CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-04-08Terakhir diperbarui pada 2024-04-09

Abstrak

Countries have varying definitions and categorizations for stablecoins that may pose a risk to financial stability, the report by the Financial Stability Institute said.

  • Countries around the world must ensure consistency in their approaches to regulating stablecoins, a new report by the Financial Stability Institute says.
  • Differing approaches could pose challenges to an integrated financial system, the FSI added in its report.

Countries need to make their regulatory frameworks for stablecoins consistent with one another, the Financial Stability Institute (FSI) warned in a report published Tuesday.

The FSI, jointly created by the Bank for International Settlements and the Basel Committee on Banking Supervision, is tasked with assisting regulators worldwide in strengthening their financial systems. The institute's report on policy implementation insights for stablecoins – which refers to cryptocurrencies whose value is pegged to other assets such as sovereign currencies – warns of the dangers of fragmentation in supervision across the world.

"Stablecoins may still be unregulated or lightly regulated in other jurisdictions," said the report, authored by FSI Deputy Chair Juan Carlos Crisanto and Senior Advisors Johannes Ehrentraud and Denise Garcia Ocampo.

Advertisement
Advertisement

The authors argued that while many regulatory approaches have similarities when it comes to key requirements, the differences are largely driven by the variety of stablecoin design features and perceived risks. The report warned that this fragmentation in approaches to supervision could pose challenges to an integrated financial system and threaten financial stability.

Nations around the world have been exploring how to regulate stablecoins for several years. The U.K., for instance, passed legislation to recognize stablecoins as a means of payment in 2023, while the European Union passed the landmark Markets in Crypto Assets regulation (MiCA) to supervise issuers and service providers handling stablecoins. Japan too has started regulating stablecoins, while the U.S. is considering a stablecoin bill.

The FSI report says jurisdictions have varying definitions and categorizations for stablecoins that may pose a risk to financial stability. There are also discrepancies in requirements for the disclosure of reserve assets kept by stablecoin issuers to maintain the crypto's value against its reference currency.

Advertisement
Advertisement

"A consistent regulatory framework, as well as its global implementation, is essential to address stablecoins’ risks, prevent regulatory arbitrage and ensure a level playing field in the digital asset ecosystem," the FSI report said.

Ensuring the interoperability of stablecoins with central bank digital currencies (CBDC) and other digital assets would also be key to promoting an integrated financial system, the report added.

Global organizations such as the International Monetary Fund (IMF) and Financial Stability Board (FSB) have issued or are working on universal norms for stablecoins.

Edited by Sandali Handagama.

Bacaan Terkait

Sang "Sopir Kemudi Krisis" Pasar Finansial Wafat, Mengenang Karier Alan Greenspan di Fed

Mantan Ketua Federal Reserve AS Alan Greenspan meninggal pada usia 100 tahun karena komplikasi penyakit Parkinson. Ia memimpin bank sentral AS selama hampir 19 tahun (1987-2006), melintasi empat presiden. Greenspan awalnya dipuji sebagai "nakhoda krisis" karena respons cepatnya terhadap peristiwa seperti 'Black Monday' 1987, krisis Asia, dan serangan 9/11. Kebijakan suku bunga rendah dan dukungan likuiditasnya menciptakan ekspektasi pasar yang dikenal sebagai "Greenspan Put"—keyakinan bahwa Fed akan bertindak untuk menopang pasar. Filosofi pasar bebas dan kepercayaannya pada inovasi keuangan selaras dengan optimisme era 1990-an, di mana ia dijuluki "Maestro". Namun, warisannya diperdebatkan setelah Krisis Keuangan 2008. Para kritikus berpendapat bahwa suku bunga rendah yang berkepanjangan dan pengawasan regulasi yang longgar turut berkontribusi pada gelembung perumahan dan krisis keuangan. Greenspan sendiri mengakui kelemahan dalam menilai kemampuan swa-regulasi pasar, tetapi membela keputusan masa jabatannya dengan menyatakan sulitnya mengidentifikasi gelembung aset secara tepat waktu. Warisan Greenspan tetap kompleks: ia dipandang sebagai penjaga stabilitas dan kemakmuran di satu sisi, dan sebagai simbol era deregulasi yang berisiko di sisi lain. Kematiannya mengingatkan kembali pada pertanyaan mendalam tentang peran bank sentral dalam menstabilkan pasar versus mendorong akumulasi risiko.

marsbit11m yang lalu

Sang "Sopir Kemudi Krisis" Pasar Finansial Wafat, Mengenang Karier Alan Greenspan di Fed

marsbit11m yang lalu

Interpretasi Laporan Riset: Intel Bangkit Berkat Apple? Setelah Bernstein Menghitung, Arah Benar Tapi Harga Terlalu Mahal

**Laporan Bernstein: Intel Butuh Lebih dari Apple untuk Bangkit** Analis Bernstein, Stacy A. Rasgon, menilai pernyataan terbaru Donald Trump yang mendukung kolaborasi Apple dan Intel untuk chip PC buatan AS. Kesimpulan utamanya: 1. **Dampak Finansial Minimal:** Jika Intel mendapat 40% pesanan chip laptop Apple (sekitar 5 juta unit/tahun), pendapatan tahunan hanya sekitar $500 juta. Jumlah ini sangat kecil dibandingkan total pendapatan Intel ($550 miliar) dan kontribusi laba per sahamnya hampir tidak terasa. 2. **Nilai Utama adalah Validasi:** Pesanan potensial ini berharga bukan untuk skalanya, tetapi sebagai **bukti kepercayaan** dari klien besar AS terhadap kemampuan manufaktur Intel, khususnya proses 18A. 3. **Jalan Panjang Menuju Produksi Massal:** Bernstein menekankan masih **banyak pekerjaan berat** dari tahap konsep ke produksi massal. Intel perlu investasi besar, meningkatkan kapasitas, dan membuktikan daya saing biaya serta kualitasnya di foundry. 4. **Penilaian Tetap Hati-hati:** Meski melihat arah yang positif, Bernstein mempertahankan rating **"Market-Perform" (Tahan)** dengan target harga $100. Ini mengisyaratkan harga saham saat ini (~$121.1) mungkin sudah mencerminkan harapan tersebut. **Kesimpulan:** Kerja sama dengan Apple adalah sinyal strategis dan politik yang baik untuk Intel, tetapi **tidak cukup** untuk mengubah nasib keuangannya dalam jangka pendek. Kesuksesan jangka panjang bergantung pada kemampuan Intel melewati validasi skala kecil ini dan menarik lebih banyak klien besar ke foundry-nya.

marsbit40m yang lalu

Interpretasi Laporan Riset: Intel Bangkit Berkat Apple? Setelah Bernstein Menghitung, Arah Benar Tapi Harga Terlalu Mahal

marsbit40m yang lalu

27 Tahun Takhta Terguling: Nilai Pasar SK Hynix Pertama Kali Lampaui Samsung, Sebuah Rekonstruksi Kekuatan Chip Korea yang Digerakkan AI

Pada 22 Juni 2026, SK Hynix mencetak sejarah di pasar modal Korea dengan nilai pasar pertamanya melampaui Samsung Electronics, mengakhiri dominasi 27 tahun raksasa elektronik tersebut. Pencapaian ini didorong oleh gelombang AI yang mengubah memori bandwidth tinggi (HBM) dari produk pinggiran menjadi infrastruktur inti komputasi. SK Hynix, yang pernah hampir bangkrut dengan utang $140 miliar, kini menjadi pemimpin pasar HBM global dengan pangsa 59%. Keuntungannya melonjak, menghasilkan rata-rata lebih dari 2 miliar yuan RMB per hari pada kuartal pertama 2026, didukung margin operasi HBM yang mencapai 72%. Sementara itu, Samsung tertinggal dalam perlombaan HBM karena fokusnya tersebar di berbagai bisnis seperti ponsel dan foundry semikonduktor, yang justru menghadapi tantangan. Keunggulan strategis SK Hynix dalam HBM, yang telah dipersiapkan sejak dini, telah membayar lunas di era AI. Peristiwa ini menandai pergeseran ekonomi Korea dari berbasis elektronik konsumen ke infrastruktur AI, serta transformasi industri chip memori menuju produk bernilai tinggi dan khusus. Namun, persaingan belum berakhir. Kapasitas produksi baru yang direncanakan pada 2028 dan upaya Samsung untuk mengejar ketertinggalan di HBM4 dapat mengubah kembali lanskap persaingan. Kenaikan SK Hynix adalah bukti rekonfigurasi kekuatan di industri semikonduktor global yang digerakkan oleh AI.

marsbit52m yang lalu

27 Tahun Takhta Terguling: Nilai Pasar SK Hynix Pertama Kali Lampaui Samsung, Sebuah Rekonstruksi Kekuatan Chip Korea yang Digerakkan AI

marsbit52m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片