CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-04-15Terakhir diperbarui pada 2024-04-16

Abstrak

The two largest digital dollar providers have chosen different paths in dealing with a perceived lack of global clarity on stablecoin rules: Circle is looking to U.S. lawmaker...

  • The influx of traditional finance into crypto and the emergence of international variations in regulations is prompting contrasting responses from stablecoin issuers such as Tether and Circle.
  • Circle admonishes what it sees as U.S. lawmakers’ inaction and wants greater alignment in crypto rules between nations.
  • Tether, more focused on developing countries, says it is frustrated by the slow movement of law enforcement when it comes to crimes involving crypto.

It’s an interesting question: How will Tether and Circle, the largest issuers of U.S. dollar-denominated stablecoins, evolve and expand as the rule-bound systems of traditional finance become increasingly enmeshed in the crypto economy?

So far these crypto power players have taken different paths.

Circle, which casts itself as the compliance-friendly option, echoes many regulators’ calls for global coordination. Tether, for its part, has adopted a hands-on, reactive approach that can be flexibly adapted for national variations, especially when it comes to fighting crime.

Advertisement
Advertisement

Rules on stablecoins should be harmonized, not balkanized, Dante Disparte, head of global policy and chief strategy officer at Circle, said in an interview.

“It’s not that those countries are making a mistake or doing something wrong; U.S. policy inaction is actually the gap,” and other countries are legislating to fill it, he said. “So that's the trend we should expect: A balkanization of the industry as more countries erect barriers and establish rules that favor having a local advantage.”

The imposition of the Travel Rule on digital asset transactions has created a standard in which the endpoints of crypto can be defended, Disparate said. “Now, imagine if there was also legislation imposed on stablecoins where the currency the stablecoin references set a floor on expectations around financial integrity, financial crime, compliance and a whole host of other standards,” he said.

Tether, which doesn’t serve U.S. customers and doesn’t intend to do so, views the stablecoin market in the image of the Eurodollar – dollar deposits held outside the U.S. and thus not subject to U.S. regulation. It sees the future in emerging markets and underbanked countries and is formulating its own approach to law-enforcement collaborations.

Advertisement
Advertisement

The company could claim that U.S. law agencies have no jurisdiction over it, but that would be stupid, CEO Paolo Ardoino said in an interview. Tether, in fact, volunteers to work with U.S. authorities like the Federal Bureau of Investigations (FBI) and the Department of Justice (DOJ), as well as some 40 law forces around the globe, he said.

“I think the Treasury should work with stablecoins in a proactive way,” Ardoino said in an interview. “We have tools like Chainalysis to follow whatever happens on the secondary market. And, by the way, there are no laws that stablecoins issuers are responsible for the secondary market. But I think it's our duty to monitor them just the same.”

Need for speed

Attempting to deal with crime in a speedy, hands-on manner is a source of frustration, according to Ardoino, because law enforcement must get a judge, who will take six months to rule, and by then the funds are long gone, he said.

“If the DOJ wants to freeze something they can contact us,” Ardoino said. “With surgical precision, we can freeze things. But the Treasury puts stuff on the OFAC SDN list and after one minute it's gone. They should come to us and tell us, 'look, we are investigating these guys, we plan to sanction these guys, can we please freeze them before we announce it publicly,’ so at least we can lock the funds.”

OFAC is the Treasury’s Office of Foreign Assets Control and SDN stands for specially designated nationals.

Advertisement
Advertisement

Both firms have had their travails. A lot has been written over the years about the integrity of tether (USDT), the largest stablecoin, with a current market cap of $107 billion. The durability of Circle, whose USDC is one-third its size and with its ties to the U.S. banking system, looked rather touch and go at one point during the collapse of Silicon Valley Bank in 2023.

Terra Lunacy

The contrast between Circle’s appeal to traditional financial values and Tether’s hands-on, reactive approach to crypto’s slings and arrows is illustrated in their reflections on the collapse of Terra’s UST stablecoin and its backing currency, Luna – arguably the first step that brought down a house of cards.

Some time before Terra blew up, Ardoino suggested the project was a “bad idea,” he said. His denouncement was met with scorn: Obviously he was going to be negative about the algorithmic stablecoin, he recalls people saying at the time, because it was a competitor that was going to steal some of Tether's market.

Advertisement
Advertisement

“Of course, Terra Luna happened and Tether was subjected to a lot of pressure, with people saying they would short us into the ground and cause a bank run,” he said. “But we managed to redeem $7 billion in 48 hours; $20 billion-plus in 20 days.”

Circle’s Disparte laments crypto’s avoidable “own goals” and how it managed to acquire such a “checkered scorecard” for a relatively young industry.

“If you comported with e-money rules or money transmission rules, which in the U.S. is a state-based regime, you would have protected principal, for example, with Terra Luna. People wouldn't have broken the buck,” he said.

Edited by Sheldon Reback.


Bacaan Terkait

Denyut Pasar BTC: Minggu ke-26

Pulsa Pasar BTC Pekan 26: Konsolidasi dengan Fondasi yang Kuat Bitcoin sedang mengalami konsolidasi setelah pemulihan yang kuat, dengan partisipasi pasar dan keyakinan arah mulai mendingin. Momentum harga tetap konstruktif, namun aliran pesanan telah bergeser ke penjualan bersih seiring memudarnya permintaan agresif. Aktivitas perdagangan spot juga menyusut. Pasar derivatif mencerminkan nada hati-hati yang serupa. Meskipun tingkat pendanaan yang moderat mengindikasikan bias bullish yang tersisa, penurunan tekanan beli perpetual dan *skew* delta yang meningkat menunjukkan trader semakin membayar untuk perlindungan dari penurunan harga. Permintaan institusional melunak, dengan ETF spot AS terus mencatat arus keluar bersih. Aktivitas *on-chain* tetap lesu, menyoroti perlambatan yang lebih luas dalam partisipasi spekulatif. Namun, dinamika pasokan tetap mendukung. Keseimbangan pasokan terus bermigrasi ke pemegang jangka panjang, dengan tingkat profitabilitas yang tetap tinggi dan keuntungan yang terealisasi meningkat. Peningkatan pangsa modal jangka pendek dapat menciptakan kondisi untuk volatilitas yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, Bitcoin tetap terbatas dalam suatu rentang (*range-bound*). Partisipasi dan selera risiko telah berkurang, tetapi perilaku pemegang yang tangguh, posisi futures yang stabil, dan profitabilitas yang sehat terus memberikan fondasi yang konstruktif. Pasar terjebak antara momentum yang memudar dan kekuatan mendasar, menunggu katalis arah berikutnya.

insights.glassnode1j yang lalu

Denyut Pasar BTC: Minggu ke-26

insights.glassnode1j yang lalu

Analisis Laporan Riset: JP Morgan Mendetailkan Sentimen Pembeli Menjelang Laporan Kuartalan Micron dan Kondisi Terkini Sektor Perangkat Keras

Analisis oleh Morgan Stanley (Joshua Meyers) pada 21 Juni mengulas sentimen investor sebelum laporan keuangan Micron, kondisi sektor hardware, dan ramalan belanja modal AI. **Kesimpulan Utama:** 1. **Sentimen positif Micron tetap tinggi**, didorong oleh permintaan AI dan peningkatan harga (ASP). Namun, kesinambungan margin kotor di atas 80% dan detail perjanjian jangka panjang (SCAs) menjadi sorotan. 2. **Permintaan hardware terkait AI kuat, tetapi ada divergensi antar saham.** Celestica (CLS) menunjukkan prospek margin lebih baik dan keyakinan pada proyek jaringan AI. Fabrinet (FN) mengantisipasi pendapatan dari modul optik AI untuk Amazon, sementara Teradyne (TER) diperkirakan mendapat klien baru dari Google. 3. **Ramalan belanja modal AI dinaikkan lagi.** Pasar peralatan wafer (WFE) diproyeksikan tumbuh 28% pada 2026 dan 29% pada 2027. Pola pendanaan untuk infrastruktur AI juga berkembang, dengan pembiayaan utang proyek yang lebih besar. **Sinyal Penting dari Rantai Pasokan:** Umpan balik Celestica menunjukkan keyakinan yang lebih besar dalam menaikkan harga dan mendapatkan proyek jaringan AI yang lebih menguntungkan, dengan prioritas pasokan untuk pelanggan hyperscale. **Katalis dan Tantangan:** Laporan keuangan Micron adalah katalis langsung, dengan fokus pada pengungkapan SCAs. Untuk sektor hardware secara lebih luas, kekuatan permintaan saat ini mungkin sebagian didorong oleh pembelian lebih awal terkait kekhawatiran tarif, menciptakan ketidakpastian untuk paruh kedua tahun ini. **Sinyal yang Perlu Dipantau:** 1. Detail SCAs dan pandangan margin dari Micron. 2. Apakah Arista Networks akan menaikkan panduan tahunan. 3. Kemampuan Fabrinet dalam meningkatkan pendapatan modul optik untuk Amazon sesuai rencana.

marsbit5j yang lalu

Analisis Laporan Riset: JP Morgan Mendetailkan Sentimen Pembeli Menjelang Laporan Kuartalan Micron dan Kondisi Terkini Sektor Perangkat Keras

marsbit5j yang lalu

Interpretasi Laporan: Penampilan Perdana Ketua Baru The Fed, Berganti Kepala, Tapi Apakah Naskahnya Sama?

**Inti Laporan Penelitian: Debut Ketua Baru The Fed, Berubah Pimpinan Tapi Tidak Berubah Naskahnya?** Laporan Morgan Stanley oleh Seth B. Carpenter menganalisis pertemuan FOMC pertama Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh. Tiga kesimpulan utama adalah: 1. **Tidak Ada Peta Jalan Suku Bunga**: Warsh sengaja menghindari "panduan ke depan" (*forward guidance*) mengenai jalur suku bunga, sesuai filosofinya. Meski titik-titik proyeksi (*dot plot*) menunjukkan satu kali kenaikan suku bunga di tahun ini, logikanya rapuh. Jika inflasi inti turun lebih rendah dari perkiraan (di bawah 3,3% pada 2026), dan proyeksi menunjukkan penurunan suku bunga di tahun depan, maka alasan untuk menaikkan suku bunga sekali tahun ini menjadi tidak kuat. 2. **Pengurangan Neraca (*Quantitative Tightening/ QT*) Mungkin Lebih Agresif**: Warsh diketahui mendukung pengurangan ukuran neraca The Fed. Laporan menyoroti bahwa dengan memotong saldo rekening Departemen Keuangan AS menjadi setengahnya saja, neraca bisa menyusut sekitar $500 miliar dengan dampak pasar minimal. Ditambah penyesuaian suku bunga cadangan dan aturan likuiditas, ruang untuk *QT* lebih besar dari yang diperkirakan pasar. Dampaknya mungkin lebih kecil dari yang dikhawatirkan, kecuali jika The Fed secara aktif menjual sekuritas berbasis hipotek (*MBS*). 3. **Kerangka Dasar Tetap, Komunikasi Berubah**: The Fed membentuk gugus tugas untuk meninjau kerangka kebijakan, tetapi target inflasi 2% ditegaskan kembali. Perubahan besar ada pada komunikasi: pernyataan FOMC dibuat jauh lebih ringkas dan disusun ulang, yang lebih merupakan perubahan formal daripada pergeseran kebijakan substantif. Intinya, debat pasar berpusat pada dua hal yang tidak diungkapkan secara eksplisit: (1) apakah satu kenaikan suku bunga tahun ini akan benar-benar terjadi, dan (2) seberapa besar dan berdampaknya program pengurangan neraca. Jawabannya bergantung pada data inflasi inti PCE selanjutnya, rincian jalur *QT* dari The Fed, dan hasil tinjauan kerangka kebijakan.

marsbit5j yang lalu

Interpretasi Laporan: Penampilan Perdana Ketua Baru The Fed, Berganti Kepala, Tapi Apakah Naskahnya Sama?

marsbit5j yang lalu

Minggu Penentu dalam Pertarungan: BTC Pullback Konfirmasi dan Perebutan Dukungan HYPE | Analisis Khusus

**Minggu Penentu: Konfirmasi Penarikan Kembali BTC dan Perebutan Dukungan HYPE | Analisis Tamu** Pasar memasuki fase pertarungan kunci minggu ini. Untuk Bitcoin (BTC), analisis struktur pergerakan pada kerangka waktu 4-jam menunjukkan pola saluran naik jangka pendek. Harga saat ini sedang dalam fase konfirmasi *pullback* setelah menembus batas bawah saluran. Hasil konfirmasi ini akan menentukan arah selanjutnya: melanjutkan rally menuju area tekanan 69.500-70.500 USD atau berbalik turun menguji kembali support inti 59.000-60.000 USD. Strategi trading minggu ini berfokus pada posisi short dengan beberapa skenario (A, B, C) berdasarkan reaksi harga di level-level resistance dan support kunci. Model pemantauan posisi menunjukkan struktur pasar telah berubah didominasi bearish. Sementara itu, HYPE setelah mencapai high baru, sedang mengalami koreksi tiga tahap dan kembali ke area support krusial 64-66 USD. Hasil pertarungan di zona ini sangat menentukan: bertahan dapat melanjutkan tren naik, sedangkan breakdown dapat mengarah pada pengujian support lebih dalam di 52-54 USD. Strategi untuk HYPE adalah "buy on dip" dengan mencari sinyal stabilisasi di area support tersebut untuk posisi long jangka pendek, dengan pengelolaan risiko ketat. **Peringatan Penting:** Semua analisis merupakan catatan teknis pribadi dan bukan saran investasi. Pasar dinamis, patuhi selalu disiplin manajemen risiko dan stop-loss.

marsbit5j yang lalu

Minggu Penentu dalam Pertarungan: BTC Pullback Konfirmasi dan Perebutan Dukungan HYPE | Analisis Khusus

marsbit5j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片