CBDCs Like a Digital Dollar Face Doubts Without Privacy Protections, Key Organization Finds

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2023-11-16Terakhir diperbarui pada 2023-11-17

Abstrak

A Bank for International Settlements, or BIS, study found that privacy increases participants' willingness to use a CBDC by up to 60% when purchasing privacy-sensitive product...

  • A Bank for International Settlements report found that privacy is viewed as a key component of CBDC design.
  • More countries are exploring the use of CBDCs.
3.2K

Central banks have toyed for years with the idea of issuing digital versions of their nations' currencies – a digital dollar and the like.

These so-called central bank digital currencies, or CBDCs, are envisioned being built atop blockchains, the ledger technology invented in the cryptocurrency realm, where expectations of privacy run high.

A new study from the Bank for International Settlements has found that prospective CBDC users will likely make similar demands and that privacy protection should be considered.

Advertisement
Advertisement

The report from BIS, colloquially known as the central bank for the world's central banks, queried 3,500 people on how their use of a CBDC as a means of payment would vary depending on the level of privacy. The provision of information on privacy was also an important factor.

"We find that both factors significantly increase participants' willingness to use CBDC by up to 60% when purchasing privacy-sensitive products," according to the report, which was conducted by researchers not on the BIS staff.

More countries are exploring the use of CBDCs. Privacy has not always been viewed as a core goal. Nations like the U.S. have said that their CBDC will not be anonymous.

"Our findings imply that as long as CBDC is designed to provide sufficient anonymity and protect privacy while meeting the AML anti-money laundering and/or CFT combating the financing of terrorism regulations, it is more likely to substitute the existing payment instruments provided by the private sector, including commercial banks' demand deposits," the report said.

The experiment found that when CBDCs are available for offline purchases, they the second-most-popular means of payment (picked by 27.3% of respondents) after credit or debit cards (31.3%). For online purchases, CBDCs are the most-popular (42%) when privacy-sensitive products are being purchased and in second place (29.7%) for privacy-insensitive products.

Advertisement
Advertisement

CBDCs would be an officially issued version of a currency. They already have private-sector competition in the form of stablecoins like Tether's USDT and Circle Internet Financial's USDC. Each of those tokens is supposed to always be worth close to $1, making them a blockchain-powered stand-in for the old-fashioned U.S. dollar.

The BIS recently released a report looking critically at stablecoins, arguing that not one of the ones its researchers observed had managed to maintain its peg to its underlying currency and advocated for CBDCs.

Edited by Nick Baker.


Bacaan Terkait

Kilas Balik Insiden Bonzo Lend: Bagaimana Sebuah Kelemahan Tanda Tangan Nol Bisa Menyebabkan Kerugian Protokol Senilai 9 Juta Dolar?

Insiden Bonzo Lend: Bagaimana Satu Kerentanan Tanda Tangan Nol Menyebabkan Protokol Rugi 9 Juta Dolar AS? Sebuah protokol pinjaman berbasis Hedera, Bonzo Lend, terpaksa mengunci penarikan setelah kerentanan pada oracle validator memungkinkan eksploitasi besar-baru. Dompet pelaku menyetor 250 token SAUCE (senilai hanya beberapa dolar) sebagai jaminan, lalu mengirim pembaruan harga palsu yang secara drastis melambungkan nilainya sekitar 12 digit. Kunci masalahnya ada pada validator oracle Supra yang menerima bukti dengan bidang tanda tangan [0,0] dan kunci publik nol (titik tak terhingga). Validator ini mengirim input ke kontrak *pairing* Hedera. Karena kedua titik mewakili identitas matematika, persamaan *pairing* mengembalikan `true` sesuai desain. Validator secara keliru menafsirkan hasil ini sebagai bukti tanda tangan yang sah dari komite orakel, tanpa menolak input nol dan identitas terlebih dahulu. Dengan harga SAUCE yang dimanipulasi disimpan di oracle, protokol pinjaman Bonzo, mengikuti aturan rasio pinjaman terhadap nilai (LTV) yang terprogram, mengizinkan dompet pelaku untuk meminjam 6,63 juta USDC dan 34,5 juta wrapped HBAR, dengan total sekitar 9,05 juta dolar AS berdasarkan harga referensi Bonzo. Dompet lain (B) meminjam sekitar 1 juta dolar AS saat harga tidak normal masih berlaku dan telah menghubungi Bonzo mengklaim sebagai penanggap *whitehat* dengan niat mengembalikan dana. Bonzo melaporkan sekitar 1 juta dolar AS telah "dipulihkan" meskipun dana belum dikembalikan. Supra telah memperbaiki validatornya. Namun, Bonzo Lend tetap ditutup sementara, dengan penyedia likuiditas tidak dapat menarik dana mereka. Protokol belum mengumumkan rencana kompensasi, tanggal pembukaan kembali, atau syarat penarikan bagi pengguna, sehingga pemulihan penuh masih tertunda.

marsbit14m yang lalu

Kilas Balik Insiden Bonzo Lend: Bagaimana Sebuah Kelemahan Tanda Tangan Nol Bisa Menyebabkan Kerugian Protokol Senilai 9 Juta Dolar?

marsbit14m yang lalu

Semifinal, Prediksi AI Mencampur Aduk: Prancis Sudah Pasti Menang? Laga Sengit Inggris vs Argentina Belum Pasti

Setelah berhasil memprediksi dengan tepat keempat pemenang perempat final Piala Dunia, enam model AI—ChatGPT, Claude, Gemini, DeepSeek, Qwen, dan Grok—memberikan prediksi yang berbeda untuk semifinal. **Prancis vs. Spanyol: Konsensus Hampir Bulat** Lima dari enam AI (ChatGPT, Claude, Grok, DeepSeek, Qwen) memprediksi Prancis menang dengan skor 2-1 dalam waktu normal. Mereka melihat kekuatan serangan balik cepat Prancis pimpinan Mbappé sebagai kunci melawan sistem penguasaan bola Spanyol. Hanya Gemini yang berbeda pendapat, memperkirakan pertandingan akan imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu dan dimenangkan Spanyol lewat adu penalti. **Inggris vs. Argentina: Perbedaan Pendapat Tajam** Prediksi untuk laga ini terbelah sama rata. Tiga AI (Grok, DeepSeek, Qwen) mendukung Inggris menang (skor 2-1 atau 2-0) dalam waktu normal, mengandalkan fisik, bola mati, dan performa Kane serta Bellingham. Tiga AI lainnya (ChatGPT, Gemini, Claude) memilih Argentina, dengan alasan pengalaman, pengorganisasian permainan oleh Messi, dan ketangguhan mental di laga knockout. Claude dan ChatGPT bahkan melihat potensi kuat pertandingan masuk ke perpanjangan waktu atau adu penalti, dengan ChatGPT meramalkan kemenangan Argentina 4-3 lewat titik putih. Intinya, semifinal pertama dianggap lebih mudah diprediksi dengan dukungan mayoritas untuk Prancis, sementara semifinal kedua antara Inggris dan Argentina dipandang sangat seimbang dan sulit dipastikan, membuat prediksi AI pun terpecah.

Odaily星球日报36m yang lalu

Semifinal, Prediksi AI Mencampur Aduk: Prancis Sudah Pasti Menang? Laga Sengit Inggris vs Argentina Belum Pasti

Odaily星球日报36m yang lalu

Wawancara dengan Pendiri Robinhood: Kehendak Investor Retail Mengalahkan Semua 'Uang Pintar'

Wawancara dengan Vlad Tenev, pendiri dan CEO Robinhood, membahas evolusi platform, pandangannya tentang investor ritel, dan visi untuk masa depan. Tenev menekankan bahwa investor ritel seringkali merupakan "uang pintar" yang sebenarnya, karena mereka berfokus pada fundamental perusahaan daripada bereaksi berlebihan terhadap peristiwa makro seperti yang dilakukan banyak lembaga. Dia meninjau kesuksesan Robinhood, yang didorong oleh perdagangan tanpa komisi, pengutamaan platform seluler, dan misi mendemokratisasi kepemilikan aset. Mengenai kondisi pasar saat ini, Tenev melihat perbedaan penting dengan era meme stock 2021. Investor Robinhood kini lebih banyak berinvestasi di perusahaan inovatif dan menguntungkan di garis depan teknologi, seperti Nvidia dan SpaceX, dibandingkan perusahaan yang terdampak tren. Tenev optimis tentang potensi pertumbuhan, mencatat bahwa partisipasi pasar saham AS masih sekitar 65%, dengan ruang untuk berkembang, terutama melalui inisiatif seperti akun untuk bayi baru lahir. Dia juga membahas ekspansi ke Inggris dan strategi kripto Robinhood, termasuk peluncuran Robinhood Chain. Jaringan Layer 2 ini bertujuan untuk menjadi blockchain terbaik untuk aset dunia nyata (RWA), dimulai dengan token saham yang didukung 1:1 oleh saham AS, yang tersedia di lebih dari 120 negara. Terakhir, Tenev menyoroti pentingnya membuka akses ke pasar ekuitas swasta. Melalui Robinhood Ventures, platform ini bertujuan memungkinkan investor biasa mengakses perusahaan swasta bernilai tinggi seperti OpenAI dan SpaceX di tahap lebih awal, yang menurutnya sangat penting karena semakin banyak nilai diciptakan sebelum perusahaan menjadi publik.

marsbit39m yang lalu

Wawancara dengan Pendiri Robinhood: Kehendak Investor Retail Mengalahkan Semua 'Uang Pintar'

marsbit39m yang lalu

Opsi Kenaikan Suku Bunga Kembali ke Meja, CPI Segera Diumumkan, Variabel Apa yang Dipantau Pasar?

Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyatakan bahwa jika data inflasi inti yang dirilis minggu ini kembali panas, FOMC perlu mempertimbangkan untuk memperketat kebijakan moneter dalam waktu dekat. Pernyataan ini muncul menjelang rilis data CPI AS bulan Juni, yang dijadwalkan pada 14 Juli. Pasar telah menyesuaikan ekspektasi, dengan probabilitas tersirat kenaikan suku bunga 25 basis points pada rapat Juli meningkat dari sekitar 35% menjadi lebih dari 40%. Pentingnya data CPI Juni terletak pada kemampuannya untuk menguji apakah penurunan inflasi inti masih dapat dipercaya. Jika inflasi inti lebih tinggi dari ekspektasi, pasar akan cenderung melihat kenaikan PCE inti bukan sebagai gangguan sementara, sehingga mempersulit Fed untuk tetap bertahan. Sebaliknya, jika inflasi inti mendingin, pernyataan Waller kemungkinan hanya akan dianggap sebagai peringatan. Aset berisiko seperti BTC, ETH, dan Nasdaq sensitif terhadap sinyal ini karena bergantung pada likuiditas masa depan dan tingkat diskonto. Kenaikan probabilitas suku bunga mencerminkan bahwa pasar tidak lagi bisa mengabaikan kemungkinan kenaikan suku bunga. Fokus utama setelah rilis CPI adalah apakah probabilitas kenaikan suku bunga akan terus meningkat dan melampaui 50%. Jika ya, logika perdagangan akan beralih dari risiko ekor ke perebutan skenario dasar. Kombinasi yang berbahaya bagi investor adalah data CPI yang panas, peningkatan probabilitas suku bunga, dan lebih banyak pejabat Fed yang mengikuti pernyataan Waller. Sebelum data memberikan jawaban, Waller hanya mengubah probabilitas, bukan kesimpulan.

marsbit44m yang lalu

Opsi Kenaikan Suku Bunga Kembali ke Meja, CPI Segera Diumumkan, Variabel Apa yang Dipantau Pasar?

marsbit44m yang lalu

Trading

Spot
活动图片