Cap Surpasses $200M TVL As Stablecoin Protocol Gains Traction

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-10-03Terakhir diperbarui pada 2025-10-03

Cap, a stablecoin protocol built on Ethereum, has surpassed $200 million in total value locked (TVL). According to the project’s update, $183 million comes from USDC collateral supporting its cUSD stablecoin, while roughly $30 million stems from SymbioticFi delegations by partners including Hyperithm, MEV Capital, Renzo Protocol, Concrete, and Re7 Labs.

Unlike conventional stablecoins, Cap introduces a model where yield generation is outsourced to whitelisted operators such as banks, high-frequency trading firms, and RWA protocols. 

The framework rests on three actors: minters, operators, and restakers. Minters hold cUSD pegged 1:1 with USDC/USDT, operators access delegated liquidity to execute strategies, and restakers provide security to ensure the system remains fully covered.

Through this structure, yield is distributed back to stablecoin holders and restakers, while operators retain their performance margins. Cap’s smart contracts enforce penalties and rewards, aiming to balance returns with systemic protection.

DeFi growth echoes TVL breakout moments

Cap’s $200 million TVL milestone comes days after decentralized perpetuals exchange Aster reported surpassing $1 billion in TVL, alongside 330,000 new users after launching its $ASTER token on BNB Chain. 

Aster also logged $345 million in trading volume within 24 hours of its debut, highlighting how fast liquidity can consolidate around protocols promising capital efficiency and market access.

While Cap is carving out its niche in stablecoin yield generation, Aster’s rapid climb illustrates a parallel surge of interest in decentralized trading platforms. Both projects reflect a wider narrative in the Decentralized Finance (DeFi): protocols that combine clear collateral mechanics with scalable user incentives are drawing substantial inflows despite market volatility.

Together, both underscore the diversification of DeFi adoption across different verticals. Cap leans on stablecoin infrastructure and outsourced yield strategies, while Aster focuses on derivatives and trading activity at scale. Their simultaneous TVL milestones suggest that investor demand is not confined to a single category but spans from stable yields to speculative trading. 

Also Read: Solana Hits $241 as TVL and Institutional Interest Surges


Mobile Only Image

Bacaan Terkait

Cardano Founder Hoskinson Says He’s ‘Taking A Break’: Here’s What Happened

Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, mengumumkan lewat X bahwa dia akan "mengambil istirahat". Pernyataan ini menyusul siaran langsung pada 2 Juni di mana dia mengungkapkan frustrasi atas keterbatasan kekuasaannya untuk mencegah kegagalan proyek dan sengketa pendanaan dalam sistem tata kelola terdesentralisasi Cardano. Pengumuman Hoskinson terkait dengan tekanan lebih luas pada ekosistem Cardano, termasuk rencana penutupan platform analitik TapTools akibat masalah keuangan dan kepergian staf kunci. Dalam siaran langsungnya, Hoskinson memperingatkan bahwa paruh kedua tahun ini mungkin akan membawa lebih banyak tekanan bagi DeFi Cardano, dengan potensi penutupan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Hoskinson menekankan bahwa meski sering disalahkan atas kinerja harga ADA dan kemunduran ekosistem, dia tidak memiliki kendali langsung atas sistem tata kelola Cardano yang didesain untuk berpindah dari entitas pendiri ke pemegang ADA. Dia menyatakan tidak memiliki akses ke kas (treasury), kunci tata kelola, kemampuan untuk menginisiasi hard fork, atau bahkan merek dagang nama "Cardano". Sumber daya untuk mengembangkan ekosistem, katanya, diberikan ke entitas terpisah. Dinamika tata kelola ini juga terlihat saat proposal pendanaan untuk Cardano Summit 2026 ditolak karena tidak mencapai ambang batas persetujuan dua pertiga. Kasus TapTools menjadi contoh nyata batas pengaruh pendiri pasca-desentralisasi. Tantangan bagi Cardano kini adalah apakah sistem tata kelolanya yang kuat dapat bertindak cepat untuk mempertahankan infrastruktur kritis di tengah tekanan pasar, tanpa kembali ke ketergantungan terpusat yang ingin dihindari. Pada saat berita, ADA diperdagangkan pada $0,1886.

bitcoinist1j yang lalu

Cardano Founder Hoskinson Says He’s ‘Taking A Break’: Here’s What Happened

bitcoinist1j yang lalu

Apakah Perang XRP vs. SWIFT Sudah Selesai, atau Apakah Bank-Bank Mengambil Rute Lain?

XRP dan SWIFT sering dianggap sebagai pesaing dalam memodernisasi pembayaran global, namun argumen terbaru menunjukkan sudut pandang yang berbeda. Alih-alih pertarungan satu pemenang, perkembangan terkini mengarah pada lingkungan keuangan di mana infrastruktur perbankan tradisional dan sistem penyelesaian berbasis blockchain beroperasi berdampingan. Kunci perdebatan ini terletak pada pemisahan antara *messaging* (pesan) dan *settlement* (penyelesaian). SWIFT berfungsi sebagai lapisan komunikasi antar lembaga keuangan untuk mengirim instruksi pembayaran, tetapi tidak untuk memindahkan nilai secara langsung. Oleh karena itu, pesaing sebenarnya bagi peran komunikasi SWIFT mungkin adalah protokol interoperabilitas blockchain seperti Axelar atau Chainlink, bukan XRP sebagai aset penyelesaian. Banyak bank besar yang terlibat dalam kerangka kerja baru SWIFT juga telah menjajaki solusi berbasis blockchain melalui Ripple. Hal ini menunjukkan bahwa institusi keuangan tidak memilih satu sistem secara eksklusif, tetapi cenderung membangun model hibrida. Mereka menggabungkan teknologi yang menyelesaikan masalah berbeda: jaringan pesan untuk koordinasi dan kepatuhan, serta lapisan penyelesaian terpisah untuk pergerakan nilai yang lebih cepat. Dengan demikian, masa depan pembayaran internasional mungkin bukan tentang kemenangan XRP atau SWIFT, tetapi tentang bagaimana keduanya dapat beroperasi dalam posisi yang saling melengkapi dalam arsitektur keuangan yang lebih luas.

bitcoinist3j yang lalu

Apakah Perang XRP vs. SWIFT Sudah Selesai, atau Apakah Bank-Bank Mengambil Rute Lain?

bitcoinist3j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片