Mantra一年暴涨400倍:代币OM能否再创历史新高?

marsbitDipublikasikan tanggal 2025-02-19Terakhir diperbarui pada 2025-02-20

Mantra

2025年的币圈,最不缺的就是奇迹。但Mantra的OM代币,硬生生把“魔幻现实主义”演成了“合规现实主义”——过去30天暴涨103%,一年半内从0.017美元干到7.6美元,涨超440倍,当前OM市值70亿美元,把一众老牌DeFi项目按在地上摩擦。韭菜们一边喊着“OM上10刀”,一边瑟瑟发抖:这货到底是“合规之王”还是“泡沫炸弹”?

今天,我们就来扒一扒这场“RWA(现实世界资产)+合规+中东土豪”三位一体的资本游戏。

OM暴涨的底层逻辑:合规化叙事+中东土豪撒钱,比马斯克喊单还猛

1. 合规化:RWA赛道的“免死金牌”

传统DeFi项目最怕什么?

监管铁拳。但OM背后的MANTRA Chain,直接把“合规”写进了基因:

现实资产上链:与阿联酋房地产巨头MAG合作,将5亿美元房产代币化,用户能用OM购买迪拜豪宅的碎片所有权;

银行级合规:联手阿联酋Zand银行,资产代币化流程符合伊斯兰金融法规,中东土豪疯狂涌入;

法律+区块链双保险:链上记录直接作为法庭证据,维权成本从“请律师”降到“点鼠标”。

一句话总结:OM不是土狗,而是穿着西装的“合规猎犬”——专咬传统金融的蛋糕。


2. 中东资本狂欢:石油土豪的区块链“赎罪券”

2024年起,中东主权基金疯狂加仓加密货币,OM成了最大受益者:

地缘政治避险:石油美元寻求去中心化出口,OM的RWA属性完美契合;

土豪撒钱式合作:谷歌云加持区块链基础设施、野村证券战略投资,OM成了“机构入场券”;

空投经济学:GenDrop计划吸引用户跨链迁移资产,OM流通量被疯狂锁仓。

讽刺的是:这群曾经用石油收割全球的土豪,现在用OM收割韭菜——果然“金钱永不眠”。


3. 代币经济学的“阳谋”:通缩+质押,庄家都舍不得砸盘

OM的暴涨,离不开一套精心设计的“吸血模型”:

质押锁仓:年化20%收益,矿工宁可饿死也不卖币;

通缩燃烧:每笔交易烧毁OM,总量一直在减少;

机构控盘:流通率不到50%,巨鲸三周内扫货8000万枚OM,成本6.81美元,现价7.6美元仍惜售。

韭菜们醒醒:这不是“去中心化”,而是“中心化控盘”——庄家手里捏着筹码。


Mantra的上涨势头能否持续?

Mantra(OM)当前继续延续上涨趋势,过去30天内上涨了103.37%,鲸鱼活动增加了407%。尽管OM在四天前创下了7.9美元的历史新高后有所回调,但上涨势头仍然强劲。

截至本文撰写时,Mantra的交易价格为7.65美元,在过去24小时内上涨了6.29%。此外,该山寨币在周线图上上涨了30.07%,并且在过去一个月内上涨了103.37%。如此显著的涨幅表明,市场呈现强劲的上涨势头,且多头情绪主导市场。

由于鲸鱼开始大量购买Mantra,OM保持了强劲的上升趋势。最近,鲸鱼活动突然激增,增长幅度达到407%。

Mantra

图源:IntoTheBlock

鲸鱼活动的增加通常表明大资金对市场的未来走势充满信心,预计价格将继续上涨。虽然鲸鱼的活动既包括买入也可能是卖出,但交易所流出的资金大幅增加,表明鲸鱼正在积极积累OM。

Mantra

因此,Mantra的现货净流量在过去一天内出现了五天来的首次负增长,OM的净流量降至-132万,显示出外汇流出量较高。这意味着资金流出量大于资金流入量,反映出投资者的乐观情绪,他们在价格进一步上涨前选择继续买入。


市场信心增强,技术指标支持上涨

Mantra

OM的相对强弱指数(RSI)持续攀升,进一步证明市场的购买活动依然活跃。尽管截至发稿时RSI已上涨至73,但仍未进入超买区间,这表明Mantra仍然具有一定的上涨空间,尚未出现明显的修正信号。

Mantra

此外,从MVRV指标来看,过去一周Mantra的多头/空头差值从117%上升至131%,表明长期持有者(LTH)的利润率上升,同时他们对市场的信心也在增强。


OM的未来走势

鉴于OM的看涨情绪强烈,Mantra正测试7.6美元的关键支撑位。如果突破这一支撑位,OM将有望再创历史新高。若日收盘价维持在7.6美元以上,这将确认看涨趋势,为Mantra的进一步上涨提供动力。相反,如果市场出现调整,OM的价格可能回落至6.8美元。



Bacaan Terkait

Seperti Apa Rasanya Bekerja dengan Dua Orang "Gila" Peter Thiel dan Elon Musk? Begini Kata Pendiri Palantir

Joe Lonsdale, salah satu pendiri Palantir dan anggota "PayPal Mafia", berbagi pengalamannya bekerja dengan Peter Thiel dan Elon Musk. Ia menggambarkan keduanya sebagai pemimpin yang sangat berpendirian, ambisius, dan bertindak cepat, dengan nol toleransi terhadap hal yang rusak. Namun, gaya mereka berbeda: Thiel lebih merupakan strategis dan pemikir filosofis, sementara Musk adalah pelaku teknis yang terjun langsung ke detail dan penyelesaian masalah. Lonsdale bercerita tentang awal mula Palantir. Ide itu muncul setelah serangan 9/11, ketika mereka menyadari teknologi pemerintah tertinggal jauh dibandingkan dengan kemampuan Silicon Valley. Mereka ingin membangun platform yang dapat membantu menghentikan teroris sekaligus melindungi kebebasan sipil dari penyalahgunaan data. Saat mencari pendanaan, banyak firma modal ventura (VC) yang menolak dan menertawakan mereka, termasuk karena salah satu pendiri, Alex Karp, tidak memiliki latar belakang gelar teknis. Peter Thiel mendanai sebagian, dan pendanaan kunci akhirnya datang dari badan ventura CIA. Nama "Palantir" berasal dari Thiel. Lonsdale meyakini karya mereka telah membantu menghilangkan banyak ancaman teroris dan mengawasi pengawasan pemerintah. Ia mengakui teknologi ini berisiko jika jatuh ke tangan yang salah, tetapi tetap percaya pada misi mulianya. Penolakan investor di awal justru memacu semangat mereka untuk membuktikan bahwa ide yang "tidak mungkin" itu bisa sukses.

marsbit9m yang lalu

Seperti Apa Rasanya Bekerja dengan Dua Orang "Gila" Peter Thiel dan Elon Musk? Begini Kata Pendiri Palantir

marsbit9m yang lalu

15 Model Penalaran Kolektif Gagal, Rincian Risiko Tersembunyi di Balik Chain of Thought Output

Penelitian dari Harvard University, USC, Brown University, MIT, dan lainnya mengungkap kerentanan keamanan sistemik dalam model penalaran besar (LRM). Evaluasi keamanan tradisional yang hanya fokus pada jawaban akhir dinilai tidak memadai, karena jalur pemikiran (chain-of-thought/CoT) yang diekspos dapat memuat konten berbahaya seperti instruksi pembuatan bom atau racun, meskipun jawaban akhir tampak aman. Studi ini memperkenalkan kerangka evaluasi dua tahap yang memisahkan penilaian risiko pada *reasoning* (r) dan *answer* (y) berdasarkan 20 prinsip keamanan. Hasilnya mengidentifikasi tiga mode kegagalan: **Unsafe** (kedua tahap berisiko), **Leak** (hanya jalur penalaran yang berisiko), dan **Escape** (hanya jawaban akhir yang berisiko). Pengujian pada 15 model penalaran (seperti GPT-4, Claude, Gemini, Llama) menunjukkan temuan konsisten: tingkat bahaya rata-rata pada tahap penalaran secara sistematis lebih tinggi daripada pada jawaban akhir. Risiko terutama terkonsentrasi pada prinsip seperti misinformasi, ilegalitas, bias, dan bahaya fisik. Sebagai mitigasi, tim mengusulkan metode **Adaptive Multi-Principle Steering**, intervensi *white-box* yang mengarahkan aktivasi internal model menjauhi titik "tidak aman" menuju titik "aman" berdasarkan prinsip yang terpicu. Metode ini terbukti mengurangi jumlah keluaran tidak aman hingga 40.8% pada model DeepSeek-R1, dengan mempertahankan 97.7% kemampuan pada tugas standar. Penelitian ini menyoroti pentingnya memantau keamanan pada seluruh proses penalaran model, bukan hanya output akhir, dan menyediakan kerangka terpadu untuk diagnosis dan intervensi. Keterbatasan mencakup ketergantungan pada akses *white-box* dan kesetiaan representasi jalur pemikiran.

marsbit13m yang lalu

15 Model Penalaran Kolektif Gagal, Rincian Risiko Tersembunyi di Balik Chain of Thought Output

marsbit13m yang lalu

Trading

Spot
活动图片