Hyperliquid leads $10B liquidation — Should ‘regulators look into the exchanges’?

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-10-11Terakhir diperbarui pada 2025-10-12

Key Takeaways

Why did Hyperliquid record massive liquidations? 

Most positions were forcefully closed to ensure the platform remains debt-free.  

What’s next post-market crash? 

Leaders are calling for better use of insurance funds to safeguard traders’ capital. 


Hyperliquid [HYPE] faced massive criticism following its massive liquidation during the recent crash. It topped the charts with $10 billion worth of positions wiped out. 

In response, Kris Marszalek, CEO of the exchange Crypto.com, called for a probe into Hyperliquid and other top platforms. 

“Regulators should look into the exchanges that had most liquidations in the last 24h and conduct a thorough review of fairness of practices.”

Hyperliquid

Source: X

Hyperliquid slams criticism

However, Jeff Yan, CEO and Co-Founder of Hyperliquid, said the claims were “irresponsible.” He clarified that DEX’s liquidation was the highest because it was the most transparent and shared full data. 

Most CEXs only allow CoinGlass to sample a limited amount of liquidation data.

In fact, some estimated that the overall liquidation could be as high as $40 billion. That’s double the reported amount of about $20 billion

Yan added that the move was per the Hyperliquid standard procedures to ensure there is no “irresponsible gambling” and bad debt. 

“Any system that does not liquidate the necessary users is irresponsibly gambling with other users’ funds. On Hyperliquid, every order, trade, and liquidation is transparently verifiable on-chain.”

Hyperliquid

Source: X

Yan said Hyperliquid didn’t target profitable positions and used auto-liquidation to maintain the platform’s solvency.

“Contrary to misconceptions, HLP is a non-toxic liquidator that does not pick profitable liquidations.”

For the unfamiliar, perpetual trading or leveraged positions are a zero-sum game by design. For every short, there should be a corresponding long.

In this setup, winning shorts earn profits funded by losses from leveraged longs.

But if one side is wiped out (bulls) and shorts make more money as the market crashes, there’s not enough money to pay the winning short sellers. Exchanges close even profitable short positions to prevent bad debt.

Auto-deleveraging (ADL) is the liquidation of last resort. Yan said exchanges apply ADL when their insurance funds or vaults fail to absorb the crash.

Most platforms opted for it during the crash, capping gains and even wiping out other traders’ capital. 

Calls for better risk tools

For his part, Tushar Jain, Partner at Multicoin Capital, urged exchanges to use insurance funds to avoid such “value destruction” for users. 

Hyperliquid

Source: X

That said, the market slipped into an “extreme fear” level seen during the “Liberation Day” tariffs in April.

Historically, this has always been a buying signal. But only a positive update on the China-U.S. tariff wars could calm and juice the markets again. 

Share

Bacaan Terkait

Kalshi dan Coinbase Sama-sama Mendapat Persetujuan CFTC, Apakah Industri Kripto Masuki Era Paling Ramah Regulasi?

Pada 29 Mei, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengambil dua langkah penting: menyetujui kontrak berjangka abadi (perpetual) Bitcoin yang diajukan oleh Kalshi, serta mengeluarkan surat tidak mengambil tindakan penegakan hukum kepada Coinbase yang memungkinkan anak perusahaannya menawarkan produk berjangka abadi tertentu kepada klien AS. CFTC juga merilis pernyataan kebijakan yang memberikan kerangka kerja jelas untuk pencatatan kontrak abadi di pasar regulasi. Keputusan ini menandai langkah kunci menuju jalur kepatuhan untuk kontrak abadi di AS, yang sebelumnya berada dalam area abu-abu regulasi. CFTC menekankan bahwa kontrak abadi adalah alat penting untuk manajemen risiko dan penemuan harga di pasar aset kripto global. Persetujuan ganda ini membuka dua jalur kepatuhan: Kalshi melalui rute berjangka standar di pasar berjangka yang ditunjuk (DCM), sedangkan Coinbase melalui cara berjangka asing dengan agunan kripto. Kontrak abadi telah mendominasi pasar derivatif kripto global, mencakup sekitar 78% dari volume perdagangan. Kebijakan baru ini diharapkan dapat menarik aliran modal dari platform lepas pantai kembali ke saluran AS yang patuh, memfasilitasi partisipasi institusi tradisional seperti hedge fund, dan mendorong pengembangan produk derivatif kripto yang lebih lengkap di AS. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah defensif oleh regulator AS dalam menghadapi inovasi pesat dari platform terdesentralisasi lepas pantai, sekaligus berpotensi memperkuat posisi kompetitif ekosistem kripto AS secara global. Momen ini mungkin menjadi era paling ramah regulasi bagi industri kripto.

marsbit3j yang lalu

Kalshi dan Coinbase Sama-sama Mendapat Persetujuan CFTC, Apakah Industri Kripto Masuki Era Paling Ramah Regulasi?

marsbit3j yang lalu

CEO Sharplink: Masa Depan Ethereum Sedang Berlangsung

**Ringkasan: "Sharplink CEO: Masa Depan Ethereum Sedang Berlangsung" oleh Joseph Chalom** Artikel ini, ditulis oleh Joseph Chalom (CEO Sharplink, mantan eksekutif BlackRock), membela Ethereum dan yayasannya (Ethereum Foundation/EF) di tengah kritik terkini. Ia berpendapat bahwa perdebatan seputar harga ETH atau drama di EF tidak melihat gambaran besar yang sesungguhnya. **Poin-poin Kunci:** 1. **EF Melakukan Tugasnya:** Ethereum telah membuktikan diri sebagai infrastruktur keuangan masa depan, unggul dalam tiga atribut yang paling penting bagi adopsi institusional: kepercayaan, keamanan, dan likuiditas. Hal ini tercermin dari dominasinya dalam penyelesaian nilai stablecoin global, tokenisasi aset dunia nyata (RWA), dan transaksi DeFi bernilai tinggi. Kesuksesan ini adalah hasil dari pengembangan protokol yang ketat dan peningkatan besar seperti The Merge, EIP-1559, dan Dencun. 2. **Desentralisasi adalah Kekuatan:** Kritik bahwa desentralisasi Ethereum adalah kelemahan justru keliru. Institusi membutuhkan infrastruktur yang tidak dapat dikendalikan atau diubah oleh sedikit pihak. Desentralisasi dan netralitas Ethereum yang andal adalah alasan utama mengapa ia dapat menjadi lapisan penyelesaian keuangan masa depan. EF seharusnya fokus pada atribut inti (CROPS: anti-sensor, anti-capture, open-source, privasi, keamanan), bukan pemasaran jangka pendek. 3. **Nilai ETH Dikaitkan dengan Pertumbuhan Jaringan:** Penulis membandingkan Ethereum dengan Amazon di masa awal. Nilai intrinsik ETH terikat erat dengan ekspansi jaringan Ethereum, yang potensi pasarnya adalah seluruh sistem keuangan global, bukan hanya perdagangan kripto. Dengan lonjakan volume transaksi yang akan datang dari stablecoin, RWA, DeFi, dan keuangan agen cerdas, ETH akan menjadi lapisan insentif yang sangat dibutuhkan untuk keamanan jaringan, meningkatkan premi moneternya. 4. **Belilah Saat Orang Lain Takut:** Seperti strategi Warren Buffett atau BlackRock selama krisis keuangan, saat terbaik untuk membangun eksposur ke aset berkualitas (seperti ETH) adalah ketika sentimen pasar sangat negatif dan investor ritel panik. 5. **Seruan untuk Suara Baru:** Saat ini ada kesenjangan kepemimpinan dalam pemasaran dan narasi Ethereum untuk institusi. Penulis menyerukan agar pemangku kepentingan ekosistem (seperti Sharplink, Consensys, Aave, dll) memainkan peran yang lebih besar dalam advokasi dan mendukung siklus adopsi institusional yang akan datang. **Kesimpulan:** Penulis sangat optimis tentang masa depan Ethereum. Fondasinya kuat, teknologi dan roadmap-nya ambisius, dan nilai jaringannya siap untuk ekspansi besar-besaran. Masa depan Ethereum sebagai infrastruktur keuangan global sedang dibangun sekarang, dan saatnya bagi pemangku kepentingan untuk bersuara dan mendukung perjalanan ini.

链捕手3j yang lalu

CEO Sharplink: Masa Depan Ethereum Sedang Berlangsung

链捕手3j yang lalu

Artikel: Mengurai Metodologi Investasi "Pakar Saham Serenity"

**Ringkasan Metodologi Investasi "Bottleneck Point" dari Serenity (@aleabitoreddit)** Metodologi inti Serenity adalah "Bottleneck Point Investing": mengidentifikasi tren besar yang pasti, memetakan rantai industrinya, menemukan titik hulu yang paling sulit diganti (bottleneck), dan bertaruh sebelum pasar memberi harga penuh. Metode ini dipecah menjadi lima faktor kunci: 1. **Permintaan Pasti:** Berdasarkan tren makro seperti ekspansi data center AI dan migrasi dari koneksi listrik ke optik. 2. **Pasokan Terbatas:** Mencari komponen/material yang penting, sulit diganti, dan kapasitas produksinya terbatas (contoh: substrate InP, peralatan uji). 3. **Perhatian Rendah:** Memfokuskan pada area yang kurang diliput media atau dipahami investor mainstream, di mana kemungkinan kesalahan harga lebih besar. 4. **Penangkapan Nilai:** Perusahaan bottleneck harus memiliki daya tawar, margin baik, dan penguncian pelanggan. 5. **Katalis:** Peristiwa jangka pendek seperti laporan keuangan, kualifikasi pelanggan, atau pengumuman regulasi yang mendorong realisasi nilai. **Contoh Penerapan:** * **$AXTI:** Produsen substrate InP, material penting untuk laser komunikasi optik kecepatan tinggi di data center AI. Dianggap sebagai bottleneck klasik. * **$AAOI / $LITE:** Dianalisis dalam konteks rantai pasokan untuk ASIC khusus cloud (seperti Microsoft Maia, Amazon Trainium) dan migrasi ke interkoneksi optik. **Langkah Praktis Menerapkan Pola Pikir Ini:** 1. Identifikasi tren besar yang sudah terbukti. 2. Petakan peta rantai industri dari hulu ke hilir. 3. Cari titik bottleneck sebenarnya (sulit diperluas/diganti). 4. Kumpulkan bukti (laporan tahunan, kualifikasi pelanggan, ekspansi kapasitas). 5. Lakukan manajemen risiko dengan mempertimbangkan skenario kegagalan. 6. Sesuaikan ukuran posisi dengan kedalaman penelitian pribadi. **Keterbatasan & Peringatan:** * Risiko *overfitting* dalam interpretasi data. * Valuasi sulit untuk perusahaan tahap awal dengan kinerja keuangan belum bagus. * Popularitas Serenity sendiri kini menjadi faktor pasar yang dapat memengaruhi harga. * Ada unsur *survivorship bias*; keberhasilannya juga didukung oleh kondisi bull market AI. * Metode ini membutuhkan penilaian ahli, informasi mendalam, disiplin, dan kemampuan menahan tekanan. **Kesimpulan:** Kunci yang dapat direplikasi bukanlah portofolio Serenity, tetapi proses risetnya: mulai dari tren, cari bottleneck, kumpulkan bukti, evaluasi valuasi, tunggu katalis, dan bertaruh dengan ukuran yang sesuai. Ini adalah strategi "jalan sempit" – menghindari saham populer dan mendalami titik kritis di dalam rantai industri.

链捕手4j yang lalu

Artikel: Mengurai Metodologi Investasi "Pakar Saham Serenity"

链捕手4j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片