Хешрейт сети биткоина обновил максимум. Что будет со сложностью майнинга

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-09-10Terakhir diperbarui pada 2025-09-11

К добыче первой криптовалюты присоединяется все больше вычислительных мощностей

Хешрейт сети биткоина обновил исторический максимум. Показатель впервые в моменте достиг 1,15 Zh/s, по данным портала Cloverpool. Это означает, что майнеры подключают все больше оборудования к добыче биткоинов.

График хешрейта сети биткоина. Источник: Cloverpool

Скорость хеширования (хешрейт) — это вычислительная мощность майнинг-оборудования. Показатель отражает количество операций (хешей), которые может выполнять устройство в секунду (H/s). По мере роста значений хешрейта стали применять десятичные приставки: терахеш (TH/s), экзахеш (EH/s), петахеш (PH/s), зетахеш (Zh/s) и другие.

rbc.group

Если к сети подключается большее количество майнеров, то процесс эмиссии новых монет должен был бы ускориться. Но, согласно алгоритму сети биткоина, необходимо поддерживать интервал между добавлением блоков около 10 минут. Для того сложность автоматически пересчитывается примерно каждые две недели, увеличиваясь при росте хешрейта и наоборот.

Средний хешрейт за последние сутки — 1,10 Zh/s. Показатель превысил 1 Zh/s неделю назад, из-за чего также до рекордных 136,04 Т (трлн) выросла сложность майнинга. Поскольку хешрейт продолжает расти, прогнозируется, что сложность майнинга при очередном перерасчете через неделю прибавит еще около 3,8% и достигнет 141 Т.

В связи с ростом сложности доходность майнинга падает. Ключевой показатель рентабельности добычи BTC — Bitcoin Hashprice Index — показал максимум года в июле на отметке $64. С тех пор он падает, к 11 сентября индикатор опустился к $52,9. Значение индекса говорит о том, сколько может заработать майнер биткоина, затратив 1 PH/s вычислительной мощности в день.

Bacaan Terkait

Lima Tahun Investasi Terhenti, Mengapa Ethereum Tiba-tiba Meninggalkan Poseidon?

Pada 13 Agustus, peneliti Ethereum Justin Drake mengumumkan keputusan Ethereum Foundation untuk meninggalkan algoritma hash ramah-SNARK, Poseidon, di lapisan L1 dan beralih ke fungsi hash tradisional seperti SHA2 atau BLAKE2. Keputusan ini menandai perubahan signifikan dalam peta jalan kriptografi pasca-kuantum setelah delapan tahun penelitian dan investasi puluhan juta dolar. Poseidon, yang diluncurkan pada 2019, sebelumnya dianggap ideal untuk aplikasi seperti zkRollup dan zkVM karena efisiensinya dalam sirkuit SNARK. Namun, ketika keamanan pasca-kuantum menjadi persyaratan mutlak, keterbatasan Poseidon mulai terlihat. Perkembangan terbaru dalam desain SNARK, khususnya penggunaan bidang biner (binary field), kini memungkinkan fungsi hash tradisional bekerja seefisien Poseidon dalam sistem bukti nol-pengetahuan, dengan verifikasi mencapai sekitar 1 juta panggilan hash per detik di laptop. Alasan utama pergantian ini adalah percepatan ancaman kuantum. Laporan "The Quantum Threat to Blockchains - 2026" memperingatkan bahwa komputer kuantum dapat membahayakan aset blockchain triliunan dolar pada awal 2030-an. Selain itu, kemajuan AI dalam analisis kriptografi telah melemahkan beberapa skema pasca-kuantum berbasis kisi (lattice) dan isogeni, mendorong Ethereum bertaruh pada skema berbasis hash yang dianggap lebih tahan. Ethereum merencanakan peluncuran leanVM produksi pada 2027, diikuti penyebaran di lapisan konsensus, data, dan eksekusi pada 2028. LeanVM adalah mesin virtual bukti nol-pengetahuan minimalis inti untuk agregasi tanda tangan pasca-kuantum. Sementara itu, blockchain lain seperti Solana telah memilih skema tanda tangan pasca-kuantum Falcon yang distandardisasi NIST, sedangkan Starknet berencana mengadopsi BLAKE2. Dengan beralih ke SHA2/BLAKE2, Ethereum memilih primitif kriptografi yang lebih matang dan teruji secara luas untuk era pasca-kuantum, mengutamakan keamanan jangka panjang daripada efisiensi khusus SNARK.

marsbit2j yang lalu

Lima Tahun Investasi Terhenti, Mengapa Ethereum Tiba-tiba Meninggalkan Poseidon?

marsbit2j yang lalu

Programmer di Seluruh Dunia Memberikan Uang Gratis ke Anthropic! Akhirnya Resmi Turun Tangan

Anthropic merilis blog resmi berisi enam tips untuk menghemat biaya token saat menggunakan Claude Code. Intinya, mereka menyarankan: 1) Bersihkan percakapan (/clear) setelah satu tugas selesai; 2) Tentukan model dan tingkat usaha (/effort) di awal, karena mengubahnya akan menghapus cache dan membuat sejarah percakapan dihitung ulang dengan harga penuh; 3) Gunakan @ untuk menyertakan file langsung, ketimbang mengetikkan path; 4) Tambahkan parameter "quiet" pada perintah yang output-nya panjang agar tidak memenuhi konteks; 5) Lakukan kompresi (/compact) saat cache masih hangat (sebelum istirahat) agar biayanya hanya 10%; 6) Gunakan subagent untuk tugas dengan output besar agar prosesnya terisolasi. Biaya token dipengaruhi oleh model (Opus, Sonnet, Haiku) dan jumlah token. Output token 5x lebih mahal daripada input token karena proses dekodenya yang serial. Kunci penghematan terbesar adalah **prompt caching**: jika prefix permintaan sama dengan sebelumnya, biaya baca cache hanya 0.1x harga normal. Namun, cache bisa gagal jika ada perubahan model, tingkat usaha, mode cepat, kompresi, waktu kedaluwarsa, atau membuka sesi lama. Sejarah percakapan juga bisa membengkak (O(n²)) karena file dan output perintah yang dibaca/dijalankan Claude terus menumpuk. Tips lain: gunakan /rewind untuk membatalkan percakapan yang melenceng tanpa menghapus cache sebelumnya. Mengelola token dengan cerdas kini menjadi keterampilan penting bagi developer di era AI untuk bekerja lebih efisien dengan anggaran yang sama.

marsbit4j yang lalu

Programmer di Seluruh Dunia Memberikan Uang Gratis ke Anthropic! Akhirnya Resmi Turun Tangan

marsbit4j yang lalu

Trading

Spot
活动图片