerli merge.
The Merge’s anticipated launch date has been set for September 19, according to a recent Ethereum developer call. With Rollups, or off-chain computations, Optimism, an Ethereum layer-2 blockchain, aims to extend the ecosystem and expedite transactions. On Optimism, transactions are entered, and on Ethereum, they are completed.

ethereum


ETH/USD trades at $1,853. Source: TradingView
The project is home to 35 protocols, including automated market maker Velodrome, decentralized exchange Uniswap, and derivatives exchange Synthetix. The Ethereum blockchain’s current capacity of 30 transactions per second is inadequate to manage the enormous amount of user trade orders on exchanges (including cancellations). Nevertheless, according to some analysts, the network might scale to 100,000 transactions per second with The Merge upgrade, with layer-2 solutions improving this capacity even further.
Optimism blocks are constructed and executed on layer-2 while user transactions are batched up and submitted to the Ethereum layer-1. On layer-2, transactions are immediately accepted or rejected with no mempool, enabling a fast user experience. Correspondingly to the TVL development, the project’s namesake tokens have also rallied by 300% during the same period.
Dai on Optimism 👀
From 30 million to 140 million in 5 days. pic.twitter.com/AQlNWvX6c9
— Maker (@MakerDAO) August 9, 2022
Goerli Testnet: A Brief
The Ethereum network will be one step closer to its biggest update yet in less than 24 hours. The second-largest cryptocurrency by market capitalization has been preparing to switch from Proof-of-Work (PoW) to the significantly less energy-intensive and, in some people’s opinions, more decentralized Proof-of-Stake for years (PoS).
Senior Ethereum developers stated last month that the so-called “Merge” to “Ethereum 2.0” will occur on September 19. However, there is still a challenge for developers to overcome before the “Merge” can be implemented on Ethereum’s mainnet.
Developers want to implement the merging on one last testnet after completing the switch from PoW to PoS on two of Ethereum’s main testnets (Ropsten and Sepolia) in June and July.
From its mid-July lows under $1,000, Ethereum has increased by more than 80%, and at last check, it was trading in the mid-1,800s. While most of this has coincided with a larger cryptocurrency market rebound amid an uptick in macro mood (Bitcoin is up over 25% from its mid-July lows), analysts have indicated that anticipation ahead of the merger has been a key tailwind driving ETH higher.

Bacaan Terkait

Panduan Membeli di Titik Terendah oleh Grayscale: Menilai Nilai Cryptocurrency Menggunakan Arus Kas

**Panduan Investasi di Titik Terendah Pasar dengan Analisis Arus Kas untuk Kripto** Pasar kripto telah turun sejak awal tahun, menimbulkan pertanyaan tentang aset mana yang bernilai investasi pada harga saat ini. Banyak aset kripto, seperti token DeFi, mirip dengan instrumen keuangan dan dapat dinilai berdasarkan arus kas mereka. Laporan ini menggunakan Aave, platform pinjam-meminjam terdepan, sebagai studi kasus. Analisis menggunakan model Discounted Cash Flow (DCF) dan perbandingan rasio harga terhadap laba (P/E) menunjukkan bahwa token AAVE (AAVE) memiliki nilai wajar antara $80 - $100 pada level harga saat ini (~$75). Dengan asumsi pertumbuhan yang dipercepat karena adopsi stablecoin dan tokenisasi aset riil (RWA), valuasi bisa mencapai sekitar $175 dalam setahun. Laporan ini menekankan pentingnya mengklasifikasikan aset kripto (sebagai "aset komoditas" seperti Bitcoin atau "aset arus kas" seperti token DeFi) dan menggunakan kerangka penilaian yang sesuai. DeFi telah membuktikan dirinya sebagai sektor yang menghasilkan pendapatan nyata. Kunci penilaiannya bukan hanya pendapatan protokol, tetapi mekanisme "value capture" yang jelas – bagaimana keuntungan protokol dialirkan kembali ke pemegang token melalui mekanisme seperti pembelian kembali (buyback) atau distribusi. Aave, sebagai DAO yang matang dengan pendapatan beragam, neraca yang kuat, dan roadmap produk yang solid (seperti stablecoin GHO dan pasar institusional Horizon), menunjukkan bagaimana kesuksesan protokol dapat terikat dengan nilai token. Namun, ketidakpastian regulasi untuk DAO tetap menjadi tantangan. Undang-undang seperti **CLARITY Act** (dengan probabilitas disahkan 51% pada 2026) dapat memberikan kejelasan dengan mengkategorikan aset seperti AAVE sebagai "aset jaringan". Kesimpulannya, pasar semakin matang dan menghargai proyek dengan fundamental bisnis nyata, pendapatan berkelanjutan, dan alokasi modal yang disiplin. Investor harus beralih dari spekulasi naratif ke analisis fundamental berbasis arus kas dan multipler untuk mengidentifikasi peluang di proyek-proyek seperti Aave, Uniswap, dan lainnya.

marsbit17m yang lalu

Panduan Membeli di Titik Terendah oleh Grayscale: Menilai Nilai Cryptocurrency Menggunakan Arus Kas

marsbit17m yang lalu

Setelah Semikonduktor Memimpin Kenaikan, Apakah Dana Membeli Pesanan AI Atau Pemulihan Makro?

**Inti Artikel:** Setelah konflik geopolitik mereda, saham teknologi AS naik, terutama di sektor semikonduktor dan rantai perangkat keras AI. Kunci pertanyaannya: apakah kenaikan ini didorong oleh pemulihan makro (valuasi) atau pesanan AI yang riil? **Poin Utama:** 1. **Pemicu Awal: Risiko Geopolitik Turun.** Kesepakatan AS-Iran untuk perpanjangan gencatan senjata dan navigasi di Selat Hormuz mengurangi ketakutan akan lonjakan harga minyak dan inflasi. Ini meredakan tekanan pada suku bunga dan memberikan ruang bagi pemulihan valuasi saham pertumbuhan, termasuk teknologi. 2. **Uang Mengalir ke Rantai Perangkat Keras AI.** Aliran dana tidak merata ke semua sektor teknologi. Dana lebih terkonsentrasi pada chip, interkoneksi optik, memori, dan manufaktur domestik. Ini menunjukkan investor lebih selektif, mencari perusahaan dengan pendapatan riil dari pembangunan infrastruktur AI/data center (misalnya, Astera Labs dengan laporan pendapatan yang kuat). 3. **Contoh Kasus: Intel.** Lonjakan saham Intel (~10-11%) dipicu pernyataan Trump tentang kolaborasi dengan Apple, yang masuk dalam narasi manufaktur domestik dan kebijakan. Namun, ini masih berupa katalis kebijakan. Fundamental Intel (skala kontrak, timeline, profitabilitas) perlu dibuktikan lebih lanjut. 4. **Peringatan dan Verifikasi Ke Depan.** Kenaikan ini adalah **perbaikan selektif dalam selera risiko**, bukan konfirmasi siklus AI yang dipercepat kembali. Kelanjutannya bergantung pada: * **Data Makro:** Stabilitas navigasi Selat Hormuz dan harga minyak. * **Data Mikro (Kunci):** Laporan Q2 harus menunjukkan pengeluaran modal (_capital expenditure_) vendor cloud yang tetap kuat, pesanan server AI yang berkelanjutan, serta pandangan pendapatan perusahaan interkoneksi optik dan memori yang terus tumbuh. * **Kasus Intel:** Perlu konfirmasi detail kolaborasi dengan Apple yang berdampak finansial. **Kesimpulan:** Pasar memanfaatkan jendela perbaikan valuasi dari meredanya risiko geopolitik untuk membeli kembali aset-aset dalam rantai perangkat keras AI yang memiliki visibilitas pendapatan lebih nyata. Namun, tren jangka panjang bergantung pada verifikasi order dan profitabilitas di kuartal-kuartal mendatang.

marsbit27m yang lalu

Setelah Semikonduktor Memimpin Kenaikan, Apakah Dana Membeli Pesanan AI Atau Pemulihan Makro?

marsbit27m yang lalu

Kraken Tambahkan Perdagangan Token On-Chain Solana Langsung di Dalam Aplikasinya

**Kraken Tambahkan Perdagangan Token On-Chain Solana Langsung di Aplikasinya** Kraken kini mengizinkan perdagangan token on-chain Solana langsung dalam aplikasi utamanya. Fitur ini tersedia bagi pengguna di AS dan lebih dari 100 negara, dengan sekitar 2.500 token berbasis Solana yang terverifikasi pada peluncurannya. Dengan fitur baru ini, pengguna tidak perlu lagi membuat dompet eksternal, menyimpan frasa seed, atau beralih antar aplikasi untuk berdagang aset di jaringan Solana. Kraken membungkus seluruh proses on-chain ke dalam antarmuka yang sudah dikenal pengguna, sehingga aset on-chain muncul bersama aset Kraken lainnya di portofolio yang sama. Langkah ini merupakan upaya Kraken untuk menjembatani kesenjangan antara perdagangan terpusat (CEX) dan terdesentralisasi (DeFi). Solana dipilih sebagai jaringan pertama karena likuiditas dan aktivitas perdagangan token barunya yang tinggi, yang seringkali terbentuk on-chain sebelum terdaftar di bursa terpusat. Infrastruktur fitur ini didukung oleh teknologi dompet tersemat dari Privy dan protokol DEX Solana, yang menangani mekanisme dompet dan transaksi di latar belakang. Meski antarmuka lebih sederhana, Kraken mengingatkan bahwa token yang diperdagangkan melalui DEX ini belum tentu direview seperti pencatatan terpusat, sehingga risiko pasar tetap ada. Perilisan ini mencerminkan tren besar di mana bursa terpusat berusaha mengakomodasi aktivitas DeFi ke dalam platform mereka, agar tidak kehilangan pengguna yang beralih ke perdagangan on-chain.

bitcoinist1j yang lalu

Kraken Tambahkan Perdagangan Token On-Chain Solana Langsung di Dalam Aplikasinya

bitcoinist1j yang lalu

Seluruh Dunia Mengagumi Kedatangan Noam, Namun Utang OpenAI Semakin Menebal

OpenAI mengumumkan perekrutan Noam Shazeer, salah satu penulis kunci makalah "Attention Is All You Need", sebagai pemimpin penelitian arsitektur, yang disambut antusias. Namun, di saat yang sama, laporan keuangan teraudit perusahaan mengungkapkan kerugian operasional besar: $20,92 miliar pada 2025 dan pembakaran tunai $3,7 miliar pada kuartal pertama 2026. Artikel ini mempertanyakan logika di balik perekrutan bintang mahal ini dengan latar belakang tekanan keuangan yang parah. Inti masalah OpenAI bukanlah kekurangan bakat teknis, tetapi model bisnisnya: biaya komputasi yang sangat tinggi (termasuk $10,59 miliar untuk sewa daya komputasi dari Microsoft), sambil mengandalkan basis pengguna gratis yang luas dengan hanya 50 juta pengguna berbayar. Sementara itu, OpenAI telah kehilangan banyak pendiri dan peneliti inti seperti Ilya Sutskever dan Jan Leike, menunjukkan pergeseran fokus dari penelitian eksplorasi ke iterasi produk. Perekrutan Noam dilihat sebagai "pembelian cemas" yang lebih bertujuan untuk menciptakan narasi yang kuat guna mendukung valuasi IPO yang sangat tinggi (hingga $1 triliun), daripada menyelesaikan masalah profitabilitas mendasar. Sebagai perbandingan, Anthropic dilaporkan mendekati profitabilitas dengan fokus pada klien korporat yang memberikan aliran pendapatan yang lebih stabil dan dapat diprediksi. Artikel menyimpulkan bahwa tanah subur untuk inovasi berkelanjutan datang dari budaya internal yang mempertahankan talenta, bukan dari menyewa bintang mahal, dan bahwa lembar neraca tidak peduli dengan kejeniusan individu, melainkan dengan jalur yang jelas menuju keberlanjutan keuangan.

marsbit2j yang lalu

Seluruh Dunia Mengagumi Kedatangan Noam, Namun Utang OpenAI Semakin Menebal

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片