Экспулататор Kyber Network снова активизировался

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2021-04-22Terakhir diperbarui pada 2024-10-22

Хакер, эксплуатировавший Kyber Network, вновь дал о себе знать после 7 месяцев бездействия, переведя 2,2 тыс. ETH (на сумму $5,83 млн) через Tornado Cash — популярный микшер для анонимных криптотранзакций. Это событие произошло спустя почти год после атаки, в результате которой злоумышленник похитил $48,3 млн в криптоактивах, затронув сети Arbitrum, Optimism, Ethereum, Polygon и Base.

С момента взлома хакер уже отмыл 7,2 тыс. ETH (примерно $17,23 млн), также используя Tornado Cash. Этот сервис позволяет скрыть происхождение средств и усложняет их отслеживание. На текущий момент у хакера остаётся около 12 306 ETH ($32,2 млн), распределённых по 16 адресам. Несмотря на предпринимаемые меры по анонимизации, перемещение таких крупных сумм привлекает внимание исследователей блокчейна и компаний, занимающихся мониторингом незаконных активностей.

Kyber Network, платформа для децентрализованного обмена криптовалют, оказалась под ударом в ноябре 2023 года, когда злоумышленники воспользовались уязвимостью в ее инфраструктуре. Этот инцидент вызвал обеспокоенность пользователей и регуляторов, что вновь подняло вопрос о безопасности в децентрализованных финансовых системах (DeFi).

На фоне инцидента, представители платформы приняли меры для повышения безопасности и работы с пользователями, пострадавшими от взлома. Однако факт, что злоумышленник до сих пор имеет значительную часть украденных активов, указывает на сложности с возвращением средств в подобных случаях.

Tornado Cash, часто используемая хакерами для отмывания криптовалют, остается под пристальным вниманием властей. В прошлом году деятельность площадки привела к санкциям со стороны OFAC (Office of Foreign Assets Control США), что поставило под угрозу работу сервиса.

Ошибка в тексте? Выделите её мышкой и нажмите Ctrl + Enter

Bacaan Terkait

Otoritas Pengawas Keuangan Korea Merevisi Sistem Kompensasi Kerugian dari Penipuan Phising Menggunakan Jembatan Kripto

Otoritas Pengawas Keuangan Korea Selatan (FSS) sedang merevisi sistem kompensasi kerugian akibat kejahatan *phishing* untuk memasukkan aset kripto. Perubahan ini, dijadwalkan efektif Oktober mendatang, akan memungkinkan software FSS menghitung dan mengganti kerugian dalam bentuk mata uang kripto, bukan hanya dalam won Korea. Sistem baru akan menerapkan rasio pengembalian dana berdasarkan jenis dan jumlah token yang harus dikembalikan kepada setiap korban, serta nilainya pada saat pembayaran dibekukan. Sistem ini juga dirancang untuk mendeteksi kasus dimana hasil kejahatan disebar ke beberapa akun sebelum digabungkan kembali. Perombakan ini mengikuti amendemen UU Kompensasi Kerugian akibat Penipuan Telekomunikasi pada 31 Maret, yang kini mengakui aset virtual sebagai properti yang rusak dan dapat dikompensasikan. Perubahan hukum ini juga mewajibkan platform perdagangan aset kripto seperti Upbit dan Bithumb untuk mematuhi kewajiban pencegahan *phishing* dan bantuan kepada korban yang sama seperti bank. FSS menetapkan periode implementasi tiga bulan hingga November untuk mengatasi kendala teknis. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kasus dimana dana curian sengaja dikonversi ke kripto untuk dibawa keluar negeri. Data FSS menunjukkan kerugian akibat penipuan telekomunikasi di Korea Selatan naik 14,1% menjadi 433,8 triliun won pada 2025, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

cryptonews.ru6m yang lalu

Otoritas Pengawas Keuangan Korea Merevisi Sistem Kompensasi Kerugian dari Penipuan Phising Menggunakan Jembatan Kripto

cryptonews.ru6m yang lalu

Analis Legendaris Bloomberg Mike McGlone Memberikan Komentar Baru tentang Bitcoin! 'Kita Berada di Pasar Bearish'

Pasar Bitcoin memasuki fase baru setelah lonjakan minat institusional pada ETF spot. Data terbaru menunjukkan aliran modal masuk besar-besaran ke ETF spot Bitcoin, mencapai $853 juta dalam waktu singkat. Para ahli seperti Dave Weisberger, David Duong, dan Mike McGlone membahas dinamika ini dalam siaran baru-baru ini. David Duong dari CoinShares menekankan bahwa aliran dana ini mencerminkan keyakinan investor institusional pada aset kripto dan minat jangka panjang mereka. Dengan harapan kenaikan suku bunga yang mereda dan ketidakpastian makroekonomi yang berkurang, investor beralih ke aset berisiko seperti Bitcoin, menciptakan tekanan kenaikan harga yang signifikan. Dave Weisberger dari CoinRoute menyoroti dampak ETF terhadap likuiditas pasar. Penawaran di pasar OTC terus menyusut, memaksa penerbit ETF membeli aset langsung di pasar, yang secara teknis mendukung peluang terobosan harga naik. Namun, Mike McGlone dari Bloomberg Intelligence mengingatkan tentang situasi makroekonomi global dan kondisi likuiditas. Meski mengakui ETF memberi impuls kenaikan jangka pendek, ia menilai reli berkelanjutan tergantung pada keseimbangan makroekonomi dan kebijakan Federal Reserve. McGlone secara teknis melihat sinyal breakout naik untuk Bitcoin, tetapi menilai bahwa aset tersebut masih berada dalam pasar bearish saat ini. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru56m yang lalu

Analis Legendaris Bloomberg Mike McGlone Memberikan Komentar Baru tentang Bitcoin! 'Kita Berada di Pasar Bearish'

cryptonews.ru56m yang lalu

Trading

Spot
活动图片