大的真要来了?zkSync社区热议的zkPorter到底是什么?

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-03-05Terakhir diperbarui pada 2024-03-05

Abstrak

坎昆之后,迎接福报?

原创 | Odaily星球日报

作者 | Azuma

大的真要来了?zkSync社区热议的zkPorter到底是什么?

最近几天,围绕着 zkSync 即将发币并空投的猜测甚嚣尘上。

究其缘由,除了一些团队成员在社交媒体上持续不停的谜语发言之外,最大的“线索”则是有社区成员在 Matter Labs 近期更新过的 Github 代码库内发现了“zkPorter 已可用”(zkPorteris available)的字样。 

大的真要来了?zkSync社区热议的zkPorter到底是什么?

随后,在 X 上拥有逾 8 万粉丝的 Ethereum Daily 以“zkPorter 已可用”为根据,在 X 上发布了一则内容为 “准备好迎接 ZK Endgame 了吗”的推文,并配上了暗示空投可能性的“降落伞”图样。

大的真要来了?zkSync社区热议的zkPorter到底是什么?

或是由于看到了 zkPorter、Endgame 等关键词,zkSync 创始人 Alex Gluchowski 随后转发了 Ethereum Daily 的推文,此举也一度被社区视作 Alex 承认了 zkSync 即将进行空投,但或许是后来又意识到了该行为存在较大的诱导性质,Alex 随后又撤销了对该条推文的转发。

大的真要来了?zkSync社区热议的zkPorter到底是什么?

综合上述信息,本轮针对 zkSync 空投猜测的主要依据聚焦于 zkPorter 之上,那么 zkPorter 究竟是什么呢?为什么说 zkPorter 的上线会与 zkSync 的代币挂钩? 

zkPorter 的首次亮相可追溯至 2020 年 8 月,Matter Labs 当时提出了该项基于 zkSNARK 的全新扩容技术,希望通过更灵活的数据可用性(DA)来帮助 Layer 2 实现更明显的扩容效果。

在 2021 年的一篇详解 zkPorter 的文章中,Matter Labs 曾提到,Rollup 只能提供线性增长的扩容效果,因为所有数据仍然需要被广播至所有的完整节点,但为了迎接海量的用户增长,业界需要实现指数级增长的扩容效果。

为此,Matter Labs 设计了一个安全性介于 zkRollup 与 Optimistic Rollup 之间,但可实现超 20000 TPS 的全新扩容解决方案,即本文的主角 zkPorter。

大的真要来了?zkSync社区热议的zkPorter到底是什么?

与采用了 zkRollup 解决方案的 zkSync Era 一样,zkPorter 同样支持 EVM,二者的合约和账户也能够无缝交互。

二者之间的核心区别在于,zkPorter 会将数据可用性置于链下(以太坊之外),从而解放了来自于数据需广播至完整节点的限制,也可大幅降低交易所需的 gas 成本 —— 可将数千笔交易打包成一次更新发布至主网。

大的真要来了?zkSync社区热议的zkPorter到底是什么?

 

从早年间的 Layer 2 定义来看,zkPorter 在解决方案上应归属为 Volition,更适用于那些在经济效应上不适合以太坊主网或传统 Rollup 的高并发项目。

大的真要来了?zkSync社区热议的zkPorter到底是什么?

关键性的设计来了,为了确保 zkPorter 的稳定,zkPorter 的数据可用性需要由 zkSync 代币持有者(在此被称监护人)保证。监护人可使用 zkSync 代币参与 PoS 证明,通过签署区块来跟踪 zkPorter 端的状态,以确认 zkPorter 帐户的数据可用性。

这也是为什么,社区会将“zkPorter 已可用”这一信息与“zkSync 即将发币”挂钩。

那么,zkPorter 到底什么时候会上线呢?Alex 本人今年 2 月曾在回复社区提问时提到会在 EIP-4844 执行之后,因为需要观察该升级对交易费用变化的潜在影响。鉴于 EIP-4844 (Proto-danksharding)将于 3 月 13 日的 Dencun 升级中执行,因此可预计距离 zkPorter 也不会太远了。

大的真要来了?zkSync社区热议的zkPorter到底是什么?

最后需要强调的是,与广大社区一样,我们也不知道 zkSync 具体的发币与空投规划,上述关于 zkPorter 的上线时间也仅有一个单向范围,无法提供更为精准的猜测。

基于安全和稳定考虑,Matter Labs 只会在一切准备就绪后才会推进相关动作,所以在 EIP-4844 之后不排除还会有一段时间的观察、测试周期。

“福报”终会到来,还请耐心等待。

Bacaan Terkait

Sistem Terbuka Akan Menang: Mengapa Ethereum Adalah Linux Berikutnya?

Etherealize menulis tentang bagaimana sistem terbuka tanpa izin akhirnya menang atas sistem tertutup, dan mengapa Ethereum dipandang sebagai Linux berikutnya. Artikel ini menarik paralel antara sejarah internet dan Linux dengan perkembangan blockchain. Pada 1990-an, banyak yang meragukan internet terbuka akan mengalahkan jaringan pribadi perusahaan seperti yang dibayangkan Microsoft. Namun, kenyataannya, internet dan Linux, yang dikembangkan secara terbuka oleh komunitas global ("model pasar"), terbukti lebih inovatif dan tangguh daripada sistem tertutup ("model katedral"). Prinsip yang sama berlaku untuk infrastruktur keuangan. Blockchain pribadi atau konsorsium (seperti yang pernah dicoba bank) menawarkan kecepatan dan kontrol jangka pendek, tetapi memiliki kelemahan: risiko platform di mana operator dapat bertentangan dengan pengguna, dan ketidakmampuan untuk mengikuti inovasi sistem tanpa izin. Ethereum, seperti Linux, dibangun berdasarkan **netralitas tepercaya**: aturannya transparan, berlaku sama untuk semua, sulit diubah, dan siapa pun dapat berpartisipasi. Ini menarik pengembang (lebih dari 1 juta hingga saat ini) dan institusi besar. Keunggulan Ethereum berasal dari desentralisasi yang mendalam dan sejarah uniknya (mis., transisi dari Proof-of-Work), yang tidak dapat dengan mudah disalin. Robinhood, BlackRock, JPMorgan, dan perusahaan terkemuka lainnya membangun di atas Ethereum atau lapisan-2-nya karena keamanan, ekosistem yang matang, dan sifatnya yang netral. Sementara solusi tertutup seperti SWIFT atau Visa dapat memblokir peserta, Ethereum menawarkan fondasi penyelesaian global yang independen dan dapat diandalkan. Tantangan regulasi tentang akuntabilitas dijawab di lapisan aplikasi (mis., melalui token dengan KYC bawaan), bukan di lapisan penyelesaian. Kesimpulannya, masa depan infrastruktur keuangan terletak pada membangun di atas sistem terbuka seperti Ethereum, bukan mencoba bersaing atau menciptakan yang tertutup.

Foresight News7m yang lalu

Sistem Terbuka Akan Menang: Mengapa Ethereum Adalah Linux Berikutnya?

Foresight News7m yang lalu

Keuntungan Kanal Berakhir, Dengan Apa Protokol DeFi Bertahan dari Rangkulan Raksasa?

Penulis Thejaswini M A menganalisis bagaimana perusahaan teknologi besar seperti Coinbase, Stripe, dan Kraken memperoleh keuntungan dengan menguasai infrastruktur dan saluran distribusi, yang sering kali mengorbankan protokol DeFi open-source yang pada awalnya mereka andalkan. Coinbase, dengan pengguna 110 juta, meluncurkan blockchain Base. Protokol pinjaman open-source Morpho, yang digunakan Coinbase untuk produk pinjamannya, sekarang beroperasi di Base. Semua biaya transaksi yang dihasilkan mengalir ke Coinbase, bukan ke Morpho. Meski demikian, Morpho tetap tumbuh dengan TVL $2.5 miliar di Base, menciptakan hubungan saling ketergantungan. Stripe menghabiskan $1.1 miliar untuk mengakuisisi Bridge dan beralih dari stablecoin Circle (USDC) ke USDB-nya sendiri, sehingga menjaga pendapatan bunga dari aset cadangan di dalam ekosistemnya. Kraken membeli NinjaTrader senilai $1.5 miliar untuk mendapatkan lisensi derivatif yang sulit diperoleh, menghilangkan ketergantungan pada pihak ketiga. Artikel ini mempertanyakan masa depan protokol open-source ketika saluran distribusi keuntungan tidak lagi menjadi nilai inti. Kunci ketahanan bagi protokol seperti Morpho dan Uniswap adalah ekspansi multi-rantai. Dengan menyebar di banyak blockchain, mereka mengurangi risiko jika satu rantai (seperti Base yang mendukung pesaing Aerodrome) memutus dukungan. Kesimpulannya, meski raksasa platform memiliki keunggulan pengguna, protokol yang tertanam kuat, multi-rantai, dan mahal untuk diganti masih bisa bertahan. Masa depan akan ditentukan oleh perlombaan antara ekspansi horizontal protokol dan konsolidasi vertikal oleh institusi besar.

marsbit13m yang lalu

Keuntungan Kanal Berakhir, Dengan Apa Protokol DeFi Bertahan dari Rangkulan Raksasa?

marsbit13m yang lalu

Kendala Daya Komputasi dalam Pertarungan AI Tiongkok-AS

Dalam persaingan AI antara AS dan Tiongkok, kendala utama yang dihadapi Tiongkok adalah kesenjangan komputasi (computing power) yang sangat besar, terutama di sektor pelatihan AI berkinerja tinggi. Chip AI domestik Tiongkok saat ini sebagian besar masih berfokus pada sisi inferensi yang relatif lebih mudah, sedangkan di puncak piramida pelatihan model besar, kehadiran chip domestik masih terbatas dan hanya mengerjakan tugas-tugas tepi. AS menguasai lebih dari 70% GPU high-end global, dengan skala komputasi 2 kali lipat lebih besar daripada Tiongkok. Raksasa teknologi seperti Meta, Google, Amazon, dan Microsoft menginvestasikan dana besar untuk infrastruktur AI, memiliki kekuatan komputasi yang masing-masing melebihi total seluruh perusahaan AI Tiongkok. Kesenjangan ini berdampak langsung pada pengembangan model besar (large models). Model AS terdepan seperti Anthropic's Mythos telah mencapai 10 triliun parameter, sedangkan model Tiongkok terkuat, DeepSeek V4 Pro, memiliki 1,6 triliun parameter. Kekurangan chip pelatihan high-end membatasi kemampuan pra-pelatihan (pre-training) yang menentukan batas atas kecakapan model. Meski demikian, kebangkitan chip GPU domestik Tiongkok mulai terlihat. Perusahaan seperti Huawei (Ascend 910), Haiguang, Cambricon, Moore Thread, dan MetaX memanfaatkan kebijakan substitusi impor. Meski masih tertinggal dalam kinerja absolut dan ekosistem perangkat lunak (seperti CUDA milik Nvidia), chip domestik mulai menunjukkan peningkatan adaptabilitas, bergerak dari terobosan di sektor inferensi menuju adaptasi bertahap di sektor pelatihan. Kolaborasi antara perusahaan AI dan produsen chip domestik telah berhasil melatih model canggih seperti GLM-Image dan RoboBrain 2.5 sepenuhnya pada perangkat keras domestik. Dengan dukungan pasar yang besar, talenta AI, dan modal yang kuat, industri chip AI Tiongkok diharapkan dapat terus berkembang, meski perjalanan mengejar ketertinggalan membutuhkan kesabaran dan strategi jangka panjang dalam persaingan teknologi yang menentukan ini.

marsbit13m yang lalu

Kendala Daya Komputasi dalam Pertarungan AI Tiongkok-AS

marsbit13m yang lalu

Karya Baru Tim He Kaiming: Menghapus VAE dan Data Privat, Hasil Generasi Gambar dari Teks Justru Lebih Baik

Tim riset Kai Ming He meluncurkan model teks-ke-gambar yang sangat sederhana bernama MiniT2I, yang menantang pendekatan rumit yang umum digunakan saat ini. Model ini menghilangkan komponen standar seperti pengkode VAE, mekanisme injeksi kondisi AdaLN, data privat, dan tahap penyelarasan RL/DPO. Sebagai gantinya, MiniT2I dilatih secara langsung di ruang piksel RGB menggunakan target pemadanan aliran pada model Transformer. MiniT2I mengadopsi arsitektur MM-JiT yang sederhana, menggantikan mekanisme modulasi kondisi kompleks dengan dua blok adaptor teks ringan dan menghapus cabang AdaLN. Model ini dilatih secara dua tahap hanya menggunakan data publik: pra-pelatihan pada dataset CC12M yang diberi keterangan ulang, dan penyempurnaan pada sekitar 120 ribu pasangan gambar-teks berkualitas tinggi. Dengan hanya 258 juta parameter (versi B/16), MiniT2I mencapai skor 0,87 pada GenEval dan 84,2 pada DPG-Bench, mengungguli model lain di ruang piksel yang jauh lebih besar. Keunggulannya meliputi biaya komputasi yang lebih rendah, arsitektur yang lebih mudah dipahami, dan hasil yang sebanding dalam hal kualitas dan keragaman gaya dengan model besar seperti SD3-Medium dalam beberapa skenario. Namun, model ini masih memiliki keterbatasan seperti artefak batas patch, efek samping CFG pada ruang piksel, dan kinerja yang lebih rendah dalam rendering teks dibandingkan sistem industri, yang memerlukan data yang lebih khusus.

marsbit19m yang lalu

Karya Baru Tim He Kaiming: Menghapus VAE dan Data Privat, Hasil Generasi Gambar dari Teks Justru Lebih Baik

marsbit19m yang lalu

Asuransi Menghadapi Kompetitor Terbesar, Apakah Pasar Prediksi adalah "Orang Liar di Depan Pintu"?

Industri asuransi tradisional, yang lama dianggap sebagai "batu penjuru" dalam sistem ekonomi, kini mulai menghadapi tantangan baru dengan munculnya pasar prediksi. Platform seperti Kalshi dan Polymarket mulai menggeser fungsi asuransi konvensional dengan menawarkan lindung nilai risiko yang lebih transparan dan likuid. Contoh konkretnya, bar The Jeffrey di New York menggunakan Kalshi untuk melindungi risiko dari promosi "minuman gratis jika tim lokal menang" dengan bertaruh $5.000. Kerja sama Kalshi dengan broker asuransi olahraga Game Point Capital menawarkan harga lindung nilai bonus playoff NBA yang lebih murah dibandingkan perusahaan asuransi tradisional. Sementara itu, kolaborasi Polymarket dengan platform real estat Parcl memungkinkan orang melindungi nilai dari fluktuasi harga properti tanpa harus membeli rumah secara fisik. Kisah sukses "Mattress Mack" yang memenangkan puluhan juta dolar dari taruhan olahraga untuk mendanai promosi pengembalian uang pada 2017 dan 2022 menunjukkan konsep dasarnya. Namun, pasar prediksi menawarkan peningkatan signifikan: ruang lingkup pasar yang lebih luas, peran platform yang netral, transparansi informasi perdagangan, dan akses yang lebih adil bagi peserta dibandingkan taruhan olahraga tradisional yang sering membatasi pemain pemenang. CEO Jeff Yass dari SIG menyoroti potensi pasar prediksi untuk distribusi risiko yang lebih efisien, seperti melindungi properti dari badai berdasarkan data cuaca real-time. Meskipun demikian, adopsi luas masih terhambat oleh tantangan seperti likuiditas terbatas, batasan regulasi yang belum jelas, dan risiko manipulasi dalam penentuan hasil acara. Namun, langkah pertama telah diambil, dan pasar prediksi telah muncul sebagai pesaing potensial bagi bisnis asuransi tradisional.

marsbit20m yang lalu

Asuransi Menghadapi Kompetitor Terbesar, Apakah Pasar Prediksi adalah "Orang Liar di Depan Pintu"?

marsbit20m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片