Crypto Custodian BitGo Wins In-Principle Approval as Major Payments Institution in Singapore

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-01-09Terakhir diperbarui pada 2024-01-10

Abstrak

BitGo was also recently named by Hashdex as the custodian in its application to become an issuer of a spot exchange-traded fund.

Crypto custodian BitGo was granted in-principle approval to operate as a Major Payment Institution (MPI) in Singapore, it said in a Wednesday email.

The license from the Monetary Authority of Singapore (MAS), the nation’s central bank and regulator, will allow BitGo to operate while awaiting a full license, which will let it offer digital payment token services to clients in the city-state.

More than a dozen entities, including Coinbase, Crypto.com and Ripple, have secured full MPI licenses in the country as Singapore attempts to strike a balance between favorable and protective regulations while continuing to promote technology without speculation.

Advertisement
Advertisement

This approval "comes on the heels of obtaining our BaFin licence in Germany," CEO Mike Belshe said in the email. "We look forward to expanding our global footprint and providing our clients with regulated, secure and trusted solutions.”

BitGo was last month named by Hashdex as bitcoin custodian in its application to become an issuer of a spot exchange-traded fund (ETF) in the U.S., approvals of which are widely expected from the Securities and Exchange Commission this week.

Edited by Sheldon Reback.



Bacaan Terkait

RUU Kejelasan Mencapai Titik Kritis, Persimpangan Jalan Regulasi Kripto AS

Titik Kritis untuk RUU CLARITY: Amerika di Persimpangan Regulasi Kripto Pada musim semi 2026, regulasi aset kripto AS berada di titik balik sejarah. RUU *CLARITY Act* menghadapi tenggat kritis: jika tidak disetujui Komite Perbankan Senat sebelum akhir April, peluang penerapannya pada 2026 akan turun drastis dan mungkin tertunda hingga 4 tahun. RUU ini, bersama *GENIUS Act* yang mengatur stableket, akan membentuk masa depan industri. *GENIUS Act* telah menetapkan kerangka ketat untuk stableket, menuntut kepatuhan AML/CFT, cadangan 100%, dan pengawasan federal. Ini akan memicu konsolidasi pasar, menguntungkan penerbit besar dan patuh seperti USDC dan USAT (varian Tether yang patuh), sementara mempersulit pemain kecil. Inti perdebatan adalah soal imbal hasil (*yield*) stableket. Bankir tradisional memperingatkan risiko aliran dana besar-besaran, tetapi laporan penasihat ekonomi Gedung Putih menyatakan dampaknya pada pinjaman bank minimal, justru melindungi kepentingan konsumen. Kompromi politik yang dipelopori Senator Tillis dan Alsobrooks berusaha menemukan jalan tengah, dengan membedakan imbal hasil berbasis aktivitas dan pasif. Namun, isu seperti wewenang Federal Reserve, kepatuhan AML untuk DeFi, dan konflik kepentingan pejabat pemerintah masih menjadi hambatan. Jika *CLARITY Act* lolos, AS akan bersaing dengan kerangka regulasi Eropa (MiCA) dan menarik aliran modal institusional besar. Jika gagal, kepemimpinan regulasi global akan dipegang Eropa dan pusat kripto lain seperti Hong Kong dan Singapura. Kepatuhan (*compliance*) akan menjadi kompetensi inti dalam era baru aset kripto yang semakin terlembaga.

marsbit8j yang lalu

RUU Kejelasan Mencapai Titik Kritis, Persimpangan Jalan Regulasi Kripto AS

marsbit8j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片