В Германии оппозиция призвала признать стратегический статус биткоина

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-10-23Terakhir diperbarui pada 2025-10-29

  • Члены AfD выступили за признание биткоина в качестве стратегически важного актива.
  • Они требуют его дерегулирования и снижения налогового бремени.
  • Также, по мнению партии, правительство Германии должно рассмотреть биткоин для включения в валютные резервы.

Парламентская оппозиционная фракция «Альтернатива для Германии» (AfD) внесла на рассмотрение резолюцию о признании стратегического статуса биткоина. Депутаты выступают за снижение налогового бремени и дерегулирование актива в целях поддержания инновационного потенциала.

В AfD заявили, что биткоин принципиально отличается от других криптоактивов. Он не подвержен манипуляциям, децентрализован и имеет ограниченное предложение.

В связи с этим актив не должен подпадать под действие регламента MiCAR, говорится в резолюции. Также депутаты потребовали от властей прояснить ряд других моментов.

В частности, они настаивают на сохранении периода удержания криптоактивов в 12 месяцев, по истечении которого налог с дохода от продажи не взимается. Также в AfD потребовали признать, что майнинг и и эксплуатация узлов Lightning Network в частном секторе не являются корпоративной деятельностью.

В случае принятия резолюции власти также должны опубликовать «стратегическое заявление» о роли биткоина в качестве «свободных денег XXI века» и признать его потенциал.

«Правительство Германии до сих пор не смогло стратегически признать биткоин, например, в качестве технологии энергетической интеграции или, в периоды растущей денежной нестабильности, в качестве актива, хранящегося в валютных резервах», — говорится в обращении.

В противном случае, если власти не прислушаются к мнению оппозиции, Германия рискует потерять свой инновационный потенциал, считают в партии.

Ранее мы сообщали о том, что к созданию биткоин-резерва призвали во Франции. При этом Европейский центральный банк придерживается в этом вопросе крайне жесткой позиции.

Кроме того, власти Германии неоднократно подвергались критике за продажу 50 000 BTC из конфискованных активов. Уже через несколько месяцев недополученная прибыль от этого портфеля составила $1,6 млрд.

Bacaan Terkait

Jatuhnya Zapper, Bencana Alam atau Kesalahan Manusia?

**Zapper, Platform DeFi Terkemuka, Akan Ditutup: Apa Penyebabnya?** Pada 8 Juli 2026, Zapper, platform dashboard dan agregator DeFi, mengumumkan penutupan total. Platform yang pernah memiliki 2 juta pengguna aktif bulanan dan memproses transaksi senilai $13 miliar ini menghentikan operasinya setelah bertahun-tahun berjuang. Zapper lahir pada 2020 dari merger DeFiZap dan DeFiSnap, tepat saat "DeFi Summer" dimulai. Ia berkembang pesat berkat kebutuhan pengguna untuk melacak portofolio yang tersebar di berbagai protokol. Zapper berhasil mengumpulkan pendanaan $16.5 juta dari investor ternama seperti Framework Ventures dan Mark Cuban. Namun, kesuksesan awal tidak bertahan. Model pendapatan Zapper yang bergantung pada biaya kecil dari agregasi perdagangan DEX ternyata tidak berkelanjutan di tengah persaingan ketat. Biaya tinggi untuk memelihara sistem data multi-rantai juga membebani keuangan mereka. Sementara itu, lanskap DeFi berubah: dana dan pengguna semakin terkonsentrasi di protokol-prototokol besar, mengurangi kebutuhan akan alat pelacak portofolio yang kompleks. Zapper mencoba beberapa kali untuk bertransformasi, seperti meluncurkan sistem poin berbasis NFT (Chainchat) dan merencanakan protokol dengan token ZAP. Sayangnya, upaya-upaya ini gagal menghasilkan aliran pendapatan yang stabil atau menangkap kebutuhan pasar yang sebenarnya. Analisis menunjukkan Zapper terlalu berfokus pada produk berbiaya tinggi (pelacak portofolio) dan kurang mengembangkan fitur penghasil pendapatan. Mereka juga terjebak dalam "pemikiran blockchain" untuk produk konsumen (2C), mencoba menciptakan kebutuhan baru alih-alih menyelesaikan masalah yang ada. Nasib Zapper menjadi peringatan bagi produk-produk alat DeFi lainnya. Ketika lingkungan pasar berubah, bertahan pada model lama tanpa adaptasi yang cepat dan fokus pada kelayakan ekonomi adalah resep kegagalan. Kesuksesan awal yang didorong tren tidak menjamin kelangsungan jangka panjang.

Foresight News41m yang lalu

Jatuhnya Zapper, Bencana Alam atau Kesalahan Manusia?

Foresight News41m yang lalu

Zuckerberg Mulai Bertaruh pada Pasar Prediksi, Sementara Negara-Negara Asia Masih Menganggapnya Sebagai Perjudian

Inti artikel: Pasar prediksi, yang mengizinkan perdagangan kontrak berbasis hasil suatu peristiwa (misalnya, "Apakah J.D. Vance akan menjadi kandidat presiden Republik 2028?"), telah tumbuh menjadi industri utama dengan volume perdagangan bulanan mencapai $14 miliar. Dukungan dari perusahaan seperti Meta dengan proyek "Arena" semakin mengukuhkan validitasnya. Mekanisme pasar ini sederhana: jika peristiwa terjadi, kontrak diselesaikan senilai $1; jika tidak, $0. Harga perdagangan mencerminkan probabilitas real-time. Akurasi informasi didorong oleh prinsip "skin in the game" di mana peserta rugi jika prediksi salah. Di Barat, pasar ini semakin diintegrasikan ke dalam sistem keuangan formal. Namun, di banyak negara Asia, pasar prediksi masih sering disamakan dengan perjudian tradisional dan dilarang. Pendekatan ini menimbulkan tiga masalah utama: 1) arbitrase regulasi dan aliran keluar modal ke platform lepas pantai, 2) hilangnya kedaulatan informasi karena data sosial yang berharga dikumpulkan di luar negeri, dan 3) kurangnya perlindungan pengguna. Artikel berargumen bahwa Asia perlu mengubah diskusi dari cara memblokir pasar ini menjadi cara memanfaatkan datanya secara bertanggung jawab dalam sistem yang diatur. Regulasi seharusnya berfungsi sebagai saluran penyalur, bukan tembok penghalang, untuk mengintegrasikan inovasi ini secara transparan dan mengembalikan data yang dihasilkan sebagai aset nasional.

marsbit45m yang lalu

Zuckerberg Mulai Bertaruh pada Pasar Prediksi, Sementara Negara-Negara Asia Masih Menganggapnya Sebagai Perjudian

marsbit45m yang lalu

Trading

Spot
活动图片