Crypto ETPs: How UK Investors Can Access Listed Crypto Exposure via the London Stock Exchange

ccn.comDipublikasikan tanggal 2025-10-20Terakhir diperbarui pada 2025-10-20

Key Takeaways
  • Retail crypto ETPs hit the London Stock Exchange on Monday, Oct. 20.
  • Asset managers catering to the U.K. market include WisdomTree, 21Shares, Bitwise, and BlackRock.
  • As 11 ETPs make their retail debut in London, providers hope to attract investors with reduced fees.

Following a recent rule change, a suite of retail-friendly exchange-traded products (ETPs) with crypto exposure hit the London Stock Exchange (LSE) on Monday, Oct. 20.

For the first time since 2021, retail investors in the country can access a range of ETPs with exposure to Bitcoin and Ethereum.

Top Crypto Tax Accounting Software
Sponsored
Disclosure
We sometimes use affiliate links in our content, when clicking on those we might receive a commission at no extra cost to you. By using this website you agree to our terms and conditions and privacy policy.

Which Asset Managers Have Listed Crypto ETPs on LSE?

Prior to Oct. 8, crypto ETPs listed in the U.K. were only available to qualified investors, placing them out of reach for the average person.

Crypto ETPs from WisdomTree, 21Shares and Bitwise were previously listed on a limited subsection of the LSE for financial professionals.

On Monday, however, the three asset managers made these products available on LSE’s main market, where retail investors can access them via their chosen brokerage platform.

WisdomTree’s offering includes one vehicle for Bitcoin and one for Ethereum. 21Shares and Bitwise offer exposure to the same two assets, but have a more diversified offering with distinct products for short- and long-term investors.

Finally, BlackRock’s iShares Bitcoin ETP (IB1T) also made its London debut on Monday, marking the asset manager’s first foray into the U.K. market for crypto investment products.

Asset Managers Compete on Fees

To mark the arrival of retail crypto ETPs in the U.K., several asset managers have slashed fees.

BlackRock and WisdomTree are both running promotions until the end of the year. Bitwise will maintain reduced fees on its Core Bitcoin ETP through the first quarter of 2026, while fees on its flagship Ethereum product are suspended “until further notice.”

Full List of Crypto ETPs Available in the U.K.

Exchange-Traded Product Ticker Fees
Bitwise Core Bitcoin BTC1 0.05% until 31 March 2026, then 0.1%
Bitwise Physical Bitcoin BTCE 2.00%
Bitwise Ethereum Staking ET32 0.00% “until further notice,” then 0.65%
Bitwise Pysical Ethereum ZETH 1.49%
21Shares Bitcoin ABTC 1.49%
21Shares Bitcoin Core CBTC 0.1%
21Shares Ethereum Staking AETH 1.49%
21Shares Ethereum Core Staking CETH 0.1%
WisdomTree Physical Bitcoin BTCW 0.15%  until 31 Dec 2025, then 0.25%
WisdomTree Physical Ethereum ETHW 0.35%
iShares Bitcoin IB1T 0.15% until 31 Dec 2025, then 0.25%

Bacaan Terkait

Model Raksasa Menyapu Bersih Semua Ujian, Tapi Justru Jauh dari AGI: Apa yang Dibongkar Makalah Ini?

Teks ini membahas perdebatan definisi AGI (Kecerdasan Buatan Umum) yang belum memiliki standar pengukuran yang diterima secara universal. Berbagai pihak, seperti OpenAI, Microsoft, dan para CEO, memiliki tolok ukur dan ramalan waktu yang berbeda-beda. Sebuah makalah oleh Michael Timothy Bennett dari Australian National University menawarkan definisi baru AGI sebagai "ilmuwan buatan"—yaitu, sistem yang mampu beradaptasi secara luas, efisien, dan ilmiah di bawah kendala sumber daya terbatas (komputasi, memori, energi) seperti layaknya ilmuwan manusia. Penulis mengkritik standar lama seperti Tes Turing dan uji benchmark manusia karena telah "dikuasai" oleh model bahasa besar (LLM) tanpa mendekatkan kita pada kecerdasan umum yang sesungguhnya. LLM saat ini dinilai hanya melakukan "aproksimasi maksimalisasi skala", menyimpan jawaban perkiraan untuk berbagai tugas dalam bobot jaringannya, namun gagal pada masalah di luar distribusi data pelatihan dan tidak memiliki kemampuan aktif seperti merancang eksperimen atau memahami hubungan sebab-akibat. Teks ini merinci tiga kemampuan kunci AGI sejati menurut kerangka "ilmuwan buatan": 1. Dari "boneka pasif" menjadi "peneliti aktif": Mampu merencanakan eksperimen secara mandiri untuk memperoleh informasi. 2. Dari "tahu apa" menjadi "tahu mengapa": Memiliki pemahaman kausal, bukan hanya korelasi. 3. Menyeimbangkan "eksplorasi" dan "eksploitasi": Mengalokasikan sumber daya komputasi secara dinamis di bawah kendala. Tiga pendekatan metodologis dalam membangun sistem cerdas dianalisis: *Scale-maxing* (pendekatan LLM saat ini yang menumpuk parameter dan data), *Simp-maxing* (maksimalkan kesederhanaan model), dan *W-maxing* (melemahkan batasan fungsional agar sistem menemukan solusi optimal sendiri). Kesimpulannya, AGI tidak akan tercapai hanya melalui satu pendekatan (seperti *Scaling Law*), tetapi memerlukan konvergensi berbagai metode. Jika definisi baru ini diterima, akan terjadi pergeseran paradigma dalam industri AI. Standar evaluasi akan bergeser dari peringkat ujian manusia ke "benchmark adaptasi" yang menguji kemampuan menemukan pengetahuan baru dalam lingkungan yang tidak dikenal.

marsbit1j yang lalu

Model Raksasa Menyapu Bersih Semua Ujian, Tapi Justru Jauh dari AGI: Apa yang Dibongkar Makalah Ini?

marsbit1j yang lalu

Paus Menerbitkan Ensiklik Pertama tentang AI: 40 Ribu Kata dengan 10 Pandangan Inti, Kecemasan AI Dijelaskan Secara Tuntas

Pada 15 Mei 2026, Paus Leo XIV menerbitkan ensiklik berjudul *Magnifica Humanitas*, yang pertama dalam sejarah Gereja Katolik yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI). Dokumen setebal 40.000 kata ini membahas dampak AI yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan sistem pengambilan keputusan, memengaruhi berbagai bidang seperti pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan informasi. Ensiklik menyoroti sepuluh poin utama: (1) AI bukan musuh, tetapi telah tertanam dalam proses keputusan; (2) Kekuasaan teknologi kini banyak dipegang oleh perusahaan swasta; (3) Bahkan pengembang pun tidak sepenuhnya memahami cara kerja AI; (4) AI tidak boleh disamakan dengan kecerdasan atau subjek moral manusia; (5) Keputusan AI di bidang sensitif seperti pekerjaan dan hukum memerlukan transparansi dan pengawasan; (6) Sumber daya AI harus melayani kepentingan bersama, bukan hanya segelintir orang; (7) AI memperbesar penyebaran informasi palsu; (8) Pendidikan AI harus melatih pemikiran kritis, bukan hanya penggunaan alat; (9) AI mengubah tenaga kerja, tetapi pekerjaan juga tentang pengembangan diri; (10) Keputusan hidup dan mati yang tidak dapat diubah tidak boleh diserahkan kepada AI. Intinya, ensiklik menekankan bahwa teknologi tidak netral. Nilai dan kepentingan mereka yang mengembangkan dan mengendalikan AI membentuk bagaimana teknologi ini memengaruhi masyarakat. Tantangan terbesar AI bukanlah teknis, tetapi antropologis: AI dapat meniru hubungan, kreativitas, dan penilaian manusia, tetapi tidak dapat memikul tanggung jawab, kehendak, atau konsekuensi yang sebenarnya. Dokumen ini mengajak refleksi untuk mendefinisikan kembali makna menjadi manusia di era di mana mesin semakin mampu meniru hal-hal yang dianggap unik bagi manusia.

marsbit1j yang lalu

Paus Menerbitkan Ensiklik Pertama tentang AI: 40 Ribu Kata dengan 10 Pandangan Inti, Kecemasan AI Dijelaskan Secara Tuntas

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片