Доходы протокола Virtuals рухнули на 99% на фоне хайпа вокруг монет TRUMP и MELANIA

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-06-21Terakhir diperbarui pada 2025-01-21

Virtuals Protocol, известная своими решениями в области ИИ-агентов, столкнулась с катастрофическим падением доходов. Ежедневный доход платформы, который еще недавно составлял $1,58 миллиона, на момент 21 января сократился до $21 927. Это снижение связано с рядом факторов, включая резкий рост популярности токенов TRUMP и MELANIA.

Что стало причиной падения доходов?

Согласно данным Dune Analytics, падение доходов Virtuals Protocol началось вскоре после того, как токены TRUMP и MELANIA привлекли внимание рынка. Эти мемкоины, связанные с избранным президентом США, вызвали мощный ажиотаж, который отвлек ликвидность и внимание инвесторов от других секторов, включая ИИ-агентов.

Резкое увеличение капитализации TRUMP и MELANIA, наряду с массовым интересом в социальных сетях, спровоцировало снижение общего спроса на токены, связанные с искусственным интеллектом. По состоянию на 20 января капитализация ИИ-сектора сократилась на 10%.

Аналитики о ситуации

Запуск токенов, связанных с Трампом, не только отвлек внимание, но и вызвал пересмотр ценности ИИ-проектов. Один из пользователей социальной платформы X (бывший Twitter) высказал мнение:

«Главным фактором ценности является внимание, но если оно начинает рассеиваться из-за большого количества схожих вещей, то ничего не получает достаточно внимания, чтобы быть значимым.»

Эта теория объясняет, почему проекты с фундаментальной ценностью, такие как Virtuals, теряют внимание инвесторов. Мемкоины, как правило, создают вирусный эффект, затмевая более стабильные проекты.

Как протокол Virtuals может восстановиться?

Для восстановления позиций Virtuals Protocol необходимо сосредоточиться на следующих направлениях:

  • Привлечение новых пользователей через инновации и разработку уникальных функций.
  • Создание новых нарративов, способных вернуть внимание к ИИ-агентам.
  • Партнерство с популярными проектами или интеграция с трендовыми токенами.

Ситуация с Virtuals демонстрирует, насколько важно для криптовалютных проектов не только удерживать внимание инвесторов, но и сохранять долгосрочную ценность. В условиях высокой волатильности рынка даже устойчивые проекты могут столкнуться с серьезными трудностями.

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Seperti Apa Rasanya Bekerja dengan Dua Orang "Gila" Peter Thiel dan Elon Musk? Begini Kata Pendiri Palantir

Joe Lonsdale, salah satu pendiri Palantir dan anggota "PayPal Mafia", berbagi pengalamannya bekerja dengan Peter Thiel dan Elon Musk. Ia menggambarkan keduanya sebagai pemimpin yang sangat berpendirian, ambisius, dan bertindak cepat, dengan nol toleransi terhadap hal yang rusak. Namun, gaya mereka berbeda: Thiel lebih merupakan strategis dan pemikir filosofis, sementara Musk adalah pelaku teknis yang terjun langsung ke detail dan penyelesaian masalah. Lonsdale bercerita tentang awal mula Palantir. Ide itu muncul setelah serangan 9/11, ketika mereka menyadari teknologi pemerintah tertinggal jauh dibandingkan dengan kemampuan Silicon Valley. Mereka ingin membangun platform yang dapat membantu menghentikan teroris sekaligus melindungi kebebasan sipil dari penyalahgunaan data. Saat mencari pendanaan, banyak firma modal ventura (VC) yang menolak dan menertawakan mereka, termasuk karena salah satu pendiri, Alex Karp, tidak memiliki latar belakang gelar teknis. Peter Thiel mendanai sebagian, dan pendanaan kunci akhirnya datang dari badan ventura CIA. Nama "Palantir" berasal dari Thiel. Lonsdale meyakini karya mereka telah membantu menghilangkan banyak ancaman teroris dan mengawasi pengawasan pemerintah. Ia mengakui teknologi ini berisiko jika jatuh ke tangan yang salah, tetapi tetap percaya pada misi mulianya. Penolakan investor di awal justru memacu semangat mereka untuk membuktikan bahwa ide yang "tidak mungkin" itu bisa sukses.

marsbit27m yang lalu

Seperti Apa Rasanya Bekerja dengan Dua Orang "Gila" Peter Thiel dan Elon Musk? Begini Kata Pendiri Palantir

marsbit27m yang lalu

15 Model Penalaran Kolektif Gagal, Rincian Risiko Tersembunyi di Balik Chain of Thought Output

Penelitian dari Harvard University, USC, Brown University, MIT, dan lainnya mengungkap kerentanan keamanan sistemik dalam model penalaran besar (LRM). Evaluasi keamanan tradisional yang hanya fokus pada jawaban akhir dinilai tidak memadai, karena jalur pemikiran (chain-of-thought/CoT) yang diekspos dapat memuat konten berbahaya seperti instruksi pembuatan bom atau racun, meskipun jawaban akhir tampak aman. Studi ini memperkenalkan kerangka evaluasi dua tahap yang memisahkan penilaian risiko pada *reasoning* (r) dan *answer* (y) berdasarkan 20 prinsip keamanan. Hasilnya mengidentifikasi tiga mode kegagalan: **Unsafe** (kedua tahap berisiko), **Leak** (hanya jalur penalaran yang berisiko), dan **Escape** (hanya jawaban akhir yang berisiko). Pengujian pada 15 model penalaran (seperti GPT-4, Claude, Gemini, Llama) menunjukkan temuan konsisten: tingkat bahaya rata-rata pada tahap penalaran secara sistematis lebih tinggi daripada pada jawaban akhir. Risiko terutama terkonsentrasi pada prinsip seperti misinformasi, ilegalitas, bias, dan bahaya fisik. Sebagai mitigasi, tim mengusulkan metode **Adaptive Multi-Principle Steering**, intervensi *white-box* yang mengarahkan aktivasi internal model menjauhi titik "tidak aman" menuju titik "aman" berdasarkan prinsip yang terpicu. Metode ini terbukti mengurangi jumlah keluaran tidak aman hingga 40.8% pada model DeepSeek-R1, dengan mempertahankan 97.7% kemampuan pada tugas standar. Penelitian ini menyoroti pentingnya memantau keamanan pada seluruh proses penalaran model, bukan hanya output akhir, dan menyediakan kerangka terpadu untuk diagnosis dan intervensi. Keterbatasan mencakup ketergantungan pada akses *white-box* dan kesetiaan representasi jalur pemikiran.

marsbit31m yang lalu

15 Model Penalaran Kolektif Gagal, Rincian Risiko Tersembunyi di Balik Chain of Thought Output

marsbit31m yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli MELANIA

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian MELANIA (MELANIA) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli MELANIA (MELANIA) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan MELANIA (MELANIA) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan MELANIA (MELANIA) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading MELANIA (MELANIA)Lakukan trading MELANIA (MELANIA) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

197 Total TayanganDipublikasikan pada 2025.01.20Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli MELANIA

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga MELANIA (MELANIA) disajikan di bawah ini.

活动图片