Vitalik: Metaverse ‘Is Going to Happen’ but Meta’s ‘Will Misfire’

DecryptDipublikasikan tanggal 2022-08-01Terakhir diperbarui pada 2022-08-01

Abstrak

The Ethereum creator said corporate attempts at the metaverse will fail because “it’s far too early to know what people actually want.”

Meta’s attempt at cornering the metaverse will “misfire” largely because nobody can come up with what the term actually means, according to Ethereum creator Vitalik Buterin.

In a Twitter thread discussing how the metaverse might look, he said corporate projects currently underway don’t look promising, and he specifically criticized Meta, the tech giant founded and run by Mark Zuckerberg, using the company’s former name.

“We don’t really know the definition of ‘the metaverse’ yet, it’s far too early to know what people actually want,” Buterin said in a tweet. “So anything Facebook creates now will misfire.”

My critique is deeper than "Metaverse Wikipedia will beat Metaverse Encyclopedia Britannica". It's that we don't really know the definition of "the metaverse" yet, it's far too early to know what people actually want. So anything Facebook creates now will misfire.

— vitalik.eth (@VitalikButerin) July 31, 2022

The metaverse is often described as an evolution of today’s internet, centered around immersive 3D worlds and online communities where people interact by using virtual reality headsets and augmented forms of reality.

While Buterin isn’t sold on how corporations envision the metaverse, he did describe its establishment as a somewhat inevitable step in the progression of today’s technology.

“The ‘metaverse’ is going to happen,” Buterin continued. “But I don’t think any of the existing corporate attempts to intentionally create the metaverse are going anywhere.”

The "metaverse" is going to happen but I don't think any of the existing corporate attempts to intentionally create the metaverse are going anywhere. https://t.co/tVUfq4CWmP

— vitalik.eth (@VitalikButerin) July 30, 2022

Over how the metaverse will be shaped, there is tension between the centralized authority of corporations and the decentralized forms of ownership that blockchain technology affords. Recently, a group of Web3 companies came together with the goal of establishing standards for the metaverse as companies including Microsoft, Meta, and Sony announced a separate alliance.

The Sandbox is currently one of the most popular Web3 metaverse projects, with virtual plots of land tied to the ownership of NFTs. And Yuga Labs, which created the Bored Ape Yacht Club, is in the early stages of its own metaverse gaming project, the Otherside, recently hosting a first-look tech demo of that virtual world.

The term metaverse first appeared in “Snow Crash,” a science fiction novel written by Neal Stephenson in 1992. The term applied to a “computer-generated universe,” conveyed to a character through a set of goggles and earphones.

Meta’s official bid for the metaverse began when the company changed its name from Facebook to Meta in October. The rebranding followed the company’s 2014 acquisition of Oculus, a company that produces VR headsets with an emphasis on gaming, for $2 billion.

“I believe the metaverse is the next chapter for the internet,” Zuckerberg said last year. “Today, we’re seen as a social media company, but in our DNA, we are a company that builds technology to connect people, and the metaverse is the next frontier.”

Meta divulged in the company’s latest earnings report that its metaverse-specific division, Facebook Reality Labs (FRL), lost $2.81 billion in the second quarter. And last year, the company lost $10.2 billion developing software, technology, and content for the metaverse.

“This is obviously a very expensive undertaking over the next several years,” Zuckerberg said. “But as the metaverse becomes more important in every part of how we live ... I’m confident that we’re going to be glad we played an important role in building this.”

Bacaan Terkait

Seluruh Dunia Mengagumi Kedatangan Noam, Namun Utang OpenAI Semakin Menebal

OpenAI mengumumkan perekrutan Noam Shazeer, salah satu penulis kunci makalah "Attention Is All You Need", sebagai pemimpin penelitian arsitektur, yang disambut antusias. Namun, di saat yang sama, laporan keuangan teraudit perusahaan mengungkapkan kerugian operasional besar: $20,92 miliar pada 2025 dan pembakaran tunai $3,7 miliar pada kuartal pertama 2026. Artikel ini mempertanyakan logika di balik perekrutan bintang mahal ini dengan latar belakang tekanan keuangan yang parah. Inti masalah OpenAI bukanlah kekurangan bakat teknis, tetapi model bisnisnya: biaya komputasi yang sangat tinggi (termasuk $10,59 miliar untuk sewa daya komputasi dari Microsoft), sambil mengandalkan basis pengguna gratis yang luas dengan hanya 50 juta pengguna berbayar. Sementara itu, OpenAI telah kehilangan banyak pendiri dan peneliti inti seperti Ilya Sutskever dan Jan Leike, menunjukkan pergeseran fokus dari penelitian eksplorasi ke iterasi produk. Perekrutan Noam dilihat sebagai "pembelian cemas" yang lebih bertujuan untuk menciptakan narasi yang kuat guna mendukung valuasi IPO yang sangat tinggi (hingga $1 triliun), daripada menyelesaikan masalah profitabilitas mendasar. Sebagai perbandingan, Anthropic dilaporkan mendekati profitabilitas dengan fokus pada klien korporat yang memberikan aliran pendapatan yang lebih stabil dan dapat diprediksi. Artikel menyimpulkan bahwa tanah subur untuk inovasi berkelanjutan datang dari budaya internal yang mempertahankan talenta, bukan dari menyewa bintang mahal, dan bahwa lembar neraca tidak peduli dengan kejeniusan individu, melainkan dengan jalur yang jelas menuju keberlanjutan keuangan.

marsbit8m yang lalu

Seluruh Dunia Mengagumi Kedatangan Noam, Namun Utang OpenAI Semakin Menebal

marsbit8m yang lalu

「Memiliki」atau「Menyewa」Kecerdasan? Pertanyaan Baru dalam Memulai Bisnis AI

Mythos ditutup minggu ini, menyoroti dilema mendasar bagi startup AI: "menyewa" atau "memiliki" kecerdasan yang menjadi inti produk mereka. Selama ini, diskusi tentang model open source seringkali hanya fokus pada biaya sebagai alternatif yang lebih murah dari model mutakhir (seperti API OpenAI). Namun, insiden Mythos mengingatkan bahwa **kendali** adalah masalah yang lebih kritis. Bergantung sepenuhnya pada model eksternal berarti bisnis Anda rentan terhadap perubahan aturan, harga, atau bahkan keputusan penutupan dari penyedia model. Artikel ini berpendapat bahwa "memiliki kecerdasan" tidak berarti meninggalkan model mutakhir. Sebaliknya, perusahaan harus membangun aset kecerdasan mereka sendiri dengan cara: * Memulai dari model open source yang kuat. * Melatih ulang (fine-tune) model tersebut dengan **data, alur kerja, pengetahuan domain, dan kasus tepi (edge cases)** unik perusahaan. * Mendefinisikan standar evaluasi dan kualitas mereka sendiri. Dengan demikian, nilai perusahaan tertanam dalam model yang semakin terspesialisasi dan mencerminkan operasi bisnisnya yang sebenarnya. Masa depan AI tidak akan didominasi oleh satu model "terdepan" tunggal. Akan ada banyak "batas terdepan": 1. Model mutakhir umum (seperti GPT, Claude). 2. Model yang dilatih ulang dengan pengetahuan khusus perusahaan. 3. Model khusus untuk tugas vertikal yang sempit. 4. Sistem perutean yang menyelaraskan beberapa model untuk kinerja terbaik. Intinya, parit pertahanan sejati di era AI bukanlah sekadar kemampuan memanggil model terkuat, tetapi kemampuan untuk **mengubah kecerdasan menjadi aset perusahaan yang unik dan dikendalikan sendiri**.

marsbit28m yang lalu

「Memiliki」atau「Menyewa」Kecerdasan? Pertanyaan Baru dalam Memulai Bisnis AI

marsbit28m yang lalu

Gelombang Pasar Saham AS (19 Juni): Premi Mereda Usai Kesepakatan AS-Iran, Chip Moncer Cetak Rekor Baru, Energi Terpuruk

Arah Pasar Saham AS (19 Juni): Kesepakatan AS-Iran Tercapai, Premium Geopolitik Menghilang, Chip Unggul dan Mencapai Rekor Tertinggi, Sektor Energi Anjlok Pada Kamis, indeks saam AS naik setelah kesepakatan sementara AS-Iran ditandatangani di Jenewa, meredakan ketegangan geopolitik di Selat Hormuz. S&P 500 naik 1,08%, Nasdaq melonjak 1,91%, dan Dow Jones sedikit menguat. Indeks Philadelphia Semiconductor meroket lebih dari 6% ke rekor tertinggi baru, didorong oleh berita kerja sama Apple dengan Intel untuk fabrikasi chip serta optimisme belanja modal AI. Saham memori seperti Micron dan SanDisk juga melonjak. Di sisi lain, sektor energi menjadi satu-satunya yang merosot karena harga minyak (WTI) jatuh sekitar 2% menyusul hilangnya premium risiko geopolitik. Saham seperti Exxon dan Chevron turun. Volatilitas (VIX) turun tajam, menunjukkan sentimen membaik. Imbal hasil obligasi pemerintah AS sedikit menurun. Emas dan perak melemah. Pasar kripto relatif datar. Analisis "Tren Arus" menyoroti bahwa reli hari ini didukung dua pilar: resolusi geopolitik sekali waktu dan kekuatan fundamental berkelanjutan dari sektor chip/AI. Namun, kenaikan sektor energi mungkin telah berakhir. Tekanan pada SpaceX terkait rencana penerbitan obligasi juga diperhatikan. Prospek pasar ke depan akan sangat bergantung pada data PCE minggu depan dan apakah ekspektasi suku bunga tinggi Federal Reserve akan bertahan atau tidak.

marsbit31m yang lalu

Gelombang Pasar Saham AS (19 Juni): Premi Mereda Usai Kesepakatan AS-Iran, Chip Moncer Cetak Rekor Baru, Energi Terpuruk

marsbit31m yang lalu

Akankah MicroStrategy Masuk ke Dalam Spiral Kematian? Bagaimana Tren Makro di Paruh Kedua?

Pembahasan inti dari podcast ini berfokus pada dua topik besar: tekanan finansial MicroStrategy terhadap harga Bitcoin dan pergeseran tren makro ke arah AI serta aset riil. Analis Didier berpendapat bahwa penurunan Bitcoin baru-baru ini terutama disebabkan oleh ekspektasi pasar bahwa MicroStrategy mungkin akan terus menjual Bitcoin dalam jumlah kecil untuk menutupi arus kas dan dividen saham preferen, demi mempertahankan prinsip "netralitas Bitcoin per saham". Tekanan ini bersifat struktural. Namun, skenario "spiral kematian" bersama Bitcoin dianggap tidak mungkin terjadi kecuali ada guncangan makro baru. Pasar saat ini sedang menunggu level harga dukungan yang tepat. Di sisi lain, Didier melihat AI sebagai pendorong fundamental jangka panjang pasar saham AS. Token dipandang sebagai "tenaga kerja baru" yang menggantikan peran manusia dalam banyak pekerjaan eksekusi, meningkatkan otomatisasi dan profitabilitas perusahaan. Rantai pasokan AI seperti semikonduktor akan terus diuntungkan. Untuk industri crypto, likuiditas telah terkikis parah pasca peristiwa 1011, membuat tren altcoin sulit pulih. Bursa crypto yang beralih menawarkan saham AS merupakan langkah alami menuju aset bernilai riil. Jangka panjang, blockchain berpotensi menjadi infrastruktur untuk "ekonomi mesin" di mana agen AI berinteraksi dan bertransaksi. Secara makro, Didier lebih hati-hati memasuki paruh kedua tahun ini karena ketidakpastian pemilu AS dan IPO raksasa seperti SpaceX yang dapat memberi tekanan likuiditas. Namun, dorongan fundamental AI terhadap produktivitas tetap kuat. Masa depan mungkin melihat kombinasi AI dan blockchain yang lebih matang, mengarah ke fase industri yang lebih institusional dibandingkan spekulasi liar masa lalu.

marsbit33m yang lalu

Akankah MicroStrategy Masuk ke Dalam Spiral Kematian? Bagaimana Tren Makro di Paruh Kedua?

marsbit33m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片