В Coinbase назвали преувеличенными опасения банков касательно стейблкоинов

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-10-23Terakhir diperbarui pada 2025-10-30

Страх американских банков в отношении того, что стейблкоины «поглотят» их депозиты, необоснован и не учитывает реальные возможности применения активов. Об этом заявил руководитель по политике Coinbase Фарьяр Ширзад.

The "stablecoins will destroy bank lending" narrative ignores reality. U.S. banks are sitting on trillions in reserves—they have plenty of liquidity. Meanwhile, most stablecoin demand comes from outside the U.S., expanding dollar dominance globally, not competing with your local… pic.twitter.com/3wCOEm6Zr0

— Faryar Shirzad 🛡️ (@faryarshirzad) October 29, 2025

«Идея о том, что стейблкоины разрушат банковское кредитование, игнорирует реальность. Банки США располагают триллионными резервами — у них много ликвидности», — отметил он.

Ширзад также добавил, что большая часть спроса на «стабильные монеты» исходит из других стран. Это усиливает доминирование доллара в мире, а не создает конкуренцию с местными финансовыми организациями.

По его мнению, стейблкоины «выполняют для платежей ту же функцию, что фонды денежного рынка для сбережений — стимулируют инновации посредством конкуренции».

Более быстрые, дешевые и программируемые транзакции не представляют угрозы, кредитование не исчезнет, а разовьется и перерастает в частный бизнес и финтех, считает топ-менеджер Coinbase.

«Общественные банки и держатели стейблкоинов практически не пересекаются, хотя банки могли бы улучшить свои услуги с помощью стейблкоинов. Рассматривать их как угрозу — значит неверно понимать момент: “стабильные монеты” укрепляют глобальную роль доллара и открывают конкурентные возможности», — подчеркнул он.

В отдельном отчете исследователи Coinbase отметили, что даже если оборот стейблкоинов в мире достигнет $5 трлн, большая часть этой стоимости все равно будет храниться за рубежом или заблокирована в цифровых расчетных системах, а не выводиться со счетов в США.

Объем депозитов американских коммерческих банков превышает $18 трлн поэтому, влияние цифровых активов «останется незначительным, в то время как глобальное доминирование доллара США кратно возрастет».

Напомним, в октябре платежная компания Visa расширила возможности расчетов, добавив поддержку четырех «стабильных монет» на четырех разных блокчейнах.

Western Union внедрит стейблкоины в денежные переводы

Bacaan Terkait

Euforia Meme Sementara, Mungkinkah Menjadi Kapal Pemecah Es Narasi RWA Robinhood?

Robinhood Chain, sebuah layer-2 tanpa izin yang dibangun di atas Arbitrix, secara resmi meluncurkan mainnet bulan ini dengan fokus pada aset tokenisasi saham dan RWA. Namun, hanya dalam seminggu, perhatian utama justru tertuju pada memecoin CASHCAT, yang terinspirasi dari nama awal perusahaan "CashCat". Dengan kapitalisasi pasar mendekati $150 juta, CASHCAT mendominasi hampir 79% nilai pasar dan 74% volume perdagangan dari 25 meme teratas di jaringan tersebut, meskipun tidak terdaftar secara resmi di aplikasi Robinhood. Keberhasilan CASHCAT memanfaatkan infrastruktur desentralisasi seperti Uniswap V3 dan Noxa.fun, menunjukkan bagaimana arsitektur terbuka blockchain ini memungkinkan aset apa pun untuk mendapatkan likuiditas. Hal ini memicu lonjakan aktivitas: transaksi harian melonjak 133% menjadi 2,8 juta, dan jumlah token baru yang diluncurkan meningkat 259% dalam sehari. Namun, pertumbuhan pesat ini juga membawa risiko, seperti banyaknya proyek duplikat dan token yang cepat kehilangan likuiditas. CEO Vlad Tenev menyatakan bahwa masa depan crypto ada pada RWA, namun juga mengakui kemampuan jaringan untuk mendukung meme. Skenario optimis melihat momentum CASHCAT sebagai batu loncatan untuk membangun basis pengguna dan likuiditas stablecoin bagi narasi RWA Robinhood. Skenario pesimis memperingatkan bahwa jika hype mereda, rantai harus membangun dari nol lagi. Laporan Citigroup memperkirakan pasar aset tokenisasi global bisa mencapai $5,5 triliun pada 2030, menawarkan peluang besar jangka panjang bagi Robinhood Chain, terlepas dari hasil jangka pendek dari perayaan meme ini.

Foresight News3m yang lalu

Euforia Meme Sementara, Mungkinkah Menjadi Kapal Pemecah Es Narasi RWA Robinhood?

Foresight News3m yang lalu

Jatuhnya Zapper, Bencana Alam atau Kesalahan Manusia?

**Zapper, Platform DeFi Terkemuka, Akan Ditutup: Apa Penyebabnya?** Pada 8 Juli 2026, Zapper, platform dashboard dan agregator DeFi, mengumumkan penutupan total. Platform yang pernah memiliki 2 juta pengguna aktif bulanan dan memproses transaksi senilai $13 miliar ini menghentikan operasinya setelah bertahun-tahun berjuang. Zapper lahir pada 2020 dari merger DeFiZap dan DeFiSnap, tepat saat "DeFi Summer" dimulai. Ia berkembang pesat berkat kebutuhan pengguna untuk melacak portofolio yang tersebar di berbagai protokol. Zapper berhasil mengumpulkan pendanaan $16.5 juta dari investor ternama seperti Framework Ventures dan Mark Cuban. Namun, kesuksesan awal tidak bertahan. Model pendapatan Zapper yang bergantung pada biaya kecil dari agregasi perdagangan DEX ternyata tidak berkelanjutan di tengah persaingan ketat. Biaya tinggi untuk memelihara sistem data multi-rantai juga membebani keuangan mereka. Sementara itu, lanskap DeFi berubah: dana dan pengguna semakin terkonsentrasi di protokol-prototokol besar, mengurangi kebutuhan akan alat pelacak portofolio yang kompleks. Zapper mencoba beberapa kali untuk bertransformasi, seperti meluncurkan sistem poin berbasis NFT (Chainchat) dan merencanakan protokol dengan token ZAP. Sayangnya, upaya-upaya ini gagal menghasilkan aliran pendapatan yang stabil atau menangkap kebutuhan pasar yang sebenarnya. Analisis menunjukkan Zapper terlalu berfokus pada produk berbiaya tinggi (pelacak portofolio) dan kurang mengembangkan fitur penghasil pendapatan. Mereka juga terjebak dalam "pemikiran blockchain" untuk produk konsumen (2C), mencoba menciptakan kebutuhan baru alih-alih menyelesaikan masalah yang ada. Nasib Zapper menjadi peringatan bagi produk-produk alat DeFi lainnya. Ketika lingkungan pasar berubah, bertahan pada model lama tanpa adaptasi yang cepat dan fokus pada kelayakan ekonomi adalah resep kegagalan. Kesuksesan awal yang didorong tren tidak menjamin kelangsungan jangka panjang.

Foresight News42m yang lalu

Jatuhnya Zapper, Bencana Alam atau Kesalahan Manusia?

Foresight News42m yang lalu

Zuckerberg Mulai Bertaruh pada Pasar Prediksi, Sementara Negara-Negara Asia Masih Menganggapnya Sebagai Perjudian

Inti artikel: Pasar prediksi, yang mengizinkan perdagangan kontrak berbasis hasil suatu peristiwa (misalnya, "Apakah J.D. Vance akan menjadi kandidat presiden Republik 2028?"), telah tumbuh menjadi industri utama dengan volume perdagangan bulanan mencapai $14 miliar. Dukungan dari perusahaan seperti Meta dengan proyek "Arena" semakin mengukuhkan validitasnya. Mekanisme pasar ini sederhana: jika peristiwa terjadi, kontrak diselesaikan senilai $1; jika tidak, $0. Harga perdagangan mencerminkan probabilitas real-time. Akurasi informasi didorong oleh prinsip "skin in the game" di mana peserta rugi jika prediksi salah. Di Barat, pasar ini semakin diintegrasikan ke dalam sistem keuangan formal. Namun, di banyak negara Asia, pasar prediksi masih sering disamakan dengan perjudian tradisional dan dilarang. Pendekatan ini menimbulkan tiga masalah utama: 1) arbitrase regulasi dan aliran keluar modal ke platform lepas pantai, 2) hilangnya kedaulatan informasi karena data sosial yang berharga dikumpulkan di luar negeri, dan 3) kurangnya perlindungan pengguna. Artikel berargumen bahwa Asia perlu mengubah diskusi dari cara memblokir pasar ini menjadi cara memanfaatkan datanya secara bertanggung jawab dalam sistem yang diatur. Regulasi seharusnya berfungsi sebagai saluran penyalur, bukan tembok penghalang, untuk mengintegrasikan inovasi ini secara transparan dan mengembalikan data yang dihasilkan sebagai aset nasional.

marsbit45m yang lalu

Zuckerberg Mulai Bertaruh pada Pasar Prediksi, Sementara Negara-Negara Asia Masih Menganggapnya Sebagai Perjudian

marsbit45m yang lalu

Trading

Spot
活动图片