Will Lido Staked Ether Trigger the Next Big Crypto Crash?

BlockworksDipublikasikan tanggal 2022-06-15Terakhir diperbarui pada 2022-06-15

Abstrak

Lido’s crypto derivative representing staked ether (stETH) has slipped by roughly 6% compared to ether in the past 72 hours, causing concern there could be another big crypto crash similar to last month’s collapse of LUNA.

Lido’s crypto derivative representing staked ether (stETH) has slipped by roughly 6% compared to ether in the past 72 hours, causing concern there could be another big crypto crash similar to last month’s collapse of LUNA.

StETH is a token stand-in for ether locked inside staking protocol Lido. The digital asset effectively constitutes the deposited ETH while Lido distributes associated staking rewards to its users. StETH tokens are minted when ether is deposited and burned upon redemption.

StETH has historically been considered a safe asset, effectively pegged 1:1 to ether and backed by ETH in Ethereum’s Beacon Chain, which has been running since December 2020.

StETH has been used as collateral on open-source liquidity protocol Aave since March, allowing those who stake ether in support of Ethereum’s switch to proof-of-stake to gain leverage on their locked crypto.

Due to current market volatility, users are rushing to cash out their ETH from the Curve pool, a decentralized exchange liquidity pool on Ethereum designed for stablecoin trading. As a result, stETH is now harder to cash out than ETH – leading to de-pegging.

But unlike stablecoins with redemption mechanisms, stETH can only be unlocked on Ethereum’s proof-of-stake chain (once it goes live). The token is more akin to a liquid interest-bearing digital asset.

As such, stETH’s value cannot truly be equal with ETH due to associated risks with the impending Ethereum merge, including delays and cancellations. When liquidity dries up in any market, the price of the associated asset will also dip.

Despite stETH’s recent drop from ETH parity, positive signs indicate it’s becoming less risky to own; the Ethereum Ropsten testnet successfully moved to proof-of-stake last week.

Still, stETH has become a problem for some of its largest holders – including Celsius, a crypto lending platform where over $3.8 billion has been deposited.

Celsius suspended all withdrawals and transfers. Despite recovering strongly this morning, Celsius’ own native CEL token is down about 60% over the past week and had fallen 34% in the past 24 hours, as of press time. It is currently down more than 96% from its early-June all time high.

Liquidity protocol Aave is now urging its community members to consider pausing the stETH market and halting ETH borrows “as an extra precaution.”

“Our risk monitoring system continues to measure risk in AAVE,” said John Morrow, chief operating officer at Gauntlet, which performs risk assessments for the staking protocol. “As governance proposals take a few days to pass and go into effect, we are encouraging the community to consider the impact of the…changes carefully. If market conditions worsen we will strongly recommend that these actions be taken immediately.”

Bacaan Terkait

Jam Pemotongan Hadiah Bitcoin Menunjukkan Fase Dasar, Tetapi Sinyal Siklus Perlu Kehati-hatian

**Ringkasan Artikel:** Analis Crypto Rover berpendapat bahwa Bitcoin (BTC) sedang berada dalam fase "pembentukan dasar" (*bottoming phase*) berdasarkan siklus *halving*-nya. Ia membagikan bagan yang menunjukkan pola berulang pasca-*halving*, mengklaim bahwa ritme dan struktur pasar saat ini mirip dengan siklus-siklus sebelumnya. Ini mendukung narasi populer di kalangan trader bahwa fase konsolidasi saat ini mungkin akan diikuti oleh fase bullish yang lebih kuat. **Namun, klaim ini perlu disikapi dengan hati-hati.** 1. Sumber (Crypto Rover) dikategorikan sebagai influencer berisiko tinggi yang sering kali terlalu bullish dan promosional. 2. Analisis siklus *halving* menjadi kurang andal seiring matangnya pasar Bitcoin. Pasar kini melibatkan ETF spot, arus derivatif yang lebih besar, dan pengaruh makroekonomi, yang tidak ada di siklus awal. 3. Bagan yang ditampilkan tidak dilengkapi model statistik, konfirmasi *on-chain*, atau level invalidas yang jelas. **Kesimpulan untuk Trader:** Pandangan siklus ini memberikan kerangka waktu naratif bagi para *bull* (pihak yang optimis). Namun, Bitcoin masih perlu membuktikan bahwa pembeli mampu mempertahankan level support kunci dan membentuk *higher low*. Sinyal nyata harus datang dari struktur harga, likuiditas, dan perilaku *on-chain*. Saat ini, argumen "jam *halving*" lebih tepat dianggap sebagai komentar pasar yang menarik, bukan sinyal trading yang terkonfirmasi.

bitcoinist33m yang lalu

Jam Pemotongan Hadiah Bitcoin Menunjukkan Fase Dasar, Tetapi Sinyal Siklus Perlu Kehati-hatian

bitcoinist33m yang lalu

9,4 Miliar, Ini Investasi Terbesar Robot Tahun Ini

**Neura, Perusahaan Robot Humanoid Jerman, Raup Rp94,9 Triliun dalam Pendanaan Seri C** Neura, perusahaan robot humanoid asal Munich, Jerman, berhasil mengumpulkan pendanaan seri C sebesar $14 miliar atau sekitar Rp94,9 triliun. Pendanaan ini menempatkan valuasi perusahaan sekitar $7 miliar, membawanya ke jajaran teratas perusahaan robot humanoid global. Yang menarik dari pendanaan ini adalah profil investor. Selain raksasa teknologi seperti NVIDIA, Amazon, dan Qualcomm, dua nama besar industri Jerman, **Schaeffler** (pembuat bantalan dan sistem transmisi) dan **Bosch** (komponen otomotif & peralatan industri), turut serta. Keikutsertaan mereka menandakan pergeseran logika dalam industri: robot humanoid tidak lagi sekadar demonstrasi teknologi, tetapi mulai dilihat sebagai solusi yang siap diimplementasikan di lantai pabrik. Neura sendiri sudah memiliki klien nyata seperti BMW. Pendanaan besar-besaran ke sektor ini didorong oleh dua hal utama: **titik kritis kemampuan AI** (terutama model besar yang meningkatkan persepsi dan pengambilan keputusan robot) dan **tekanan kebutuhan industri** (kekurangan tenaga kerja terampil dan biaya tenaga kerja yang terus naik secara global). Saat ini, ada dua jalur berbeda yang ditempuh perusahaan robot: 1. **Robot Humanoid Umum**: Bertujuan membuat robot serbaguna seperti Figure AI. Jalur ini menjanjikan namun penuh tantangan teknis dan siklus komersialisasi panjang. 2. **Fokus pada Skenario Industri Spesifik**: Seperti Neura, yang memprioritaskan tugas-tugas industri berulang dan terdefinisi dengan baik (misalnya, di pabrik mobil). Jalur ini memiliki jalur komersialisasi yang lebih jelas. Tantangan utama ke depan bukan lagi pada kemampuan teknis dasar (bergerak, memahami perintah), tetapi pada **stabilitas, keandalan, dan pembentukan ekosistem komersial** di dunia nyata. Ini termasuk biaya adaptasi yang tinggi untuk setiap pabrik dan pembangunan sistem pemeliharaan yang tangguh. Namun, masuknya modal industri dari perusahaan seperti Schaeffler dan Bosch menunjukkan keyakinan bahwa tantangan-tantangan ini dapat diatasi. Pertempuran sesungguhnya untuk robot humanoid kini telah berpindah dari laboratorium ke lantai pabrik.

marsbit8j yang lalu

9,4 Miliar, Ini Investasi Terbesar Robot Tahun Ini

marsbit8j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片