New York Stock Exchange signals move to build an NFT marketplace

BitcoinistDipublikasikan tanggal 2022-02-16Terakhir diperbarui pada 2022-05-26

Abstrak

The New York Stock Exchange (NYSE) is catching many off guard this week with an interesting and unique trademark filing that is signaling the exchange’s intent to build it’s own NFT marketplace.

The New York Stock Exchange (NYSE) is catching many off guard this week with an interesting and unique trademark filing that is signaling the exchange’s intent to build it’s own NFT marketplace.

A patent from the NYSE has been filed within the past week with the United States Patent and Trademark Office (USPTO) has suggested that the exchange is making it’s first ‘metaverse’ move. Let’s look at what we know from early reports, and what it could mean moving forward.

New York, New York

According to the USPTO filing, the New York Stock Exchange is registering “NYSE” for utilization of several different blockchain and crypto-adjacent goods and services, including areas like “virtual reality and augmented reality software, non-fungible tokens, and/or NFTs, and online marketplaces.”

The exchange could be looking to provide “downloadable virtual goods,” according to reports, and could be looking to build “authentication of data in the field on NFTs using blockchain technology.”

It’s the latest twist in the unexpected road of stock exchange and NFT crossovers, after the NYSE minted six commemorative NFTs last year – celebrating major public listings as part of a series titled “First Trade.”

The New York Stock Exchange's flagship composite index, NYA, has had a strong performance over the past year. | Source: NYSE: NYA on TradingView.com

The “State” Of Affairs

The New York Stock Exchange is the world’s largest stock exchange by market cap, with average trading volumes that are often estimated in the hundreds of billions of dollars each day.

Unlike last April’s NFT release, this latest endeavor from the NYSE signals a much broader and bigger investment into the blockchain territory; while details are still spotty, it seems that the exchange will be creating a full-fledged NFT marketplace. It comes at a time when competition from market leader OpenSea has becoming increasingly fierce. Coinbase is now seemingly weeks away from their NFT marketplace, and growing marketplace LooksRare has been increasingly mentioned in recent weeks (despite a rough week in the headlines this week) – and these are just two names among many.

The trademark application also includes APIs and “cryptocurrency trading services” as well. Could this move be the first signal that the NYSE could be moving towards supporting crypto trading more broadly? With minimal U.S. regulation that has been implemented to date, the territory can easily be described as a ‘grey area’ at best for the exchange – but innovation isn’t known to wait. While ‘metaverse’ is the “flavor of the month” lately, the New York Stock Exchange utilizing blockchain APIs in stock tracking, or adopting NFTs at a much more substantial level is nothing to scoff at.

Bacaan Terkait

Setelah 540 Ribu Baris Kode, Garry Tan Menyadari Permainan Lama Pemrograman AI Sudah Berakhir

Editor's Note: Sementara banyak orang memperdebatkan apakah AI akan menggantikan programmer, Presiden YC Garry Tan justru mengajukan pertanyaan lain: Jika AI sudah dapat menyelesaikan sebagian besar pekerjaan pemrograman, mengapa kita masih mengelolanya dengan cara lama seperti perangkat lunak biasa? Awal tahun ini, Garry Tan menghabiskan beberapa bulan untuk membuat proyek "Garry's List" dengan Rails dan AI Agent, yang menghasilkan lebih dari 540.000 baris kode. Namun, ia menyimpulkan bahwa kode tersebut tidak penting. Yang berharga adalah "GStack"—kerangka kerja pengembangan baru yang dibangun di sekitar alur kerja AI Agent. Menurutnya, industri perangkat lunak selama ini terbiasa membungkus model AI dengan banyak tes, validator, mekanisme percobaan ulang, dan logika kontrol. Ini seperti membangun "pabrik Foxconn" untuk pekerja AI yang sangat cerdas—membatasi agen yang sebenarnya sudah mampu dengan banyak aturan. Dengan biaya model yang turun cepat dan kemampuannya meningkat, fokus pengembangan perangkat lunak beralih dari "menulis lebih banyak kode" ke "merancang lebih banyak kemampuan." Tan mengusulkan menggunakan Markdown untuk membuat "skill pack" (paket keterampilan yang dapat diuji dan digunakan kembali), di mana Agent dapat secara otomatis menghasilkan kode, tes, dan sistem evaluasi. Sebagai contoh, pekerjaan menilai hackathon yang biasanya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan oleh Agent dalam beberapa puluh menit. Intinya, artikel ini membahas akhir dari logika industrialisasi perangkat lunak. Ketika kode bukan lagi sumber daya paling langka, kompetensi inti insinyur juga bergeser: Daripada menulis lebih banyak kode, kemampuan untuk menilai apa yang layak dibangun, mendefinisikan masalah, dan mengemas pengalaman menjadi aset kemampuan yang dapat digunakan kembali menjadi lebih penting. Kesimpulannya: Insinyur terbaik di masa depan mungkin bukan yang menulis kode paling banyak, tetapi yang menulis paling sedikit namun mampu melepaskan kecerdasan paling besar.

marsbit2j yang lalu

Setelah 540 Ribu Baris Kode, Garry Tan Menyadari Permainan Lama Pemrograman AI Sudah Berakhir

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片