Ethereum [ETH]: Analyzing how this resistance level can furnish an opportunity for investors

AmbcryptoDipublikasikan tanggal 2022-07-09Terakhir diperbarui pada 2022-07-09

Abstrak

Over the last few days, Ethereum [ETH] saw an expected breakdown from its bearish flag pattern. Also, the trendline resistance (white, dashed) has kept the alt’s peaks under bearish control for over three months.

The 38.2% Fibonacci resistance has significantly impaired the buying efforts over the last three weeks. Over the last few days, Ethereum [ETH] saw an expected breakdown from its bearish flag pattern. Also, the trendline resistance (white, dashed) has kept the alt’s peaks under bearish control for over three months.

Should the current candlestick see a robust close below the 38.2% level, ETH could eye a further downside in the coming sessions. At press time, the alt was trading at $1,222.5, up by 3.47% in the last 24 hours.

ETH Daily Chart

Source: TradingView, ETH/USD

ETH’s three-month trendline resistance has delineated a steep plunge in the daily timeframe. To top it up, the 20 EMA (red) has undermined most of the bullish recovery efforts until recently.

The breakdown from the $2,700 zone has aggravated the selling power whilst the bulls strived to hold the $1,000-mark support. ETH lost nearly 70% of its value over the last few months (since early May). As a result, the alt gravitated toward its 17-month low on 18 June.

Should the 38.2% resistance inflict selling pressure, ETH could see a pullback toward the Point of Control (POC, red). In this case, potential shorting targets would rest near the $1,045 support.

Also, with the trendline resistance standing sturdy, the buyers could face a tough time overturning the $1,200 zone. A decline below the 20 EMA would expose ETH to a potential downside. Any bearish invalidations could aid the buyers in provoking a rather short-lived rally until the 50.2% level.

Rationale

Source: TradingView, ETH/USD

The Relative Strength Index (RSI) was yet to cross above the midline whilst depicting a relatively neutral stance. Its inability to find a close above the 50-mark could encourage the ongoing drawdowns on the chart. Traders should watch for a close above the midline to confirm higher chances of a bearish invalidation.

Further, the On-Balance Volume (OBV) saw lower peaks and revealed a slight decrease in the buying pressure over the last two weeks. Finally, any bullish crossover on the Directional Movement Index (DMI) could be detrimental for the short-sellers.

Conclusion

The bulls needed to ramp up the buying volumes near the 20 EMA to prevent a downside risk of nearly 14%. The traders/investors must be wary of the caveats laid forth by the indicators as discussed above.

Also, investors/traders need to watch out for Bitcoin’s movement. This is because ETH shares a whopping 98% 30-day correlation with the king coin.

Bacaan Terkait

BlackRock Luncurkan ETF Bitcoin Covered-Call dengan Ticker BITA

BlackRock telah meluncurkan iShares Bitcoin Premium Income ETF (BITA), menambahkan lapisan baru pada lini produk bitcoinnya. Tidak seperti reksa dana spot bitcoin biasa, BITA dirancang untuk menghasilkan pendapatan dengan menggunakan strategi opsi covered-call yang terhubung dengan eksposur bitcoin dan iShares Bitcoin Trust (IBIT). Strategi ini menawarkan cara berbeda bagi investor untuk mendapatkan eksposur bitcoin. Alih-alih hanya memegang aset dan menunggu apresiasi harga, BITA bertujuan mengumpulkan premi opsi dan mendistribusikan pendapatan bulanan. Produk ini mungkin menarik bagi investor yang menginginkan hasil berbasis kripto tanpa langsung menggunakan protokol DeFi atau produk pinjaman lepas pantai. Dengan strategi covered-call, investor menerima pendapatan premi tetapi mengorbankan sebagian keuntungan jika harga bitcoin melonjak tajam di atas harga kesepakatan opsi. Ini menjadikan BITA menarik di pasar yang bergerak sideways atau bergejolak, tetapi mungkin tertinggal dari kinerja spot murni saat terjadi breakout. Peluncuran BITA menunjukkan pasar ETF bitcoin berkembang melampaui produk spot sederhana, menuju strategi yang lebih beragam seperti penghasilan premi dan integrasi portofolio. Produk ini terutama ditujukan bagi investor yang sudah menerima tesis bitcoin tetapi menginginkan produk berorientasi pendapatan yang lebih halus dalam akun pialang, atau bagi penasihat keuangan yang ingin membahas eksposur bitcoin tanpa hanya mengandalkan apresiasi harga. Penting bagi investor untuk memahami pertukaran risiko-imbal hasil ini sebelum membandingkan kinerjanya dengan bitcoin.

bitcoinist51m yang lalu

BlackRock Luncurkan ETF Bitcoin Covered-Call dengan Ticker BITA

bitcoinist51m yang lalu

Jepang Naikkan Suku Bunga, Mengapa Seluruh Dunia Merasa Cemas?

Bank sentral Jepang menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 1% pada Juni 2026, tingkat pertama kali dalam 1% sejak 1995. Meski angka ini masih rendah dibandingkan AS dan Eropa, kenaikan ini sangat diperhatikan pasar global karena menandai perubahan mendasar dari kebijakan suku bunga ultra-rendah yang berlangsung selama tiga dekade. Inti kekhawatiran global terletak pada peran Jepang sebagai "pusat pendanaan berbiaya terendah global." Selama lebih dari 20 tahun, investor internasional meminjam yen dengan biaya hampir nol untuk berinvestasi di aset berimbal hasil tinggi di seluruh dunia (saham AS, obligasi emerging market, dll.), menciptakan "carry trade" yen. Praktik ini menjadi sumber likuiditas murah penting yang mendorong kenaikan harga aset global. Kini, kenaikan suku bunga Jepang mengancam logika fundamental ini. Biaya pinjaman yen yang meningkat memaksa investor global mengevaluasi ulang dan berpotensi mengurangi posisi leverage mereka, yang dapat memicu kontraksi likuiditas dan volatilitas di pasar keuangan global. Pasar tidak terlalu khawatir dengan level bunga 1%, tetapi lebih pada perubahan tren dan runtuhnya konsensus bahwa "Jepang akan selamanya menyediakan uang murah." Faktor pendorong kenaikan suku bunga antara lain: inflasi yang bertahan di atas target 2%, kenaikan upah berkelanjutan ("siklus positif upah-inflasi"), dan tekanan pada yen yang melemah. Namun, arah akhir aliran modal global tetap akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan The Fed AS. Jika AS mulai menurunkan suku bunga sementara Jepang menaikkan, penyempitan selisih suku bunga AS-Jepang dapat berdampak lebih besar pada pasar.

marsbit2j yang lalu

Jepang Naikkan Suku Bunga, Mengapa Seluruh Dunia Merasa Cemas?

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片