Crypto Analyst Explains Why XRP Will Not Fall To $0.10

newsbtcDipublikasikan tanggal 2023-04-25Terakhir diperbarui pada 2023-04-25

Abstrak

XRP price is trading sideways alongside most cryptocurrencies in the market today. The coin had been trading above $0.5 until April 21, when a bearish wave pushed it below $0.45...

XRP price is trading sideways alongside most cryptocurrencies in the market today. The coin had been trading above $0.5 until April 21, when a bearish wave pushed it below $0.45 to $0.43. The token has witnessed a slight recovery above $0.46 today.
As a result, crypto enthusiasts fear a further decline in XRP. Notably, a prominent crypto analyst shared a post responding to his friend’s forecast of XRP slumping to $0.10, but Egrag’s response was that technical indicators on XRP price don’t support such a price decline. 
No Technical Indicator Supports Dropping To $0.10, Says Egrag
The ongoing market-wide downturn has caught up with XRP, its price has been gaining momentum over the past few weeks. The coin succumbed to the bearish trend, pushing it to lose its past week’s gain by 9.87%. This downturn has stirred reactions among the crypto community, with people, including Egrag’s friend speculating a drop back to $0.10.

However, Egrag reacting to his friend’s forecast, said it was a wrong call. The analyst shared some technical insights for XRP in response to the friend’s prediction. Egrag noted that XRP’s movements aligned with his predetermined technical indicators like the Fibonacci targets. And no technical indicator or Fibonacci targets support the idea of Ripple’s native coin price correction to $0.10.
Egrag said his friend’s forecast seems more like a personal speculative opinion than an analytic insight. He further noted that while a price correction to $0.10 is possible, the probability is slim and not as low as his friend speculates. Nevertheless, sudden regulatory enforcement could stir up such a price drop for XRP.
Egrag argued that while crypto assets have some immunity against bearish economic events, their prices are still susceptible to unforeseen occurrences. Therefore, any notable XRP price decline to $0.10 would rather be due to a regulatory action instead of mere market forces. 

So, Egrag concluded that a price fall to $0.10 for XRP is technically impossible without unfair regulations. He encouraged the XRP Army to remain steadfast in support of the token as a significant price correction presents a buying opportunity.
XRP Price Outlook
Meanwhile, the XRP community anticipates the summary judgment for the Ripple vs. SEC lawsuit regarding the token’s status as a security. 

Experts speculate the outcome of this lawsuit will cause a notable change in the crypto market. Attorney John Deaton, Amicus Curiae in the XRP lawsuit, forecasted that a ruling might come before May 6. 
XRP price often surged when Ripple hit some breakthroughs in the lawsuit. However, at press time, XRP is trading at $0.465, indicating a minor price recovery.

This Expert Claims XRP Might Slide To $0.10, But There's A Catch

XRP is slightly surging l XRPUSDT on Tradingview.com The token has surrendered its 14-week price gains by 8.6%, with a seven-day price decline of 11.3% due to the market-wide onslaught. XRP’s current price move aligns with Egrag’s previous prediction that the token could pull back between $0.43 and $0.48.

Bacaan Terkait

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

Staking Ethereum (ETH) semakin menjadi topik praktis bagi penasihat keuangan dan investor institusional, bukan hanya sekadar ceruk bagi para penggemar kripto. Ini berubah menjadi alat untuk menghasilkan pendapatan dari aset ETH yang dimiliki, yang tercermin dalam laporan keuangan perusahaan seperti Bitmine, di mana 98% pendapatannya berasal dari staking. **Cara Kerja dan Potensi Pendapatan:** Staking ETH melibatkan penempatan aset untuk berpartisipasi dalam jaringan Proof-of-Stake sebagai validator, dengan imbalan sekitar 2–5% per tahun. Pilihan termasuk menjalankan validator mandiri (memerlukan 32 ETH), bergabung dengan pool staking, atau menggunakan bursa dan protokol likuid. **Tantangan dan Model Likuiditas:** Staking asli membatasi likuiditas karena ETH terkunci, sementara staking likuid memberikan token representatif yang dapat diperdagangkan sambil tetap mendapatkan imbalan. **Perkembangan Penting 2026:** Pembaruan jaringan yang diantisipasi, seperti "Glamsterdam" pada paruh kedua 2026, bertujuan meningkatkan skalabilitas, desentralisasi, dan ketahanan pasca-kuantum. Hal ini akan semakin menarik bagi partisipasi institusional. Perkembangan peraturan mengenai penyimpanan aset digital dan perlindungan dari serangan kuantum juga perlu dipantau. **Pertimbangan bagi Penasihat:** Sebelum merekomendasikan produk staking, penting untuk mengevaluasi: siapa yang menanggung risiko jika validator dihukum, bagaimana penyedia memastikan keandalan, struktur likuiditas, sumber dan prediktabilitas imbalan, serta keamanan penyimpanan aset. Singkatnya, staking ETH berkembang dari aktivitas khusus menjadi sumber pendapatan yang sah dan terintegrasi dalam strategi keuangan, menghadirkan peluang sekaligus kompleksitas yang perlu dipahami dengan baik.

cryptonews.ru56m yang lalu

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

cryptonews.ru56m yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

Bitcoin kembali mencapai level USD 80.000 pada Kamis, mengatasi level resistensi kunci di USD 79.000. Pemulihan ini terjadi menjelang lelang surat utang Treasury AS senilai USD 92 miliar yang dijadwalkan pada 31 Agustus. Harga sempat menyentuh USD 80.808 sebelum dikoreksi, dan kini diperdagangkan di atas USD 80.400 dengan peningkatan kapitalisasi pasar menjadi USD 1,61 triliun. Volatilitas menyebabkan likuidasi posisi leveraged Bitcoin senilai USD 105 juta dalam 24 jam, sebagian besar adalah posisi short. Analis pasar memperkirakan lelang Treasury skala besar dapat mengurangi likuiditas jangka pendek dan berpotensi menekan aset digital jika permintaannya lemah. Sementara itu, sebuah artikel di The Economist memperingatkan bahwa kebijakan Menteri Keuangan AS Scott Bessent berisiko merusak kepercayaan terhadap sistem keuangan AS. Kebijakan tersebut, seperti menggandakan batas pembelian obligasi untuk menekan hasil imbal hasil jangka panjang dan mengalihkan struktur utang baru ke surat utang jangka pendek, diduga membuat AS rentan terhadap kenaikan suku bunga di masa depan. Langkah-langkah ini juga dikritik karena berpotensi mendistorsi mekanisme harga pasar dan menggeser kepercayaan investor jangka panjang. Tokoh seperti Ray Dalio berpendapat bahwa kebijakan tersebut mengurangi daya tarik imbal hasil obligasi tradisional, sehingga dapat mengalihkan modal ke aset safe-haven alternatif seperti emas dan Bitcoin, yang harganya memang telah menunjukkan tren naik sejak pengumuman kebijakan Kementerian Keuangan AS.

cryptonews.ru57m yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

cryptonews.ru57m yang lalu

Trading

Spot
活动图片