Shiba Inu Price Set To Repeat History? Falling Wedge Pattern Shows A Rally

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-03-28Terakhir diperbarui pada 2025-03-29

Abstrak

A new technical analysis on TradingView suggests that Shiba Inu’s recent price movements may be echoing a familiar structure from...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

A new technical analysis on TradingView suggests that Shiba Inu’s recent price movements may be echoing a familiar structure from earlier last year, raising the possibility of history repeating itself. The analyst examined Shiba Inu’s chart from November 2024 to the present and pointed out a sequence of patterns that also appeared between March and November 2024, patterns that preceded a significant rally.

The analysis outlines a clear path that could lead to a notable price surge towards $0.00003 if these price patterns continue to play out.

Pattern Analysis Suggests Shiba Inu May Be Ready For A Big Upside Move

The entire analysis is grounded on the idea that crypto markets are cyclical and exhibit recurring behaviors, crowd psychology, and recognizable chart patterns. Notably, this analysis uses four distinct pattern stages that played out on the Shiba Inu daily candlestick timeframe chart.

The TradingView analyst began by highlighting the completion of a falling wedge pattern in SHIB’s price chart, which is a classic bullish reversal setup. The analyst noted that this same structure played out from March 2024 to September 2024, acting as a precursor to a breakout in the weeks that followed. 

Shiba Inu
Source: Chart on Tradingview.com

As of now, Shiba Inu seems to have moved past that initial wedge stage, making way for the second stage, which has been identified as a cup-and-handle pattern. This pattern, which was observed and confirmed recently, also mirrors the meme coin’s formation back in August 2024, when a brief consolidation phase eventually gave way to an upward move.

The analyst believes that the chart has now entered what they describe as “Stage 3,” a phase where a W-shaped formation may emerge. Historically, this pattern aligned with a powerful uptrend in September 2024 when SHIB experienced a multi-week rally.

Breakout Could Be Coming Next

Although pattern repetition isn’t guaranteed, the analyst’s comparison of current and past formations presents an interesting narrative that bullish traders will be interested in. If the final stage plays out as the analyst expects, Shiba Inu could soon form an inverted head-and-shoulders pattern, which is one of the strongest bullish reversal signals in technical analysis. This pattern was last spotted as stage 4 just before a rally that brought the Shiba Inu price above $0.00003 in December 2024.

Based on this four-stage progression, the trader is projecting a 91% rally from here, which could lift SHIB to $0.0000335. At the time of writing, SHIB is trading at $0.00001340, meaning the token is still in the early phase of this anticipated pattern sequence.

However, Shiba Inu’s short-term performance has recently shown weakness. Over the past 24 hours, the token has slipped by 7.3%, losing ground after a brief push above the 100-day moving average it had only recently reclaimed a week ago. This dip now sees Shiba Inu retesting that same moving average, which could either act as a springboard for the next upward move or become broken.

Shiba Inu
SHIB trading at $0.000013 on the 1D chart | Source: SHIBUSDT on Tradingview.com
Featured image from iStock, chart from Tradingview.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Scott Matherson is a leading crypto writer at Bitcoinist, who possesses a sharp analytical mind and a deep understanding of the digital currency landscape. Scott has earned a reputation for delivering thought-provoking and well-researched articles that resonate with both newcomers and seasoned crypto enthusiasts. Outside of his writing, Scott is passionate about promoting crypto literacy and often works to educate the public on the potential of blockchain.

Bacaan Terkait

Siapa yang Akan Menghasilkan Uang di Era Agents?

Penulis Jonah Burian membahas bagaimana era agen AI (Agents) dapat mengganggu teori penangkapan nilai di ruang kripto. Teori "protokol gemuk" (fat protocol) yang dominan, menyatakan protokol blockchain menangkap sebagian besar nilai, tampak valid ketika ruang blok terbatas (seperti Bitcoin/Ethereum awal). Namun, dengan banyaknya L1, L2, dan lapisan modular saat ini, ruang blok menjadi berlimpah dan dapat dipertukarkan, menghilangkan kelangkaan dan kekuatan penetapan harga protokol. Teori "aplikasi gemuk" (fat app) kemudian muncul, berpendapat bahwa aplikasi yang mengontrol hubungan pengguna (UI, aliran transaksi) akan menangkap nilai terbesar, seperti yang terlihat pada dompet dan agregator. Teori ini bergantung pada preferensi manusia terhadap UX, merek, dan kenyamanan. Namun, kedatangan Agents mengubah segalanya. Sebagai perangkat lunak, Agents tidak peduli dengan UX atau merek; mereka memanggil API secara langsung, beralih tanpa biaya, dan selalu mencari opsi termurah. Ini meruntuhkan parit defensif aplikasi yang bergantung pada hubungan dengan pengguna manusia. Artikel ini mengeksplorasi beberapa skenario untuk masa depan: 1. **Aplikasi Menjadi "Tanpa Kepala" (Headless):** Pemenang di era manusia (mis., agregator) membuka infrastruktur backend mereka sebagai API untuk Agents, mempertahankan nilai melalui rute ini. 2. **Kebangkitan Kembali Protokol:** Jika integrasi menjadi sangat mudah, Agents mungkin melewati perantara dan berinteraksi langsung dengan protokol, menghidupkan kembali teori protokol gemuk. 3. **Runtuhnya Kekuatan Harga di Seluruh Stack:** Agents yang rasional dapat menekan margin ke biaya marjinal di setiap lapisan, mengubah kripto menjadi utilitas dengan keuntungan tipis. 4. **Aktivitas Baru yang Belum Pernah Ada:** Agents memungkinkan aktivitas ekonomi baru yang tidak layak bagi manusia (mis., rebalancing portofolio mikro, perdagangan mesin-ke-mesin), memperluas kue ekonomi secara keseluruhan. 5. **Model Bisnis yang Belum Dinamai:** Mungkin muncul model bisnis sama sekali baru yang belum terbayangkan saat ini. Kesimpulannya, kemungkinan besar manusia dan Agents akan hidup berdampingan sebagai pengguna. Teori aplikasi gemuk akan tetap berlaku untuk interaksi manusia, sementara interaksi Agents akan diatur oleh dinamika yang berbeda—di mana faktor seperti likuiditas, latensi, dan jaminan penyelesaian mungkin menjadi pengganti loyalitas merek atau UX.

链捕手3m yang lalu

Siapa yang Akan Menghasilkan Uang di Era Agents?

链捕手3m yang lalu

5 Kripto Murah Teratas di Bawah $0,05 Dengan Potensi ROI Tertinggi Menjelang 2026

Alih-alih membeli token mahal, investor kini mencari token berpotensi tumbuh tinggi di bawah $0,05. Menurut seorang analis, lima kripto di bawah $0,05 ini memiliki potensi ROI besar menjelang 2026. **1. Ozak AI (OZK) – Harga $0,014** Memimpin daftar karena teknologi AI dan blockchain-nya yang unik, fase presalenya terjual cepat. Telah mengumpulkan lebih dari $7 juta. Fitur intinya meliputi alat prediksi AI untuk analisis data real-time dan eksekusi perdagangan otomatis. Kemitraan dengan Celo dan Echobit memperkuat ekosistemnya. **2. Velas (VLX) – Harga $0,00090** Blockchain layer 1 fokus pada kecepatan, skalabilitas, dan biaya transaksi rendah. Kompatibel dengan EVM. Diperkirakan memiliki potensi pertumbuhan 10x hingga 20x. **3. SingularityNET (AGIX) – Harga $0,097** Salah satu token AI paling awal dengan merek kuat di pasar AI. Memiliki pasar layanan AI nyata dan terpapar tren adopsi AI. **4. Reef (REEF) – Harga $0,00015** Menargetkan agregasi DeFi dan alat cross-chain. Dengan harga sangat rendah dan pengembangan aktif, token ini diperkirakan memiliki potensi pertumbuhan 10x hingga 30x. **5. VeChain (VET) – Harga $0,010** Berfokus pada blockchain untuk rantai pasok dan perusahaan. Didorong oleh adopsi perusahaan nyata, kemitraan jangka panjang, dan kehadiran kuat di Asia. **Kesimpulan:** Token berbiaya rendah tidak berarti berpotensi rendah. Kelima token ini, khususnya Ozak AI yang diunggulkan analis, menawarkan potensi ROI tinggi bagi investor di tahun 2026.

TheNewsCrypto17m yang lalu

5 Kripto Murah Teratas di Bawah $0,05 Dengan Potensi ROI Tertinggi Menjelang 2026

TheNewsCrypto17m yang lalu

Apa yang Dibeli Duan Yongping pada 2026? Mulai dari Posisi Kecil Circle hingga Fokus Berat AI, Tinjauan Posisi Terbaru dan Sinyal Baru Pasar

Analisis Portofolio Duan Yongping Q1 2026: Sorotan pada AI dan Pivot ke Pasar Baru Laporan 13F untuk kuartal pertama 2026 dari investor legendaris Duan Yongping mengungkapkan penyesuaian signifikan yang menekankan ekspansi ke teknologi AI dan pasar konsumen baru, sambil tetap menjaga prinsip investasi nilai jangka panjangnya. Portofolio inti AS tetap sangat terkonsentrasi, dengan 10 kepemilikan teratas mencakup 99.2% dari total aset. Aksi baru yang paling mencolok adalah pembukaan posisi besar pertama di **Tesla** (posisi 5 teratas) dan penambahan besar-besaran saham **Nvidia** (menjadi posisi ke-3). Dia juga membuka beberapa posisi eksplorasi yang lebih kecil di perusahaan terkait AI seperti Palantir, Snowflake, dan CrowdStrike, menunjukkan pendekatan bertahap untuk memvalidasi sektor ini. Sinyal menarik lainnya adalah entri pertama ke ruang crypto melalui **Circle**, penerbit USDC. Meskipun posisinya sangat kecil (0.1%), ini menandakan minat pada infrastruktur pembayaran digital dan stablecoin yang sesuai regulasi. Pergerakan besar terjadi di pasar China, di mana Duan secara terbuka mengumumkan mengganti seluruh kepemilikannya di China Shenhua dengan **Pop Mart** di pasar saham Hong Kong. Pivot ini didasari keyakinannya pada potensi jangka panjang bisnis IP dan nilai emosional merek untuk Gen-Z, serta pengakuan terhadap pendirinya. Secara keseluruhan, penyesuaian portofolio 2026 mencerminkan strategi Duan untuk menyeimbangkan kembali dananya dari beberapa kepemilikan tradisional (seperti mengurangi Apple dan menutup posisi Alibaba) menuju peluang jangka panjang di AI, teknologi konsumen, dan merek berbasis IP yang baru dipahami. Semua aksi ini tetap selaras dengan kerangka kerja investasinya yang berfokus pada "bisnis yang baik, orang yang tepat, dan harga yang wajar," menunjukkan evolusi cakupan pengetahuannya sambil berpegang pada disiplin inti.

marsbit19m yang lalu

Apa yang Dibeli Duan Yongping pada 2026? Mulai dari Posisi Kecil Circle hingga Fokus Berat AI, Tinjauan Posisi Terbaru dan Sinyal Baru Pasar

marsbit19m yang lalu

three.ws Bermitra Dengan Google Cloud: Memberdayakan Agen AI On-Chain Berbasis 3D Asli di Browser

three.ws, platform sumber terbuka yang menyediakan lapisan 3D untuk agen AI on-chain, bekerja sama dengan Google Cloud untuk mempercepat era baru kecerdasan yang diwujudkan dan berjalan asli di browser. Selama ini, agen AI terbatas pada kotak obrolan teks tanpa kehadiran fisik, identitas permanen, memori jangka panjang, atau kemampuan memiliki aset. three.ws mengatasi hal ini dengan memberikan kehadiran 3D langsung di browser untuk AI apa pun, tanpa perlu plugin atau instalasi. Pengembang dapat menghubungkan avatar GLB/glTF ke otak LLM (seperti Claude), lalu menambahkan memori, emosi real-time, dan kemampuan menggunakan berbagai alat. Agen ini dapat dicetak sebagai aset on-chain di Solana (Metaplex Core) atau jaringan EVM (ERC-8004), memberikan kepemilikan, dompet, dan reputasi yang dapat diverifikasi. Platform ini juga menyediakan server Model Context Protocol (MCP) yang terdaftar di registry resmi Anthropic, memungkinkan asisten AI mengontrol avatar 3D dan menjalankan pengalaman imersif melalui perintah bahasa alami. Kolaborasi dengan Google Cloud memberikan skalabilitas komputasi untuk rendering 3D real-time dan inferensi LLM, jaringan global untuk interaksi berlatensi rendah, serta fondasi infrastruktur yang andal. three.ws telah diintegrasikan di berbagai platform seperti Anthropic MCP Registry, BNB Chain DappBay, dan IBM, serta merupakan proyek sumber terbuka dengan komunitas pengembang yang terus berkembang.

TheNewsCrypto49m yang lalu

three.ws Bermitra Dengan Google Cloud: Memberdayakan Agen AI On-Chain Berbasis 3D Asli di Browser

TheNewsCrypto49m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片