Taiwanese Crypto Exchange Founder Charged With Money Laundering And Fraud

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2024-04-10Terakhir diperbarui pada 2024-04-11

Abstrak

David Pan, the founder of the Taiwanese crypto exchange ACE, alongside six other suspects, has been charged by prosecutors with...

David Pan, the founder of the Taiwanese crypto exchange ACE, alongside six other suspects, has been charged by prosecutors with fraud and money laundering. According to the official press release, a court ruled the confiscation of Pan’s assets.

Crypto Fraud Investigation Ends With Indictment And Seizing Of Assets

In January 2024, news broke of one of the largest crypto exchanges in Taiwan being under police investigation for alleged fraud. The investigation unveiled a “well-organized” scheme by ACE exchange founders David Pan and Lin Nam to “deceive” victims into investing in worthless virtual currencies.

The police raided over 15 locations, including ACE headquarters, and arrested 14 individuals, including Pan and Lin, as part of the investigation. Additionally, over NT$200 million, worth $6.4 million, were seized during the raids.

The investigation of the suspected money laundering and fraud of ACE and its investee company, Fu Hai Digital Innovation Company, continued. As a result, the Taichung District Attorney’s Office prosecutors indicted Pan and six other suspects with criminal charges this week.

The defendants are accused of violating the Organized Crime Prevention Ordinance, aggravated fraud, and money laundering. The press release states that 162 victims were affected, and the money lost in the fraud amounts to over NT$340 million, worth around $10.7 million.

The prosecutors asked the Taiwanese court to consider that the “circumstances of the crime are significant, and the malice is grave.” As a result, a judge approved the seizing of property of the seven individuals accused.

Around NT$3.48 million in crypto was seized, alongside NT$ 27.5 million in real estate properties, NT$140,000 in deposits, and NT$485,000 in cash. The total amount seized reaches over NT$31.6 million.

Web of Lies And ACE’s Response

Prosecutors found that the defendants engaged in “offline and over-the-counter transactions of virtual currencies through the ‘Alfred Wallet’ App.”

According to the press release, Fu Hai created the Alfred Wallet and offered the A+Card, which was used for fraud. The virtual currency stored-value cards were sold in cooperation with fake investment online groups that promoted them.

With the help of social media groups, the fraudsters promoted and hyped investing in virtual currencies, as crypto “could yield considerable returns.” Moreover, they promoted the purchase of TIDE tokens from specific dealers.

Per the investigation, the accused took advantage of the broad belief that physical stores are more trustworthy. As a result, they urged the victims to purchase their tokens at local stores authorized to operate Fu Hai’s Alfred Wallet.

Personnel in the store would aid the victims in using the A+Card to store their tokens in the Alfred Wallet. However, the defendants used the “operation mode” of the app to manage the wallets. Using this method, the “transfer of currency flows could not be publicly queried in the blockchain ledger.”

Subsequently, the system was used to manipulate the addresses of users’ wallets and control the funds from the backend. When victims tried withdrawing their funds, the members of the fraudulent group would find excuses like “wrong orders” and “account problems” or refuse to give reasons.

Following the indictment, ACE published a statement distancing itself from its founder. The crypto exchange clarified that the Alfred Wallet was not an ACE product, as it “was developed by a third party commissioned by the former director Pan.”

Finally, the exchange reassured users that its trading and operating conditions were normal, guaranteeing the safety of its users’ assets.

BTC, BTCUSDT, Bitcoin , Crypto

Bitcoin price performance in the 1-day chart. Source: BTCUSDT on Tradingview
Featured Image from Unsplash.com, Chart from TradingView.com
Rubmar Garcia

Rubmar Garcia

Rubmar is a crypto enthusiast who likes learning and improving constantly. She enjoys reporting on the latest news and developments in the crypto industry. Rubmar also enjoys scrapbooking, crafting, simulation games, and watching football.

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Kes Perceraian Chey Tae-won Selesai: Mengungkap Garis Suksesi Tersembunyi di Balik Kerajaan Triliunan SK Hynix

Kasus perceraian Ketua SK Group, Choi Tae-won, akhirnya diputuskan, mengungkap garis suksesi tersembunyi di balik kerajaan triliunan won SK Hynix. Artikel ini menjelaskan perjalanan ketiga anaknya sebagai generasi penerus ketiga dalam keluarga Chaebol Korea Selatan yang tidak mengikuti skenario tradisional. Anak tertua, **Choi Yun-jung**, dianggap sebagai kandidat penerus yang paling jelas. Berpendidikan tinggi di bidang biologi dan informatika biomedis, dia memegang posisi eksekutif di SK Inc., mengelola perencanaan jangka panjang dan ekspansi global. Pernikahannya dengan pendiri startup infrastruktur AI mencerminkan pergeseran dari pernikahan dinasti tradisional. Anak kedua, **Choi Min-jung**, memiliki koneksi mendalam dengan SK Hynix, Washington, dan jaringan militer. Sebagai veteran Angkatan Laut Korea yang pernah bertugas di Teluk Aden, dia bekerja di divisi kebijakan internasional SK Hynix sebelum mendirikan startup perawatan kesehatan berbasis AI di AS. Dia menikahi mantan perwira Korps Marinir AS, menguatkan hubungannya dengan lingkungan geopolitik tempat perusahaan semikonduktor beroperasi. Putra satu-satunya, **Choi In-geun**, adalah yang paling sesuai dengan profil penerus tradisional namun justru paling diam. Setelah bekerja di SK E&S, dia kini berkarier di McKinsey Seoul, sebuah langkah yang dianggap sebagai pelatihan eksternal standar, bukan pernyataan suksesi. Kasus perceraian orang tua mereka, dengan tuntutan pembagian aset mencapai triliunan won, juga membawa ketiganya ke dalam narasi publik melalui berkas hukum. Sementara SK Hynix melonjak menjadi aset geopolitik global di era AI, ketiga anak ini tidak mewarisi jawaban sederhana, melainkan serangkaian tantangan kompleks industri AI global. Pewarisan bagi mereka bukan lagi sekadar masalah keluarga, melainkan uji kelayakan publik di panggung dunia baru.

marsbitKemarin 09:11

Kes Perceraian Chey Tae-won Selesai: Mengungkap Garis Suksesi Tersembunyi di Balik Kerajaan Triliunan SK Hynix

marsbitKemarin 09:11

2 Bulan, Valuasi Melonjak dari 88 Miliar Jadi 680 Miliar! OpenRouter, 'Stasiun Transit' AI Terbesar, Akan Diakuisisi

Stripe, pemroses pembayaran terbesar di dunia, dilaporkan sedang dalam negosiasi untuk mengakuisisi OpenRouter, pasar yang menghubungkan lebih dari 400 model AI besar, dengan harga sekitar 100 miliar USD. Harga ini mencerminkan lonjakan valuasi hampir 7 kali lipat dari 13 miliar USD dua bulan lalu. OpenRouter berfungsi sebagai lapisan perantara atau "mesin perbandingan harga" yang memungkinkan pengembang mengakses berbagai model AI (seperti GPT, Claude, atau model open-source) melalui satu API. Platform ini secara otomatis mencocokkan permintaan pengguna dengan model terbaik berdasarkan kompleksitas tugas, biaya, dan kecepatan, membantu aplikasi AI mengoptimalkan biaya tanpa mengubah pengalaman pengguna. Didirikan pada 2023 oleh Alex Atallah (salah satu pendiri OpenSea) dan Louis Vichy, OpenRouter telah mencatat pertumbuhan pesat dengan pendapatan tahunan mencapai 50 juta USD per April 2025. Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi Stripe untuk memperluas infrastruktur ekonomi AI. Pada akhir 2025, mereka mengakuisisi Metronome, platform penagihan berbasis penggunaan. Dengan menggabungkan OpenRouter (pemilihan dan perutean model) dan Metronome (penagihan), Stripe bertujuan menawarkan solusi terpadu—dari pemilihan model, penagihan sesuai pemakaian, hingga pembayaran—bagi bisnis yang menggunakan AI. Langkah ini memperkuat posisi Stripe sebagai "pusat kendali" dalam alur kerja AI. Meski transaksi berpotensi diumumkan dalam sebulan, negosiasi masih bisa gagal.

链捕手Kemarin 09:03

2 Bulan, Valuasi Melonjak dari 88 Miliar Jadi 680 Miliar! OpenRouter, 'Stasiun Transit' AI Terbesar, Akan Diakuisisi

链捕手Kemarin 09:03

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli ACE

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Fusionist (ACE) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Fusionist (ACE) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Fusionist (ACE) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Fusionist (ACE) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Fusionist (ACE)Lakukan trading Fusionist (ACE) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

254 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli ACE

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga ACE (ACE) disajikan di bawah ini.

活动图片