Crypto ETFs Get Green Light to Stake Holdings as IRS Issues New Guidance

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-11-12Terakhir diperbarui pada 2025-11-12

Abstrak

The U.S. Treasury and Internal Revenue Service (IRS) have officially approved staking for crypto exchange-traded funds (ETFs), marking a historic...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

The U.S. Treasury and Internal Revenue Service (IRS) have officially approved staking for crypto exchange-traded funds (ETFs), marking a historic turning point for digital asset investing.

Related Reading: Hedera Hashgraph Added To Google BigQuery Public Datasets

The new guidance, issued under Revenue Procedure 2025-31, allows ETFs and trusts holding proof-of-stake (PoS) assets such as Ethereum (ETH) and Solana (SOL) to stake their holdings and distribute staking rewards directly to investors, without jeopardizing their tax status.

U.S. Treasury Opens Door for Crypto ETF Staking

Treasury Secretary Scott Bessent described the advances as a major step in keeping the U.S. at the forefront of blockchain innovation.

The framework introduces a “safe harbor” for regulated funds, clarifying how staking rewards will be taxed and distributed. Investors will now pay taxes only when they take control of rewards, while the ETFs themselves remain exempt from trust-level taxation.

Industry experts hailed the decision as the final piece of regulatory clarity needed to unlock institutional participation in staking. Analysts estimate the change could bring $3 billion to $6 billion in new inflows to staking-based crypto products within the next year.

crypto bitcoin btc btcusd

BTC's price trends to the downside on the daily chart. Source: BTCUSD on Tradingview

Strict Compliance Rules for Fund Managers

To qualify under the new framework, ETFs must meet specific conditions. Funds can only hold a single digital asset and cash, work with qualified custodians for key management, and engage independent staking providers to handle validator operations.

This structure ensures investor protection while bridging traditional finance and decentralized blockchain systems. It mirrors earlier SEC approvals from September 2025, which cleared listing rules for crypto ETFs and confirmed that certain staking operations do not constitute unregistered securities.

Bill Hughes, senior counsel at Consensys, said the policy “eliminates the biggest legal and tax uncertainty that kept institutions from integrating staking into regulated products.”

The guidance, he added, gives fund sponsors confidence to offer yield-bearing ETFs that generate passive income for investors through network validation.

From Policy Uncertainty to Passive Income

Until now, U.S. fund managers had avoided staking due to regulatory ambiguity and fear of losing favorable tax treatment. With this guidance, both retail and institutional investors can earn 3–7% annual staking rewards on assets like ETH and SOL through ETFs, without running their own nodes or managing wallets.

The announcement follows weeks of government inactivity during the record 40-day U.S. shutdown, making it one of the first major regulatory actions since the reopening. It signals a return to policy momentum and a broader embrace of digital assets by Washington.

Related Reading: Bitcoin Price Dump Finally Over? Analyst Explains Why It Is Time To Invest

Analysts believe this decision cements America’s position as a global leader in digital asset regulation, potentially sparking a new wave of staking-enabled ETFs from financial giants like BlackRock and Fidelity.

Cover image from ChatGPT, BTCUSD chart from Tradingview

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Bacaan Terkait

500 Miliar, Dua Saudara dari Sichuan Raup Untung Besar

**Saham baru Sichuan cetak keuntungan besar, naik 700% di hari pertama** Saham baru Chengdu Super Purity Applied Materials Co., Ltd. (Super Purity) meledak di hari pertama perdagangannya di ChiNext, naik lebih dari 700% dan mendorong valuasi perusahaan melampaui 50 miliar yuan. Didirikan pada tahun 2005 oleh Chai Jie, perusahaan ini awalnya berjuang di pasar yang didominasi oleh raksasa asing. Pada tahun 2008, kakaknya, Chai Lin, seorang ahli teknologi pelapisan, bergabung dan memimpin peralihan strategis ke komponen pelapisan khusus untuk peralatan semikonduktor. Terobosan datang pada tahun 2011 ketika produk mereka memasuki rantai pasok AMEC, menandai langkah signifikan dalam substitusi impor. Hingga 2020, produk perusahaan telah mencapai proses teknologi 5nm. Pendapatan dari bisnis komponen pelapisan semikonduktor kini melebihi 95% dari total pendapatan. Kenaikan saham yang fenomenal ini menghasilkan kekayaan yang besar bagi para pendiri, Chai bersaudara, yang memegang saham gabungan sebesar 46.88%. Karyawan inti dan staf teknis juga mendapat manfaat melalui platform kepemilikan saham karyawan. Investor awal seperti Capital Investment, AMEC, dan BYD juga mencatatkan keuntungan yang sangat besar. Kesuksesan Super Purity menyoroti munculnya kekuatan teknologi baru di Sichuan, khususnya Chengdu, di mana perusahaan seperti Eoptolink (pemimpin modul optik) dan Bio-Thera Solutions (perusahaan obat inovatif) juga berkantor pusat. Cerita ini menunjukkan bahwa dengan talenta dan ketekunan, kota-kota pedalaman juga dapat menginkubasi perusahaan rintisan teknologi yang kompetitif secara global.

marsbit51m yang lalu

500 Miliar, Dua Saudara dari Sichuan Raup Untung Besar

marsbit51m yang lalu

Indikator Fundamental Kripto Kembali Lebih Penting daripada Peringkat Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

**Fundamental Aset Kripto Kembali Menjadi Lebih Penting daripada Peringkat Berdasarkan Kapitalisasi Pasar** Investor kini semakin menggunakan indikator fundamental sebagai filter utama dalam menilai aset kripto, bukan hanya mengandalkan peringkat kapitalisasi pasar. Mereka mempertimbangkan pendapatan protokol, penggunaan aktual, ekonomi token (tokenomics), serta kemampuan proyek mempertahankan nilai yang diciptakan. Praktisi pasar mencatat pergeseran dari penilaian berdasarkan "semakin tinggi peringkat, semakin aman" menuju analisis mendalam terhadap pengguna, biaya, permintaan berkelanjutan, dan model penangkapan nilai. Analisis fundamental cocok untuk investasi jangka menengah dan panjang, sementara analisis teknis lebih untuk perdagangan jangka pendek. Metrik kunci yang diperiksa mencakup: * Tim pengembang dan teknologi. * Tokenomics: distribusi, insentif, dan permintaan. * Aktivitas pengguna yang membayar biaya dan pendapatan. * Model ekonomi yang berkelanjutan. * Persaingan dan kemitraan. Meski derivatif seperti futures perpetual masih mempengaruhi harga harian, aliran institusional yang tumbuh berfokus pada aset dengan fundamental kuat dan aliran pendapatan yang dapat diverifikasi. Contohnya, token seperti **$HYPE (Hyperliquid)** dinilai berdasarkan aktivitas perdagangan dan pendapatan platformnya, sementara **Arbitrum** dianalisis melalui volume transaksi dan pembagian pendapatan. Bitcoin dipandang sebagai aset makro tersendiri, sementara aset lain seperti Ethereum dan proyek di luarnya akan menjalani pemeriksaan ketat terhadap model ekonomi dan pengguna riil mereka. Tren ini menandakan matangnya industri, di mana modal lebih menghargai ekonomi yang terverifikasi dan nilai jangka panjang daripada sekadar narasi atau peringkat.

cryptonews.ru1j yang lalu

Indikator Fundamental Kripto Kembali Lebih Penting daripada Peringkat Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

cryptonews.ru1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片