Monad’s Airdrop Expectations Buzz Within the Crypto Community

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-10-03Terakhir diperbarui pada 2025-10-03

Monad’s upcoming airdrop has become a closely followed event in the crypto community.  The community is expecting Monad to hit mainnet within 90 days and the token will be launched subsequently. 

The excitement is building after updates on X revealed that the highly anticipated airdrop is already 51% complete. The rollout hints at a structured distribution tied to reputation and community activity.

In a post shared earlier today, Roman, a crypto commentator, mentioned that Monad has confirmed the airdrop. According to him the token most likely needs to wait three to eight months for the distribution to be finalized. 

“Wormhole’s founder hinted that holding $W tokens could earn you $MON tokens in an airdrop,” he added. He also mentioned that the KURU project, which supports Monad, said a token launch could happen within 91 days. 

Community reaction and ecosystem growth

The news sparked mixed reactions. Some users said they have given up on the project, while others said they are still involved. One X user, BW, urged caution. He warned, “Please don’t fall for random claim checkers, engagement bait, or meme accounts! The only reliable update will come directly from the monad official channels.” His warning shows that scams can pop up anytime when an airdrop is getting a lot of attention.

Moreover, Monad’s foundation has continued to strengthen the ecosystem. Just two months ago, it acquired Portal Labs, the team behind Portal, a stablecoin wallet infrastructure. In the announcement, the firm said the acquisition is expected to deliver a full-stack payments solution. Thereby amplifying efforts to make stablecoin-powered payments seamless across Web2 and Web3 businesses. 

Also Read: Hyperliquid Adds Zcash (ZEC) Perp as Price Surges 160% in A Week


Mobile Only Image

Bacaan Terkait

Cardano Founder Hoskinson Says He’s ‘Taking A Break’: Here’s What Happened

Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, mengumumkan lewat X bahwa dia akan "mengambil istirahat". Pernyataan ini menyusul siaran langsung pada 2 Juni di mana dia mengungkapkan frustrasi atas keterbatasan kekuasaannya untuk mencegah kegagalan proyek dan sengketa pendanaan dalam sistem tata kelola terdesentralisasi Cardano. Pengumuman Hoskinson terkait dengan tekanan lebih luas pada ekosistem Cardano, termasuk rencana penutupan platform analitik TapTools akibat masalah keuangan dan kepergian staf kunci. Dalam siaran langsungnya, Hoskinson memperingatkan bahwa paruh kedua tahun ini mungkin akan membawa lebih banyak tekanan bagi DeFi Cardano, dengan potensi penutupan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Hoskinson menekankan bahwa meski sering disalahkan atas kinerja harga ADA dan kemunduran ekosistem, dia tidak memiliki kendali langsung atas sistem tata kelola Cardano yang didesain untuk berpindah dari entitas pendiri ke pemegang ADA. Dia menyatakan tidak memiliki akses ke kas (treasury), kunci tata kelola, kemampuan untuk menginisiasi hard fork, atau bahkan merek dagang nama "Cardano". Sumber daya untuk mengembangkan ekosistem, katanya, diberikan ke entitas terpisah. Dinamika tata kelola ini juga terlihat saat proposal pendanaan untuk Cardano Summit 2026 ditolak karena tidak mencapai ambang batas persetujuan dua pertiga. Kasus TapTools menjadi contoh nyata batas pengaruh pendiri pasca-desentralisasi. Tantangan bagi Cardano kini adalah apakah sistem tata kelolanya yang kuat dapat bertindak cepat untuk mempertahankan infrastruktur kritis di tengah tekanan pasar, tanpa kembali ke ketergantungan terpusat yang ingin dihindari. Pada saat berita, ADA diperdagangkan pada $0,1886.

bitcoinist15m yang lalu

Cardano Founder Hoskinson Says He’s ‘Taking A Break’: Here’s What Happened

bitcoinist15m yang lalu

Apakah Perang XRP vs. SWIFT Sudah Selesai, atau Apakah Bank-Bank Mengambil Rute Lain?

XRP dan SWIFT sering dianggap sebagai pesaing dalam memodernisasi pembayaran global, namun argumen terbaru menunjukkan sudut pandang yang berbeda. Alih-alih pertarungan satu pemenang, perkembangan terkini mengarah pada lingkungan keuangan di mana infrastruktur perbankan tradisional dan sistem penyelesaian berbasis blockchain beroperasi berdampingan. Kunci perdebatan ini terletak pada pemisahan antara *messaging* (pesan) dan *settlement* (penyelesaian). SWIFT berfungsi sebagai lapisan komunikasi antar lembaga keuangan untuk mengirim instruksi pembayaran, tetapi tidak untuk memindahkan nilai secara langsung. Oleh karena itu, pesaing sebenarnya bagi peran komunikasi SWIFT mungkin adalah protokol interoperabilitas blockchain seperti Axelar atau Chainlink, bukan XRP sebagai aset penyelesaian. Banyak bank besar yang terlibat dalam kerangka kerja baru SWIFT juga telah menjajaki solusi berbasis blockchain melalui Ripple. Hal ini menunjukkan bahwa institusi keuangan tidak memilih satu sistem secara eksklusif, tetapi cenderung membangun model hibrida. Mereka menggabungkan teknologi yang menyelesaikan masalah berbeda: jaringan pesan untuk koordinasi dan kepatuhan, serta lapisan penyelesaian terpisah untuk pergerakan nilai yang lebih cepat. Dengan demikian, masa depan pembayaran internasional mungkin bukan tentang kemenangan XRP atau SWIFT, tetapi tentang bagaimana keduanya dapat beroperasi dalam posisi yang saling melengkapi dalam arsitektur keuangan yang lebih luas.

bitcoinist2j yang lalu

Apakah Perang XRP vs. SWIFT Sudah Selesai, atau Apakah Bank-Bank Mengambil Rute Lain?

bitcoinist2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片