Платформа Hyperliquid лидирует среди всех DEX по сумме месячных комиссией

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-15Terakhir diperbarui pada 2025-08-15

Согласно данным аналитиков из компании CryptoDiffer на 12 августа 2025 года, торгоая площадка Hyperliquid стала лидером среди децентрализованных бирж (DEX) по месячной выручке. Данный сервис заработал для своих разработчиков $93,5 млн за последние 30 дней при рыночной капитализации в размере $14,3 млрд.

На втором месте оказалась малоизвестная децентрализованная платформа Axiom Trade с выручкой $53,8 млн. Данные по ее капитализации отсутствуют, так как разработчики стартапа еще не выпускали собственную нативную криптовалюту. Наконец, замыкает тройку известная площадка PancakeSwap с $35,3 млн и рыночной оценкой $935 млн.

Исследователи отрасли также отметили, что в топ-10 вошли: платформа Raydium на базе Solana ($15,1 млн, $813 млн), Aerodrome ($13,9 млн, $959 млн), Meteora ($5,3 млн, нет данных), Uniswap ($4 млн, $6,59 млрд), Blackhole ($3,3 млн, $72,2 млн), PumpSwap ($3,2 млн, $1,22 млрд) и Jupiter ($2,8 млн, $1,51 млрд).

Диапазон выручки среди участников рейтинга колеблется от $2,8 млн до $93,5 млн, что демонстрирует высокую концентрацию доходов у лидеров рынка. Аналитики рынка отметили рост популярность децентрализованных торговых платформ среди пользователей криптовалют.

В этом году все больше юзеров обращаются к услугам именно таких сервисов, игнорируя централизованные площадки (CEX). Такое положение дел обусловлено тем, что многие держатели цифровых валют не хотят доверять свои активы третьим лицам. Эксперты отмечают, что люди предпочитают самостоятельное хранение криптовалют.

Кроме того, сектор децентрализованных финансов (DeFi) стремительно развивается в 2025 году. Многие прогнозируют, что все больше пользователей будут переходить с CEX на DEX-платформы, и использовать универсальные площадки для получения дополнительной доходности. Подобные сервисы займут большую долю рынка уже к 2028-2030 годам. Следовательно, их прибыль от комиссий также будет расти.

Bacaan Terkait

Indikator Fundamental Kripto Kembali Lebih Penting daripada Peringkat Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

**Fundamental Aset Kripto Kembali Menjadi Lebih Penting daripada Peringkat Berdasarkan Kapitalisasi Pasar** Investor kini semakin menggunakan indikator fundamental sebagai filter utama dalam menilai aset kripto, bukan hanya mengandalkan peringkat kapitalisasi pasar. Mereka mempertimbangkan pendapatan protokol, penggunaan aktual, ekonomi token (tokenomics), serta kemampuan proyek mempertahankan nilai yang diciptakan. Praktisi pasar mencatat pergeseran dari penilaian berdasarkan "semakin tinggi peringkat, semakin aman" menuju analisis mendalam terhadap pengguna, biaya, permintaan berkelanjutan, dan model penangkapan nilai. Analisis fundamental cocok untuk investasi jangka menengah dan panjang, sementara analisis teknis lebih untuk perdagangan jangka pendek. Metrik kunci yang diperiksa mencakup: * Tim pengembang dan teknologi. * Tokenomics: distribusi, insentif, dan permintaan. * Aktivitas pengguna yang membayar biaya dan pendapatan. * Model ekonomi yang berkelanjutan. * Persaingan dan kemitraan. Meski derivatif seperti futures perpetual masih mempengaruhi harga harian, aliran institusional yang tumbuh berfokus pada aset dengan fundamental kuat dan aliran pendapatan yang dapat diverifikasi. Contohnya, token seperti **$HYPE (Hyperliquid)** dinilai berdasarkan aktivitas perdagangan dan pendapatan platformnya, sementara **Arbitrum** dianalisis melalui volume transaksi dan pembagian pendapatan. Bitcoin dipandang sebagai aset makro tersendiri, sementara aset lain seperti Ethereum dan proyek di luarnya akan menjalani pemeriksaan ketat terhadap model ekonomi dan pengguna riil mereka. Tren ini menandakan matangnya industri, di mana modal lebih menghargai ekonomi yang terverifikasi dan nilai jangka panjang daripada sekadar narasi atau peringkat.

cryptonews.ru37m yang lalu

Indikator Fundamental Kripto Kembali Lebih Penting daripada Peringkat Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

cryptonews.ru37m yang lalu

Roman Storm Tuduh Google dan OpenAI Terkait Putusan Departemen Kehakiman AS dalam Kasus Kripto

Roman Storm, pendiri protokol anonimisasi kripto Tornado Cash, telah menuduh Google dan OpenAI berkontribusi pada program nuklir Korea Utara. Tuduhan ini dilontarkan setelah ia dinyatakan bersalah oleh Kementerian Kehakiman AS atas konspirasi melakukan kegiatan transfer uang tanpa izin. Storm menegaskan bahwa investigasi terhadap ahli TI Korea Utara mengungkap penggunaan ChatGPT untuk penulisan kode dan teks, serta Google Gemini untuk pemalsuan dokumen. Ia berargumen bahwa jika logika hukum yang sama diterapkan pada kasusnya—di mana pengembang dianggap bertanggung jawab atas penyalahgunaan alat netral yang mereka buat—maka Google dan OpenAI juga seharusnya dipersalahkan atas tindakan para peretas tersebut. "Jika logika ini absurd untuk Google dan OpenAI, maka itu juga absurd untuk Roman Storm. Yang harus dituntut adalah pelaku kejahatan, bukan pembuat alatnya. Menulis kode bukanlah kejahatan," tegas Storm di media sosial. Ia menyerukan konsistensi: agar karyawan Google dan OpenAI juga menghadapi tuntutan pidana berdasarkan logika yang sama. Putusan dalam kasus Storm menciptakan preseden hukum berisiko bagi pengembang perangkat lunak di AS, yang dapat dituntut atas kode yang disalahgunakan. Sementara RUU CLARITY Act berupaya memberikan perlindungan hukum bagi pengembang, peluang disahkannya tetap rendah karena isu politik dan mendekatnya pemilu.

cryptonews.ru2j yang lalu

Roman Storm Tuduh Google dan OpenAI Terkait Putusan Departemen Kehakiman AS dalam Kasus Kripto

cryptonews.ru2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片