Total supply of stablecoins dropped sharply for first time ever in Q2

CointelegraphDipublikasikan tanggal 2022-06-16Terakhir diperbarui pada 2022-06-16

Abstrak

A separate graph also saw USDC and BUSD supply drop sharply in May, however both have since rebounded and are close to being back to their respective all-time high levels.

The total supply of stablecoins saw its sharpest drop in history during Q2 2022, with stablecoin redemptions spiking as a result of “short-term liquidity and concerns about insolvency that were not present during the panic of 2020," according to data analytics firm Coinmetrics.

CoinMetrics head of research and development Lucas Nuzzi highlighted the data via Twitter on June 16, with a graph showing the total supply of stablecoins since January 2020.

“22Q2 is the first time in the history of stablecoins where Total Supply decreased. Even if we exclude UST, over 10B has been redeemed *directly from the treasuries* of major issuers.”

The list included DAI, UDST, OMNI and TRON, SAI, USDK, PAX. While Circle’s USDC and Binance’s BUSD were compiled in a separate graph. Terra’s original variant of UST was not included in the graph.

Nuzzi noted that Tether saw the most redemptions of all centralized stablecoin issuers, with 7 billion of the total USDT supply wiped off the board in April and May, and is likely to have been caused by actions of a few, rather than any significant market-wide movements.

“The sharpness of that decrease suggests that a single entity, or small cohort, was behind it,” he said.

The implosion of the Terra eco-system including its native LUNA token and UST stablecoin in May coincided with Tether’s USDT de-pegging from the U.S. dollar by around 5%. As a result, around 7 billion USDT was redeemed as big players looked to exit the market and avoid any further potential carnage.

Another project to take a big hit was MakerDAO’s DAI, which saw 40% of its supply retired as a result of the “largest liquidation event of its history.”

USDC and BUSD were also included in a separate graph, and also show a sharp drop in supply of around 5 billion in May, however, both have since rebounded and are close to being back to their respective all-time high levels of around 65 billion and 48 billion a pop.

The unique market conditions of 2022 offer a likely explanation as to why stablecoin users have been taking risk off the table over the past few weeks.

So far, the crypto sector has seen the Terra eco-system cause a crash worth around $40 billion, while lending platform Celsius and venture capital firm Three Arrows Capital have also been fighting to avoid insolvency due in part to reported liquidations, exposure to Terra, declining asset prices and potentially unsustainable business models.

Tether, which is also exposed to Celsius via $10 million equity investment in 2020 and a $1 billion loan it gave to the company last year, issued a statement on Monday noting that the plummeting price of Celsius native token and the firm’s liquidity troubles will have “no impact” on its reserves.

The firm stated that its lending activity with Celsius has “always been overcollateralized.”

Bacaan Terkait

Jam Pemotongan Hadiah Bitcoin Menunjukkan Fase Dasar, Tetapi Sinyal Siklus Perlu Kehati-hatian

**Ringkasan Artikel:** Analis Crypto Rover berpendapat bahwa Bitcoin (BTC) sedang berada dalam fase "pembentukan dasar" (*bottoming phase*) berdasarkan siklus *halving*-nya. Ia membagikan bagan yang menunjukkan pola berulang pasca-*halving*, mengklaim bahwa ritme dan struktur pasar saat ini mirip dengan siklus-siklus sebelumnya. Ini mendukung narasi populer di kalangan trader bahwa fase konsolidasi saat ini mungkin akan diikuti oleh fase bullish yang lebih kuat. **Namun, klaim ini perlu disikapi dengan hati-hati.** 1. Sumber (Crypto Rover) dikategorikan sebagai influencer berisiko tinggi yang sering kali terlalu bullish dan promosional. 2. Analisis siklus *halving* menjadi kurang andal seiring matangnya pasar Bitcoin. Pasar kini melibatkan ETF spot, arus derivatif yang lebih besar, dan pengaruh makroekonomi, yang tidak ada di siklus awal. 3. Bagan yang ditampilkan tidak dilengkapi model statistik, konfirmasi *on-chain*, atau level invalidas yang jelas. **Kesimpulan untuk Trader:** Pandangan siklus ini memberikan kerangka waktu naratif bagi para *bull* (pihak yang optimis). Namun, Bitcoin masih perlu membuktikan bahwa pembeli mampu mempertahankan level support kunci dan membentuk *higher low*. Sinyal nyata harus datang dari struktur harga, likuiditas, dan perilaku *on-chain*. Saat ini, argumen "jam *halving*" lebih tepat dianggap sebagai komentar pasar yang menarik, bukan sinyal trading yang terkonfirmasi.

bitcoinist1j yang lalu

Jam Pemotongan Hadiah Bitcoin Menunjukkan Fase Dasar, Tetapi Sinyal Siklus Perlu Kehati-hatian

bitcoinist1j yang lalu

9,4 Miliar, Ini Investasi Terbesar Robot Tahun Ini

**Neura, Perusahaan Robot Humanoid Jerman, Raup Rp94,9 Triliun dalam Pendanaan Seri C** Neura, perusahaan robot humanoid asal Munich, Jerman, berhasil mengumpulkan pendanaan seri C sebesar $14 miliar atau sekitar Rp94,9 triliun. Pendanaan ini menempatkan valuasi perusahaan sekitar $7 miliar, membawanya ke jajaran teratas perusahaan robot humanoid global. Yang menarik dari pendanaan ini adalah profil investor. Selain raksasa teknologi seperti NVIDIA, Amazon, dan Qualcomm, dua nama besar industri Jerman, **Schaeffler** (pembuat bantalan dan sistem transmisi) dan **Bosch** (komponen otomotif & peralatan industri), turut serta. Keikutsertaan mereka menandakan pergeseran logika dalam industri: robot humanoid tidak lagi sekadar demonstrasi teknologi, tetapi mulai dilihat sebagai solusi yang siap diimplementasikan di lantai pabrik. Neura sendiri sudah memiliki klien nyata seperti BMW. Pendanaan besar-besaran ke sektor ini didorong oleh dua hal utama: **titik kritis kemampuan AI** (terutama model besar yang meningkatkan persepsi dan pengambilan keputusan robot) dan **tekanan kebutuhan industri** (kekurangan tenaga kerja terampil dan biaya tenaga kerja yang terus naik secara global). Saat ini, ada dua jalur berbeda yang ditempuh perusahaan robot: 1. **Robot Humanoid Umum**: Bertujuan membuat robot serbaguna seperti Figure AI. Jalur ini menjanjikan namun penuh tantangan teknis dan siklus komersialisasi panjang. 2. **Fokus pada Skenario Industri Spesifik**: Seperti Neura, yang memprioritaskan tugas-tugas industri berulang dan terdefinisi dengan baik (misalnya, di pabrik mobil). Jalur ini memiliki jalur komersialisasi yang lebih jelas. Tantangan utama ke depan bukan lagi pada kemampuan teknis dasar (bergerak, memahami perintah), tetapi pada **stabilitas, keandalan, dan pembentukan ekosistem komersial** di dunia nyata. Ini termasuk biaya adaptasi yang tinggi untuk setiap pabrik dan pembangunan sistem pemeliharaan yang tangguh. Namun, masuknya modal industri dari perusahaan seperti Schaeffler dan Bosch menunjukkan keyakinan bahwa tantangan-tantangan ini dapat diatasi. Pertempuran sesungguhnya untuk robot humanoid kini telah berpindah dari laboratorium ke lantai pabrik.

marsbit9j yang lalu

9,4 Miliar, Ini Investasi Terbesar Robot Tahun Ini

marsbit9j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片