跨链桥主动求变,LI.FI用意图架构成为TradFi机构流动性中枢

marsbitDipublikasikan tanggal 2026-06-03Terakhir diperbarui pada 2026-06-03

原创|Odaily星球日报(@OdailyChina)

作者|Wenser(@wenser 2010 )

当 TradFi 成为加密行业的必选项,没有项目能置身事外。只不过,有的人选择从资产种类入手,而有的项目则盯上了资产背后的各类公司和机构。

上个月,跨链桥协议 LI.FI 官方高调宣布推出基于意图的执行架构 LI.FI Intents。该产品将作为提供稳定币支付、RWA 和合规链上流动性的底层执行层,面向金融科技公司、新银行、钱包及受监管的金融机构提供服务。

在稳定币支付、RWA 资产和合规资产逐步与链上生态合流的当下,Li.Fi 不再甘心只做一个“流动性传输协议”,而是主动寻求在新资产、新客户、新操作系统等层面寻求突破和角色升级。

当行业流动性紧缩时,跨链桥协议主动求变

据 DefiLlama 数据,近 30 天跨链桥聚合交易量约为 19.2 亿美元,近一周交易量下降约 1.81%。自去年 10 月交易量达到 29.74 亿美元的高点以来,跨链桥月交易量呈缓慢下跌态势,5 月交易量下降至约 19 亿美元,相较高点数据跌幅接近 34%。

另外一边,加密大盘整体处于震荡下行态势,BTC 现货交易量较去年高点已下跌达 81%;场内流动性由此进一步紧缩。

面对这一情况,身为跨链桥协议的 Li.Fi 并未如同大多数加密项目那样坐以待毙,而是积极探索新业务,寻求新的应用场景和服务对象以确保自身长期发展。

去年 12 月,LI.FI 宣布完成 2900 万美元融资,由 Multicoin 和 CoinFund 领投,该轮融资也将其融资总额抬升至 5200 万美元。彼时,该项目称,计划利用这笔最新资金将旗下业务拓展到不同的交易领域,包括永续期货、收益机会、预测市场和借贷市场。

充足的资金给了 Li.Fi 足够的信心,在保证业务基本盘的同时去探索和构建新产品。

今年 4 月,LI.FI 宣布推出新产品 LI.FI Earn,面向有数字资产战略的企业提供链上收益功能,支持通过单一集成接入逾 20 个金库协议的策略,并内置跨 60 余条链的跨链执行能力。

5 月,意图执行架构 LI.FI Intents 发布,标志着 Li.Fi 正式切入企业服务端,并将稳定币支付、RWA 资产及合规流动性的底层操作能力赋予一众 B 端客户。

在 TradFi 资产与加密资产合流的当下,从操作执行层去降低用户的使用门槛、提高流动性运转效率、打通代币化资产兑换渠道,这就是 Li.Fi 升级迭代的新方向。相较于局限于加密市场的跨链协议,面向全球金融科技公司、新银行、钱包及受监管的金融机构提供金融服务,无疑是天花板更高的现金牛业务。

从使用体验而言,Li.Fi Intents 相当于为用户提供了一个更为简便的执行方案,拿来即用。据悉,其主要通过求解器网络提供做市商级的执行,支持在无需用户管理 Gas 代币或处理复杂区块链底层步骤的情况下,实现 USDC 与 USDT 等稳定币之间的精确输出跨链兑换。同时,该架构支持应用通过统一接口集成多个代币化资产发行方。

从使用门槛来看,目前 LI.FI Intents 已在 Jumper 和 Rabby 等应用及钱包上线;且借助 LI.FI Intents,企业用户无需与任何钱包进行交互,这将大大降低企业在转账支付、资产转移等方面的理解门槛,并减少了诸多繁琐的操作步骤。

从合规来说, LI.FI Intents 所构建的网络由验证过的合法实体组成,企业能够在交易处理系统处理订单之前逐一审核并批准对应订单,精确选择自己信赖的交易处理系统,以此确保订单在合规审批体系内流转。所有与该系统进行交互的钱包都会接受美国 OFAC(美国财政部海外资产控制办公室)的审查,可以说是打上了最后一道“合规保险”。

从生态而言, LI.FI Intents 覆盖了主流的区块链网络,包括 EVM 生态、Solana 网络及波场 Tron 网络,在生态易用性与广泛覆盖方面做到了一定适配,避免发生高度依赖单一区块链网络产生的潜在安全风险或单点瘫痪问题。

结语:意图执行背后的高效自动化服务

如果说美股代币化、RWA 资产解决了资产种类更新和传统金融进入门槛的问题,那么 Li.Fi Intents 瞄准的,就是如何将稳定币支付、RWA 资产、合规链上流动性以更好、更快的方式引入企业用户的生态系统内,提高其运营效率与资金利用率。

更重要的是,Li.Fi Intens 系统是服务于意图执行的,如同智能驾驶中的目的地导航一样,企业用户只需设定目标,中间的执行步骤全部外包交由系统处理即可。

在资产种类极度丰富的今天,高效操作的价值将被进一步放大,而 Li.Fi 已经迈出了最关键的那一步。

Pertanyaan Terkait

QWhat is LI.FI Intents and what core services does it aim to provide?

ALI.FI Intents is an intent-based execution architecture recently launched by the cross-chain bridge protocol LI.FI. It aims to serve as an underlying execution layer providing stablecoin payments, RWA (Real World Assets) and compliant on-chain liquidity. Its primary target clients are fintech companies, neobanks, wallets, and regulated financial institutions.

QWhy has LI.FI decided to expand its business focus and what new areas is it exploring?

ALI.FI is expanding its business due to a decline in cross-chain bridge transaction volumes and a contraction in overall crypto market liquidity. Its exploration into new areas is supported by its recent $29 million funding round. The company is moving beyond being a 'liquidity transport protocol' to explore new assets, clients, and operating systems, including areas like perpetual futures, yield opportunities, prediction markets, and lending markets.

QHow does LI.FI Intents improve the user experience and lower barriers to entry for enterprises?

ALI.FI Intents provides a simplified, 'plug-and-play' execution solution. It enables precise cross-chain swaps for assets like USDC and USDT without requiring users to manage gas tokens or handle complex blockchain steps. Furthermore, it allows enterprise integration with multiple tokenized asset issuers through a unified API. Crucially, enterprise users can interact with the system without directly interfacing with a wallet, significantly lowering the technical and operational barriers for corporate adoption.

QWhat measures does LI.FI Intents implement to ensure compliance for its institutional users?

ALI.FI Intents incorporates several compliance measures. Its network consists of verified, legitimate entities. Enterprises can review and approve each order individually before it is processed by a transaction processing system (TPS), allowing them to choose which TPS they trust. Additionally, all wallets interacting with the system are screened for compliance with the US Office of Foreign Assets Control (OFAC) sanctions list, adding a significant layer of regulatory safety.

QHow is the 'intent-based' architecture of LI.FI Intents analogous to a familiar technology, and what benefit does this provide?

AThe article compares the LI.FI Intents system to destination navigation in autonomous driving. In this model, an enterprise user only needs to set a financial goal or 'intent' (e.g., execute a specific cross-chain payment). The entire complex execution process—finding the best route, managing gas, interacting with different blockchains—is then handled automatically by the system. This provides the core benefit of operational efficiency and frees users from managing intricate technical details.

Bacaan Terkait

7 Bulan Setelah Runtuhnya Huiwang, Lanskap Platform Jaminan Asia Tenggara Menghadapi Reshuffle Besar

Setelah platform garansi terkenal Asia Tenggara, "Huiwang Pay", runtuh pada Desember tahun lalu, pasar menyaksikan perubahan besar dan kemunculan platform-platform baru yang mengisi kekosongan. Platform-platform seperti XinBi, JinBei/JinBo, DaLi/TianCheng, Fulilai, dan LingHang kini beroperasi di wilayah gelap, terutama melayani industri abu-abu dan ilegal. Data dari Bitrace menunjukkan bahwa pendapatan platform XinBi telah melebihi 1,6 miliar USDT. Sementara itu, platform LingHang secara terbuka menyediakan layanan garansi untuk transaksi yang terkait dengan perdagangan manusia. JinBei, yang terkait erat dengan bisnis kasino, telah berganti nama menjadi JinBo. DaLi mewarisi banyak bisnis dari platform "Tudou" yang sebelumnya terkait dengan Huiwang. Adapun Fulilai terkait dengan kelompok kriminal keluarga Liu di Myanmar Utara. Meskipun platform-platform ini sering dijuluki "Alipay Asia Tenggara", fungsi sebenarnya jauh dari itu. Seperti yang ditunjukkan dalam laporan Elliptic, pasar garansi Huiwang telah menangani lebih dari 310 miliar dolar AS, menjadikannya pasar ilegal online terbesar yang pernah ada, yang terutama melayani pencucian uang, penipuan, perjudian, dan perdagangan manusia. Kebangkitan platform-platform baru ini mencerminkan ekosistem keuangan bawah tanah yang terus beradaptasi dan berkembang di Asia Tenggara, menunggu tindakan penegakan hukum lebih lanjut.

Odaily星球日报5m yang lalu

7 Bulan Setelah Runtuhnya Huiwang, Lanskap Platform Jaminan Asia Tenggara Menghadapi Reshuffle Besar

Odaily星球日报5m yang lalu

Cahaya Tak Semenarik Dulu: Apa yang Sedang Dialami oleh VC Kripto?

Krisis Dana Ventura Kripto Khusus: Pergeseran Menuju Infrastruktur dan Masa Depan yang Terpolarisasi Dana ventura khusus kripto, seperti Paradigm yang baru saja mengalihkan fokus ke AI dan robotika, sedang menghadapi tantangan eksistensial. Artikel ini membahas apakah dana semacam ini sedang menuju kepunahan, dengan menarik paralel dari siklus hidup dana khusus sebelumnya di sektor energi bersih dan SPAC. Inti masalahnya adalah runtuhnya *information advantage* (keunggulan informasi) yang dulunya dimiliki dana khusus. Saat teknologi kripto matang dan diadopsi raksasa tradisional seperti Stripe dan BlackRock, pengetahuan mendalam tentang MEV atau ekonomi validator tidak lagi menjadi penghalang masuk. Dana generalis besar (seperti a16z, Sequoia) kini dapat menilai proyek kripto dengan logika yang sama seperti fintech biasa. Industri ventura mengalami polarisasi "barbell": di satu ujung, platform besar multifokus; di ujung lain, dana kecil niche yang bisa bertahan dengan satu "home run". Dana khusus kripto ukuran menengah terjepit di "zona kematian", karena ukurannya terlalu besar untuk bergantung pada investasi seed kecil, namun terlalu kecil untuk bersaing di putaran growth. Ini memaksa banyak dana, seperti Framework Ventures, untuk melebarkan mandat investasi. Bahkan dana yang tetap berlabel "kripto" seperti Dragonfly dan a16z kini mendefinisikan ulang fokus mereka terutama pada infrastruktur keuangan berbasis blockchain (stablecoin, pasar prediksi), yang juga diminati dana generalis. Perubahan ini didorong oleh tekanan dari Limited Partner (LP) yang haus akan hasil di tengah kinerja buruk portofolio kripto mereka, dan teralihkan oleh daya tarik AI yang menyedot 70% modal ventura. Implikasi bagi startup kripto adalah tantangan baru: bersaing dengan proyek AI untuk mendapatkan perhatian di dana generalis, dan kehilangan sponsor jangka panjang untuk riset infrastruktur dasar yang kurang komersial (seperti yang pernah didanai Paradigm). Kesimpulannya, "dana ventura kripto" sebagai kategori mandiri mungkin akan usang, mirip dengan "dana internet". Kripto berevolusi menjadi infrastruktur dasar. Masa depan akan mengikuti pola barbell: dana besar multifokus mendanai pertumbuhan, sementara dana kecil khusus akan muncul untuk niche eksperimental baru (seperti tokenisasi). Dana ukuran menengah yang hanya fokus pada kripto akan menghadapi kesulitan bertahan.

Foresight News25m yang lalu

Cahaya Tak Semenarik Dulu: Apa yang Sedang Dialami oleh VC Kripto?

Foresight News25m yang lalu

Ketika Konsensus Semakin Cepat, Apa yang Ditaruhkan oleh Investor Muda?

Dengan kemajuan teknologi yang semakin cepat, terutama di bidang AI, robotika, dirgantara, dan komputasi kuantum, para investor muda berhadapan dengan perubahan logika investasi. Mereka tidak lagi cukup mengandalkan model keuangan dan pengalaman industri lama, tetapi juga harus memahami bahasa teknologi, menerima rute yang belum konvergen, dan membuat keputusan sebelum konsensus terbentuk. WAIC merilis daftar "Alpha Youth Investment Leaders," yang mencerminkan beberapa tren utama dalam investasi teknologi saat ini. Tren pertama adalah pergeseran AI dari layar ke dunia fisik. Perhatian kini beralih ke perangkat ujung, robot, mobil, sistem industri, dan infrastruktur luar angkasa. Meskipun robot humanoid dan kecerdasan emboddied menarik perhatian, fokus utama adalah kemampuan pengiriman dan ROI yang nyata, bukan hanya demonstrasi yang mengesankan. Kecerdasan ujung menjadi kunci, dengan perangkat keras AI yang membangun hubungan data dan layanan berkelanjutan dengan pengguna. Tren kedua adalah beralihnya fokus kompetisi dari model dasar ke "roda terbang cerdas." Manfaat model besar belum sepenuhnya terealisasi dalam merekonstruksi produktivitas. Nilai jangka panjang terletak pada perusahaan yang dapat mengintegrasikan kemampuan model ke dalam alur kerja nyata, membentuk siklus tertutup data, pelatihan, dan umpan balik pengguna yang saling memperkuat (roda terbang cerdas). Ini menciptakan nilai yang bertahan melampaui sekadar pembaruan model. Tren ketiga adalah munculnya teknologi dasar baru untuk mengatasi hambatan data. Ketika data manusia yang berkualitas tinggi menjadi langka, pembelajaran penguatan, permainan mandiri, dan model dasar ilmiah menjadi arah yang diperhatikan. Model-model ini bertujuan untuk membangun kemampuan yang lebih mendasar dan universal dalam bidang seperti ilmu kehidupan dan material, menggunakan data dan umpan balik eksperimen khusus untuk mendorong pertumbuhan kemampuan AI selanjutnya. Tren keempat adalah perlunya modal yang sabar untuk teknologi keras. Di bidang seperti dirgantara komersial, komputasi kuantum, dan energi canggih, siklus validasi lebih panjang dan penuh ketidakpastian teknis. Investasi di bidang ini memerlukan pemahaman awal tentang kemampuan teknik dan ketahanan tim, dengan harapan pengembalian dalam skala waktu yang lebih panjang, sambil mendorong perkembangan industri dan akumulasi kemampuan dasar. Peran investor muda adalah memahami teknologi lebih awal, masuk lebih dalam ke industri, dan membuat pilihan jangka panjang di tengah ketidakpastian.

marsbit52m yang lalu

Ketika Konsensus Semakin Cepat, Apa yang Ditaruhkan oleh Investor Muda?

marsbit52m yang lalu

SBI, Manajer Investasi Terbesar India Melantai di Bursa, Sinyal Apa yang Bisa Dibaca dari Data Perdagangannya?

SBI Funds Management, manajer investasi terbesar di India, melantai di bursa pada 21 Juli dengan penawaran perdana senilai sekitar US$10 miliar. Permintaan mencapai 42 kali lipat dari saham yang ditawarkan, menunjukkan minat pasar yang kuat terhadap aset inti India. Namun, harga saham hanya naik sekitar 6,3% pada hari pertama, lebih rendah dari ekspektasi premium pasar gelap sebelumnya. Hal ini menandakan likuiditas tersedia, tetapi investor tidak mau membayar terlalu mahal. Keberhasilan SBI membuka peluang bagi IPO besar berikutnya seperti NSE dan Reliance Jio. Namun, sinyal dari SBI kompleks: jendela IPO India terbuka, tetapi terutama untuk perusahaan dengan merek kuat, arus kas sehat, dan narasi pertumbuhan jangka panjang yang jelas. Perbedaan pendapat muncul di kalangan penjamin emisi. Lembaga lokal seperti Equirus dan Kotak tetap aktif dengan menekankan efisiensi biaya, sementara beberapa bank investasi internasional seperti Citigroup dan JPMorgan menarik diri karena fee penjaminan yang sangat rendah (dilaporkan sekitar 0,01%). Ini mencerminkan pergeseran kekuatan tawar-menawar ke tangan emiten kuat seperti SBI, yang mengandalkan jaringan distribusi lokalnya. Pertumbuhan industri manajemen aset India, didorong oleh penetrasi produk bersama yang masih rendah dan tren investasi SIP, mendukung valuasi SBI. Namun, kenaikan harga yang moderat mencerminkan kehati-hatian investor terhadap risiko siklus pasar. Pada akhirnya, SBI berfungsi sebagai penanda harga baru bagi pasar IPO India. Kelanjutannya akan diuji oleh IPO besar berikutnya. Jika proyek seperti Jio dan NSE dapat diluncurkan dengan valuasi wajar, SBI akan dilihat sebagai awal pemulihan. Jika tidak, ini hanya akan menjadi kesuksesan selektif bagi emiten berkualitas terbaik.

marsbit1j yang lalu

SBI, Manajer Investasi Terbesar India Melantai di Bursa, Sinyal Apa yang Bisa Dibaca dari Data Perdagangannya?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片