Do Kwon’s Extradition to South Korea Postponed by Montenegrin Supreme Court

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-03-21Terakhir diperbarui pada 2024-03-22

Abstrak

The Luna/Terra founder will remain in the Balkan country “until a decision is made” on where to send him to face charges.

  • The Montenegrin Supreme Court has stepped in to stop Do Kwon from being extradited to South Korea.
  • The decision overturns earlier decisions from two lower courts to extradite Kwon to face charges in his home country, rather than in the U.S., which is also fighting to try him on criminal charges.

Montenegro’s Supreme Court placed a pause on Terra founder Do Kwon’s pending extradition from the Balkan country, issuing an order on Friday that overturns earlier decisions from two lower courts to extradite Kwon to his native South Korea.

21.4K

Kwon has been in Montenegrin custody since March 2023, when he was arrested and jailed for attempting to use fake Costa Rican documents en route to Dubai after months on the run.

The decision effectively puts a time-out on the ongoing tug-of-war over Kwon between South Korea and the United States. Both countries want to try Kwon for criminal charges, including fraud, relating to the $40 billion collapse of the Terra ecosystem in May 2022.

Advertisement
Advertisement

Kwon has fought extradition for a year, but a decision from a Montenegrin Appellate court earlier this month to extradite him to South Korea seemed final – until the country’s top prosecutor stepped in.

On Thursday, the Office of the Supreme State Prosecutor issued a statement arguing that the court’s decision overstepped the limits of its power. The prosecutor claimed that a decision on where to extradite Kwon can only be made by the country’s minister of justice.

The Supreme Court has said that Kwon’s extradition will be halted "until a decision is made."

A company Kwon founded, Terraform Labs, is set to go on trial next week to face charges brought by the U.S. Securities and Exchange Commission.

Edited by Nikhilesh De.

Bacaan Terkait

Otoritas Pengawas Keuangan Korea Merevisi Sistem Kompensasi Kerugian dari Penipuan Phising Menggunakan Jembatan Kripto

Otoritas Pengawas Keuangan Korea Selatan (FSS) sedang merevisi sistem kompensasi kerugian akibat kejahatan *phishing* untuk memasukkan aset kripto. Perubahan ini, dijadwalkan efektif Oktober mendatang, akan memungkinkan software FSS menghitung dan mengganti kerugian dalam bentuk mata uang kripto, bukan hanya dalam won Korea. Sistem baru akan menerapkan rasio pengembalian dana berdasarkan jenis dan jumlah token yang harus dikembalikan kepada setiap korban, serta nilainya pada saat pembayaran dibekukan. Sistem ini juga dirancang untuk mendeteksi kasus dimana hasil kejahatan disebar ke beberapa akun sebelum digabungkan kembali. Perombakan ini mengikuti amendemen UU Kompensasi Kerugian akibat Penipuan Telekomunikasi pada 31 Maret, yang kini mengakui aset virtual sebagai properti yang rusak dan dapat dikompensasikan. Perubahan hukum ini juga mewajibkan platform perdagangan aset kripto seperti Upbit dan Bithumb untuk mematuhi kewajiban pencegahan *phishing* dan bantuan kepada korban yang sama seperti bank. FSS menetapkan periode implementasi tiga bulan hingga November untuk mengatasi kendala teknis. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kasus dimana dana curian sengaja dikonversi ke kripto untuk dibawa keluar negeri. Data FSS menunjukkan kerugian akibat penipuan telekomunikasi di Korea Selatan naik 14,1% menjadi 433,8 triliun won pada 2025, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

cryptonews.ru6m yang lalu

Otoritas Pengawas Keuangan Korea Merevisi Sistem Kompensasi Kerugian dari Penipuan Phising Menggunakan Jembatan Kripto

cryptonews.ru6m yang lalu

Analis Legendaris Bloomberg Mike McGlone Memberikan Komentar Baru tentang Bitcoin! 'Kita Berada di Pasar Bearish'

Pasar Bitcoin memasuki fase baru setelah lonjakan minat institusional pada ETF spot. Data terbaru menunjukkan aliran modal masuk besar-besaran ke ETF spot Bitcoin, mencapai $853 juta dalam waktu singkat. Para ahli seperti Dave Weisberger, David Duong, dan Mike McGlone membahas dinamika ini dalam siaran baru-baru ini. David Duong dari CoinShares menekankan bahwa aliran dana ini mencerminkan keyakinan investor institusional pada aset kripto dan minat jangka panjang mereka. Dengan harapan kenaikan suku bunga yang mereda dan ketidakpastian makroekonomi yang berkurang, investor beralih ke aset berisiko seperti Bitcoin, menciptakan tekanan kenaikan harga yang signifikan. Dave Weisberger dari CoinRoute menyoroti dampak ETF terhadap likuiditas pasar. Penawaran di pasar OTC terus menyusut, memaksa penerbit ETF membeli aset langsung di pasar, yang secara teknis mendukung peluang terobosan harga naik. Namun, Mike McGlone dari Bloomberg Intelligence mengingatkan tentang situasi makroekonomi global dan kondisi likuiditas. Meski mengakui ETF memberi impuls kenaikan jangka pendek, ia menilai reli berkelanjutan tergantung pada keseimbangan makroekonomi dan kebijakan Federal Reserve. McGlone secara teknis melihat sinyal breakout naik untuk Bitcoin, tetapi menilai bahwa aset tersebut masih berada dalam pasar bearish saat ini. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru56m yang lalu

Analis Legendaris Bloomberg Mike McGlone Memberikan Komentar Baru tentang Bitcoin! 'Kita Berada di Pasar Bearish'

cryptonews.ru56m yang lalu

Trading

Spot
活动图片