Пользователь перевел $129 млн на фишинговый адрес, но их просто вернули

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2023-07-20Terakhir diperbarui pada 2024-11-20

Неназванный пользователь перевел $129 млн в USDT мошенникам, скопировав неправильный адрес из истории транзакций. В отличие от большинства подобных случаев, в течение 6 часов владельцы адреса-получателя сами вернули деньги.

🤯不知道哪位遭遇了首尾号相似钱包地址的钓鱼攻击,误转了 1.29 亿 USDT 给钓鱼地址:

THcTxQi3N8wQ13fwntF7a3M88BEi6q1bu8https://t.co/vhPxMpewc8

不过,钓鱼团伙不到 1 小时归还了其中 90%,然后又过了 4 个多小时把剩余的 10% 也归还了…

情报来自 InMist 成员。 https://t.co/cFhK3sM8Go

— Cos(余弦)😶‍🌫️ (@evilcos) November 20, 2024

По наблюдениям аналитиков Scam Sniffer со ссылкой на данные SlowMist, в историю транзакций пострадавшего попал подозрительный адрес, последние символы которого совпадают с одним из знакомых пользователю кошельков. Тот не проверил и отправил деньги на кошелек-самозванец.

По такому принципу работает схема «address poisoning». Мошенники создают адрес, похожий на какой-то из привычных потенциальной жертве. С него присылают незначительную транзакцию, которая сохраняется в истории пользователя.

Злоумышленники рассчитывают, что жертва не будет проверять полный идентификатор и скопирует подставной адрес при создании транзакции.

В мае в результате подобной атаки неназванный трейдер потерял $68 млн. В июле от «отравления адреса» пострадала хакерская группа Pink Drainer, тогда добыча составила 10 ETH.

Удивленные быстрым возвратом средств, некоторые пользователи X предположили, что мошенники испугались такой крупной добычи. Тот, кто пересылает $129 млн, вполне мог бы нанять команду аналитиков и хакеров для поиска виновных, потому может представлять угрозу.

Другие допустили, что на другом конце транзакции оказался не злоумышленник, а порядочный человек, который по собственной воле вернул средства владельцу.

Напомним, 10 ноября трейдер, потерявший около $26 млн из-за ошибки копирования, попросил сообщество помочь с возвратом средств и пообещал 10% в награду.

Bacaan Terkait

"Saham Lama" Menjadi "Saham Unggulan Baru": Bagaimana AI Menilai Ulang Infrastruktur Lama, dari Dell hingga Nokia?

Setahun lalu, mungkin sulit dipercaya bahwa perusahaan teknologi mapan seperti Dell, Nokia, Cisco, Corning, dan Western Data akan menjadi favorit pasar terkait AI. Dulu, mereka sering dianggap "lambat" dan "kurang menarik" dibandingkan pemain AI seperti Nvidia. Namun, performa mereka belakangan ini menonjol, mendorong pasar mengevaluasi ulang. Alasannya: AI kini bergerak dari parameter model ke pembangunan pusat data nyata. Tahap ini membutuhkan kemampuan pengiriman dan infrastruktur yang kokoh — persis keunggulan perusahaan-perusahaan lama ini. Penilaian ulang ini terbagi dalam tiga area utama: 1. **Server & Integrasi Sistem:** Dell dan HPE unggul karena kemampuan pasokan, pengiriman, dan integrasi sistem mereka. Mereka seperti kontraktor utama yang membangun "pabrik AI," mengubah chip menjadi sistem server yang siap beroperasi. 2. **Jaringan & Konektivitas:** AI berskala besar membutuhkan jaringan yang tangguh. Corning (serat optik), Nokia (jaringan nirkabel AI-RAN), dan Cisco (sakelar pusat data) menjadi krusial untuk menghubungkan dan mengoptimalkan kluster komputasi. 3. **Penyimpanan:** Ledakan data AI meningkatkan permintaan akan kapasitas penyimpanan besar, termasuk hard disk berkapasitas tinggi dari Western Digital dan Seagate untuk data yang tidak terlalu sering diakses. Namun, tidak semua perusahaan tua akan diuntungkan. Penilaian ulang yang nyata harus didukung oleh: **1) realisasi pesanan dan pendapatan AI**, **2) peningkatan panduan bisnis (guidance) dari perusahaan**, dan **3) peningkatan kualitas laba** yang berkelanjutan, bukan hanya pertumbuhan pendapatan sementara. Kesimpulannya, AI sedang masuk ke fase konstruksi fisik. Perusahaan teknologi mapan tidak tiba-tiba menjadi muda, tetapi **aset infrastruktur mereka kembali berharga di era AI**. Hanya perusahaan yang benar-benar dapat memasuki rantai pasokan pembangunan AI dan mengubah permintaan baru menjadi keuntungan berkelanjutan yang akan mengalami penilaian ulang logika bisnis yang sejati.

marsbit24m yang lalu

"Saham Lama" Menjadi "Saham Unggulan Baru": Bagaimana AI Menilai Ulang Infrastruktur Lama, dari Dell hingga Nokia?

marsbit24m yang lalu

Menguraikan Peluang Investasi di Era Penjelajahan Laut Besar, Invesco Great Wall Fund Merilis 'Laporan 2026 tentang Ekspansi Perusahaan China ke Luar Negeri'

**Era Navigasi Besar dalam Investasi: Analisis Peluang dan Laporan Invesco Great Wall** Invesco Great Wall Fund merilis **"Laporan Tren Baru dan Peluang Investasi Internasionalisasi Perusahaan China 2026,"** yang menyoroti "Era Navigasi Besar" bagi perusahaan China. Laporan ini menegaskan bahwa internasionalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk pertumbuhan dan bahkan kelangsungan bisnis, didorong oleh dinamika geopolitik dan peluang meningkatkan profitabilitas (margin laba luar negeri mencapai 28% vs 19.2% domestik). Laporan membedakan evolusi internasionalisasi: dari ekspor produk awal ("1.0") ke **"2.0"** yang mencakup ekspansi kapasitas, kemampuan operasional, layanan, dan rantai pasokan ke luar negeri. Kekuatan utama China meliputi **dividen insinyur** (SDM teknis melimpah), infrastruktur unggul, dan kluster industri yang lengkap. Beberapa sektor kunci dengan peluang besar diidentifikasi: 1. **Barang Modal ("Penjual Sekop"):** Seperti peralatan konstruksi dan peralatan kelistrikan, mendapatkan momentum dari permintaan pasar negara "Belt and Road" dan siklus investasi AI/global. 2. **Kendaraan Listrik (EV):** Masa depan terletak pada lokalisasi produksi dan rantai pasokan di luar negeri untuk mengatasi tarif. 3. **AI & Modul Optik:** Perusahaan China menunjukkan daya saing ekstrem dalam rantai pasokan AI global (contoh: modul optik untuk NVIDIA). Aplikasi AI (seperti model besar/Token) juga memiliki potensi ekspor. 4. **Obat Inovatif:** Memanfaatkan efisiensi pengembangan klinis dan SDM untuk lisensi internasional (BD), dengan potensi pertumbuhan sepuluh kali lipat di area seperti onkologi dan pengurangan berat badan. 5. **Merek Konsumen:** Beralih dari keunggulan biaya ke ekuitas merek bernilai tinggi, mengeksploitasi efisiensi rantai pasokan ("rasio rantai-harga"). Tantangan seperti geopolitik, kepatuhan lokal, dan hambatan budaya diakui. Kunci kesuksesan terletak pada lokalisasi, pembangunan kapasitas komersial, dan ketekunan. Internasionalisasi dipandang sebagai tren investasi jangka panjang yang akan membentuk narasi pasar modal China.

marsbit44m yang lalu

Menguraikan Peluang Investasi di Era Penjelajahan Laut Besar, Invesco Great Wall Fund Merilis 'Laporan 2026 tentang Ekspansi Perusahaan China ke Luar Negeri'

marsbit44m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片