Kepala Divisi Kripto Robinhood Menjelaskan: Strategi Akuisisi Pelanggan "Barbell" dengan Meme+Tokenisasi Saham AS, Semua Lini Bisnis Telah Raih Pendapatan Miliaran

marsbitОпубліковано о 2026-07-28Востаннє оновлено о 2026-07-28

Анотація

Johann Kerbrat, kepala eksekutif kripto Robinhood, memaparkan strategi "barbell" untuk Robinhood Chain yang baru diluncurkan. Di satu sisi, chain ini terbuka untuk aset meme yang menarik likuiditas dan pengguna DeFi. Di sisi lain, fokus pada tokenisasi aset dunia nyata (RWA), seperti saham AS, memungkinkan akses global 24/7 untuk 120+ negara. Dengan 2700 juta akun funded, Robinhood bertujuan menghadirkan manfaat DeFi (seperti yield melalui Robinhood Earn) dengan antarmuka yang sederhana dan aman, menghilangkan kompleksitas seperti manajemen wallet pribadi. Teknologi "just-in-time tokenization" memungkinkan likuiditas instan untuk 90+ saham yang ditokenisasi. Robinhood memilih stack Arbitrum sebagai L2 untuk keamanan Ethereum, biaya gas rendah, dan kecepatan, alih-alih membangun L1 sendiri. Menghadapi "persaingan" dengan Base Coinbase, Kerbrat menekankan perlunya memperbesar pasar kripto global, bukan berebut porsi. Kemitraan dengan proyek DeFi seperti Morpho dan Lighter dipilih berdasarkan keselarasan kepatuhan dan kemampuan menciptakan pengalaman unik. Visi jangka panjang Robinhood adalah menjadi "aplikasi super" yang memenuhi semua kebutuhan keuangan pengguna, dengan semua lini bisnis saat ini telah menghasilkan pendapatan miliaran dolar. Saat ini, prioritas chain adalah mengadopsi pengguna, bukan memaksimalkan pendapatan dari gas fee.

Judul asli:Johann Kerbrat: Inside Robinhood's Crypto Strategy (Full Explanation)
Sumber asli:TheRollup
Kompilasi:TechFlow Deep Tide

Pernyataan Kepentingan

Johann Kerbrat adalah eksekutif Robinhood, bertanggung jawab atas seluruh lini produk bisnis kripto (termasuk Robinhood Chain, tokenisasi saham, layanan staking, kontrak berjangka/perpetual). Kompensasi dan insentif ekuitasnya terikat langsung dengan harga saham $HOOD. Semua diskusi tentang Robinhood Chain dalam sesi ini menyangkut bisnis yang langsung dia tangani. Penggunaan kata "Sudut Pandang Orang Dalam" dalam judul, bukan "Analisis", mencerminkan hubungan kepentingan ini.

Ringkasan

Robinhood Chain telah live di mainnet selama tiga minggu, dengan volume perdagangan DEX mingguan melebihi $30 miliar, jumlah transaksi melebihi 105 juta, dan TVL melebihi $300 juta. Johann Kerbrat untuk pertama kalinya menjelaskan logika strategis chain ini dalam podcast: mengapa memilih tata letak "barbell" (token meme + aset dunia nyata berjalan paralel), mengapa menggunakan stack teknologi Arbitrum alih-alih membangun L1 sendiri, dan bagaimana memindahkan 27 juta akun berpendanaan Robinhood ke chain secara bertahap. Dia secara tegas menyatakan bahwa fokus persaingan adalah "memperbesar kue" bukan merebut pangsa dari Base, dan mengungkapkan bahwa tokenisasi saham telah mencakup 120+ negara, 90+ underlying asset, dan di masa depan akan diperluas ke saham internasional dan pasar privat.

Kutipan Kunci

"Filosofi kami adalah membuat chain ini tanpa izin (permissionless), terbuka untuk semua hal. Meme maupun RWA, dan banyak produk lainnya, semuanya diterima. Kami sedang melakukan integrasi mendalam dengan chain."

"Robinhood memiliki 27 juta akun berpendanaan. Bagi pengguna ini, DeFi masih terlalu rumit, membutuhkan terlalu banyak pengetahuan teknis. Pikiran kami adalah bagaimana membawa produk bagus DeFi, sekaligus membuatnya mudah digunakan, mudah dipahami, tanpa perlu membuat wallet, tanpa harus mengurus private key."

"Saya rasa kompetisi pada akhirnya menguntungkan pelanggan. Kami memotong biaya besar-besaran saat perdagangan kripto diluncurkan. Sekarang chain masih terlalu awal, diskusi tentang pangsa pasar masih terlalu dini."

"Kami baru live tiga minggu. Jika Anda memikirkan untuk membawa puluhan juta pengguna ke chain, membawa lebih banyak utilitas, membawa hal-hal yang benar-benar digunakan orang (bukan hanya volatilitas sesaat), maka Anda memikirkan sumber pendapatan jangka panjang."

"Kami tidak ingin melihat seluruh aktivitas perdagangan Robinhood pindah ke chain tahun depan. Itu agak mimpi. Tetapi jika dapat menemukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan dengan cara tradisional, seperti saham internasional, perdagangan 24/7, maka chain dapat menjadi solusinya."

Satu、Data Tiga Minggu Pasca Launch: Volume Perdagangan Mingguan $30 Miliar Hanya Titik Awal

Pembawa acara membuka dengan sekumpulan angka: Setelah Robinhood Chain live di mainnet, volume perdagangan DEX mingguan mencapai $30 miliar, lebih dari 50 juta transaksi, lebih dari 1 juta alamat, TVL melebihi $300 juta.

Tanggapan Kerbrat sangat langsung: Data itu sudah terlampaui. Dia mengatakan jumlah transaksi pagi itu telah melewati 105 juta. Dia menggunakan "sangat bersemangat" untuk menggambarkan kondisi tim, poin intinya adalah angka ini mencerminkan kekuatan permintaan pasar terhadap produk on-chain.

Dia secara khusus menekankan bahwa ekosistem sudah siap menerima pengembang dari awal, bukan dibangun dulu lalu menunggu orang datang. Ini berbeda dengan jalur banyak L2 yang live dengan jaringan kosong dulu, baru perlahan menarik arus.

Dua、Strategi "Barbell": Mengapa Meme dan RWA Berjalan Paralel

Pembawa acara menyebutkan fenomena menarik: CEO Robinhood Vlad Tenev menggambarkan ekosistem on-chain sebagai struktur "barbell" di media sosial, satu ujung adalah token meme, ujung lainnya adalah aset dunia nyata (RWA), dan berkata "ada dua serigala di dalam hatimu".

Kerbrat menjelaskan pemikiran internal. Chain ini dari hari pertama sudah ditetapkan sebagai tanpa izin (permissionless), terbuka untuk semua jenis aplikasi. Token meme membawa market maker dan pengguna DeFi, RWA melayani pengguna di seluruh dunia yang tidak dapat dengan mudah membeli saham AS dan ETF. Keduanya tidak bertentangan, tetapi masing-masing menarik kelompok yang berbeda.

Dia juga menyebutkan beberapa produk terintegrasi yang sudah diluncurkan: Robinhood Earn (mendapatkan imbal hasil stablecoin melalui protokol on-chain di dalam App utama) dan tokenisasi saham (dapat diperdagangkan di 120+ negara melalui Robinhood Wallet).

Pembawa acara mengejar perbedaan dengan produk keuangan tradisional. Kerbrat menyebutkan masalah sistem tradisional: transfer bank hanya bisa dilakukan antara 9:30 hingga 16:00, broker bebas komisi juga hanya beroperasi pada jam kerja pasar, kontrak opsi dan berjangka memiliki tanggal kedaluwarsa. Versi on-chain dari sudut pandang produk adalah solusi yang lebih baik.

Tiga、Bagaimana Memindahkan 27 Juta Akun ke Chain: Penyatuan DeFi dan CeFi

Kerbrat memberikan angka kunci: Robinhood memiliki 27 juta akun berpendanaan. Sebagian besar pengguna ini belum pernah menyentuh DeFi, karena DeFi masih rumit, membutuhkan banyak pengetahuan teknis.

Solusinya adalah "yang terbaik dari keduanya": menggunakan teknologi dasar DeFi untuk menyediakan imbal hasil, menggunakan frontend Robinhood untuk menyediakan UX/UI yang sederhana dan perlindungan keamanan. Robinhood Earn adalah contohnya, pengguna dapat memperoleh imbal hasil on-chain di dalam App utama, tanpa perlu membuat wallet sendiri atau mengelola private key.

Dia mendefinisikan tren ini sebagai "penyatuan CeFi dan DeFi": platform terpusat menggunakan teknologi blockchain untuk membuat produk yang lebih baik, sekaligus mempertahankan pengalaman yang ramah pengguna.

Tentang implementasi teknis tokenisasi saham, Kerbrat mengungkapkan mekanisme "tokenisasi tepat waktu" (just-in-time tokenization). Listing di DEX tradisional membutuhkan pembuatan pool likuiditas sebelumnya, sedangkan Robinhood karena sudah menjadi broker dan memiliki saham-saham ini, dapat dengan cepat memindahkan saham ke chain saat pengguna perlu melakukan perdagangan. Lapisan dasarnya menggunakan kombinasi prop AMM, AMM standar, RFQ, dan pool klasik, memastikan harga yang baik setiap saat.

Saat ini ada 90+ token saham di chain, tetapi dia menganggap ini hanya titik awal, di masa depan akan diperluas ke saham internasional, pasar privat, dan lebih banyak kelas aset lainnya.

Empat、Mengapa Memilih Arbitrum: Logika Tidak Membangun L1 Sendiri

Pembawa acara menanyakan masalah arsitektur teknis: mengapa menggunakan stack teknologi Arbitrum alih-alih membangun chain sendiri.

Jawaban Kerbrat sangat pragmatis. Robinhood ingin fokus pada hal yang mereka kuasai: membuat UX/UI yang baik, membuat produk keuangan yang baik, bukan membangun kembali sesuatu yang sudah ada. Mencapai tingkat keamanan dan desentralisasi seperti Ethereum membutuhkan waktu yang sangat lama, melewati banyak keputusan (migrasi dari PoW ke PoS, kolaborasi beberapa yayasan). Menggunakan keamanan Ethereum dan likuiditas ekosistem EVM secara langsung adalah pilihan yang lebih masuk akal.

Alasan memilih Arbitrum sebagai stack teknologi L2 meliputi: Stylus (memungkinkan penulisan kontrak pintar dengan bahasa pemrograman apa pun), kecepatan pembuatan blok yang sangat cepat (produk keuangan membutuhkan kecepatan tinggi), biaya gas rendah (bahkan di periode volume perdagangan tinggi tetap dapat mempertahankan biaya rendah). Dia juga menyebutkan bahwa saat aktivitas on-chain melonjak minggu lalu, mereka secara aktif menekan biaya gas, memastikan pengalaman pengguna tidak terpengaruh.

Tentang kontroversi "sewa" Ethereum (Robinhood Chain menghasilkan pendapatan lebih dari $1 juta, tetapi hanya membayar 1-2% ke Ethereum), Kerbrat menganggap ini adalah pengaturan mekanisme default Ethereum, tidak bisa disebut adil atau tidak adil. Perspektifnya adalah jangka panjang: jika Robinhood dapat membawa puluhan juta pengguna ke chain, membawa skenario penggunaan nyata, ini pada akhirnya akan menjadi sumber pendapatan jangka panjang bagi ekosistem Ethereum.

Lima、Persaingan dengan Base: Memperbesar Kue Alih-alih Merebut Pangsa

Pembawa acara menyebutkan "persaingan buatan" antara Robinhood Chain dan Coinbase Base di media sosial. Base baru-baru ini mengakui eksperimen sosial gagal, beralih ke arah lain, sementara Robinhood juga mengeksplorasi kemungkinan perdagangan sosial on-chain.

Sikap Kerbrat terhadap persaingan sangat jelas: kompetisi menguntungkan pelanggan. Saat Robinhood meluncurkan perdagangan kripto, mereka langsung memotong biaya besar-besaran, yang akhirnya menguntungkan pengguna. Tetapi sekarang diskusi tentang pangsa pasar masih terlalu dini, Robinhood Chain baru tiga minggu, Base sudah berjalan satu atau dua tahun.

Dia menggunakan angka untuk perbandingan: Saat ini hanya sebagian kecil populasi global yang memiliki aset yang ditokenisasi. Tujuannya adalah memperbesar kue, memungkinkan lebih banyak orang di dunia memiliki aset, bukan merebut pangsa dalam piringan kecil yang ada. Tentang eksperimen sosial Base, dia berkomentar "mencoba hal baru itu normal, kadang gagal, kadang berhasil".

Fokus Robinhood ada pada produk keuangan: Earn, perdagangan spot, kontrak perpetual. Ini adalah bidang yang mereka kuasai dan dapat memberikan nilai.

Enam、Logika Pemilihan Mitra DeFi

Pembawa acara menyebutkan mitra yang diumumkan saat peluncuran Robinhood Chain: Morpho (vault pinjaman), Lighter (kontrak perpetual), 0x (agregasi dan API kuotasi), Chainlink (oracle), LayerZero (cross-chain).

Kerbrat menjelaskan tiga kriteria pemilihan mitra. Pertama, Robinhood adalah perusahaan publik, memegang banyak lisensi di seluruh dunia, mitra harus memahami persyaratan kepatuhan dan bekerja sama. Kedua, harus mampu menciptakan pengalaman yang unik. Misalnya, saat bekerja sama dengan Morpho, jauh melampaui tingkat sekadar mengakses API, perlu suku bunga stabil yang disesuaikan, mekanisme asuransi, dan UX eksklusif, membutuhkan banyak waktu diskusi mendalam dan pengembangan bersama. Ketiga, harus membentuk diferensiasi dengan pesaing.

Tentang jadwal masuknya kontrak perpetual (perps) ke App utama AS, Kerbrat mengatakan masih menunggu kejelasan regulasi, bahkan jika undang-undang CLARITY disahkan, kontrak perpetual adalah masalah besar lainnya. Saat ini melalui kerja sama Robinhood Wallet dan Lighter, pengguna dapat mengalami perdagangan kontrak perpetual. Dia juga mengungkapkan bahwa Bitstamp (platform perdagangan Eropa yang diakuisisi Robinhood) sudah memperluas kontrak perpetual, dari kripto ke kontrak komoditas dan ETF.

Tujuh、Dari Broker ke Aplikasi Super: Logika Investasi $HOOD

Topik terakhir kembali ke perspektif investasi. Pembawa acara bertanya: Apa artinya memegang saham $HOOD sekarang?

Kerbrat menggambarkan peta "aplikasi super" Robinhood: saham, opsi, kontrak berjangka, pasar prediksi, kripto, kartu kredit (hari itu baru saja merilis kartu platinum), layanan perbankan, perdagangan dengan agen AI (MCP sudah tersedia). Intinya adalah membuat satu App untuk memenuhi semua kebutuhan keuangan pengguna di berbagai tahap kehidupan.

Dia secara khusus menyebutkan kurangnya edukasi keuangan: anak muda tidak belajar keuangan di sekolah, tetapi setelah lulus SMA sudah perlu memikirkan perencanaan pensiun. Robinhood ingin fokus pada edukasi keuangan, akun IRA adalah salah satu contohnya.

Dari sudut pandang model bisnis, saat ini semua lini bisnis telah mencapai pendapatan sembilan digit (miliaran dolar), sumber pendapatan terdiversifikasi, tidak lagi hanya platform perdagangan murni. Tentang pendapatan chain itu sendiri, Kerbrat mengakui bahwa saat ini mereka lebih memprioritaskan tingkat adopsi daripada pendapatan murni. Pengaturan biaya gas adalah seni keseimbangan: terlalu rendah akan disalahgunakan oleh transaksi sampah dan bot, terlalu tinggi akan menghambat adopsi. Saat ini berada pada tahap "dioptimalkan untuk adopsi" bukan "dioptimalkan untuk pendapatan".

Трендові криптовалюти

Пов'язані питання

QApa strategi yang digunakan Robinhood dalam menghadapi persaingan di pasar crypto?

ARobinhood mengadopsi strategi 'Barbell' yang berfokus pada dua sisi yang berbeda. Satu sisi berfokus pada meme coin untuk menarik trader DeFi dan pembuat pasar, sementara sisi lainnya berfokus pada aset dunia nyata (RWA) seperti saham yang ditokenisasi untuk melayani pengguna global. Alih-alih langsung bersaing merebut pangsa pasar yang ada, strategi utama mereka adalah memperbesar kue pasar secara keseluruhan dengan membawa lebih banyak pengguna tradisional ke ekosistem crypto dan menciptakan utilitas jangka panjang.

QBagaimana Robinhood Chain mempermudah 27 juta pengguna akun berdananya untuk mengakses produk DeFi?

ARobinhood Chain berfokus pada fusi antara CeFi dan DeFi. Mereka menyediakan teknologi dasar DeFi untuk memberikan keuntungan, tetapi menampilkannya melalui antarmuka Robinhood yang ramah pengguna. Contohnya adalah produk Robinhood Earn, di mana pengguna dapat memperoleh pendapatan dari stablecoin melalui protokol on-chain langsung di aplikasi utama Robinhood, tanpa perlu membuat dompet kripto, mengelola kunci privat, atau memahami kompleksitas teknis DeFi.

QMengapa Robinhood memilih teknologi Arbitrum untuk Robinhood Chain daripada membangun L1-nya sendiri?

ARobinhood memilih untuk menggunakan tumpukan teknologi Arbitrum (L2) agar dapat fokus pada keahlian inti mereka: pengalaman pengguna (UX/UI) dan produk keuangan. Membangun blockchain L1 yang aman dan terdesentralisasi seperti Ethereum membutuhkan waktu dan sumber daya yang sangat besar. Dengan Arbitrum, mereka dapat memanfaatkan keamanan Ethereum dan likuiditas ekosistem EVM yang sudah ada. Selain itu, Arbitrum menawarkan fitur seperti Stylus (untuk smart contract dalam berbagai bahasa pemrograman), kecepatan blok yang sangat tinggi, dan biaya gas yang rendah yang cocok untuk produk keuangan.

QApa yang dimaksud dengan 'just-in-time tokenization' untuk saham yang disebutkan Johann Kerbrat?

A'Just-in-time tokenization' adalah mekanisme teknis yang memungkinkan Robinhood untuk dengan cepat mentokenisasi saham di blockchain saat pengguna membutuhkannya untuk diperdagangkan. Karena Robinhood sendiri adalah broker dan memegang saham-saham tersebut secara fisik, mereka tidak perlu membuat pool likuiditas terlebih dahulu seperti di DEX tradisional. Sistem ini menggunakan kombinasi prop AMM, AMM standar, RFQ (Request for Quote), dan pool klasik untuk memastikan harga yang baik selalu tersedia kapan saja pengguna ingin membeli atau menjual saham yang ditokenisasi tersebut.

QBagaimana visi Robinhood untuk mengubah dirinya dari sekadar platform perdagangan?

AVisi Robinhood adalah untuk menjadi 'aplikasi super' atau 'super app' keuangan yang memenuhi semua kebutuhan keuangan pengguna dalam berbagai tahap kehidupan. Mereka tidak hanya menawarkan perdagangan saham dan opsi, tetapi telah memperluas ke crypto, kartu kredit (termasuk kartu platinum yang baru diluncurkan), layanan perbankan, perdagangan dengan agen AI, dan pendidikan keuangan (seperti akun IRA). Model bisnisnya juga terdiversifikasi, dengan setiap lini bisnis utama telah menghasilkan pendapatan sembilan digit (miliaran dolar). Dalam jangka panjang, mereka ingin menjadi platform terpadu untuk perencanaan keuangan, investasi, dan transaksi sehari-hari.

Пов'язані матеріали

Low Investment Isn't Apple's Immunity Pass

While Meta and Google face investor scrutiny over ballooning AI capital expenditures, Apple's minimal AI investment has paradoxically become a strength. Its market cap recently reclaimed the global top spot, surpassing $5 trillion. The irony is deep: Apple's own AI efforts have lagged, with "Apple Intelligence" delayed and core talent lost, forcing reliance on partners like Google Gemini and Alibaba's Qianwen. Its Q3 FY2026 (Q2 CY) earnings initially seemed stellar. Revenue hit $109.4B (up 16% YoY), with iPhone and Mac sales, growing 22% and 29% respectively, driving most of the growth. However, the stock fell over 8% post-earnings. The primary concern was a weaker Q4 revenue growth forecast of 9-11%, below expectations, due to looming supply chain constraints. Apple is feeling the indirect cost of the AI boom. Soaring memory and chip prices, fueled by massive data center investments from Microsoft, Amazon, and others, are forcing Apple to raise Mac and iPad prices significantly. The upcoming iPhone launch is also expected to see substantial price hikes. Despite avoiding heavy AI infrastructure spending—its capital expenditures are actually down 28%—Apple cannot escape the industry-wide supply and cost pressures. While Apple's operating cash flow remains robust, its substantial R&D spending (up 32% YoY) has yet to yield major AI breakthroughs. As Tim Cook prepares to step down as CEO, Apple faces a challenging transition: balancing its premium hardware success against the strategic and cost pressures of the AI era it has so far cautiously navigated.

marsbit42 хв тому

Low Investment Isn't Apple's Immunity Pass

marsbit42 хв тому

PA Graphics Explanation | One Chart to Understand the Major Web3 Events in August 2026

**PANews Crypto Calendar: Key Web3 Events in August 2026** PANews introduces its revamped crypto calendar, featuring comprehensive coverage, flexible filtering, and easy export options. The market in August will be shaped by multiple key events across macroeconomics, regulation, tokenomics, and project developments: * **Macro & Policy:** Key US economic data releases (July Non-Farm Payrolls, CPI), the Federal Reserve meeting minutes, and the Jackson Hole Economic Symposium will be in focus. On the regulatory front, the US Senate plans to release a new draft of the *CLARITY Act*, while the EU's expanded crypto ban against Belarus comes into effect. * **Token Unlocks:** Significant token unlocks are scheduled for assets including ENA, AVAX, CONX, ZRO, and KAITO, which may influence market volatility. * **Project Updates & Shutdowns:** Several services, including Exchange Art, Ctrl Wallet, Zapper, NFTfi, and Summer.fi, are set to cease operations or undergo major adjustments. Users are advised to manage their assets accordingly. * **Corporate Activity:** Q2 earnings reports from companies like SpaceX, Circle, and Nvidia are due. Unitree Robotics will initiate its IPO subscription on the STAR Market, and Moonshot AI plans to begin a Pre-IPO financing round. * **Industry Events:** Major conferences such as Bitcoin Asia 2026 and the 2026 Digital Expo will take place. The overarching market narrative for August will revolve around macroeconomic expectations, regulatory developments, token unlock schedules, and ongoing industry consolidation.

marsbit52 хв тому

PA Graphics Explanation | One Chart to Understand the Major Web3 Events in August 2026

marsbit52 хв тому

Wall Street's Most Famous 'Cassandra' Now Has His Sights Set on Nvidia

Michael Burry, the famed "Big Short" investor, has once again captured Wall Street's attention with a series of short positions against major tech and semiconductor stocks, most notably Nvidia. In late June and July, through his "Cassandra Unchained" newsletter, Burry disclosed short bets against Nvidia, Tesla, Applied Materials, Caterpillar, the SOXX semiconductor ETF, and later, Micron Technology. His core thesis revolves around potential distortions in the AI infrastructure boom, specifically questioning whether extended depreciation schedules (e.g., 6 years vs. a realistic 2-3 years for AI chips) by cloud giants like Microsoft and Google artificially inflate profits. He also raises concerns about possible "off-balance-sheet circular financing," where chip demand might be propped up by vendor-backed funding to clients. Nvidia's stock experienced volatility following these disclosures, briefly dipping but largely holding near Burry's reported entry points, leaving his positions roughly flat or slightly underwater as of late July. This move is part of a pattern for Burry, whose track record since his legendary 2008 bet is mixed. He has faced notable losses, such as on Tesla in 2021, while scoring on broader market turns like the 2020 pandemic crash. His methodology focuses intensely on free cash flow and scrutinizing original financial documents to spot overvaluation and structural risks, but it often struggles with timing the market. The article contrasts Burry's stance with other prominent investors. Steve Eisman, another "Big Short" figure, is not shorting Nvidia, citing strong fundamentals but expressing nervousness about sustainability. Jim Chanos agrees with the broad "accounting mismatch" concern—comparing it to the dot-com bubble—but targets financial leverage in private equity firms rather than the chip stocks themselves. While Nvidia's short interest remains relatively low at 1.3-1.4% of float, the massive stock size means absolute short losses have been significant, exceeding $5 billion earlier this year. The piece concludes that for ordinary investors, the key takeaway is not replicating specific short bets but learning from the critical frameworks these investors use: questioning rosy accounting, identifying structural vulnerabilities, and maintaining skepticism during market euphoria, even if pinpointing the exact catalyst for a downturn remains elusive.

marsbit1 год тому

Wall Street's Most Famous 'Cassandra' Now Has His Sights Set on Nvidia

marsbit1 год тому

Weekly Selection丨Epic Stock Market Volatility, Changxin Tech's IPO Reshapes Storage Landscape, Saylor Aims to Re-Anchor STRC Around September 8th

PANews Weekly Digest: Market Turmoil, Tech Breakthroughs, and Crypto Developments. The week saw significant volatility across global markets. South Korea's KOSPI index experienced extreme turbulence, including multiple trading halts, largely driven by sharp declines in AI hardware stocks like SK Hynix. In contrast, China's Changxin Xinqiao (CXC) achieved a landmark IPO with a market cap surpassing 4 trillion yuan, marking a major success for the domestic DRAM industry after a decade of losses. In the crypto and Web3 space, several key narratives emerged. AI is driving demand for new infrastructure, with projects like AI agent wallets and programmable payments gaining traction, attracting interest from firms like Coinbase. The Bitcoin mining sector is pivoting, with companies like MARA focusing on energy management as electricity becomes a core AI-era asset. Meanwhile, the RWA (Real World Assets) sector faces a "utilization puzzle," with hundreds of billions in on-chain assets remaining dormant. Notable market movements included a historic single-day surge of over 17% for the KOSPI index and a significant migration of $16.5 billion in staked ETH within the Lido ecosystem. Michael Saylor announced a target to re-peg the STRC stablecoin around September 8th. Other highlights include discussions on Ethereum's ambitious 2030 roadmap for scaling and privacy, analysis showing high protocol revenues not always translating to token price gains, and warnings from Citi about potential extreme commodity price shocks by late 2026.

marsbit1 год тому

Weekly Selection丨Epic Stock Market Volatility, Changxin Tech's IPO Reshapes Storage Landscape, Saylor Aims to Re-Anchor STRC Around September 8th

marsbit1 год тому

When the Market Begins to Question AI Capex: A Full Analysis of Q2 Earnings Reports from Five Tech Giants

In late July 2026, five major US tech giants—Alphabet, Intel, Microsoft, Meta, and Apple—released their Q2 earnings reports. While all companies exceeded revenue and profit expectations, driven by strong AI-related business growth, investor reactions diverged sharply due to concerns over escalating AI capital expenditures (capex) and their impact on free cash flow. Alphabet reported strong revenue growth and a surging cloud business, but its stock fell after announcing a doubled year-on-year capex and negative quarterly free cash flow for the first time. Intel posted its strongest revenue growth in over 15 years, but its stock experienced volatile trading after significantly raising its full-year capex guidance. Microsoft saw its stock surge after beating estimates and, crucially, lowering its capex forecast while projecting positive free cash flow. Meta faced the most severe sell-off as its profits declined despite revenue beats, with free cash flow plunging over 90% and its capex guidance raised. Apple reported record June-quarter results, but its stock plummeted after providing Q4 revenue guidance that fell short of expectations, citing supply chain constraints and forex headwinds. The overall takeaway is that the market's focus has shifted from validating AI demand to scrutinizing the timeline for returns on massive AI investments. Companies demonstrating a clearer path to managing capex and preserving free cash flow, like Microsoft, were rewarded, while those signaling continued aggressive spending faced investor skepticism.

Odaily星球日报1 год тому

When the Market Begins to Question AI Capex: A Full Analysis of Q2 Earnings Reports from Five Tech Giants

Odaily星球日报1 год тому

Торгівля

Спот

Популярні статті

Що таке MEME 2.0

Memecoin 2.0: Поява $MEME 2.0 у світі криптовалюти Вступ У постійно змінному ландшафті криптовалюти з'явився новий претендент. Memecoin 2.0, що символізується як $MEME 2.0, підносить концепцію мем-криптовалют на захоплюючий новий рівень. Як побічний продукт оригінального Memecoin, цей проєкт привернув увагу крипто-спільноти, змістивши акцент з типової фінансової вигоди на захоплюючий і розважальний досвід. Працюючи на блокчейні Ethereum, Memecoin 2.0 сміливо переосмислює залучення спільноти у криптосфері. Що таке Memecoin 2.0, $MEME 2.0? У своїй основі, Memecoin 2.0 є криптовалютним проєктом, який надає пріоритет спільнотному духу і розвагам, пов'язаним з мем-культурою. На відміну від звичайних криптовалют, які зосереджені на практичних випадках використання та матеріальних вигодах, Memecoin 2.0 вирізняється тим, що обіймає легшу сторону цифрової валюти. Цей проєкт існує без обіцянок утиліти, структурованої дорожньої карти чи фінансових повернень, зосереджуючи увагу на створенні яскравої спільноти навколо мемів та спільних розваг. Зробивши це, він використовує зростаючу тенденцію мем-культури у онлайн-пробі, що робить його унікальним гравцем у світі цифрових активів. Творець Memecoin 2.0, $MEME 2.0 Не зважаючи на численні дослідження витоків Memecoin 2.0, чітка особистість його творця залишається невідомою. Ця анонімність не є рідкістю у крипто-спільноті, де багато проєктів очолюються особами або групами, які надають перевагу залишатися за лаштунками. Відсутність публічно доступної інформації про творця може розглядатися як стратегічний крок, що ставить в центр уваги залучення спільноти, а не індивідуальної популярності у цій сфері. Інвестори Memecoin 2.0, $MEME 2.0 Інформації щодо інвесторів або фінансової підтримки Memecoin 2.0 замало. Відсутність деталей може свідчити про те, що проєкт є самофінансованим або що його увага до спільноти, а не традиційних інвестиційних структур, привабила інший тип підтримки. Оскільки світ мем-криптовалют зазвичай передбачає більше участі низового рівня, а не інституційних інвестицій, цей підхід узгоджується з етосом проєктів, що управляються спільнотою. Як працює Memecoin 2.0, $MEME 2.0? Memecoin 2.0 повністю працює на блокчейні Ethereum, використовуючи його потужні функції безпеки та масштабованості. Використовуючи сильні сторони Ethereum, Memecoin 2.0 може запропонувати безпечне середовище для взаємодії користувачів, забезпечуючи при цьому, що транзакції є ефективними та економічними. Одна з унікальних характеристик Memecoin 2.0 полягає в його структурі, що керується спільнотою. Цінність та популярність токена $MEME 2.0 походять з активної участі його користувачів, а не з вродженої утиліти. Ця концепція підкреслює акцент проєкту на розважальному аспекті криптовалюти, натякаючи на те, що сміх та залучення спільноти є справжніми валютами, що ведуть до його успіху. Крім того, проєкт вписується в ширшу екосистему мем-криптовалют, де цінність кожної мем-криптовалюти коливається залежно від культури, тенденцій і участі спільноти, а не традиційних економічних принципів. Хронологія Memecoin 2.0, $MEME 2.0 Щоб краще зрозуміти еволюцію та віхи Memecoin 2.0, ось хронологія, що підкреслює значні події в його історії: 2024: Зародження Memecoin 2.0 вважається відгалуженням оригінального Memecoin, яке встановлює себе в процвітаючому контексті мем-криптовалют, працюючи на блокчейні Ethereum. 13 липня 2024: Memecoin 2.0 офіційно позиціонує себе як мем-криптовалюта, орієнтована на спільноту, в мережі Ethereum, підкреслюючи свій підхід, зосереджений на розвагах, який запрошує користувачів брати участь у його розвитку. Ключові моменти про Memecoin 2.0, $MEME 2.0 Кілька критичних характеристик визначають Memecoin 2.0: Спільнотно-центричний підхід: Основною метою Memecoin 2.0 є створення веселого, захоплюючого досвіду для спільноти, використовуючи колективне задоволення, що випливає з меметичної культури. Побудовано на Ethereum: Робота на блокчейні Ethereum надає проєкту важливу інфраструктуру, що забезпечує безпеку та масштабованість. Відсутність утиліти або дорожньої карти: У вражаючому відході від традиційних криптовалют, Memecoin 2.0 не обіцяє жодних утилітарних функцій або фінансових повернень, підтверджуючи свою прихильність до участі спільноти та соціального залучення. Акцент на меметичній культурі: Обіймаючи гумористичні та культурні аспекти мем-періоду, Memecoin 2.0 надає платформу для користувачів для залучення до крипти офлайн та онлайн. Додатковий контекст: Значення мем-криптовалют Мем-криптовалюти з'явилися як окрема класифікація криптовалюти, часто керуючись гумором та легким підходом до торгівлі. Ці валюти, як правило, не мають значної утиліти або розробницьких дорожніх карт, залучаючи користувачів обіцянкою розваг, взаємодії в спільноті та культурної значущості. В рамках ширшої екосистеми криптовалют, мем-криптовалюти відновлюють важливість залучення спільноти, протистоячи лише прибутковим підходам. Проєкти, такі як Memecoin 2.0, відкривають еру, в якій розваги можуть гармонізувати з фінансовими прагненнями, перетворюючи блокчейн на ігровий майданчик для творчості та соціальної взаємодії. Висновок Memecoin 2.0, або $MEME 2.0, втілює нову хвилю криптовалюти, яка надає пріоритет залученню спільноти над жорсткими фінансовими структурами. Зосереджуючись на гуморі та соціальній взаємодії, він використовує захоплення навколо мем-культури. Працюючи на блокчейні Ethereum, Memecoin 2.0 використовує можливості технології, залишаючись непохитним у своїй прихильності до розважальної цінності цифрової валюти. Коли простір навколо криптовалют продовжує еволюціонувати, Memecoin 2.0 служить доказом того, що майбутнє цифрових активів може значною мірою залежати від спільних досвідів, сміху та надійних зв'язків у спільноті. У непередбачуваному світі крипто, можливо, радість може бути такою ж цінною, як і традиційний фінансовий прибуток.

174 переглядів усьогоОпубліковано 2024.04.04Оновлено 2024.12.03

Що таке MEME 2.0

Як купити MEME

Ласкаво просимо до HTX.com! Ми зробили покупку Memeland (MEME) простою та зручною. Дотримуйтесь нашої покрокової інструкції, щоб розпочати свою криптовалютну подорож.Крок 1: Створіть обліковий запис на HTXВикористовуйте свою електронну пошту або номер телефону, щоб зареєструвати обліковий запис на HTX безплатно. Пройдіть безпроблемну реєстрацію й отримайте доступ до всіх функцій.ЗареєструватисьКрок 2: Перейдіть до розділу Купити крипту і виберіть спосіб оплатиКредитна/дебетова картка: використовуйте вашу картку Visa або Mastercard, щоб миттєво купити Memeland (MEME).Баланс: використовуйте кошти з балансу вашого рахунку HTX для безперешкодної торгівлі.Треті особи: ми додали популярні способи оплати, такі як Google Pay та Apple Pay, щоб підвищити зручність.P2P: Торгуйте безпосередньо з іншими користувачами на HTX.Позабіржова торгівля (OTC): ми пропонуємо індивідуальні послуги та конкурентні обмінні курси для трейдерів.Крок 3: Зберігайте свої Memeland (MEME)Після придбання Memeland (MEME) збережіть його у своєму обліковому записі на HTX. Крім того, ви можете відправити його в інше місце за допомогою блокчейн-переказу або використовувати його для торгівлі іншими криптовалютами.Крок 4: Торгівля Memeland (MEME)Легко торгуйте Memeland (MEME) на спотовому ринку HTX. Просто увійдіть до свого облікового запису, виберіть торгову пару, укладайте угоди та спостерігайте за ними в режимі реального часу. Ми пропонуємо зручний досвід як для початківців, так і для досвідчених трейдерів.

387 переглядів усьогоОпубліковано 2024.12.12Оновлено 2026.06.02

Як купити MEME

Обговорення

Ласкаво просимо до спільноти HTX. Тут ви можете бути в курсі останніх подій розвитку платформи та отримати доступ до професійної ринкової інформації. Нижче представлені думки користувачів щодо ціни MEME (MEME).

活动图片