Expert Shuts Down XRP Lawsuit Delay Rumors: ‘2026 Not Happening’

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-06-23Terakhir diperbarui pada 2025-06-23

Abstrak

Talk of the US Securities and Exchange Commission’s long-running enforcement action against Ripple Labs dragging on into 2026 flashed across...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Talk of the US Securities and Exchange Commission’s long-running enforcement action against Ripple Labs dragging on into 2026 flashed across X over the weekend, after the pseudonymous trader “Altcoin Bale” warned followers that “SEC v XRP final decision could be delayed until late 2026” — a claim that ricocheted through crypto-X in minutes.

Within hours, Australian solicitor and veteran XRP commentator Bill Morgan counter-punched. “This is not on the cards unless Judge Torres rules against the latest joint motion and rather that make the common sense decision to live with the summary judgement decision and the current penalty and permanent injunction, the settlement process breaks down completely and both parties run their appeals. An improbable outcome.”

XRP Lawsuit: Why 2026 Is A Stretch

Morgan’s confidence rests on hard procedural facts. On 13 June Ripple and the SEC filed a joint Rule 60(b)/62.1 motion asking Judge Analisa Torres to dissolve last year’s injunction and redistribute the $125 million civil penalty now sitting in escrow — $50 million would satisfy the SEC; the remaining $75 million would be returned to Ripple.

The filing also proposes that, if Torres signals she is inclined to grant it, both sides will seek a limited remand from the Second Circuit so the district court can enter a revised final judgment and terminate all appeals.
Critically, the Second Circuit has already paused those appeals and ordered the SEC to file a simple status report by 15 August 2025. That administrative date — now being mis-read as a litigation deadline, doesn’t mean the final decision will take until 2026.

Judge Torres’ July 2023 summary-judgment split the case, holding that institutional sales of XRP were unregistered securities offerings but programmatic exchange sales were not. After remedies briefing, she entered a $125 million penalty and a permanent injunction in August 2024. Both sides noticed appeals, but in March 2025 the SEC withdrew its challenge to the programmatic-sales ruling and signalling a broader retreat from crypto-first enforcement. The parties then began settlement talks that produced the current joint motion.

The renewed request goes further than the May version Torres rejected for procedural defects: it lays out “exceptional circumstances” — chiefly, the policy shift at the SEC and the parties’ mutual interest in ending the litigation — that courts require before modifying a final judgment under Rule 60(b)(6). If Torres issues the “indicative ruling” the motion seeks, the case would likely return to her docket on limited remand and close swiftly without full appellate briefing.

Morgan concedes that total settlement failure is “not impossible.” If Torres were to deny the joint motion and decline to dissolve the injunction, both sides would revive their cross-appeals. That procedural reset could indeed postpone a conclusive ruling into late 2026 — but only under that narrow, two-step scenario he deems “improbable”.

At press time, XRP traded at $1.99.

XRP price
XRP price, 1-day chart | Source: XRPUSDT on TradingView.com
Featured image created with DALL.E, chart from TradingView.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Jake Simmons has been a Bitcoin enthusiast since 2016. Ever since he heard about Bitcoin, he has been studying the topic every day and trying to share his knowledge with others. His goal is to contribute to Bitcoin's financial revolution, which will replace the fiat money system. Besides BTC and crypto, Jake studied Business Informatics at a university. After graduation in 2017, he has been working in the blockchain and crypto sector. You can follow Jake on Twitter at @realJakeSimmons.

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Dolar Kolateral: Bagaimana 'Lapisan Kedua Dolar' di Atas Stablecoin Terbentuk?

Kebanyakan orang berpikir stablecoin menggantikan fungsi Eurodolar, namun sebenarnya mereka hanya mengganti beberapa fungsi dalam sistem yang ada, terutama saldo dolar untuk operasional dan penyelesaian sehari-hari. Pertanyaan utama adalah: apa yang terjadi ketika perantara keuangan menciptakan klaim dolar baru di atas stablecoin? Artikel ini menjelaskan bagaimana saluran pembiayaan agunan baru ini bekerja. Stablecoin memperkenalkan klaim dolar pribadi yang ditokenisasi. Pengendalian agunan yang dapat diberlakukan membuka saluran kredit terjamin, tetapi tidak menciptakan klaim moneter. Peristiwa moneter sejati hanya terjadi ketika neraca lain membiayai, memperpanjang, atau menerima kewajiban atas token yang dikendalikan tersebut mendekati nilai nominal. "Agunan Dolar" bukanlah stablecoin itu sendiri. Ini adalah lapisan kewajiban kedua yang diciptakan oleh neraca lain terhadap saldo token yang dikendalikan, yang dibiayai dan dipertahankan mendekati nilai nominal. Elastisitas berasal dari neraca yang menerbitkan kewajiban atas token dan kesediaan pihak ketiga memperlakukan kewajiban itu sebagai aset bernilai dekat nominal, bahkan di bawah tekanan. Stablecoin terutama menggantikan fungsi deposit operasional lepas pantai. Namun, mereka tidak menggantikan kebutuhan akan "kapasitas neraca dolar" — kemampuan untuk mendapatkan pembiayaan, margin, lindung nilai, atau transformasi jatuh tempo. Saluran agunan menjadi penting secara sistemik hanya ketika klaim yang diciptakan di atas stablecoin memperoleh pembiayaan atau diterima mendekati nilai nominal oleh pihak lain. Tekanan dalam saluran agunan stablecoin bekerja secara berbeda. Yang gagal pertama adalah klaim lapisan kedua (janji penyedia likuiditas), bahkan jika token dasar (janji penerbit) masih solven. Penyesuaian margin, penjualan terpaksa, atau kehilangan pendanaan dapat memicu spiral di mana penurunan harga token dan peningkatan diskon saling memperkuat.

marsbit29m yang lalu

Dolar Kolateral: Bagaimana 'Lapisan Kedua Dolar' di Atas Stablecoin Terbentuk?

marsbit29m yang lalu

Dolar Jaminan: Bagaimana 'Lapisan Kedua Dolar' di Atas Stablecoin Terbentuk?

Stablecoin memperkenalkan klaim dolar pribadi yang ditokenisasi. Meskipun penerbit, aset cadangan, dan bank penyelesaian utama berada dalam yurisdiksi AS, peredaran dan penggunaannya sebagai jaminan dapat menjadi "lepas pantai" secara ekonomi. Tulisan ini menjelaskan bahwa stablecoin terutama menggantikan fungsi saldo dolar operasional dalam sistem lepas pantai yang ada. Namun, yang lebih penting adalah pembentukan "Dolar Jaminan" (Collateral Dollar) — lapisan klaim dolar kedua yang diciptakan di atas stablecoin. Ketika stablecoin digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman, itu membuka saluran kredit terjamin. Namun, peristiwa moneter sejati hanya terjadi ketika kewajiban (liabilitas) yang dikeluarkan terhadap token jaminan ini didanai, diperpanjang, atau diterima pada nilai mendekati pari oleh pihak ketiga. Inilah yang disebut Dolar Jaminan. Elastisitas sistem ini tidak berasal dari stablecoin itu sendiri, tetapi dari neraca keuangan yang bersedia membuka dan mempertahankan liabilitas lapisan kedua tersebut. Diskonto (haircut) mencerminkan jarak antara "kontrol efektif atas token" dan "kemampuan penukaran yang andal ke dolar bank". Tekanan dalam saluran jaminan ini bekerja secara terbalik dibanding sistem dolar lepas pantai tradisional. Kerapuhan muncul di lapisan kedua (klaim atas token) jauh sebelum ada penekan pada token dasar. Peningkatan diskonto dan pemberitahuan margin call dapat memicu lingkaran setan penjualan terpaksa dan kehilangan pendanaan. Kesimpulannya, Dolar Jaminan bukanlah stablecoin itu sendiri. Ia adalah liabilitas lapisan kedua yang dikeluarkan terhadap saldo token yang dikendalikan, yang didanai dan dipertahankan pada nilai mendekati pari oleh neraca keuangan lain. Ia hanya benar-benar ada jika klaim yang dibangun di atas stablecoin tersebut bertahan dari transisi "likuiditas token" ke "likuiditas dolar bank".

链捕手35m yang lalu

Dolar Jaminan: Bagaimana 'Lapisan Kedua Dolar' di Atas Stablecoin Terbentuk?

链捕手35m yang lalu

Jangan Tertipu Batas 12,5 Miliar: Tiga Kolam Dana Penjualan Koin Strategy Menyembunyikan Potensi Jualan Besar

**Strategi Buka Tiga Kolam Dana Penjualan Bitcoin, Potensi Pelepasan Jauh Melebihi Batas $12.5 Miliar** Strategi baru-baru ini menjual 3.588 BTC (senilai ~$216 juta) untuk membayar dividen token STRC dan mengisi kembali cadangan dolar. Yang penting, penjualan ini **tidak mengurangi** kuota $12.5 miliar yang terkenal untuk "membangun cadangan". Rencana monetisasi Bitcoin perusahaan mengizinkan penjualan untuk tiga tujuan: 1. **Membangun Cadangan**: Maksimal $12.5 miliar. 2. **Menutup Biaya Terkait Saham Preferen** (seperti dividen, bunga): **Tidak ada batas** yang ditetapkan. 3. **Dana Buyback Saham**: Hingga $10 miliar untuk saham preferen dan $10 miliar untuk saham biasa MSTR. Hanya kategori pertama yang dibatasi $12.5 miliar. Dua jalur lainnya berpotensi melepaskan Bitcoin senilai **lebih dari $30 miliar**, bahkan sebelum termasuk kategori kedua yang tidak terbatas. Perbedaan antara "membangun" dan "mengisi kembali" cadangan lebih pada akuntansi daripada substansi. Keduanya pada akhirnya mengubah Bitcoin menjadi tunai untuk membayar kewajiban. Strategi memanfaatkan perbedaan terminologi ini untuk menjaga kuota $12.5 miliar tetap "utuh" secara teknis. Perubahan ini menandai pergeseran Strategi dari sekadar *hodler* Bitcoin pasif menjadi **manajer modal aktif**, mirip dana lindung nilai. Bitcoin kini menjadi alat leverage keuangan untuk menyeimbangkan berbagai tekanan dalam struktur modalnya yang kompleks (saham biasa, saham preferen, utang, cadangan). Investor perlu menyadari bahwa risiko baru muncul: setiap tindakan (menjual BTC, membayar dividen, buyback) menguntungkan satu bagian dari struktur modal tetapi berpotensi merugikan bagian lainnya. Batas pelepasan Bitcoin Strategi jauh lebih besar dari yang dipahami secara umum. Bertaruh pada Strategi kini adalah bertaruh pada kemampuan manajemen modal aktifnya yang rumit.

Foresight News51m yang lalu

Jangan Tertipu Batas 12,5 Miliar: Tiga Kolam Dana Penjualan Koin Strategy Menyembunyikan Potensi Jualan Besar

Foresight News51m yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Apa Itu XRP 2.0

XRP 2.0: Sebuah Frontier Baru dalam Lanskap Cryptocurrency Pengenalan XRP 2.0 Dalam dunia cryptocurrency yang terus berkembang, proyek baru terus muncul, bersaing untuk mendapatkan perhatian dan adopsi. Salah satu inisiatif menjanjikan adalah XRP 2.0, sebuah proyek cryptocurrency baru yang dirancang untuk memanfaatkan teknologi blockchain yang canggih dan metodologi enkripsi yang kuat. Meskipun namanya memiliki kesamaan dengan XRP dari Ripple, penting untuk dicatat bahwa XRP 2.0 beroperasi secara independen, dengan fokus pada peningkatan keamanan transaksi, privasi, dan skalabilitas. Seiring dengan semakin banyaknya solusi terdesentralisasi yang diadopsi oleh lanskap keuangan digital, XRP 2.0 bertujuan untuk berkontribusi secara bermakna pada web3 dan ekspansi keseluruhan proyek crypto. Apa itu XRP 2.0? Pada dasarnya, XRP 2.0 adalah proyek cryptocurrency yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem mata uang digital yang aman dan terdesentralisasi. Teknologi dasarnya mengintegrasikan prinsip blockchain yang canggih dengan teknik enkripsi mutakhir. Tujuan utama dari XRP 2.0 adalah untuk menetapkan dirinya sebagai platform yang dapat diandalkan dan efisien yang memungkinkan eksekusi transaksi yang cepat sambil memprioritaskan perlindungan privasi yang lebih baik untuk para penggunanya. Proyek ini dipromosikan sebagai solusi untuk berbagai keterbatasan yang dihadapi oleh cryptocurrency yang ada, dengan mengusulkan sistem yang dapat menangani volume transaksi yang lebih tinggi dengan kecepatan dan privasi yang ditingkatkan. Fleksibilitas ini menjadikan XRP 2.0 sebagai pesaing yang signifikan di pasar yang dipenuhi dengan berbagai mata uang digital. Siapa Pencipta XRP 2.0? Identitas pencipta di balik XRP 2.0 tercatat sebagai ‘Wilbur.’ Namun, rincian komprehensif mengenai Wilbur atau entitas terkait mereka masih sulit ditemukan. Anonimitas banyak pencipta cryptocurrency bukanlah fenomena yang tidak umum dalam industri, sering kali dirancang untuk mempertahankan tingkat privasi dan keamanan. Siapa Investor XRP 2.0? Saat ini, informasi spesifik terkait yayasan investasi atau organisasi yang mendukung XRP 2.0 tidak tersedia untuk publik. Dalam sektor cryptocurrency, dukungan oleh investor terkemuka dapat secara signifikan mempengaruhi kredibilitas dan keberhasilan sebuah proyek, namun transparansi mengenai pendukung finansial XRP 2.0 belum ditetapkan. Bagaimana Cara Kerja XRP 2.0? XRP 2.0 menonjol dengan menerapkan kombinasi teknologi blockchain dan algoritma enkripsi canggih yang memastikan transaksi yang aman dan terdesentralisasi. Struktur inovatifnya mencakup fitur unik yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dan memperluas fungsi di luar transaksi cryptocurrency konvensional. Di antara fitur-fitur ini, XRP 2.0 mengintegrasikan kemampuan yang ditenagai oleh AI, seperti fungsi teks-ke-gambar dan teks-ke-suara. Penambahan ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman interaktif bagi pengguna, mendorong penerapan yang lebih luas di berbagai sektor. Dengan menjembatani kemajuan teknologi dengan desain yang berorientasi pada pengguna, XRP 2.0 bertujuan untuk menarik perhatian berbagai individu dan perusahaan yang ingin mengintegrasikan solusi cryptocurrency ke dalam kerangka operasional mereka. Garis Waktu XRP 2.0 Memahami XRP 2.0 memerlukan pemeriksaan tonggak yang telah mendefinisikan perjalanannya sejauh ini: 23 Juli 2023: XRP 2.0 diperkenalkan sebagai proyek cryptocurrency baru, bertujuan untuk merevolusi kemampuan transaksi yang aman dan terdesentralisasi di bidang blockchain. 8 September 2023: Peluncuran proyek lain, XRP20, terjadi, menandai munculnya token ERC-20 di blockchain Ethereum yang tidak terkait dengan XRP 2.0. 13 November 2023: XRP Ledger mengalami pembaruan signifikan dengan rilis perangkat lunak server rippled versi 2.0.0. Penting untuk dicatat bahwa perkembangan ini tidak terhubung dengan proyek cryptocurrency XRP 2.0. Poin Kunci Tentang XRP 2.0 Untuk mengekstrak esensi dari XRP 2.0, beberapa faktor kritis muncul: Fitur Unik: Penyertaan fitur seperti teks-ke-gambar dan teks-ke-suara yang ditenagai AI semakin memperluas aplikasi potensial XRP 2.0. Teknologi Blockchain: Kerangka kerja menggunakan mekanisme blockchain canggih dan protokol enkripsi, memastikan lingkungan yang aman dan terdesentralisasi untuk transaksi. Skalabilitas dan Privasi: XRP 2.0 memprioritaskan perlindungan privasi yang lebih baik dalam proses transaksi dan skalabilitas yang diperlukan untuk mengakomodasi basis pengguna yang berkembang. Tidak Terafiliasi dengan Ripple: Penting untuk dicatat, meskipun namanya, XRP 2.0 tidak memiliki kesetiaan atau kolaborasi dengan XRP dari Ripple, membedakan kerangka operasi dan tujuannya dalam ekosistem cryptocurrency. Kesimpulan XRP 2.0 mewakili usaha ambisius dalam lingkup cryptocurrency, bertujuan untuk menawarkan kombinasi keamanan, privasi, dan efisiensi dalam transaksi digital. Dengan mengintegrasikan teknologi canggih dan fitur yang ramah pengguna, proyek ini berupaya memperluas cakrawala apa yang dapat dicapai oleh cryptocurrency di ekonomi digital saat ini. Sementara anonimitas penciptanya dan kurangnya investor yang diungkapkan mungkin menimbulkan pertanyaan bagi beberapa orang, fokus XRP 2.0 pada fungsionalitas canggih dan desentralisasi meningkatkan daya tariknya di tengah pasar crypto yang semakin ramai. Seiring dengan terus berkembangnya lanskap cryptocurrency, XRP 2.0 mungkin akan muncul sebagai pemain kunci dalam ekspansi solusi blockchain yang aman dan skalabel.

258 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.04.06Diperbarui pada 2024.12.03

Apa Itu XRP 2.0

Cara Membeli XRP

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian XRP (XRP) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli XRP (XRP) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan XRP (XRP) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan XRP (XRP) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading XRP (XRP)Lakukan trading XRP (XRP) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

2.0k Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli XRP

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga XRP (XRP) disajikan di bawah ini.

活动图片