市场可能面临信息真空?美国政府关门风险加剧,本周非农数据发布前景堪忧近期

marsbitDipublikasikan tanggal 2025-09-28Terakhir diperbarui pada 2025-09-29

美联储官员对货币政策前景释放分歧性信号,加之部分经济指标表现强劲,交易员已下调对美联储进一步放宽政策的预期。

然而,金融市场当前面临一项更紧迫的挑战:若联邦政府自10月1日起陷入停摆,可能导致关键经济数据延迟发布,包括原定于周五公布的非农就业报告——这一被市场视为衡量劳动力市场健康状况的核心指标。


此前,劳动力市场疲软促使美联储于本月实施年内首次降息。目前市场预计10月会议降息概率约为80%,但决策者可能需要更多疲软数据来确认就业市场持续降温的趋势,从而强化宽松政策预期,并维持美债收益率迈向2020年以来最佳年度表现的势头。


Marlborough Investment Management投资组合经理James Athey指出:“非农报告是推动市场反弹的关键催化剂,但即便数据疲软,要想进一步压低美债收益率,其门槛已显著提高。”他透露目前正低配美国国债。


10年期美债收益率上周攀升至4.2%附近,而9月17日曾跌至4%以下的五个月低点。尽管美联储当时以25个基点的降息重启宽松周期,且有个别委员主张更激进的50个基点降幅,但随后公布的初请失业金人数改善及第二季度GDP稳健增长数据部分扭转了市场情绪。交易员虽小幅调整了对宽松幅度的预期,但仍普遍押注美联储将在10月及12月继续各降息25个基点,未来12个月内预计累计降息约1个百分点。


近期政府就业数据的持续弱势,已推动美联储在通胀仍高于2%目标的背景下转向宽松。这一政策转向支撑债券表现,使美债有望创下2020年以来最佳年度回报。市场预测10月3日将公布的9月非农新增就业人数为5万,较前三个月不足3万的月均增幅有所回升。


美联储主席鲍威尔上周强调,当前就业增长速率可能已低于维持失业率稳定的平衡水平,并承认决策者正面临就业市场放缓与通胀压力并存的矛盾风险。


美联储内部立场分化明显:芝加哥联储主席古尔斯比警告关税可能推高通胀,反对过度提前降息;而理事鲍曼则认为通胀已接近目标,支持因就业市场转弱而进一步放宽政策。期权市场显示有投资者押注10年期收益率在11月底前降至4%以下,但摩根大通客户调查却显示空头头寸骤增,反映市场预期存在显著分歧。


领航集团固定收益主管Sara Devereux表示,当前10年期收益率水平基本合理,平衡了劳动力市场脆弱性的下行风险与经济向好的上行潜力。她透露其主动管理组合倾向于在收益率升至区间高位时增持5-10年期债券。政府关门风险亦提升其他替代数据的重要性,如10月1日的ADP私营就业报告。尽管ADP与官方数据的历史相关性不稳定,但近期政府数据的下修趋势与私营报告呈现的弱势相符。哥伦比亚天利投资经理Ed Al-Hussainy指出:“若ADP数据强劲,将为市场关于利率路径及明年降息时机的讨论打开新的空间

Bacaan Terkait

Indikator Fundamental Kripto Kembali Lebih Penting daripada Peringkat Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

**Fundamental Aset Kripto Kembali Menjadi Lebih Penting daripada Peringkat Berdasarkan Kapitalisasi Pasar** Investor kini semakin menggunakan indikator fundamental sebagai filter utama dalam menilai aset kripto, bukan hanya mengandalkan peringkat kapitalisasi pasar. Mereka mempertimbangkan pendapatan protokol, penggunaan aktual, ekonomi token (tokenomics), serta kemampuan proyek mempertahankan nilai yang diciptakan. Praktisi pasar mencatat pergeseran dari penilaian berdasarkan "semakin tinggi peringkat, semakin aman" menuju analisis mendalam terhadap pengguna, biaya, permintaan berkelanjutan, dan model penangkapan nilai. Analisis fundamental cocok untuk investasi jangka menengah dan panjang, sementara analisis teknis lebih untuk perdagangan jangka pendek. Metrik kunci yang diperiksa mencakup: * Tim pengembang dan teknologi. * Tokenomics: distribusi, insentif, dan permintaan. * Aktivitas pengguna yang membayar biaya dan pendapatan. * Model ekonomi yang berkelanjutan. * Persaingan dan kemitraan. Meski derivatif seperti futures perpetual masih mempengaruhi harga harian, aliran institusional yang tumbuh berfokus pada aset dengan fundamental kuat dan aliran pendapatan yang dapat diverifikasi. Contohnya, token seperti **$HYPE (Hyperliquid)** dinilai berdasarkan aktivitas perdagangan dan pendapatan platformnya, sementara **Arbitrum** dianalisis melalui volume transaksi dan pembagian pendapatan. Bitcoin dipandang sebagai aset makro tersendiri, sementara aset lain seperti Ethereum dan proyek di luarnya akan menjalani pemeriksaan ketat terhadap model ekonomi dan pengguna riil mereka. Tren ini menandakan matangnya industri, di mana modal lebih menghargai ekonomi yang terverifikasi dan nilai jangka panjang daripada sekadar narasi atau peringkat.

cryptonews.ru7m yang lalu

Indikator Fundamental Kripto Kembali Lebih Penting daripada Peringkat Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

cryptonews.ru7m yang lalu

Roman Storm Tuduh Google dan OpenAI Terkait Putusan Departemen Kehakiman AS dalam Kasus Kripto

Roman Storm, pendiri protokol anonimisasi kripto Tornado Cash, telah menuduh Google dan OpenAI berkontribusi pada program nuklir Korea Utara. Tuduhan ini dilontarkan setelah ia dinyatakan bersalah oleh Kementerian Kehakiman AS atas konspirasi melakukan kegiatan transfer uang tanpa izin. Storm menegaskan bahwa investigasi terhadap ahli TI Korea Utara mengungkap penggunaan ChatGPT untuk penulisan kode dan teks, serta Google Gemini untuk pemalsuan dokumen. Ia berargumen bahwa jika logika hukum yang sama diterapkan pada kasusnya—di mana pengembang dianggap bertanggung jawab atas penyalahgunaan alat netral yang mereka buat—maka Google dan OpenAI juga seharusnya dipersalahkan atas tindakan para peretas tersebut. "Jika logika ini absurd untuk Google dan OpenAI, maka itu juga absurd untuk Roman Storm. Yang harus dituntut adalah pelaku kejahatan, bukan pembuat alatnya. Menulis kode bukanlah kejahatan," tegas Storm di media sosial. Ia menyerukan konsistensi: agar karyawan Google dan OpenAI juga menghadapi tuntutan pidana berdasarkan logika yang sama. Putusan dalam kasus Storm menciptakan preseden hukum berisiko bagi pengembang perangkat lunak di AS, yang dapat dituntut atas kode yang disalahgunakan. Sementara RUU CLARITY Act berupaya memberikan perlindungan hukum bagi pengembang, peluang disahkannya tetap rendah karena isu politik dan mendekatnya pemilu.

cryptonews.ru2j yang lalu

Roman Storm Tuduh Google dan OpenAI Terkait Putusan Departemen Kehakiman AS dalam Kasus Kripto

cryptonews.ru2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片