Is The Approval Of Crypto ETFs At Risk? SEC Operations Frozen By Gov. Shutdown

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-10-03Terakhir diperbarui pada 2025-10-03

Abstrak

The US government shutdown has significantly slowed operations across various federal agencies, including the Securities and Exchange Commission (SEC), which...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

The US government shutdown has significantly slowed operations across various federal agencies, including the Securities and Exchange Commission (SEC), which was expected to begin the approval process for long-awaited spot crypto ETFs.

For the fourth consecutive time, spending proposals intended to reopen the government have been rejected by lawmakers from both parties, pushing the shutdown into next week. 

Spot Crypto ETFs On Hold

As reported by Crypto In America, during a government shutdown, while the SEC retains the ability to act on urgent matters such as fraud and market emergencies, much of its routine work is halted. 

This includes delays in processing initial public offerings (IPOs), exchange-traded funds (ETFs), and other filings, as well as pausing rulemaking efforts. 

With spot crypto ETFs requiring formal approval from the SEC’s Division of Corporation Finance before they can commence trading, product launches for assets like Litecoin (LTC), Solana (SOL), and XRP are now likely on hold until government funding is restored.

However, altcoin prices saw a significant recovery on Friday, with LTC, SOL and XRP surging by 17%, 16% and 9% respectively over the past seven days. This aligns with the broader crypto market recovery, led by Bitcoin (BTC)’s surge to near record highs.

New Generic Listing Standards

“It’s like a rain delay,” Bloomberg ETF expert Eric Balchunas told Crypto In America,  highlighting the frustration felt by the industry as they await clarity on the SEC’s operations. An SEC spokesperson also confirmed that the shutdown has hindered their ability to respond to press inquiries.

The current challenges follows the SEC’s decision for crypto ETF issuers to withdraw their 19b-4 filings. This, on the heels of the approval of generic listing standards that obviate the need for individual filings; as a result, crypto ETFs could potentially go effective on a rolling basis once the shutdown concludes. 

Crypto ETFs
The daily chart shows the total crypto market cap valuation near record highs. Source: TOTAL on TradingView.com

Featured image from DALL-E, chart from TradingView.com 

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Ronaldo is a seasoned crypto enthusiast with over four years of experience in the field. He is passionate about exploring the vast and dynamic world of decentralized finance (DeFi) and its practical applications for achieving economic sovereignty. Ronaldo is constantly seeking to expand his knowledge and expertise in the DeFi space, as he believes it holds tremendous potential for transforming the traditional financial landscape.

Bacaan Terkait

Cardano Founder Hoskinson Says He’s ‘Taking A Break’: Here’s What Happened

Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, mengumumkan lewat X bahwa dia akan "mengambil istirahat". Pernyataan ini menyusul siaran langsung pada 2 Juni di mana dia mengungkapkan frustrasi atas keterbatasan kekuasaannya untuk mencegah kegagalan proyek dan sengketa pendanaan dalam sistem tata kelola terdesentralisasi Cardano. Pengumuman Hoskinson terkait dengan tekanan lebih luas pada ekosistem Cardano, termasuk rencana penutupan platform analitik TapTools akibat masalah keuangan dan kepergian staf kunci. Dalam siaran langsungnya, Hoskinson memperingatkan bahwa paruh kedua tahun ini mungkin akan membawa lebih banyak tekanan bagi DeFi Cardano, dengan potensi penutupan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Hoskinson menekankan bahwa meski sering disalahkan atas kinerja harga ADA dan kemunduran ekosistem, dia tidak memiliki kendali langsung atas sistem tata kelola Cardano yang didesain untuk berpindah dari entitas pendiri ke pemegang ADA. Dia menyatakan tidak memiliki akses ke kas (treasury), kunci tata kelola, kemampuan untuk menginisiasi hard fork, atau bahkan merek dagang nama "Cardano". Sumber daya untuk mengembangkan ekosistem, katanya, diberikan ke entitas terpisah. Dinamika tata kelola ini juga terlihat saat proposal pendanaan untuk Cardano Summit 2026 ditolak karena tidak mencapai ambang batas persetujuan dua pertiga. Kasus TapTools menjadi contoh nyata batas pengaruh pendiri pasca-desentralisasi. Tantangan bagi Cardano kini adalah apakah sistem tata kelolanya yang kuat dapat bertindak cepat untuk mempertahankan infrastruktur kritis di tengah tekanan pasar, tanpa kembali ke ketergantungan terpusat yang ingin dihindari. Pada saat berita, ADA diperdagangkan pada $0,1886.

bitcoinist1j yang lalu

Cardano Founder Hoskinson Says He’s ‘Taking A Break’: Here’s What Happened

bitcoinist1j yang lalu

Apakah Perang XRP vs. SWIFT Sudah Selesai, atau Apakah Bank-Bank Mengambil Rute Lain?

XRP dan SWIFT sering dianggap sebagai pesaing dalam memodernisasi pembayaran global, namun argumen terbaru menunjukkan sudut pandang yang berbeda. Alih-alih pertarungan satu pemenang, perkembangan terkini mengarah pada lingkungan keuangan di mana infrastruktur perbankan tradisional dan sistem penyelesaian berbasis blockchain beroperasi berdampingan. Kunci perdebatan ini terletak pada pemisahan antara *messaging* (pesan) dan *settlement* (penyelesaian). SWIFT berfungsi sebagai lapisan komunikasi antar lembaga keuangan untuk mengirim instruksi pembayaran, tetapi tidak untuk memindahkan nilai secara langsung. Oleh karena itu, pesaing sebenarnya bagi peran komunikasi SWIFT mungkin adalah protokol interoperabilitas blockchain seperti Axelar atau Chainlink, bukan XRP sebagai aset penyelesaian. Banyak bank besar yang terlibat dalam kerangka kerja baru SWIFT juga telah menjajaki solusi berbasis blockchain melalui Ripple. Hal ini menunjukkan bahwa institusi keuangan tidak memilih satu sistem secara eksklusif, tetapi cenderung membangun model hibrida. Mereka menggabungkan teknologi yang menyelesaikan masalah berbeda: jaringan pesan untuk koordinasi dan kepatuhan, serta lapisan penyelesaian terpisah untuk pergerakan nilai yang lebih cepat. Dengan demikian, masa depan pembayaran internasional mungkin bukan tentang kemenangan XRP atau SWIFT, tetapi tentang bagaimana keduanya dapat beroperasi dalam posisi yang saling melengkapi dalam arsitektur keuangan yang lebih luas.

bitcoinist3j yang lalu

Apakah Perang XRP vs. SWIFT Sudah Selesai, atau Apakah Bank-Bank Mengambil Rute Lain?

bitcoinist3j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片