谷歌做的区块链,算 Layer1 吗?

深潮Dipublikasikan tanggal 2025-08-26Terakhir diperbarui pada 2025-08-27

GCUL 究竟是一条真正的 Layer1 公链,还是更接近传统意义上的联盟链?

撰文:Nicky,Foresight News

近日,谷歌 Web3 战略负责人 Rich Widmann 通过社交媒体宣布,谷歌云正式推出其区块链网络 Google Cloud Universal Ledger(GCUL),并将其定义为「Layer1 区块链」。围绕其技术定位的讨论随之浮现:GCUL 究竟是一条真正的 Layer1 公链,还是更接近传统意义上的联盟链?

官方定位与核心特性

根据官方描述,GCUL 被设计为一个「高性能、可信中立且支持 Python 智能合约」的分布式账本平台,目前处于私有测试网阶段,主要面向金融机构提供服务。谷歌云强调,GCUL 旨在简化商业银行货币账户的管理,并通过分布式账本技术实现多货币、多资产的转账和结算,同时支持可编程支付和数字资产管理。

在官方发布的《稳定币之外:数字货币的演变》一文中,谷歌进一步阐释了 GCUL 的定位:它并非要「重新发明货币」,而是通过升级基础设施来解决传统金融系统的碎片化、高成本和低效率问题。GCUL 被包装为一项服务,通过 API 接口提供,强调其易用性、灵活性和安全性,尤其是在合规性(如 KYC 验证)和私有化部署方面的优势。

值得注意的是,GCUL 的早期测试已与芝加哥商品交易所(CME Group)展开合作。双方于 2025 年 3 月宣布启动分布式账本试点,探索批发支付与资产代币化的解决方案。

CME 首席执行官 Terry Duffy 表示,GCUL 有望在「24/7 交易趋势下」提升抵押品管理、保证金结算等环节的效率;谷歌云金融服务总经理 Rohit Bhat 则强调,此次合作是「传统金融机构通过现代基础设施实现业务转型的典型案例」。

Layer1 与联盟链:定义与分歧

在区块链领域,Layer1 通常指底层基础公链,如以太坊、Solana 等,其核心特征包括去中心化、无需许可和公开透明。任何用户均可自由参与网络验证、交易或部署智能合约,且链上数据对所有人可见。

相比之下,联盟链(Consortium Blockchain)是一种需许可(Permissioned)的分布式账本,由特定组织或机构共同维护,节点准入受控,数据访问权限可定制。典型应用包括 Hyperledger Fabric、蚂蚁链等。联盟链的优势在于合规可控、性能较高,但牺牲了开放性和抗审查性。

GCUL 更符合哪种模式?

从目前已披露的信息看,GCUL 表现出明显的联盟链特征:

  • 私有与许可性:GCUL 明确运行在「私有且需许可的网络」上,节点准入和账号权限由管理机构控制。

  • 目标用户:专注于金融机构(如 CME Group),而非公众自由参与。

  • 合规优先:设计初衷包含 KYC 验证、交易费用符合外包规定等传统金融合规要求。

  • 技术架构:尽管支持智能合约(基于 Python),但其底层基础设施由谷歌云采取中心化的方式维护,与「去中心化」的 Layer1 理念存在差异。

然而,谷歌云官方仍坚持将其称为「Layer1」,并强调「可信中立」和「基础设施中立」 — 即任何金融机构均可使用,而非仅限于特定利益集团。这种表述试图在叙事上模糊公链与联盟链的边界。

第三方观点:质疑与观望

行业从业者对 GCUL 的定位提出了不同看法:

  • BODL Ventures 合伙人刘锋认为,GCUL 更符合「联盟链」特征,与去中心化、无需许可的公链存在本质区别。

  • Dragonfly 合伙人 Omar 表示,此前谷歌对 GCUL 的表述较为模糊,如今团队明显倾向于将其包装为「Layer1」,但实际技术细节尚未完全公开。

  • Helius CEO Mert 指出,GCUL 目前仍是「私有且需许可」的系统,与公链的开放模型不同。

尽管存在质疑,也有观点认为 GCUL 可能代表一种「渐进式创新」。例如,谷歌与 CME 集团的合作试点显示,机构对分布式账本技术在结算、抵押品管理等场景的应用存在需求。GCUL 若能整合谷歌的技术能力和金融合规经验,或许能在传统金融与区块链之间找到一条实用化路径。

免责声明:本文基于公开信息分析,GCUL 的具体技术架构和运营模式仍需以谷歌官方后续披露为准。

Bacaan Terkait

Emas, Mata Uang Fiat, Bitcoin: Siapa yang Akan Mendominasi Keuangan Global dalam 10 Tahun ke Depan?

Pada tahun 2026, dunia bergerak menuju era multipolar, mengakhiri periode langka dominasi tunggal AS sejak 1991. Pergeseran kekuatan ini mendorong multipolaritas moneter. Sejarah menunjukkan emas sebagai penyimpan nilai universal, tetapi keterbatasan kecepatannya di era digital menjadi tantangan. Dolar AS, sebagai mata uang cadangan utama, menghadapi dilema Triffin—defisit berkelanjutan yang melemahkan kepercayaan. Tiga pilihan muncul untuk sistem moneter masa depan: pertama, emas, aset nyata yang aman dari pembekuan atau peretasan; kedua, diversifikasi ke beberapa mata uang fiat utama; dan ketiga, Bitcoin—buku besar terdesentralisasi yang menawarkan penyelesaian cepat tanpa perantara. Namun, Bitcoin menghadapi tantangan dalam keamanan jangka panjang, efek jaringan, dan volatilitas selama adopsi. Masa depannya bergantung pada apakah cukup banyak orang yang menghargai kedaulatan finansial dan kebebasan tanpa izin yang ditawarkannya. Pada 2036, penulis percaya emas dan mata uang fiat besar akan tetap digunakan secara luas. Kesuksesan Bitcoin akan ditentukan oleh kemampuannya mempertahankan desentralisasi dan keamanan, serta oleh kesediaan masyarakat global untuk mengadopsi prinsip-prinsip finansial barunya. Tantangan terbesarnya bukanlah pemerintah atau teknologi, tetapi keinginan dan kesiapan umat manusia sendiri untuk memilih dan mempertahankan kebebasan finansial.

marsbit24m yang lalu

Emas, Mata Uang Fiat, Bitcoin: Siapa yang Akan Mendominasi Keuangan Global dalam 10 Tahun ke Depan?

marsbit24m yang lalu

Sentimen Konsumen Menyentuh Titik Terendah, Korelasi Makro Ambruk, Berapa Lama Lagi Pesta Sendirian Saham AS Dapat Bertahan?

Saham AS terus mencetak rekor tertinggi baru, didorong oleh kenaikan tajam di sektor semikonduktor dan AI, sementara sentimen konsumen justru berada di posisi terendah sejarah. Pasar saham menunjukkan perpecahan yang langka: indeks utama naik, namun korelasi tradisional dengan aset makro seperti suku bunga, emas, VIX, dan minyak telah runtuh ke tingkat ekstrem yang jarang terjadi dalam 20 tahun terakhir. Perputaran uang terjadi dalam tema AI, dengan dana berpindah dari raksasa seperti Nvidia ke arah perdagangan yang lebih spekulatif seperti chip memori, yang ditunjukkan oleh kinerja kuat DRAM ETF. Pasar opsi juga menunjukkan sinyal ekstrem dengan arus Delta negatif, menunjukkan pergerakan harga semakin didorong oleh struktur perdagangan opsi dan penekanan posisi (crowding), bukan ekspansi apetite risiko biasa. Meski data ekonomi AS secara umum masih "lebih kuat dari perkiraan" dan stimulus fiskal mendukung arus kas rumah tangga, terdapat perbedaan antara apa yang "dirasakan" dan "dilakukan" konsumen. Sentimen investor (AAII) juga tetap pesimistik meski indeks naik. Analis Goldman Sachs memperingatkan bahwa rally ini menghadapi tiga kendala utama: volatilitas harga minyak mentah, kepadatan posisi yang ekstrem di semikonduktor, dan kegagalan korelasi makro yang mengurangi stabilitas model investasi. Kenaikan indeks mungkin berlanjut dalam waktu dekat karena momentum, tetapi stabilitasnya menurun. Keberlanjutan rally bergantung pada apakah logika perdagangan saat ini—didorong oleh penurunan premi risiko geopolitik, imbal hasil obligasi yang lebih rendah, momentum AI/semikonduktor, dan penekanan posisi—akan menghadapi tekanan dari kenaikan minyak, kenaikan suku bunga, atau penurunan momentum semikonduktor.

marsbit25m yang lalu

Sentimen Konsumen Menyentuh Titik Terendah, Korelasi Makro Ambruk, Berapa Lama Lagi Pesta Sendirian Saham AS Dapat Bertahan?

marsbit25m yang lalu

Jatuh di Bawah 75 Ribu, Apakah Bitcoin Akan Menghadapi Penurunan Terakhir?

Penulis: Ma He, Foresight News. Pada 28 Mei, harga Bitcoin akhirnya jatuh setelah berulang kali berjuang di level $75.000, kini meluncur ke kisaran $74.000. ETH berosilasi di sekitar $2.000. Aset kripto lain seperti NEAR, WLD, dan ONDO juga mengalami koreksi. Indeks ketakutan pasar turun ke 34, menandakan sentimen panik. Dalam 24 jam terakhir, likuidasi kontrak berjangka mencapai $470 juta, dengan $420 juta berasal dari posisi long. Bitcoin telah berosilasi selama beberapa minggu di kisaran $75.000-$80.000, gagal mempertahankan percobaan breakout di atas $78.000. Dalam 30 hari terakhir, BTC turun 3,5%, ETH turun ~12%. Risiko geopolitik Timur Tengah, khususnya ketegangan AS-Iran terkait Selat Hormuz, mendorong volatilitas minyak dan menekan aset berisiko. Bitcoin saat ini lebih menunjukkan atribut aset berisiko daripada 'emas digital', dengan aliran keluar dari pasar kripto. ETF Bitcoin spot AS mengalami arus keluar bersih yang konsisten sejak awal Mei, mencerminkan pengambilan keuntungan oleh lembaga. Arus keluar ETF Ethereum juga signifikan. Aliran dana mungkin dialihkan ke saham teknologi AI yang lebih kuat. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa aliran keluar ETF yang besar menunjukkan institusi mengambil keuntungan. $75.000-$76.000 adalah level kunci untuk BTC; jika bertahan, bisa menantang $80.000, jika tidak, bisa meluncur ke $70.000-$72.000. Data on-chain menunjukkan aktivitas perdagangan jangka pendek berada pada level terendah sejarah, mirip dengan dasar pasar bearish, menunjukkan fase akumulasi atau potensi 'penurunan terakhir'. Disarankan untuk menggunakan strategi diversifikasi portofolio.

marsbit50m yang lalu

Jatuh di Bawah 75 Ribu, Apakah Bitcoin Akan Menghadapi Penurunan Terakhir?

marsbit50m yang lalu

Peringatan dari Ahli Audit Terkemuka: Semua DeFi Tidak Aman, Segera Tarik Dana!

**Peringatan Auditor DeFi: Semua Platform DeFi Tidak Aman, Segera Tarik Dana!** Manuel Aráoz, pendiri OpenZeppelin (perusahaan audit keamanan terkemuka di industri DeFi), baru-baru ini memperingatkan bahwa **semua DeFi kini tidak aman**. Ia bahkan telah menyarankan keluarga dan teman-temannya untuk menarik dana dari protokol-protokol besar seperti Aave, MakerDAO, dan Compound. Peringatan ini didasari oleh kekhawatiran mendalam terhadap **kemampuan AI (Artificial Intelligence)**. AI Coding Agent kini dapat mengenali dan mengeksploitasi kerentanan dalam kontrak pintar dengan kecepatan eksponensial. Yang dulu memerlukan waktu mingguan bagi peretas untuk menemukan celah, kini bisa dilakukan AI dalam hitungan menit. Sifat transparan DeFi, yang dulunya merupakan keunggulan, kini justru menjadi bahan pelatihan ideal bagi para penyerang. Realitasnya pun mengkhawatirkan. **April dan Mei 2024 menjadi bulan yang kelam bagi keamanan DeFi**, dengan serangkaian peretasan besar: - Drift Protocol: $280 juta (1 April) - Kelp DAO: $292 juta (19 April) - THORChain: >$10 juta (15 Mei) - Verus Bridge: ~$11,58 juta (18 Mei) - Echo Protocol: $76,7 juta (19 Mei) dan masih banyak lagi, menunjukkan kerentanan dari kode on-chain hingga manajemen off-chain. AI telah menjadi "senjata pamungkas" bagi peretas. Ia dapat melakukan pemindaian celah keamanan dalam hitungan detik, menghasilkan skrip serangan otomatis, dan bahkan mengoordinasi serangan phishing atau memantau kebocoran informasi tim pengembang secara real-time. Di sisi lain, proses pertahanan DeFi (seperti audit, voting governance, konfirmasi multi-signature) terlalu lambat untuk merespons serangan secepat ini. Ancaman akan semakin besar dengan hadirnya model AI seperti **Mythos dari Anthropic**, yang dikabarkan sangat mahir menemukan *zero-day漏洞* (celah keamanan yang belum diketahui) namun tidak dirilis publik karena kekhawatiran disalahgunakan. Intinya, **rasio risiko-imbalan DeFi sudah tidak seimbang**. Pengguna mempertaruhkan 100% modalnya untuk potensi imbal hasil tahunan yang kini seringkali hanya berkisar satu digit (misal 5%). Risiko kehilangan seluruh dana dalam hitungan menit akibat peretasan jauh lebih besar dibanding imbal hasil yang ditawarkan. Oleh karena itu, bagi pengguna yang tidak siap menanggung risiko kehilangan total, **menarik dana dan mengamankan aset mungkin merupakan pilihan paling bijaksana saat ini.**

marsbit1j yang lalu

Peringatan dari Ahli Audit Terkemuka: Semua DeFi Tidak Aman, Segera Tarik Dana!

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片