Bombie Down 90% Ahead of Token Burn, Hopeful Players Stake $4M in Sequel Game

ccn.comDipublikasikan tanggal 2025-07-10Terakhir diperbarui pada 2025-07-10

Key Takeaways
  • The BOMB token is down 90% since its launch in mid-June.
  • Over 50% of BOMB’s market cap is locked up in Capybobo staking.
  • Capybobo is promising a Q3 2025 airdrop to its 700,000 monthly players.

Bombie’s troubled airdrop has shredded investor and player confidence. The token has officially lost over 90% of its value since launching a month ago.

Now, over $4 million in BOMB tokens are locked up in the game’s sequel, which also promises an airdrop for the most dedicated of players who stake their BOMB tokens in-game.

Bombie Burns

As per the latest update from Bombie, players have until July 17, 2025, 10:00 UTC to claim their airdrop tokens before they are all burned.

The news comes in tandem with a staking update , which reveals that 5.07 billion BOMB tokens worth roughly $4.05 million are currently staked in the Bombie ‘sequel’, Capybobo (formerly CapyBomb).

In hopes of restoring player faith and rebuilding its reputation, Bombie has committed to “relaunching” the Bombie token/brand.

So far, this appears to be coming in the form of token burns and heightened transparency, as well as giveaways for BOMB stakers in the form of Tether (USDT).

It’s seen as a paltry offering to paying players who recorded over 90% in losses and spent 11 months playing the game.

Many are still calling for Bombie Foundation frontman, COO Barry Lau, to be investigated by authorities for what many believe was a massive fraud on his part.

BOMB Token Bombs

According to data on CoinMarketCap, the BOMB token is trading down 90% at a meager $0.0007955 since launching a month ago.

Initially, the token launched around the $0.004 mark, but a catastrophic airdrop rollout wrecked player and investor trust, which spurred a mass exodus of players and investors.

BOMB now carries a market cap of $7.14 million, half staked in Capybobo. At present, Capybobo is drawing just over 773,000 monthly users,

For now, Capybobo continues to launch new features and updates. But really, all eyes are on the airdrop promised.

Was this Article helpful? Yes No

Bacaan Terkait

Jepang Naikkan Suku Bunga, Mengapa Seluruh Dunia Merasa Cemas?

Bank sentral Jepang menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 1% pada Juni 2026, tingkat pertama kali dalam 1% sejak 1995. Meski angka ini masih rendah dibandingkan AS dan Eropa, kenaikan ini sangat diperhatikan pasar global karena menandai perubahan mendasar dari kebijakan suku bunga ultra-rendah yang berlangsung selama tiga dekade. Inti kekhawatiran global terletak pada peran Jepang sebagai "pusat pendanaan berbiaya terendah global." Selama lebih dari 20 tahun, investor internasional meminjam yen dengan biaya hampir nol untuk berinvestasi di aset berimbal hasil tinggi di seluruh dunia (saham AS, obligasi emerging market, dll.), menciptakan "carry trade" yen. Praktik ini menjadi sumber likuiditas murah penting yang mendorong kenaikan harga aset global. Kini, kenaikan suku bunga Jepang mengancam logika fundamental ini. Biaya pinjaman yen yang meningkat memaksa investor global mengevaluasi ulang dan berpotensi mengurangi posisi leverage mereka, yang dapat memicu kontraksi likuiditas dan volatilitas di pasar keuangan global. Pasar tidak terlalu khawatir dengan level bunga 1%, tetapi lebih pada perubahan tren dan runtuhnya konsensus bahwa "Jepang akan selamanya menyediakan uang murah." Faktor pendorong kenaikan suku bunga antara lain: inflasi yang bertahan di atas target 2%, kenaikan upah berkelanjutan ("siklus positif upah-inflasi"), dan tekanan pada yen yang melemah. Namun, arah akhir aliran modal global tetap akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan The Fed AS. Jika AS mulai menurunkan suku bunga sementara Jepang menaikkan, penyempitan selisih suku bunga AS-Jepang dapat berdampak lebih besar pada pasar.

marsbit1j yang lalu

Jepang Naikkan Suku Bunga, Mengapa Seluruh Dunia Merasa Cemas?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片