Evernorth CEO Teases Massive XRP Accumulation Beyond $1 Billion

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-11-12Terakhir diperbarui pada 2025-11-12

Abstrak

Evernorth chief executive Asheesh Birla says the company’s planned $1 billion war chest for XRP is only a starting line,...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Evernorth chief executive Asheesh Birla says the company’s planned $1 billion war chest for XRP is only a starting line, outlining an active-management strategy designed to recycle yield into additional purchases and position the treasury vehicle for a Nasdaq debut under the ticker XRPN in the first quarter of 2026.

In a new interview on the Thinking Crypto podcast, Birla confirmed that Evernorth’s capital plan is open-ended rather than capped. “We don’t have any plans to stop […] the idea is not to stop at a billion in treasury,” he said, adding that the firm will pursue additional opportunities to scale once its initial transaction closes.

Evernorth’s XRP Strategy

Birla framed Evernorth as a pure-play digital asset treasury—“100% focused on XRP”—built to make institutional and mainstream exposure “as easy as buying Tesla stock in your brokerage account.” He said Evernorth’s model differs from passive products because it will deploy the tokens across both traditional finance and DeFi strategies, with a single yardstick for success: “The metric we are maximizing for is XRP per share.” He was explicit that cash flows generated by those strategies won’t be paid out as dividends but instead will be redeployed into the core asset. “We’ll use that yield to buy more XRP for the treasury.”

On trading venue plans, Birla clarified the timeline that sparked recent attention: “You saw the ticker symbol XRPN go live […] we expect that to happen sometime in quarter 1 of 2026.” At launch, he said, investors who can access Nasdaq through standard brokerage platforms would be able to buy the stock, with international market expansion—especially Japan and Korea—set as a near-term priority. “Having SBI participate in Evernorth’s financing is going to potentially help unlock those Asian markets for us,” he noted, citing a backer list that includes SBI, Ripple, and Arrington Capital.

The buying program itself will use multiple routes to market. “We’ll be using all mechanisms available to buy XRP […] we want to make sure that we’re balanced and measured,” Birla explained, highlighting how improved market depth and “hundreds” of global trading venues make accumulation more practical today than in crypto’s early exchange era. He also pointed to the asset’s liquidity profile as a draw for an active treasury, saying it ranks among the top traded digital assets by volume on many venues.

A significant plank of Evernorth’s edge, Birla argued, is its plan to originate and participate in on-ledger yield. “We’re cultivating yield strategies directly on the XRP Ledger,” he said, describing ongoing discussions with protocols—including Flare—once the initial transaction is completed. The intent is to create a bridge for “real capital” into native DeFi, which he believes has matured enough to compete with traditional finance but still lacks the institutional adapters that accelerate growth.

Stablecoins are a key part of that plumbing, and Birla suggested Ripple’s RLUSD—which he described as “growing really quickly”—will likely be used as an on- and off-ramp for DeFi participation, while stressing Evernorth will still optimize its balance sheet around the token: “We want to make sure that we are optimizing for XRP […] I have a feeling that Ripple RLUSD […] is going to play a big part in that.”

Birla positioned the timing as favorable, crediting a policy turn in the United States and abroad. He cited the stablecoin-focused Genius Act’s passage and the prospect of broader market-structure legislation such as the Clarity Act as catalysts that could mirror the internet’s regulatory tailwinds in the 1990s. “Good regulation, good legislation helps spur innovation and growth,” he said.

He contrasted Evernorth’s active approach with potential exchange-traded funds, saying both can coexist. “One big difference between an ETF and a digital asset treasury like Evernorth is that […] it’s an active treasury. We are going to be looking at yield strategies to maximize XRP per share.”

Asked about risk management through a downturn, Birla pointed to experience and tooling rather than market timing. “Some of the best opportunities are available in downturns,” he said. “We’re busy thinking about how to build the right kind of risk tools […] measure twice and cut once.”

The strategic throughline is straightforward: accumulate and actively deploy XRP, reinvest proceeds into more XRP, and list a publicly tradable equity that packages this exposure for institutions and mainstream brokerage users. Or, as Birla put it, “Let’s make it as easy as buying [a] stock […] just like you buy that stock, you can buy [XRPN] and you get exposure to XRP as an asset class.” And on the accumulation plan itself, he left little doubt about the trajectory: “$1 billion” is a milestone—not a ceiling.

At press time, XRP traded at $2.40.

XRP price
XRP faces the 200-day EMA, 1-day chart | Source: XRPUSDT on TradingView.com
Featured image created with DALL.E, chart from TradingView.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Jake Simmons has been a Bitcoin enthusiast since 2016. Ever since he heard about Bitcoin, he has been studying the topic every day and trying to share his knowledge with others. His goal is to contribute to Bitcoin's financial revolution, which will replace the fiat money system. Besides BTC and crypto, Jake studied Business Informatics at a university. After graduation in 2017, he has been working in the blockchain and crypto sector. You can follow Jake on Twitter at @realJakeSimmons.

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Indikator Fundamental Kripto Kembali Lebih Penting daripada Peringkat Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

**Fundamental Aset Kripto Kembali Menjadi Lebih Penting daripada Peringkat Berdasarkan Kapitalisasi Pasar** Investor kini semakin menggunakan indikator fundamental sebagai filter utama dalam menilai aset kripto, bukan hanya mengandalkan peringkat kapitalisasi pasar. Mereka mempertimbangkan pendapatan protokol, penggunaan aktual, ekonomi token (tokenomics), serta kemampuan proyek mempertahankan nilai yang diciptakan. Praktisi pasar mencatat pergeseran dari penilaian berdasarkan "semakin tinggi peringkat, semakin aman" menuju analisis mendalam terhadap pengguna, biaya, permintaan berkelanjutan, dan model penangkapan nilai. Analisis fundamental cocok untuk investasi jangka menengah dan panjang, sementara analisis teknis lebih untuk perdagangan jangka pendek. Metrik kunci yang diperiksa mencakup: * Tim pengembang dan teknologi. * Tokenomics: distribusi, insentif, dan permintaan. * Aktivitas pengguna yang membayar biaya dan pendapatan. * Model ekonomi yang berkelanjutan. * Persaingan dan kemitraan. Meski derivatif seperti futures perpetual masih mempengaruhi harga harian, aliran institusional yang tumbuh berfokus pada aset dengan fundamental kuat dan aliran pendapatan yang dapat diverifikasi. Contohnya, token seperti **$HYPE (Hyperliquid)** dinilai berdasarkan aktivitas perdagangan dan pendapatan platformnya, sementara **Arbitrum** dianalisis melalui volume transaksi dan pembagian pendapatan. Bitcoin dipandang sebagai aset makro tersendiri, sementara aset lain seperti Ethereum dan proyek di luarnya akan menjalani pemeriksaan ketat terhadap model ekonomi dan pengguna riil mereka. Tren ini menandakan matangnya industri, di mana modal lebih menghargai ekonomi yang terverifikasi dan nilai jangka panjang daripada sekadar narasi atau peringkat.

cryptonews.ru4m yang lalu

Indikator Fundamental Kripto Kembali Lebih Penting daripada Peringkat Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

cryptonews.ru4m yang lalu

Roman Storm Tuduh Google dan OpenAI Terkait Putusan Departemen Kehakiman AS dalam Kasus Kripto

Roman Storm, pendiri protokol anonimisasi kripto Tornado Cash, telah menuduh Google dan OpenAI berkontribusi pada program nuklir Korea Utara. Tuduhan ini dilontarkan setelah ia dinyatakan bersalah oleh Kementerian Kehakiman AS atas konspirasi melakukan kegiatan transfer uang tanpa izin. Storm menegaskan bahwa investigasi terhadap ahli TI Korea Utara mengungkap penggunaan ChatGPT untuk penulisan kode dan teks, serta Google Gemini untuk pemalsuan dokumen. Ia berargumen bahwa jika logika hukum yang sama diterapkan pada kasusnya—di mana pengembang dianggap bertanggung jawab atas penyalahgunaan alat netral yang mereka buat—maka Google dan OpenAI juga seharusnya dipersalahkan atas tindakan para peretas tersebut. "Jika logika ini absurd untuk Google dan OpenAI, maka itu juga absurd untuk Roman Storm. Yang harus dituntut adalah pelaku kejahatan, bukan pembuat alatnya. Menulis kode bukanlah kejahatan," tegas Storm di media sosial. Ia menyerukan konsistensi: agar karyawan Google dan OpenAI juga menghadapi tuntutan pidana berdasarkan logika yang sama. Putusan dalam kasus Storm menciptakan preseden hukum berisiko bagi pengembang perangkat lunak di AS, yang dapat dituntut atas kode yang disalahgunakan. Sementara RUU CLARITY Act berupaya memberikan perlindungan hukum bagi pengembang, peluang disahkannya tetap rendah karena isu politik dan mendekatnya pemilu.

cryptonews.ru1j yang lalu

Roman Storm Tuduh Google dan OpenAI Terkait Putusan Departemen Kehakiman AS dalam Kasus Kripto

cryptonews.ru1j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Apa Itu XRP 2.0

XRP 2.0: Sebuah Frontier Baru dalam Lanskap Cryptocurrency Pengenalan XRP 2.0 Dalam dunia cryptocurrency yang terus berkembang, proyek baru terus muncul, bersaing untuk mendapatkan perhatian dan adopsi. Salah satu inisiatif menjanjikan adalah XRP 2.0, sebuah proyek cryptocurrency baru yang dirancang untuk memanfaatkan teknologi blockchain yang canggih dan metodologi enkripsi yang kuat. Meskipun namanya memiliki kesamaan dengan XRP dari Ripple, penting untuk dicatat bahwa XRP 2.0 beroperasi secara independen, dengan fokus pada peningkatan keamanan transaksi, privasi, dan skalabilitas. Seiring dengan semakin banyaknya solusi terdesentralisasi yang diadopsi oleh lanskap keuangan digital, XRP 2.0 bertujuan untuk berkontribusi secara bermakna pada web3 dan ekspansi keseluruhan proyek crypto. Apa itu XRP 2.0? Pada dasarnya, XRP 2.0 adalah proyek cryptocurrency yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem mata uang digital yang aman dan terdesentralisasi. Teknologi dasarnya mengintegrasikan prinsip blockchain yang canggih dengan teknik enkripsi mutakhir. Tujuan utama dari XRP 2.0 adalah untuk menetapkan dirinya sebagai platform yang dapat diandalkan dan efisien yang memungkinkan eksekusi transaksi yang cepat sambil memprioritaskan perlindungan privasi yang lebih baik untuk para penggunanya. Proyek ini dipromosikan sebagai solusi untuk berbagai keterbatasan yang dihadapi oleh cryptocurrency yang ada, dengan mengusulkan sistem yang dapat menangani volume transaksi yang lebih tinggi dengan kecepatan dan privasi yang ditingkatkan. Fleksibilitas ini menjadikan XRP 2.0 sebagai pesaing yang signifikan di pasar yang dipenuhi dengan berbagai mata uang digital. Siapa Pencipta XRP 2.0? Identitas pencipta di balik XRP 2.0 tercatat sebagai ‘Wilbur.’ Namun, rincian komprehensif mengenai Wilbur atau entitas terkait mereka masih sulit ditemukan. Anonimitas banyak pencipta cryptocurrency bukanlah fenomena yang tidak umum dalam industri, sering kali dirancang untuk mempertahankan tingkat privasi dan keamanan. Siapa Investor XRP 2.0? Saat ini, informasi spesifik terkait yayasan investasi atau organisasi yang mendukung XRP 2.0 tidak tersedia untuk publik. Dalam sektor cryptocurrency, dukungan oleh investor terkemuka dapat secara signifikan mempengaruhi kredibilitas dan keberhasilan sebuah proyek, namun transparansi mengenai pendukung finansial XRP 2.0 belum ditetapkan. Bagaimana Cara Kerja XRP 2.0? XRP 2.0 menonjol dengan menerapkan kombinasi teknologi blockchain dan algoritma enkripsi canggih yang memastikan transaksi yang aman dan terdesentralisasi. Struktur inovatifnya mencakup fitur unik yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dan memperluas fungsi di luar transaksi cryptocurrency konvensional. Di antara fitur-fitur ini, XRP 2.0 mengintegrasikan kemampuan yang ditenagai oleh AI, seperti fungsi teks-ke-gambar dan teks-ke-suara. Penambahan ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman interaktif bagi pengguna, mendorong penerapan yang lebih luas di berbagai sektor. Dengan menjembatani kemajuan teknologi dengan desain yang berorientasi pada pengguna, XRP 2.0 bertujuan untuk menarik perhatian berbagai individu dan perusahaan yang ingin mengintegrasikan solusi cryptocurrency ke dalam kerangka operasional mereka. Garis Waktu XRP 2.0 Memahami XRP 2.0 memerlukan pemeriksaan tonggak yang telah mendefinisikan perjalanannya sejauh ini: 23 Juli 2023: XRP 2.0 diperkenalkan sebagai proyek cryptocurrency baru, bertujuan untuk merevolusi kemampuan transaksi yang aman dan terdesentralisasi di bidang blockchain. 8 September 2023: Peluncuran proyek lain, XRP20, terjadi, menandai munculnya token ERC-20 di blockchain Ethereum yang tidak terkait dengan XRP 2.0. 13 November 2023: XRP Ledger mengalami pembaruan signifikan dengan rilis perangkat lunak server rippled versi 2.0.0. Penting untuk dicatat bahwa perkembangan ini tidak terhubung dengan proyek cryptocurrency XRP 2.0. Poin Kunci Tentang XRP 2.0 Untuk mengekstrak esensi dari XRP 2.0, beberapa faktor kritis muncul: Fitur Unik: Penyertaan fitur seperti teks-ke-gambar dan teks-ke-suara yang ditenagai AI semakin memperluas aplikasi potensial XRP 2.0. Teknologi Blockchain: Kerangka kerja menggunakan mekanisme blockchain canggih dan protokol enkripsi, memastikan lingkungan yang aman dan terdesentralisasi untuk transaksi. Skalabilitas dan Privasi: XRP 2.0 memprioritaskan perlindungan privasi yang lebih baik dalam proses transaksi dan skalabilitas yang diperlukan untuk mengakomodasi basis pengguna yang berkembang. Tidak Terafiliasi dengan Ripple: Penting untuk dicatat, meskipun namanya, XRP 2.0 tidak memiliki kesetiaan atau kolaborasi dengan XRP dari Ripple, membedakan kerangka operasi dan tujuannya dalam ekosistem cryptocurrency. Kesimpulan XRP 2.0 mewakili usaha ambisius dalam lingkup cryptocurrency, bertujuan untuk menawarkan kombinasi keamanan, privasi, dan efisiensi dalam transaksi digital. Dengan mengintegrasikan teknologi canggih dan fitur yang ramah pengguna, proyek ini berupaya memperluas cakrawala apa yang dapat dicapai oleh cryptocurrency di ekonomi digital saat ini. Sementara anonimitas penciptanya dan kurangnya investor yang diungkapkan mungkin menimbulkan pertanyaan bagi beberapa orang, fokus XRP 2.0 pada fungsionalitas canggih dan desentralisasi meningkatkan daya tariknya di tengah pasar crypto yang semakin ramai. Seiring dengan terus berkembangnya lanskap cryptocurrency, XRP 2.0 mungkin akan muncul sebagai pemain kunci dalam ekspansi solusi blockchain yang aman dan skalabel.

393 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.04.06Diperbarui pada 2024.12.03

Apa Itu XRP 2.0

Cara Membeli XRP

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian XRP (XRP) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli XRP (XRP) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan XRP (XRP) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan XRP (XRP) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading XRP (XRP)Lakukan trading XRP (XRP) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

2.4k Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli XRP

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga XRP (XRP) disajikan di bawah ini.

活动图片