Ripple Buys GTreasury for $1B to Enter Corporate Finance Sector

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-10-16Terakhir diperbarui pada 2025-10-16

Ripple just announced its $1 billion acquisition of GTreasury, a global leader in treasury management systems, marking its most ambitious move yet into traditional finance. The deal positions Ripple to offer blockchain-powered liquidity and payments solutions to the corporate treasury market, a space managing trillions in global cash flow.

According to Ripple, the integration will allow CFOs and finance teams to unlock idle capital and process instant cross-border transactions, merging GTreasury’s experience with Ripple’s digital asset infrastructure. 

Ripple CEO Brad Garlinghouse expressed enthusiasm about the deal, stating, “Together, we’re giving treasurers the ability to activate their capital rather than let it sit idle.”

GTreasury CEO Renaat Ver Eecke called the merger “a step toward modernizing treasury management,” combining Ripple’s blockchain network with GTreasury’s compliance and forecasting tools to offer real-time liquidity and risk management under one platform. 

Ripple extends its institutional footprint

The acquisition aligns with Ripple’s broader strategy to expand institutional access to digital assets. Yesterday, Ripple partnered with Absa Bank in South Africa to introduce institutional-grade crypto custody, its first initiative of this kind on the continent. The move expands Ripple’s custody network to Europe, the Middle East, Asia-Pacific, and Latin America.

Recent developments reflect Ripple’s efforts to integrate blockchain infrastructure directly into the global financial system. While the GTreasury deal brings Ripple into corporate finance at the enterprise level, the Absa partnership focuses on regulated digital asset storage for emerging markets.

As regulators formalize digital asset frameworks around the globe, the company’s approach shows how blockchain is becoming an operational standard for global finance rather than a side system.

Also read: Bitcoin, Ethereum, XRP Has No CEO: Ripple CLO Explains


Mobile Only Image

Bacaan Terkait

Saham AS Tembus Rekor Tertinggi Baru, Mengapa Konsumen Semakin Pesimistis?

Editor's Note: Meskipun pasar saham AS terus mencetak rekor tertinggi baru, kepercayaan konsumen justru terjun ke level terendah. Dua set data yang tampak kontradiktif ini menggambarkan perpecahan struktural paling khas dalam ekonomi AS. Artikel ini berusaha menjelaskan dasar narasi "konsumen AS masih kuat" ketika kenaikan harga aset berjalan beriringan dengan penurunan daya beli rumah tangga biasa. Penulis mencatat bahwa survei kepercayaan konsumen mungkin memiliki bias sampel, tetapi masalah kuncinya adalah ekonomi AS semakin "berbentuk K": mereka yang memegang saham, properti, dan aset keuangan terus diuntungkan oleh apresiasi aset, sementara mereka tanpa aset investasi semakin tertinggal di bawah tekanan inflasi, khususnya harga makanan dan energi. Inilah yang menjelaskan mengapa data konsumsi agregat tetap tampak tangguh. 10% konsumen teratas AS kini menyumbang hampir setengah dari total pengeluaran konsumsi. Konsumsi berkelanjutan dari pemegang aset, kelompok berpenghasilan tinggi, dan pensiunan kaya menutupi kenyataan bahwa sebagian besar rumah tangga semakin melemah. Dengan kata lain, ketahanan ekonomi AS semakin terkonsentrasi pada segelintir orang. Bagi investor, kepercayaan konsumen yang rendah bisa menjadi indikator kontrarian. Namun, bagi orang biasa tanpa aset, kenaikan pasar saham belum tentu berarti peningkatan taraf hidup. Mekanisme yang mendorong kenaikan harga aset justru dapat memperberat tekanan pada kelompok tanpa aset. Inilah paradoks paling tajam ekonomi AS saat ini: semakin makmur pasarnya, semakin nyata kesenjangannya.

marsbit22m yang lalu

Saham AS Tembus Rekor Tertinggi Baru, Mengapa Konsumen Semakin Pesimistis?

marsbit22m yang lalu

Era 'Pembukaan Akun Abu-abu' Saham Hong Kong-AS Berakhir, Kemana Uang Anda Bisa Dialihkan?

**Era "Abu-abu" Pembukaan Akun Saham Hong Kong dan AS Berakhir, Ke Mana Uang Anda Bisa Dijalankan?** Pada 22 Mei, otoritas pengawas di Tiongkok Daratan dan Hong Kong secara serempak mengeluarkan kebijakan keras yang secara efektif menutup "jalan abu-abu" bagi investor Tiongkok Daratan untuk berinvestasi di pasar saham Hong Kong dan AS melalui broker Hong Kong. Komisi Sekuritas Hong Kong (SFC) mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan calon investor dari Tiongkok Daratan menandatangani **pernyataan tertulis** yang isinya: 1. Mengkonfirmasi semua dana investasi berasal dari sumber legal **di luar Tiongkok Daratan**. 2. Menyatakan akun tidak pernah ditutup karena penggunaan dokumen mencurigakan. 3. Menyetujui untuk mengungkapkan informasi kepada otoritas jika diperlukan. Hampir bersamaan, regulator Tiongkok Daratan meluncurkan skema penertasan selama 2 tahun terhadap kegiatan investasi lintas batas yang tidak sah, memberikan sanksi kepada platform seperti **Futu, Tiger Brokers, dan Longbridge**. Akun yang ada hanya diizinkan menjual, dilarang melakukan transaksi baru. Akibatnya, pembukaan akun baru bagi penduduk Tiongkok Daratan menjadi sangat ketat. Laporan dari media dan media sosial menunjukkan banyak kasus di mana calon investor yang datang langsung ke Hong Kong dan telah menandatangani pernyataan tetap **ditolak** pembukaan akunnya oleh broker. Pernyataan tersebut berfungsi sebagai **pemindah tanggung jawab kepatuhan** dan **penyaring klien**. **Saluran yang Masih Tersisa:** 1. **Broker Hong Kong Terbatas:** Beberapa broker seperti **uSMART, Fushang Wealth, dan Cheer Wealth** masih menerima klien dari Tiongkok Daratan, namun dengan persyaratan ketat dan tingkat penolakan tinggi. Dana harus berasal dari luar Tiongkok Daratan dan ditransfer melalui rekening bank atas nama klien sendiri di Hong Kong. 2. **Saluran Kebijakan Resmi:** **Stock Connect, QDII, dan Cross-boundary Wealth Management Connect** adalah jalur sepenuhnya legal yang didorong regulator, meski dengan instrumen dan kuota terbatas. 3. **Pengguna dengan Identitas Luar Negeri:** Pemegang visa pelajar/kerja atau penduduk permanen di luar negeri memiliki persyaratan yang lebih longgar. Intinya, era ekspansi mudah broker Hong Kong ke Tiongkok Daratan telah berakhir. Investor yang ingin tetap mengakses pasar Hong Kong/AS harus melalui jalur yang lebih ketat dan sepenuhnya mematuhi persyaratan sumber dana legal dari luar negeri serta menggunakan saluran perbankan resmi.

Odaily星球日报41m yang lalu

Era 'Pembukaan Akun Abu-abu' Saham Hong Kong-AS Berakhir, Kemana Uang Anda Bisa Dialihkan?

Odaily星球日报41m yang lalu

SpaceX IPO 1,75 Triliun: Speedrun 17 Saham Konsep

Ringkasan: SpaceX akan melantai di bursa saham NASDAQ pada 12 Juni dengan valuasi mencapai $1,75 triliun. IPO terbesar ini didorong terutama oleh bisnis satelit internet Starlink, yang menyumbang 61% pendapatan dengan margin EBITDA tinggi. Artikel ini menganalisis 17 saham konsep terkait SpaceX, yang telah mengalami kenaikan signifikan sebelum IPO. Rincian bisnis SpaceX mencakup tiga bidang: Space (peluncuran roket), Connectivity (Starlink), dan AI (pusat data). Starlink adalah mesin kas utama dengan lebih dari 10,3 juta pengguna berbayar, meski ARPU-nya turun. SpaceX sangat terkontrol oleh Elon Musk (85,1% hak suara). Saham konsep dikelompokkan sebagai: 1. **Keterkaitan Langsung**: Tesla (TSLA) disebut 87 kali dalam dokumen IPO, berbagi teknologi dan tim dengan SpaceX. 2. **Pesaing Langsung**: Rocket Lab (RKLB), AST SpaceMobile (ASTS), dan Firefly Aerospace (FLY) mendapat manfaat dari minat sektor antariksa namun menghadapi risiko setelah IPO SpaceX. 3. **Mitra Bisnis**: Termasuk EchoStar (SATS), Planet Labs (PL), Amazon (AMZN), T-Mobile (TMUS), Qualcomm (QCOM), dan flyExclusive (FLYX). 4. **Paparan Tidak Langsung**: Google (GOOGL) dan Bank of America (BAC) memegang saham atau berperan sebagai penjamin emisi. Dana tertutup seperti DXYZ, XOVR, dan VCX menawarkan paparan tidak langsung tetapi berisiko tinggi karena kemungkinan penurunan premium pasca-IPO. 5. **Penyedia Komponen**: Redwire (RDW) adalah pemasok komponen penting untuk pesawat antariksa dan mengembangkan bisnis farmasi mikrogravitasi, dengan potensi pertumbuhan dari kontrak pertahanan. Peringatan: Sebagian besar keuntungan dari saham-saham ini mungkin telah dihargai sebelumnya. IPO besar seperti ini sering kali underperform setelah peluncuran. Risiko bagi SpaceX meliputi penundaan Starship, penurunan ARPU Starlink, dan ketergantungan pada eksekusi sempurna untuk mempertahankan valuasi tinggi. Investor disarankan untuk berhati-hati terhadap saham dengan premium tinggi (seperti DXYZ) dan mendiversifikasi eksposur mereka.

marsbit41m yang lalu

SpaceX IPO 1,75 Triliun: Speedrun 17 Saham Konsep

marsbit41m yang lalu

Dialog dengan CEO VanEck: Saham Chip Memori Adalah Gelembung, Bitcoin Akan Bertahan tetapi Ekosistem Token Akan Menghilang

Jan van Eck, CEO VanEck, membagikan pandangan dalam podcast "The Master Investor". Inti pembahasannya: * **AI & Semikonduktor:** Dia yakin AI adalah tren jangka panjang. Nvidia dinilai sebagai "host AI" dengan pertahanan kompetitif yang kuat dari perangkat lunak, efisiensi daya, dan skala. Namun, dia menyebut saham memori (chip penyimpanan) saat ini sebagai *gelembung* karena kenaikan profit terutama didorong kenaikan harga, bukan volume, dan daya saingnya jangka panjang lebih lemah dibanding Nvidia. * **Emas & Utang Pemerintah:** Dia melihat emas kembali sebagai "mata uang global nomor satu" dalam jangka panjang, didorong kekhawatiran atas utang besar di AS, Inggris, dan Jepang. Perusahaan tambang emas dinilai sehat secara finansial. * **Kripto & Masa Depannya:** Van Eck menyebut 2026 sebagai tahun "company-controlled chains" (rantai yang dikontrol perusahaan), di mana institusi keuangan tradisional mengadopsi elemen terbaik blockchain tetapi tetap mempertahankan kendali. Dia percaya konsep blockchain, stablecoin, dan Bitcoin akan bertahan, tetapi banyak proyek dan ekosistem token lainnya akan *menghilang* dalam 5-10 tahun ke depan. * **Peluang Lain:** Dia sangat optimis tentang pertumbuhan India dalam dekade mendatang. Selain itu, dia menyoroti IPO SpaceX yang besar dan potensi dampak likuiditasnya, serta pertumbuhan signifikan ETF nuklir VanEck (NLR) karena perubahan kebijakan global.

marsbit48m yang lalu

Dialog dengan CEO VanEck: Saham Chip Memori Adalah Gelembung, Bitcoin Akan Bertahan tetapi Ekosistem Token Akan Menghilang

marsbit48m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片