比照DOGE行情与社媒热度关联,PEPE和WIF破圈(见顶)了吗?

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-03-05Terakhir diperbarui pada 2024-03-05

Abstrak

Meme热搜极值意味着行情见顶:PEPE和WIF出现了较大偏离,但程度远不及21年的DOGE和SHIB。

原创 | Odaily星球日报

作者 | 南枳

比照DOGE行情与社媒热度关联,PEPE和WIF破圈(见顶)了吗?

2021 年年初,DOGE 掀起了最早一波“动物园行情”为名的 Meme 热潮,而 DOGE 本身最高市值一度达到 887.9 亿美元,彼时 DOGE 成功破圈,在各个社交媒体都广泛传播,引入了大量的新人投资相关币种。

当年 5 月 8 日,DOGE 触及最高点 0.74 USDT,过度火热的市场累积了大量的杠杆头寸, 5 月 12 日比特币下跌 12.5% ,随后更是发生了知名的 519 崩盘,比特币单日振幅 34.8% ,下跌 14.44% 。

“二代 Meme 龙头”SHIB 的两轮行情则分别发生于 21 年 5 月和 10 月末,与 5 月和 11 月的两次见顶时间也相当临近,但破圈效应不及 DOGE。

而近期,以 PEPE 为首的 Meme 代币占领交易所涨幅榜,WIF 也登陆 Robinhood 和币安,是否又预示着一轮破圈并马上到山顶的行情呢?Odaily星球日报将于本文复盘社媒数据与 Meme 代币走势,包括 DOGE、SHIB、PEPE、WIF,探究是否二者有所关联和预示。

破圈传播?尚未开始

先从国内的社媒平台开始聊起。

微博:在 2021 年,大量的官方账号与个人在微博宣发 Web3 行业内容,目前虽大量用户已向 X 平台迁移,但 Meme 币的相关内容依旧能够实时更新并有一定程度的传播。PEPE 所搜内容与加密货币关联紧密,WIF 关联内容较少,多数内容为“WiFi”相关。

比照DOGE行情与社媒热度关联,PEPE和WIF破圈(见顶)了吗?

小红书:该平台上的情况与微博类似,PEPE 关联度极高,但多数发帖时间并非近期点赞量不高说明仍未引发圈外用户 FOMO 和广泛关注。而 WIF 也一样有零散相关内容,时间分布参差,多数与“WiFi”词条相关。

比照DOGE行情与社媒热度关联,PEPE和WIF破圈(见顶)了吗?

即刻:该平台的 Web3 浓度实际上不逊色于微博与小红书,但更主要为正规项目宣发和从业人员交流。目前 PEPE 仅有少数帖子讨论其涨幅,而 WIF 则无人提起。

比照DOGE行情与社媒热度关联,PEPE和WIF破圈(见顶)了吗?

社媒搜索数据回顾

以“百度指数”和“谷歌趋势”为依据回顾 DOGE 与 SHIB 走势,其中“百度指数”为绝对指数,展示特定时间段内的搜索量级,而“谷歌趋势”为绝对值,最大值为 100 ,展示特定时间段内的相对趋势。

DOGE 的价格与社媒搜索数据如下,谷歌数据可见,在 1 月-5 月中,全球对 DOGE 的关注程度近似,而国内更关注后两波行情。并且可以明显看出,一旦在某一日出现了远超均值的热搜,意味着短期行情见顶

比照DOGE行情与社媒热度关联,PEPE和WIF破圈(见顶)了吗?

比照DOGE行情与社媒热度关联,PEPE和WIF破圈(见顶)了吗?

SHIB 的价格与社媒搜索数据如下,规律与 DOGE 类似,极端的热搜意味着行情的见顶。但可以看出在国内的关注度主要是 5 月的 DOGE 引发的“动物园行情”所带来的,第二轮国内关注度显著下降。

比照DOGE行情与社媒热度关联,PEPE和WIF破圈(见顶)了吗?

比照DOGE行情与社媒热度关联,PEPE和WIF破圈(见顶)了吗?

PEPE 近一个月的价格与社媒搜索数据如下,其中谷歌趋势由于官方设置原因,不能跨月查询,但经 7 日查询得到,热度与 2 月末没有显著变化。但在国内已经开始出现大幅偏离均值的波动,但偏离程度不及 DOGE 和 SHIB 曾创下的超百倍波动。

比照DOGE行情与社媒热度关联,PEPE和WIF破圈(见顶)了吗?

比照DOGE行情与社媒热度关联,PEPE和WIF破圈(见顶)了吗?

比照DOGE行情与社媒热度关联,PEPE和WIF破圈(见顶)了吗?

WIF 近一个月的价格与社媒搜索数据如下,国内对其没有明显的关注变化,值得注意的是,在 3 月 5 日 18 时,即币安公布上线 WIF 现货之后,热度开始飙升,出现了类似 PEPE 的偏离情况。

比照DOGE行情与社媒热度关联,PEPE和WIF破圈(见顶)了吗?

比照DOGE行情与社媒热度关联,PEPE和WIF破圈(见顶)了吗?

比照DOGE行情与社媒热度关联,PEPE和WIF破圈(见顶)了吗?

结论

综上,Meme 代币的极端热搜往往意味着一段行情的见顶,目前 PEPE 和 WIF 都出现了较大的偏离,意味着风险开始累积,但程度远不及当年的 DOGE 和 SHIB,也没有明显的破圈情况发生,或仍有一定的潜力空间。

Bacaan Terkait

Sistem Terbuka Akan Menang: Mengapa Ethereum Adalah Linux Berikutnya?

Etherealize menulis tentang bagaimana sistem terbuka tanpa izin akhirnya menang atas sistem tertutup, dan mengapa Ethereum dipandang sebagai Linux berikutnya. Artikel ini menarik paralel antara sejarah internet dan Linux dengan perkembangan blockchain. Pada 1990-an, banyak yang meragukan internet terbuka akan mengalahkan jaringan pribadi perusahaan seperti yang dibayangkan Microsoft. Namun, kenyataannya, internet dan Linux, yang dikembangkan secara terbuka oleh komunitas global ("model pasar"), terbukti lebih inovatif dan tangguh daripada sistem tertutup ("model katedral"). Prinsip yang sama berlaku untuk infrastruktur keuangan. Blockchain pribadi atau konsorsium (seperti yang pernah dicoba bank) menawarkan kecepatan dan kontrol jangka pendek, tetapi memiliki kelemahan: risiko platform di mana operator dapat bertentangan dengan pengguna, dan ketidakmampuan untuk mengikuti inovasi sistem tanpa izin. Ethereum, seperti Linux, dibangun berdasarkan **netralitas tepercaya**: aturannya transparan, berlaku sama untuk semua, sulit diubah, dan siapa pun dapat berpartisipasi. Ini menarik pengembang (lebih dari 1 juta hingga saat ini) dan institusi besar. Keunggulan Ethereum berasal dari desentralisasi yang mendalam dan sejarah uniknya (mis., transisi dari Proof-of-Work), yang tidak dapat dengan mudah disalin. Robinhood, BlackRock, JPMorgan, dan perusahaan terkemuka lainnya membangun di atas Ethereum atau lapisan-2-nya karena keamanan, ekosistem yang matang, dan sifatnya yang netral. Sementara solusi tertutup seperti SWIFT atau Visa dapat memblokir peserta, Ethereum menawarkan fondasi penyelesaian global yang independen dan dapat diandalkan. Tantangan regulasi tentang akuntabilitas dijawab di lapisan aplikasi (mis., melalui token dengan KYC bawaan), bukan di lapisan penyelesaian. Kesimpulannya, masa depan infrastruktur keuangan terletak pada membangun di atas sistem terbuka seperti Ethereum, bukan mencoba bersaing atau menciptakan yang tertutup.

Foresight News7m yang lalu

Sistem Terbuka Akan Menang: Mengapa Ethereum Adalah Linux Berikutnya?

Foresight News7m yang lalu

Keuntungan Kanal Berakhir, Dengan Apa Protokol DeFi Bertahan dari Rangkulan Raksasa?

Penulis Thejaswini M A menganalisis bagaimana perusahaan teknologi besar seperti Coinbase, Stripe, dan Kraken memperoleh keuntungan dengan menguasai infrastruktur dan saluran distribusi, yang sering kali mengorbankan protokol DeFi open-source yang pada awalnya mereka andalkan. Coinbase, dengan pengguna 110 juta, meluncurkan blockchain Base. Protokol pinjaman open-source Morpho, yang digunakan Coinbase untuk produk pinjamannya, sekarang beroperasi di Base. Semua biaya transaksi yang dihasilkan mengalir ke Coinbase, bukan ke Morpho. Meski demikian, Morpho tetap tumbuh dengan TVL $2.5 miliar di Base, menciptakan hubungan saling ketergantungan. Stripe menghabiskan $1.1 miliar untuk mengakuisisi Bridge dan beralih dari stablecoin Circle (USDC) ke USDB-nya sendiri, sehingga menjaga pendapatan bunga dari aset cadangan di dalam ekosistemnya. Kraken membeli NinjaTrader senilai $1.5 miliar untuk mendapatkan lisensi derivatif yang sulit diperoleh, menghilangkan ketergantungan pada pihak ketiga. Artikel ini mempertanyakan masa depan protokol open-source ketika saluran distribusi keuntungan tidak lagi menjadi nilai inti. Kunci ketahanan bagi protokol seperti Morpho dan Uniswap adalah ekspansi multi-rantai. Dengan menyebar di banyak blockchain, mereka mengurangi risiko jika satu rantai (seperti Base yang mendukung pesaing Aerodrome) memutus dukungan. Kesimpulannya, meski raksasa platform memiliki keunggulan pengguna, protokol yang tertanam kuat, multi-rantai, dan mahal untuk diganti masih bisa bertahan. Masa depan akan ditentukan oleh perlombaan antara ekspansi horizontal protokol dan konsolidasi vertikal oleh institusi besar.

marsbit13m yang lalu

Keuntungan Kanal Berakhir, Dengan Apa Protokol DeFi Bertahan dari Rangkulan Raksasa?

marsbit13m yang lalu

Kendala Daya Komputasi dalam Pertarungan AI Tiongkok-AS

Dalam persaingan AI antara AS dan Tiongkok, kendala utama yang dihadapi Tiongkok adalah kesenjangan komputasi (computing power) yang sangat besar, terutama di sektor pelatihan AI berkinerja tinggi. Chip AI domestik Tiongkok saat ini sebagian besar masih berfokus pada sisi inferensi yang relatif lebih mudah, sedangkan di puncak piramida pelatihan model besar, kehadiran chip domestik masih terbatas dan hanya mengerjakan tugas-tugas tepi. AS menguasai lebih dari 70% GPU high-end global, dengan skala komputasi 2 kali lipat lebih besar daripada Tiongkok. Raksasa teknologi seperti Meta, Google, Amazon, dan Microsoft menginvestasikan dana besar untuk infrastruktur AI, memiliki kekuatan komputasi yang masing-masing melebihi total seluruh perusahaan AI Tiongkok. Kesenjangan ini berdampak langsung pada pengembangan model besar (large models). Model AS terdepan seperti Anthropic's Mythos telah mencapai 10 triliun parameter, sedangkan model Tiongkok terkuat, DeepSeek V4 Pro, memiliki 1,6 triliun parameter. Kekurangan chip pelatihan high-end membatasi kemampuan pra-pelatihan (pre-training) yang menentukan batas atas kecakapan model. Meski demikian, kebangkitan chip GPU domestik Tiongkok mulai terlihat. Perusahaan seperti Huawei (Ascend 910), Haiguang, Cambricon, Moore Thread, dan MetaX memanfaatkan kebijakan substitusi impor. Meski masih tertinggal dalam kinerja absolut dan ekosistem perangkat lunak (seperti CUDA milik Nvidia), chip domestik mulai menunjukkan peningkatan adaptabilitas, bergerak dari terobosan di sektor inferensi menuju adaptasi bertahap di sektor pelatihan. Kolaborasi antara perusahaan AI dan produsen chip domestik telah berhasil melatih model canggih seperti GLM-Image dan RoboBrain 2.5 sepenuhnya pada perangkat keras domestik. Dengan dukungan pasar yang besar, talenta AI, dan modal yang kuat, industri chip AI Tiongkok diharapkan dapat terus berkembang, meski perjalanan mengejar ketertinggalan membutuhkan kesabaran dan strategi jangka panjang dalam persaingan teknologi yang menentukan ini.

marsbit13m yang lalu

Kendala Daya Komputasi dalam Pertarungan AI Tiongkok-AS

marsbit13m yang lalu

Karya Baru Tim He Kaiming: Menghapus VAE dan Data Privat, Hasil Generasi Gambar dari Teks Justru Lebih Baik

Tim riset Kai Ming He meluncurkan model teks-ke-gambar yang sangat sederhana bernama MiniT2I, yang menantang pendekatan rumit yang umum digunakan saat ini. Model ini menghilangkan komponen standar seperti pengkode VAE, mekanisme injeksi kondisi AdaLN, data privat, dan tahap penyelarasan RL/DPO. Sebagai gantinya, MiniT2I dilatih secara langsung di ruang piksel RGB menggunakan target pemadanan aliran pada model Transformer. MiniT2I mengadopsi arsitektur MM-JiT yang sederhana, menggantikan mekanisme modulasi kondisi kompleks dengan dua blok adaptor teks ringan dan menghapus cabang AdaLN. Model ini dilatih secara dua tahap hanya menggunakan data publik: pra-pelatihan pada dataset CC12M yang diberi keterangan ulang, dan penyempurnaan pada sekitar 120 ribu pasangan gambar-teks berkualitas tinggi. Dengan hanya 258 juta parameter (versi B/16), MiniT2I mencapai skor 0,87 pada GenEval dan 84,2 pada DPG-Bench, mengungguli model lain di ruang piksel yang jauh lebih besar. Keunggulannya meliputi biaya komputasi yang lebih rendah, arsitektur yang lebih mudah dipahami, dan hasil yang sebanding dalam hal kualitas dan keragaman gaya dengan model besar seperti SD3-Medium dalam beberapa skenario. Namun, model ini masih memiliki keterbatasan seperti artefak batas patch, efek samping CFG pada ruang piksel, dan kinerja yang lebih rendah dalam rendering teks dibandingkan sistem industri, yang memerlukan data yang lebih khusus.

marsbit19m yang lalu

Karya Baru Tim He Kaiming: Menghapus VAE dan Data Privat, Hasil Generasi Gambar dari Teks Justru Lebih Baik

marsbit19m yang lalu

Asuransi Menghadapi Kompetitor Terbesar, Apakah Pasar Prediksi adalah "Orang Liar di Depan Pintu"?

Industri asuransi tradisional, yang lama dianggap sebagai "batu penjuru" dalam sistem ekonomi, kini mulai menghadapi tantangan baru dengan munculnya pasar prediksi. Platform seperti Kalshi dan Polymarket mulai menggeser fungsi asuransi konvensional dengan menawarkan lindung nilai risiko yang lebih transparan dan likuid. Contoh konkretnya, bar The Jeffrey di New York menggunakan Kalshi untuk melindungi risiko dari promosi "minuman gratis jika tim lokal menang" dengan bertaruh $5.000. Kerja sama Kalshi dengan broker asuransi olahraga Game Point Capital menawarkan harga lindung nilai bonus playoff NBA yang lebih murah dibandingkan perusahaan asuransi tradisional. Sementara itu, kolaborasi Polymarket dengan platform real estat Parcl memungkinkan orang melindungi nilai dari fluktuasi harga properti tanpa harus membeli rumah secara fisik. Kisah sukses "Mattress Mack" yang memenangkan puluhan juta dolar dari taruhan olahraga untuk mendanai promosi pengembalian uang pada 2017 dan 2022 menunjukkan konsep dasarnya. Namun, pasar prediksi menawarkan peningkatan signifikan: ruang lingkup pasar yang lebih luas, peran platform yang netral, transparansi informasi perdagangan, dan akses yang lebih adil bagi peserta dibandingkan taruhan olahraga tradisional yang sering membatasi pemain pemenang. CEO Jeff Yass dari SIG menyoroti potensi pasar prediksi untuk distribusi risiko yang lebih efisien, seperti melindungi properti dari badai berdasarkan data cuaca real-time. Meskipun demikian, adopsi luas masih terhambat oleh tantangan seperti likuiditas terbatas, batasan regulasi yang belum jelas, dan risiko manipulasi dalam penentuan hasil acara. Namun, langkah pertama telah diambil, dan pasar prediksi telah muncul sebagai pesaing potensial bagi bisnis asuransi tradisional.

marsbit20m yang lalu

Asuransi Menghadapi Kompetitor Terbesar, Apakah Pasar Prediksi adalah "Orang Liar di Depan Pintu"?

marsbit20m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片