FUD组合拳难改牛市根基:美联储降息倒计时,加密市场已到黄金坑底?

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2025-08-05Terakhir diperbarui pada 2025-08-05

原文作者:TRACER

编译 | Odaily 星球日报(@OdailyChina);译者 | Ethan(@ethanzhang_web3

编者按:8 月开局,加密市场再迎剧烈波动:比特币短线走弱,山寨币普遍回调 20%-30%,单日清算额超 15 亿美元。而这背后的主要推手,被指向特朗普。从新关税政策、地缘摩擦升级,到宏观数据反转与美联储按兵不动,市场再度被 FUD 情绪笼罩。与此同时,“特朗普秘密抛售加密资产”的传闻也加剧了市场恐慌,引发新一轮连锁反应。在本文中,作者通过拆解宏观数据与资金流向,提出一个不同于主流的判断:短期回调或是长线布局的机会,而真正的“第二波牛市”,或许已在酝酿之中。

另注,文中观点带有明确立场,并非投资建议。Odaily 星球日报提醒读者,理性参考分析内容,结合自身情况审慎决策。

原文内容

市场乐观情绪消散,调整悄然来临​,比特币自历史高位回落 9%,山寨币普遍回调 20%-30%​​。

八月初,市场突遭猛烈抛压,单日清算规模逾 15 亿美元。​核心问题在于:本轮下跌的诱因是否严峻?我们又该如何应对?​

此次回调的核心触发点在于美国总统特朗普的最新动向​:

  • 新关税政策提议;
  • 地缘政治不确定性升级;
  • 宏观经济数据矛盾重重。

首先,聚焦于那令人疲惫的“新关税提案”。​​超过 66 个国家被列入潜在加征关税名单——套路依旧。每一次都仿佛“老剧本重演”,甚至给人以“操纵市场”之感。

然而,美国政府显然不会仅仅为了这些关税而冒经济衰退之险。

这种操作引发的市场回调,​我们已屡见不鲜。散户投资者常将此类消息视为重大利空,​反应过度

回想一下,类似关税威胁已宣布过多少次?而市场又在之后多少次创下新高?

因此,不必为此过度担忧,​这已是老生常谈

除了关税,近期突增的地缘政治风险也加剧了不安。导火索是:​美国宣布在俄罗斯附近部署两艘核潜艇。这令人担忧吗?​的确如此

但冷静思考:真有人认为 2025 年会爆发核战争吗?这更可能是一种“施压手段”,意在推动谈判进程

然而,真正让美国经济决策者(如美联储)头疼的,是混乱的劳动力市场宏观数据

市场此前押注的“美联储政策转向”(降息)​预期落空

更为关键的是,5-6 月的非农就业数据(NFP)大幅下修近 10 倍,​这严重动摇了市场对整体宏观数据可靠性的信心

最终,多重因素形成一股强大的“组合拳”​​:

  • 利率持续高企;
  • 经济降温迹象日益增多。

这些因素叠加,​导致机构投资者需求在本周显著萎缩。比特币现货 ETF更是首次录得净流出

那么,我对后市的判断如何?​

当前我的观点建立在对宏观压力持续累积的认知基础上。目前尚无主要经济体能够创造足够的信贷增长以支撑 GDP 持续扩张

我设定的关键支撑位是:比特币 110,000 美元,以太坊 3,200 美元。​

我预计至9 月,美联储将别无选择,被迫启动降息以重新刺激市场​:

  • 通胀数据已显著回落;
  • 就业市场正在承压;
  • 鲍威尔似乎有意拖延降息决策。

当时间点临近时,市场有望再次开启上涨趋势

历史规律显示,每一次类似的 FUD(恐惧、不确定性、疑虑)过后,市场都会迎来强势反弹

参考 M 2 货币供应量与比特币价格的关联图表,结论明确:​市场趋势追随流动性,而全球流动性环境整体仍趋于宽松

因此,当前的震荡本质上仍是一场 FUD 叠加的全球市场博弈

展望秋季,伴随降息周期开启,我预计主力资金将大规模回流,进而启动真正的“山寨币季”​

彼时,将是积极锁定利润的关键窗口期。

这正是我当前的布局方向。​

在本次调整中,我专注于三类资产持续积累:BTC、SOL 以及 ETH​

尤其看好 ETH 的技术潜力和基本面​,也注意到机构对其日益浓厚的兴趣。8 月 3 日,一个与 Shraplink 相关的钱包再度加仓价值 3600 万美元的 ETH,便是一例佐证。

总结而言,策略清晰:将当前波动视为累积头寸的机遇。​

市场格局正在演变,​如此低位的买入窗口期恐难长久。此刻正是分步建仓、储备筹码,静待十月至十二月行情的良机。

Bacaan Terkait

Asosiasi Blockchain Desak Senat Untuk Mengesahkan Undang-Undang CLARITY Dengan Surat Yang Didukung 160 Mantan Pejabat

Asosiasi Blockchain, kelompok advokasi terbesar di industri, mendesak kepemimpinan Senat AS untuk melangkah maju dalam RUU CLARITY yang telah lama ditunggu. Desakan ini disampaikan dalam surat yang ditandatangani oleh 160 mantan profesional keamanan nasional, intelijen, dan penegak hukum. Mereka berargumen bahwa tanpa kerangka kerja federal yang jelas, aktivitas terkait kripto akan terus berpindah ke pasar luar negeri yang buram, menyulitkan penyelidik AS dalam memantau dan menindak kejahatan keuangan. RUU CLARITY bertujuan memperkuat kemampuan penegak hukum dengan kewajiban anti-pencucian uang yang lebih ketat, termasuk perluasan Undang-Undang Kerahasiaan Bank (BSA) dan persyaratan sanksi. RUU ini juga menekankan berbagi informasi antara Departemen Keuangan, DOJ, FBI, DEA, dan sektor swasta. Selain itu, RUU ini akan meningkatkan pengawasan atas kios aset digital dengan persyaratan pemantauan transaksi, pelaporan, batas transaksi, dan titik kontak penegak hukum khusus. Asosiasi Blockchain menegaskan bahwa langkah-langkah ini dirancang untuk meningkatkan visibilitas dan akuntabilitas, bukan mengurangi regulasi. Untuk mendukungnya, mereka akan mengadakan town hall virtual dengan partisipasi senator dan penasihat Gedung Putih. RUU ini telah melalui komite pertanian dan diharapkan mendapatkan suara penuh di Senat musim panas ini. Namun, jika disetujui Senat, RUU masih perlu didamaikan dengan versi yang telah disahkan DPR sebelumnya.

bitcoinist10m yang lalu

Asosiasi Blockchain Desak Senat Untuk Mengesahkan Undang-Undang CLARITY Dengan Surat Yang Didukung 160 Mantan Pejabat

bitcoinist10m yang lalu

Diblokir oleh Platform Sendiri, WeChat AI Turun Tangan Sendiri

Inti AI WeChat akhirnya diumumkan setelah insiden "pemblokiran sendiri". Pada 2 Juni, saham Tencent melonjak lebih dari 10% menyusul laporan bahwa WeChat sedang menyelesaikan pengujian AI Agent asli yang tertanam langsung di aplikasi. Entri interaksi direncanakan berupa geser ke kanan di layar utama untuk memunculkan jendela percakapan AI. Langkah ini didorong oleh ketertinggalan Tencent di pasar AI konsumen. "Yuanbao", asisten AI independen mereka, hanya memiliki 57 juta MAU pada Maret 2026, jauh di belakang Doubao (345 juta) dan Qianwen (166 juta). Titik balik terjadi ketika WeChat sendiri memblokir kampanye红包 Yuanbao pada Februari 2026 karena melanggar aturan platform, menyoroti konflik internal tentang penempatan AI. AI Agent WeChat bukan sekadar chatbot. Ia dirancang untuk mengeksekusi tugas secara langsung dengan memanfaatkan aset unik WeChat: jutaan *mini-program* dengan API terstandarisasi, sistem identitas & pembayaran terintegrasi (WeChat Pay), dan basis pengguna 1,4 milar. Ini memungkinkan eksekusi perintah alami seperti "pesan kopi" atau "buat janji dokter" dalam satu alur tertutup di dalam WeChat, mengisi celah kemampuan eksekusi pada produk AI Tencent lainnya. Tantangan utama meliputi: performa model dasar Hunyuan yang masih perlu dikejar, konsumsi daya komputasi yang masif untuk 1,4 milar pengguna, dan perluasan model insentif bagi pengembang *mini-program* yang aliran traffiknya mungkin berubah drastis. Masa depan AI Agent WeChat akan menentukan apakah ia dapat mendefinisikan ulang koneksi manusia-layanan di era AI, mempertahankan pengguna dalam ekosistemnya, dan mengubah platform dari "tempat pengguna mencari layanan" menjadi "sistem di mana AI menyelesaikan tugas".

marsbit58m yang lalu

Diblokir oleh Platform Sendiri, WeChat AI Turun Tangan Sendiri

marsbit58m yang lalu

Panduan Q3 Broadcom Lebih Rendah 1,2 Miliar Dolar dari Ekspektasi, Saham Anjlok >13% di Pasca-Perdagangan, Narasi AI "Mendingin"?

Penulis: Ada, Deep Wave TechFlow Pada tanggal 3 Juni waktu AS setelah jam pasar, Broadcom merilis kinerja Q2 FY2026. Secara keseluruhan, laporan kuartal ini mencetak rekor dengan pendapatan $22.19 miliar (naik 48% YoY) dan EPS disesuaikan $2.44, melampaui ekspektasi. Pendapatan semikonduktor AI mencapai $10.8 miliar, tumbuh 143% dan terus meningkat selama 13 kuartal berturut-turut. Namun, pedoman untuk Q3 menjadi sorotan utama. Meski total pendapatan diproyeksikan $29.4 miliar (di atas perkiraan analis $28.54 miliar), proyeksi pendapatan semikonduktor AI untuk Q3 hanya $16 miliar, lebih rendah sekitar 7% dari konsensus ekspektasi analis sebesar $17.2 miliar. CEO Hock Tan juga tidak menaikkan panduan pendapatan AI untuk tahun fiskal 2026, yang tetap pada lebih dari $100 miliar. Perbedaan ini memicu reaksi tajam di pasar. Saham AVGO anjlok lebih dari 13% dalam perdagangan setelah jam pasar, menghapus kapitalisasi pasar sekitar $270 miliar. CEO juga mengindikasikan bahwa proporsi pendapatan jaringan AI, yang saat ini mendekati 40% dari pendapatan semikonduktor AI, diperkirakan akan menormalkan menjadi sekitar 30%, bukan tetap di level 40%. Pernyataan ini berpotensi memberi tekanan pada valuasi perusahaan modul optik China yang terkait dengan cerita jaringan AI. Efeknya meluas ke perusahaan lain seperti Marvell yang juga turun setelah jam pasar. Meskipun demikian, manajemen menegaskan permintaan chip AI tetap sangat kuat dan berulang kali menegaskan target pendapatan AI lebih dari $100 miliar untuk FY2027. Koreksi saat ini mungkin merupakan aksi ambil untung karena valuasi yang telah tinggi, bukan perubahan mendasar dalam narasi AI jangka panjang.

marsbit1j yang lalu

Panduan Q3 Broadcom Lebih Rendah 1,2 Miliar Dolar dari Ekspektasi, Saham Anjlok >13% di Pasca-Perdagangan, Narasi AI "Mendingin"?

marsbit1j yang lalu

Taktik Baru Wall Street: Posisi Short Yen Masih Ditambah, Tapi Kenaikan Saham Jepang Bukan Karena Penutupan Carry Trade

Pada 3 Juni, USD/JPY mencapai 160,44 (tertinggi sejak Juli 2024), sementara Nikkei 225 menembus 68.000 poin. Narasi pasar khawatir "carry trade akan runtuh seperti Agustus 2024". Namun, data menunjukkan cerita berbeda. Posisi bersih short spekulan untuk yen di pasar berjangka AS (CFTC) justru meningkat menjadi -114.667 kontrak per 26 Mei, menunjukkan spekulan masih menambah taruhan pada pelemahan yen, bukan melarikan diri. Jika Bank Jepang (BOJ) bersikap lebih hawkish atau data AS melemah, posisi short besar ini berisiko likuidasi paksa seperti tahun 2024. Meski Kementerian Keuangan Jepang melakukan intervensi terbesar dalam sejarah (11,73 triliun yen) pada April-Mei 2026 untuk mendukung yen, USD/JPY tetap menembus 160. Intervensi gagal sepenuhnya menahan level psikologis tersebut. Kenaikan Nikkei 225 didorong bukan oleh pelarian dana carry trade, melainkan oleh masuknya modal asing yang aktif mengejar tema AI dan semikonduktor. Investor asing telah membeli saham Jepang bersih selama 8 minggu berturut-turut (hingga 23 Mei), dengan pembelian tahunan mendekati 11,7 triliun yen—15,8 kali lipat dari periode sama 2025. Saham seperti SoftBank dan Socionext melonjak. BOJ telah menaikkan suku bunga secara bertahap, dari -0,1% menjadi 0,75% (tertinggi sejak 1995). Namun, berbeda dengan kenaikan Juli 2024 yang memicu crash pasar, kenaikan 2025 justru bertepatan dengan rally saham. Ini karena logika beli asing beralih ke AI, bukan lagi bergantung pada biaya pinjaman yen rendah. Hubungan ini bisa berubah jika BOJ menaikkan suku bunga lebih agresif (misalnya ke 1,0%) bersamaan dengan melemahnya dolar AS. Kesimpulannya, ketiga fakta ini bisa terjadi bersamaan: posisi short yen masih padat, intervensi terbesar gagal tahan level 160, dan rally saham Jepang didorong modal asing yang mengejar AI—tidak saling bertentangan, dan masing-masing tidak bisa secara sendiri memprediksi langkah selanjutnya.

marsbit1j yang lalu

Taktik Baru Wall Street: Posisi Short Yen Masih Ditambah, Tapi Kenaikan Saham Jepang Bukan Karena Penutupan Carry Trade

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片