Dari Watermark Tak Kasat Mata Claude Meninjau Penyembunyian Informasi di Era GenAI: Bagaimana Watermark Tersemat Menjamin Tanpa Kerusakan?

marsbitPublicado em 2026-08-17Última atualização em 2026-08-17

Resumo

Pada 11 Agustus 2026, Anthropic mengumumkan bahwa model Claude versi baru akan menyematkan watermark tak kasat mata dalam teks yang dihasilkannya untuk memungkinkan identifikasi dan penelusuran konten AI. Langkah ini, didorong oleh regulasi seperti EU AI Act, mencerminkan tren global menuju transparansi konten buatan AI. Inti dari penelitian watermark era GenAI adalah "kinerja tanpa kerugian yang dapat dibuktikan," yang berakar pada teori steganografi aman terbukti. Secara tradisional, steganografi hanya mengandalkan keamanan empiris. Teori aman terbukti mensyaratkan bukti matematis bahwa data yang berisi pesan tersembunyi tidak dapat dibedakan dari data normal dalam hal distribusinya. Perkembangan model generatif AI, yang mempelajari dan mengambil sampel dari distribusi data alami, akhirnya memberikan landasan yang diperlukan untuk konstruksi teoretis ini. Penelitian perintis dari Universitas Sains dan Teknologi Tiongkok (2018) mengusulkan steganografi aman terbukti berbasis model generatif, membuka jalan bagi bidang ini. Perkembangannya meliputi evolusi dari skema kunci simetris ke asimetris (kunci publik), dan dari ekstraksi "white-box" (bergantung pada model) menuju "black-box" atau "grey-box" yang lebih praktis, serta mengatasi ambiguitas token. Prinsip yang sama diterapkan pada watermarking. Dengan menjamin bahwa distribusi sampel model tidak berubah setelah penyematan watermark, watermark "tanpa kerugian kinerja yang dapat dibuktikan" menjadi mungkin. Teknik seperti...

Pada 11 Agustus 2026, Anthropic mengumumkan: mulai dari tanggal 2 Agustus, model Claude versi baru yang dirilis akan secara langsung menyematkan watermark tak kasat mata (tidak terlihat oleh mata manusia namun dapat dibaca mesin) ke dalam teks yang dihasilkan, sehingga konten yang dihasilkan AI tetap dapat diidentifikasi dan ditelusuri asal-usulnya oleh perangkat lunak setelah disalin dan disebarluaskan.

Dokumentasi resmi menuliskan: "Ketika model Claude yang didukung menghasilkan teks, ia akan menyematkan watermark yang sulit disadari langsung ke dalam teks tersebut. Anda tidak akan melihatnya, dan watermark ini tidak akan mengubah semantik, kualitas jawaban Claude, maupun memengaruhi keterbacaannya."

Mekanisme ini mencakup seluruh lini produk: antarmuka web Claude, API, dan Claude Code, berlaku untuk pengguna global dan tidak dapat dinonaktifkan; gambar dan file lainnya yang dihasilkan juga akan dilengkapi dengan metadata penelusuran asal-usul (provenance) berupa tanda tangan digital yang sesuai dengan standar C2PA.

Ini adalah langkah ikonis Anthropic setelah menandatangani Kode Etik Transparansi Pasal 50 dari “EU Artificial Intelligence Act” (Undang-Undang AI Uni Eropa).

Memberi 'watermark' pada konten yang dihasilkan AI sedang bergerak dari inisiatif perusahaan menuju konsensus global. Pada Juni 2025, World Economic Forum (Forum Ekonomi Dunia) merilis "10 Teknologi Muncul Teratas 2025" pada Summer Davos di Tianjin, di mana "Watermark Generatif" menempati posisi kedua; Futuris Kevin Kelly dalam bukunya "2049: Kemungkinan 10.000 Hari Mendatang" meramalkan bahwa era kecerdasan buatan memerlukan "mendefinisikan ulang realitas", membutuhkan "penanda untuk membedakan keaslian seperti watermark pada gambar dan video yang dihasilkan AI".

Gambar 1 Forum Summer Davos dan Ramalan Kevin Kelly

Tapi membuat watermark yang "tepat" tidaklah mudah.

Di hari pengumuman Anthropic, keraguan utama dari pengguna adalah: apakah watermark akan merusak model? Apakah akan menurunkan kualitas generasi?

"Kinerja tanpa kerusakan yang dapat dibuktikan" (Provable Performance Losslessness), dengan demikian menjadi proposisi inti penelitian penyembunyian informasi di era GenAI. Dan untuk memahami proposisi ini, kita perlu kembali ke sumber teoretisnya—Steganografi Aman Terbukti (Provably Secure Steganography).

Steganografi Aman Terbukti, Menunggu Model Generatif Dua Puluh Tahun

Steganografi dan watermark sama-sama termasuk dalam penyembunyian informasi. Steganografi tradisional selama bertahun-tahun tetap berada pada tingkat "keamanan empiris": menggunakan algoritma deteksi steganografi untuk menguji kekuatan keamanan steganografi, tetapi tidak dapat memberikan jaminan matematis. Steganografi Aman Terbukti menuntut pembuktian yang ketat: bahwa data yang membawa rahasia tidak dapat dibedakan dari data normal dalam hal distribusi.

Jalur teoretis ini sudah lama ada.

Pada 1949, Shannon menyoroti kesulitan membangun teori komunikasi tersembunyi; pada 1998, Cachin memperkenalkan entropi relatif, memberikan definisi keamanan dalam arti teori informasi; pada 2002, penerima Turing Award Manuel Blum membimbing Hopper dkk. untuk membangun kerangka kerja steganografi keamanan komputasi, yang pada 2004 dikembangkan lagi menjadi steganografi kunci publik dan negosiasi kunci tersembunyi.

Namun, semua konstruksi steganografi aman terbukti bergantung pada satu prasyarat ketat—distribusi pembawa (carrier) dapat di-sampel secara tepat. Distribusi data alami tidak dapat dikendalikan, sehingga teori ini lama terpendam.

Gambar 2 Garis Waktu Singkat Perkembangan Steganografi Aman Terbukti

Pada 2018, model generatif AI membawa titik balik: model pertama-tama mempelajari distribusi, kemudian melakukan sampling sesuai distribusi, secara alami menyediakan "distribusi eksplisit atau sampler sempurna".

Tim dari University of Science and Technology of China (USTC) adalah yang pertama di dunia mengusulkan gagasan steganografi aman terbukti generatif, memberikan dua set kerangka kerja: "sampling kotak hitam" (black-box sampling) dan "sampling kompresi-reversibel" (compression-reversible sampling) (IWDW 2018, arXiv 2018), mereduksi keamanan steganografi ke keamanan algoritma enkripsi—mengenkripsi pesan menjadi ciphertext pseudorandom, menggunakan ciphertext untuk menggerakkan sampling menghasilkan konten, dan penerima memulihkan ciphertext melalui sampling terbalik.

Saat itu, AI generatif belum meledak, ide ini tampak "terlalu maju", dan sempat sulit mendapat pengakuan dari rekan sejawat akademik. Seiring dengan peningkatan kualitas model generatif seperti suara, hasil terkait secara bertahap diakui. International Workshop on Digital Watermarking (IWDW) mengundang tim USTC untuk memberikan laporan utama berjudul "When Provably Secure Steganography Meets Generative Models".

Gambar 3 Artikel Steganografi Aman Terbukti Generatif Pertama

Sekitar tahun 2021, data yang dihasilkan AI secara bertahap menjadi bentuk utama konten jaringan, dan steganografi aman terbukti mendapat perhatian luas secara global: Universitas Tsinghua mengusulkan steganografi bahasa aman terbukti berbasis pengelompokan sampel (grouping-based) (Findings of ACL 2021); Boston University dan Johns Hopkins University mengusulkan steganografi aman kriptografi yang berorientasi pada distribusi nyata, Meteor (ACM CCS 2021); Universitas Oxford mengusulkan steganografi aman sempurna berbasis kopling entropi minimum (minimum entropy coupling) (ICLR 2023).

Tim USTC mengusulkan konstruksi Discop berbasis "replika distribusi" (distribution replica) (IEEE S&P 2023), yang secara signifikan meningkatkan laju muatan tersemat (embedding payload rate). Pada tahun yang sama, Quanta Magazine memasukkan "menyembunyikan informasi rahasia secara sempurna dalam data generatif" sebagai salah satu dari tujuh terobosan ilmu komputer internasional tahun itu, menandai masuknya era "terbukti" (provable) dalam penyembunyian informasi.

Dari Simetris ke Asimetris, dari "Ber-Kotak" ke "Tanpa Kotak"

Steganografi aman terbukti generatif awal semuanya menggunakan sistem "kunci simetris", di mana pengirim dan penerima harus berbagi kunci terlebih dahulu, dan bergantung pada ekstraksi kotak putih (white-box), sehingga penerapannya terbatas.

Selain itu, ambiguitas sub-kata (subword ambiguity) dapat menyebabkan ekstraksi gagal. Tim USTC mendorong arah teknologi menuju steganografi kunci publik, skenario tanpa kotak/kotak abu-abu, serta menghilangkan ambiguitas sub-kata, membuat penyembunyian generatif menuju kepraktisan.

Steganografi Kunci Publik (IEEE TIFS 2024): Mengusulkan skema steganografi kunci publik aman terbukti yang menggabungkan Elliptic Curve Cryptography (ECC) dengan model generatif, dan mengusulkan protokol pertukaran kunci steganografi. Memecahkan masalah negosiasi kunci steganografi dan ekstraksi informasi tersembunyi yang "asimetris".

Steganografi Tanpa Kotak (IEEE TMM 2026): Metode tradisional bergantung pada ekstraksi "kotak putih", penerima harus memiliki model bahasa yang persis sama dengan pengirim. Tim mengusulkan Disreo, yang melalui randomisasi posisi token dan penggabungan ulang probabilitas output (output probability recombination) mencapai "ekstraksi tanpa kotak", memungkinkan penerima memulihkan pesan tanpa perlu mengakses model dasar, memberikan kemudahan lebih besar untuk penerapan nyata.

Steganografi Kotak Abu-abu (ACM CCS 2026): Antara kotak putih dan tanpa kotak, ada skenario "kotak abu-abu"—sumber daya pengirim dan penerima tidak setara, penerima mungkin hanya memiliki kemampuan menjalankan model kecil (misalnya perangkat seluler). SpecStega berbasis speculative sampling: model kecil yang dibagi kedua belah pihak menyelesaikan penyematan dan ekstraksi pesan, kemudian menggunakan model besar target untuk memurnikan output, sehingga teks pembawa rahasia akhir selaras dengan distribusi output model besar, mempertahankan kualitas dan keamanan tinggi, sekaligus dapat didekode secara efisien oleh pihak penerima hanya dengan model kecil, meningkatkan laju muatan hingga 20 kali lipat dibandingkan skema kotak hitam yang ada—menyediakan jalur ketiga antara "ber-kotak" dan "tanpa kotak" untuk steganografi aman terbukti.

Memecahkan Ambiguitas Sub-kata (IEEE TDSC): Steganografi berbasis model bahasa besar umumnya menghadapi ambiguitas dekode token—teks yang sama dapat dipotong menjadi urutan sub-kata yang berbeda, menyebabkan ekstraksi gagal. Tim mengusulkan SyncPool, yang mengelompokkan token yang memiliki hubungan prefiks sebelum penyematan, menghilangkan ambiguitas dari prinsipnya, mencapai ekstraksi andal untuk steganografi aman terbukti.

Dari Steganografi ke Watermark, Membawa "Tanpa Kerusakan Terbukti" Menuju Industri

Model besar AIGC pertama-tama mempelajari distribusi data alami, kemudian melakukan sampling sesuai distribusi untuk menghasilkan teks, gambar, audio, video, dll. Jika dapat dilakukan: menyematkan watermark dalam konten yang dihasilkan tanpa memengaruhi distribusi sampling, maka itu berarti penyematan watermark tidak memengaruhi kualitas generasi.

Steganografi Aman Terbukti secara teori menjamin bahwa data pembawa rahasia tidak dapat dibedakan dari data generasi normal, artinya penyematan informasi tidak mengubah distribusi sampling model—inilah definisi "Watermark Tanpa Kerusakan Kualitas Generasi Terbukti" (Provably Lossless Generation Quality Watermark). Watermark tidak memerlukan kapasitas sebesar steganografi, sehingga juga dapat menukar kapasitas untuk mendapatkan ketahanan (robustness).

Di bidang teks, sistem watermark tanpa kerusakan kualitas generasi terbukti yang dikembangkan tim USTC, bersifat plug-and-play, tidak perlu memodifikasi parameter model, mendukung identifikasi ketahanan bit tunggal dan atribusi model multi-bit, telah diterapkan pada platform seperti model besar Spark (星火) dan model GPT aman, melayani 13 ribu pengembang.

Sementara itu, penelitian watermark teks generasi tanpa kerusakan terbukti juga berkembang pesat di tingkat internasional:

2024, tim dari University of Maryland dkk. dengan "Unbiased Watermark for Large Language Models" (ICLR 2024 Spotlight) mendefinisikan watermark tanpa bias (unbiased) dan memberikan konstruksi umum;

Tahun yang sama, Stanford University mengusulkan watermark tanpa bias yang tahan distorsi (TMLR 2024);

2025, watermark tanpa bias multi-saluran MCmark (ACL 2025) meningkatkan ketahanan ekstraksi watermark sambil tetap mempertahankan ketidakbiasan yang ketat.

Di bidang gambar, tim USTC mengusulkan Gaussian Shading (CVPR 2024), yang memetakan watermark yang diacak secara kriptografis menjadi variabel laten Gaussian yang tidak dapat dibedakan dari generasi normal, kemudian melalui proses difusi bekerja pada seluruh ruang laten, tidak perlu pelatihan, plug-and-play, kinerja tanpa kerusakan dapat dibuktikan;

Gaussian Shading++ dan T2SMark (NeurIPS 2025) lebih lanjut memecahkan masalah ketahanan, perubahan parameter generasi, dan keanekaragaman generasi dalam penerapan nyata;

TAG-WM (ICCV 2025) memperkenalkan mekanisme ganda "watermark template + watermark informasi", yang secara simultan mencapai pelokalan pemalsuan (tamper localization) dan konfirmasi kepemilikan (ownership verification) dalam kondisi tanpa kerusakan;

SemBind (ICML 2026) mengikat watermark dengan semantik gambar melalui semantik masker, melindungi dari serangan pemalsuan kotak hitam.

Gambar 4 Watermark Gambar Generatif Tanpa Kerusakan Terbukti Gaussian Shading (CVPR 2024)

Dari Watermark Konten ke Watermark Model. Model itu sendiri juga merupakan aset digital penting yang memerlukan bukti kepemilikan yang andal, dan watermark model selalu menghadapi satu keraguan: apakah akan memengaruhi penggunaan normal model?

Berdasarkan konstruksi "Backdoor Tak Terdeteksi Terbukti" (Provably Undetectable Backdoor) yang diusulkan oleh penerima Turing Award Shafi Goldwasser dkk. di FOCS 2022, tim USTC mengusulkan protokol watermark model kotak hitam tanpa kerusakan kinerja terbukti (IEEE TDSC 2026): menggunakan message authentication code yang tidak dapat dipalsukan untuk membangun indikator cabang, sehingga probabilitas pengguna normal memicu cabang watermark dapat diabaikan secara komputasi, sehingga mereduksi sifat tanpa kerusakan kinerja ke keamanan kriptografi.

"Tanpa Kerusakan Terbukti" dengan demikian diperluas dari konten generasi ke model itu sendiri.

Dari "Keamanan Empiris" ke "Keamanan Terbukti"

Watermark tak kasat mata Anthropic menimbulkan kontroversi di hari pertama peluncurannya: penulis khawatir tentang atribusi kepenulisan, pengembang khawatir "apakah watermark akan menurunkan kualitas generasi". Pelopor industri memilih "lari cepat secara rekayasa" (engineering fast run), sementara tujuan "tepat sasaran, tidak merusak, tahan terhadap penulisan ulang dan penghapusan, dan mampu memberikan bukti yang pasti" membutuhkan dukungan teori yang kokoh.

Dari visi Shannon yang mengajukan masalah tantangan hingga kerangka teori Blum dkk., dari algoritma steganografi aman terbukti generatif pertama tahun 2018 hingga watermark model besar Spark dan watermark Claude, penyembunyian informasi telah berjalan selama tujuh puluh tujuh tahun, akhirnya melompat dari "keamanan empiris" ke "keamanan terbukti", mengubah "kekhawatiran watermark merusak model" menjadi "pembuktian tanpa kerusakan secara matematis"—baik untuk konten yang dihasilkan, maupun untuk model itu sendiri—menyediakan dukungan teknologi dengan jaminan teoretis untuk tata kelola konten AI.

Serangan dan Pertahanan Watermark

Merancang watermark sulit, menghapus watermark mudah. Sebenarnya, tidak juga. Merancang watermark harus mengejar tanpa kerusakan kualitas dan ketahanan secara bersamaan, sementara penyerang juga perlu menghapus watermark dengan kendala kualitas.

Tanpa kendala, watermark mudah dihapus. Menulis ulang kalimat demi kalimat untuk menghapus watermark, apakah itu masih dianggap sebagai konten yang dihasilkan oleh model asli? Mungkin lebih baik langsung menggunakan model open source lainnya untuk menghasilkan.

Seperti bidang keamanan lainnya, pihak penyerang dan bertahan berpermainan di bawah kendala masing-masing, dengan adanya serangan dan pertahanan, arah teknologi ini baru memiliki daya hidup.

Dan "tanpa kerusakan" (losslessness) adalah kendala dan tujuan bagi kedua belah pihak.

Pihak bertahan tidak ingin mengorbankan kualitas generasi karena menyematkan watermark; pihak penyerang juga tidak ingin menurunkan kualitas karena menghapus watermark.

Tidak pernah ada keamanan mutlak, makna pertahanan adalah menciptakan biaya sebesar mungkin bagi penyerangan. Esensi serangan dan pertahanan adalah permainan biaya, begitu juga dengan watermark.

Artikel ini berasal dari akun WeChat publik "XinZhiYuan" (新智元), penulis: XinZhiYuan

Criptomoedas em alta

Perguntas relacionadas

QApa yang diumumkan Anthropic pada Agustus 2026 terkait model Claude?

APada 11 Agustus 2026, Anthropic mengumumkan bahwa mulai 2 Agustus, model Claude versi baru akan secara langsung menyematkan tanda air tak kasat mata yang tidak terlihat oleh mata manusia tetapi dapat dibaca oleh mesin ke dalam teks yang dihasilkannya. Ini memungkinkan konten yang dihasilkan AI untuk tetap dapat diidentifikasi dan dilacak sumbernya bahkan setelah disalin dan disebarluaskan.

QApa inti dari 'steganografi yang dapat dibuktikan keamanannya' (provably secure steganography) yang dibahas dalam artikel?

AInti dari steganografi yang dapat dibuktikan keamanannya adalah untuk secara matematis membuktikan bahwa data yang membawa pesan tersembunyi tidak dapat dibedakan dari data normal dalam hal distribusinya. Ini adalah lompatan dari keamanan 'empiris' atau pengalaman ke keamanan yang dapat dibuktikan secara teoritis, dengan prasyarat keras bahwa distribusi pembawa (carrier) dapat di-sampling secara tepat.

QMengapa kemunculan model generatif AI pada 2018 menjadi titik balik penting bagi penelitian steganografi?

AKemunculan model generatif AI menjadi titik balik karena model-model ini pertama-tama mempelajari distribusi data alami, lalu menghasilkan konten dengan melakukan sampling dari distribusi tersebut. Proses ini secara alami menyediakan 'distribusi eksplisit atau sampler yang sempurna', yang merupakan prasyarat yang sebelumnya sulit dipenuhi untuk membangun steganografi yang dapat dibuktikan keamanannya.

QApa saja perkembangan penting yang disebutkan untuk membuat steganografi generatif dapat digunakan secara praktis?

APerkembangan penting untuk kepraktisan meliputi: 1) Steganografi kunci publik, yang memungkinkan ekstraksi informasi asimetris tanpa perlu berbagi kunci rahasia terlebih dahulu. 2) Steganografi tanpa-kotak (boxless), di mana penerima tidak perlu memiliki akses ke model yang sama dengan pengirim untuk mengekstrak pesan. 3) Steganografi kotak-abu (greybox), yang memungkinkan ekstraksi dengan model yang lebih kecil di sisi penerima. 4) Penyelesaian ambiguitas sub-kata (token), memastikan ekstraksi pesan yang andal.

QBagaimana konsep 'steganografi yang dapat dibuktikan keamanannya' berkaitan dengan 'tanda air yang dapat dibuktikan tidak merusak kinerja' (provably performance无损 watermark) untuk konten AI?

AKonsepnya terkait erat. Steganografi yang dapat dibuktikan keamanannya menjamin bahwa data yang membawa pesan tidak dapat dibedakan dari data normal hasil generasi model, yang berarti penyematan pesan tidak mengubah distribusi sampling model. Konsep ini diterapkan pada tanda air dengan kapasitas yang lebih kecil (karena tanda air tidak membutuhkan kapasitas sebesar pesan rahasia). Jika penyematan tanda air tidak mengubah distribusi, maka secara teori kualitas generasi model tidak terpengaruh - inilah inti dari 'tanda air yang dapat dibuktikan tidak merusak kinerja' (provably performance无损 watermark).

Leituras Relacionadas

UBS Research Report Analysis: Murata's MLCC Factory Opens to the Public for the First Time in 20 Years, 20% Production Increase Potential from Optimization of Existing Assets

On August 18, UBS analysts visited Murata's Fukui Takefu factory, its first public opening in about 20 years. As the global MLCC leader with ~35% market share, this plant serves as the mother factory for advanced MLCCs used in AI servers and premium smartphones. UBS confirmed key findings: deep technical barriers remain, existing equipment holds ~20% latent production capacity, and physical expansion is nearing its limits. Murata's competitive edge lies in a closed-loop system encompassing proprietary ceramic material uniformity control, capacitance-maximizing self-developed technology, and self-built production equipment—a "black box" model difficult to replicate. Its flexible segmented production system efficiently manages over 50,000 product types. With new facility construction constrained and equipment lead times lengthening, optimizing existing lines becomes a crucial, lower-cost path to increase output. Murata's strategy involves shifting generic production to overseas sites like Thailand while focusing Japanese facilities on advanced, high-margin products. UBS projects significant operating margin expansion from 15.4% in FY2026 to 37.6% in FY2029, driven by this product mix upgrade toward high-capacitance, small-size MLCCs for AI and smartphones. Primary risks include U.S. economic slowdown, technology diffusion in Asia, and circuit integration trends. UBS maintains a positive industry outlook, noting potential for guidance upgrades, and sets a 13,200 yen target price based on a 30x FY2029 P/E, implying ~76% upside contingent on successful MLCC product structure advancement.

marsbitHá 23m

UBS Research Report Analysis: Murata's MLCC Factory Opens to the Public for the First Time in 20 Years, 20% Production Increase Potential from Optimization of Existing Assets

marsbitHá 23m

Arthur Hayes: Awaiting Fed Signal, Replenishing Ammo to Position for Crypto Bull Market

Arthur Hayes, co-founder of BitMEX, argues that the yen is significantly undervalued and analyzes three potential paths for its appreciation. He dismisses the first two options—the Bank of Japan raising interest rates or Japanese institutions selling foreign assets—as politically or economically unfeasible. Instead, he identifies the preferred method: Japan's Ministry of Finance (MOF) using the Federal Reserve's FIMA (Foreign and International Monetary Authorities) repo facility to borrow dollars against its U.S. Treasury holdings, then selling those dollars to buy yen in the forex market. Hayes explains that U.S. Treasury Secretary "Besant" has already called for removing the FIMA per-counterparty limit to enable this. The execution depends on Fed Chair "Warsh" convening a subcommittee to adjust the FIMA rules. Hayes is confident this will happen, signaling a major shift in USD/JPY dynamics and the end of the "cheap" yen era. He connects this potential massive dollar liquidity injection directly to a surge in asset prices, particularly Bitcoin, physical gold, and gold miners' stocks, drawing parallels to the Fed's balance sheet expansion during COVID-19. Within crypto, besides Bitcoin, he views Ethereum as undervalued and highlights Ethena (ENA) as a high-potential, speculative altcoin that could see 5-10x returns if liquidity increases and boosts Bitcoin basis trade yields. Hayes concludes he is waiting for the Fed's signal to fully deploy capital, anticipating a significant crypto bull market.

marsbitHá 1h

Arthur Hayes: Awaiting Fed Signal, Replenishing Ammo to Position for Crypto Bull Market

marsbitHá 1h

BTC Sees Largest Single-Day Short Liquidation in History: Overnight $1.1 Billion Short Positions Evaporate, But Calling a Bull Return is Premature

Bitcoin experienced its largest single-day short liquidation in history, with approximately $1.191 billion in short positions being forcibly closed within 24 hours as the price surged nearly 7% to approach $70,000. This event, occurring on the evening of August 19, resulted in total liquidations of about $1.345 billion across the network. The massive short squeeze was attributed to a combination of catalysts: a White House meeting between former President Trump and crypto industry executives fueling regulatory optimism, and a more substantial signal from the U.S. Treasury doubling its liquidity support for long-term bond repurchases, hinting at looser macro liquidity for risk assets. Data showed strong institutional buying, with U.S. spot Bitcoin ETFs seeing significant inflows. The liquidation process itself created a feedback loop, accelerating the price rise as forced buy-backs pushed prices higher. This event surpassed the previous record for BTC perpetual short liquidations set during the volatile "5.19" period in 2021. While such extreme short liquidations have historically signaled a potential medium-term bottom formation, analysts caution that the market often undergoes weeks of consolidation and "cooling off" afterward. Current sentiment remains mixed, with the Fear & Greed Index still in "Fear" territory, and the key test for the rally being whether it can sustain momentum to challenge higher resistance levels like $75,000. The article concludes by warning against immediate "bull market is back" assumptions, emphasizing that history provides context but not guaranteed outcomes.

marsbitHá 1h

BTC Sees Largest Single-Day Short Liquidation in History: Overnight $1.1 Billion Short Positions Evaporate, But Calling a Bull Return is Premature

marsbitHá 1h

Trading

Spot

Artigos em Destaque

O que é $S$

Compreender o SPERO: Uma Visão Abrangente Introdução ao SPERO À medida que o panorama da inovação continua a evoluir, o surgimento de tecnologias web3 e projetos de criptomoeda desempenha um papel fundamental na formação do futuro digital. Um projeto que tem atraído atenção neste campo dinâmico é o SPERO, denotado como SPERO,$$s$. Este artigo tem como objetivo reunir e apresentar informações detalhadas sobre o SPERO, para ajudar entusiastas e investidores a compreender as suas bases, objetivos e inovações nos domínios web3 e cripto. O que é o SPERO,$$s$? O SPERO,$$s$ é um projeto único dentro do espaço cripto que procura aproveitar os princípios da descentralização e da tecnologia blockchain para criar um ecossistema que promove o envolvimento, a utilidade e a inclusão financeira. O projeto é concebido para facilitar interações peer-to-peer de novas maneiras, proporcionando aos utilizadores soluções e serviços financeiros inovadores. No seu núcleo, o SPERO,$$s$ visa capacitar indivíduos ao fornecer ferramentas e plataformas que melhoram a experiência do utilizador no espaço das criptomoedas. Isso inclui a possibilidade de métodos de transação mais flexíveis, a promoção de iniciativas impulsionadas pela comunidade e a criação de caminhos para oportunidades financeiras através de aplicações descentralizadas (dApps). A visão subjacente do SPERO,$$s$ gira em torno da inclusão, visando fechar lacunas dentro das finanças tradicionais enquanto aproveita os benefícios da tecnologia blockchain. Quem é o Criador do SPERO,$$s$? A identidade do criador do SPERO,$$s$ permanece algo obscura, uma vez que existem recursos publicamente disponíveis limitados que fornecem informações detalhadas sobre o(s) seu(s) fundador(es). Esta falta de transparência pode resultar do compromisso do projeto com a descentralização—uma ética que muitos projetos web3 partilham, priorizando contribuições coletivas em vez de reconhecimento individual. Ao centrar as discussões em torno da comunidade e dos seus objetivos coletivos, o SPERO,$$s$ incorpora a essência do empoderamento sem destacar indivíduos específicos. Assim, compreender a ética e a missão do SPERO é mais importante do que identificar um criador singular. Quem são os Investidores do SPERO,$$s$? O SPERO,$$s$ é apoiado por uma diversidade de investidores que vão desde capitalistas de risco a investidores-anjo dedicados a promover a inovação no setor cripto. O foco desses investidores geralmente alinha-se com a missão do SPERO—priorizando projetos que prometem avanço tecnológico social, inclusão financeira e governança descentralizada. Essas fundações de investidores estão tipicamente interessadas em projetos que não apenas oferecem produtos inovadores, mas que também contribuem positivamente para a comunidade blockchain e os seus ecossistemas. O apoio desses investidores reforça o SPERO,$$s$ como um concorrente notável no domínio em rápida evolução dos projetos cripto. Como Funciona o SPERO,$$s$? O SPERO,$$s$ emprega uma estrutura multifacetada que o distingue de projetos de criptomoeda convencionais. Aqui estão algumas das características-chave que sublinham a sua singularidade e inovação: Governança Descentralizada: O SPERO,$$s$ integra modelos de governança descentralizada, capacitando os utilizadores a participar ativamente nos processos de tomada de decisão sobre o futuro do projeto. Esta abordagem promove um sentido de propriedade e responsabilidade entre os membros da comunidade. Utilidade do Token: O SPERO,$$s$ utiliza o seu próprio token de criptomoeda, concebido para servir várias funções dentro do ecossistema. Esses tokens permitem transações, recompensas e a facilitação de serviços oferecidos na plataforma, melhorando o envolvimento e a utilidade gerais. Arquitetura em Camadas: A arquitetura técnica do SPERO,$$s$ suporta modularidade e escalabilidade, permitindo a integração contínua de funcionalidades e aplicações adicionais à medida que o projeto evolui. Esta adaptabilidade é fundamental para manter a relevância no panorama cripto em constante mudança. Envolvimento da Comunidade: O projeto enfatiza iniciativas impulsionadas pela comunidade, empregando mecanismos que incentivam a colaboração e o feedback. Ao nutrir uma comunidade forte, o SPERO,$$s$ pode melhor atender às necessidades dos utilizadores e adaptar-se às tendências do mercado. Foco na Inclusão: Ao oferecer taxas de transação baixas e interfaces amigáveis, o SPERO,$$s$ visa atrair uma base de utilizadores diversificada, incluindo indivíduos que anteriormente podem não ter participado no espaço cripto. Este compromisso com a inclusão alinha-se com a sua missão abrangente de empoderamento através da acessibilidade. Cronologia do SPERO,$$s$ Compreender a história de um projeto fornece insights cruciais sobre a sua trajetória de desenvolvimento e marcos. Abaixo está uma cronologia sugerida que mapeia eventos significativos na evolução do SPERO,$$s$: Fase de Conceituação e Ideação: As ideias iniciais que formam a base do SPERO,$$s$ foram concebidas, alinhando-se de perto com os princípios de descentralização e foco na comunidade dentro da indústria blockchain. Lançamento do Whitepaper do Projeto: Após a fase conceitual, um whitepaper abrangente detalhando a visão, os objetivos e a infraestrutura tecnológica do SPERO,$$s$ foi lançado para atrair o interesse e o feedback da comunidade. Construção da Comunidade e Primeiros Envolvimentos: Esforços ativos de divulgação foram feitos para construir uma comunidade de primeiros adotantes e investidores potenciais, facilitando discussões em torno dos objetivos do projeto e angariando apoio. Evento de Geração de Tokens: O SPERO,$$s$ realizou um evento de geração de tokens (TGE) para distribuir os seus tokens nativos a apoiantes iniciais e estabelecer liquidez inicial dentro do ecossistema. Lançamento da dApp Inicial: A primeira aplicação descentralizada (dApp) associada ao SPERO,$$s$ foi lançada, permitindo que os utilizadores interagissem com as funcionalidades principais da plataforma. Desenvolvimento Contínuo e Parcerias: Atualizações e melhorias contínuas nas ofertas do projeto, incluindo parcerias estratégicas com outros players no espaço blockchain, moldaram o SPERO,$$s$ em um jogador competitivo e em evolução no mercado cripto. Conclusão O SPERO,$$s$ é um testemunho do potencial do web3 e das criptomoedas para revolucionar os sistemas financeiros e capacitar indivíduos. Com um compromisso com a governança descentralizada, o envolvimento da comunidade e funcionalidades inovadoras, abre caminho para um panorama financeiro mais inclusivo. Como em qualquer investimento no espaço cripto em rápida evolução, potenciais investidores e utilizadores são incentivados a pesquisar minuciosamente e a envolver-se de forma ponderada com os desenvolvimentos em curso dentro do SPERO,$$s$. O projeto demonstra o espírito inovador da indústria cripto, convidando a uma exploração mais aprofundada das suas inúmeras possibilidades. Embora a jornada do SPERO,$$s$ ainda esteja a desenrolar-se, os seus princípios fundamentais podem, de facto, influenciar o futuro de como interagimos com a tecnologia, as finanças e uns com os outros em ecossistemas digitais interconectados.

388 Visualizações TotaisPublicado em {updateTime}Atualizado em 2024.12.17

O que é $S$

O que é AGENT S

Agent S: O Futuro da Interação Autónoma no Web3 Introdução No panorama em constante evolução do Web3 e das criptomoedas, as inovações estão constantemente a redefinir a forma como os indivíduos interagem com plataformas digitais. Um projeto pioneiro, o Agent S, promete revolucionar a interação humano-computador através do seu framework aberto e agente. Ao abrir caminho para interações autónomas, o Agent S visa simplificar tarefas complexas, oferecendo aplicações transformadoras em inteligência artificial (IA). Esta exploração detalhada irá aprofundar-se nas complexidades do projeto, nas suas características únicas e nas implicações para o domínio das criptomoedas. O que é o Agent S? O Agent S é um framework aberto e agente, especificamente concebido para abordar três desafios fundamentais na automação de tarefas computacionais: Aquisição de Conhecimento Específico de Domínio: O framework aprende inteligentemente a partir de várias fontes de conhecimento externas e experiências internas. Esta abordagem dupla capacita-o a construir um rico repositório de conhecimento específico de domínio, melhorando o seu desempenho na execução de tarefas. Planeamento ao Longo de Longos Horizontes de Tarefas: O Agent S emprega planeamento hierárquico aumentado por experiência, uma abordagem estratégica que facilita a decomposição e execução eficientes de tarefas intrincadas. Esta característica melhora significativamente a sua capacidade de gerir múltiplas subtarefas de forma eficiente e eficaz. Gestão de Interfaces Dinâmicas e Não Uniformes: O projeto introduz a Interface Agente-Computador (ACI), uma solução inovadora que melhora a interação entre agentes e utilizadores. Utilizando Modelos de Linguagem Multimodais de Grande Escala (MLLMs), o Agent S pode navegar e manipular diversas interfaces gráficas de utilizador de forma fluida. Através destas características pioneiras, o Agent S fornece um framework robusto que aborda as complexidades envolvidas na automação da interação humana com máquinas, preparando o terreno para uma infinidade de aplicações em IA e além. Quem é o Criador do Agent S? Embora o conceito de Agent S seja fundamentalmente inovador, informações específicas sobre o seu criador permanecem elusivas. O criador é atualmente desconhecido, o que destaca ou o estágio nascente do projeto ou a escolha estratégica de manter os membros fundadores em anonimato. Independentemente da anonimidade, o foco permanece nas capacidades e no potencial do framework. Quem são os Investidores do Agent S? Como o Agent S é relativamente novo no ecossistema criptográfico, informações detalhadas sobre os seus investidores e financiadores não estão explicitamente documentadas. A falta de informações disponíveis publicamente sobre as fundações de investimento ou organizações que apoiam o projeto levanta questões sobre a sua estrutura de financiamento e roteiro de desenvolvimento. Compreender o apoio é crucial para avaliar a sustentabilidade do projeto e o seu impacto potencial no mercado. Como Funciona o Agent S? No núcleo do Agent S reside uma tecnologia de ponta que lhe permite funcionar eficazmente em diversos ambientes. O seu modelo operacional é construído em torno de várias características-chave: Interação Humano-Computador Semelhante: O framework oferece planeamento avançado em IA, esforçando-se para tornar as interações com computadores mais intuitivas. Ao imitar o comportamento humano na execução de tarefas, promete elevar as experiências dos utilizadores. Memória Narrativa: Utilizada para aproveitar experiências de alto nível, o Agent S utiliza memória narrativa para acompanhar os históricos de tarefas, melhorando assim os seus processos de tomada de decisão. Memória Episódica: Esta característica fornece aos utilizadores orientações passo a passo, permitindo que o framework ofereça suporte contextual à medida que as tarefas se desenrolam. Suporte para OpenACI: Com a capacidade de funcionar localmente, o Agent S permite que os utilizadores mantenham o controlo sobre as suas interações e fluxos de trabalho, alinhando-se com a ética descentralizada do Web3. Fácil Integração com APIs Externas: A sua versatilidade e compatibilidade com várias plataformas de IA garantem que o Agent S possa integrar-se perfeitamente em ecossistemas tecnológicos existentes, tornando-o uma escolha apelativa para desenvolvedores e organizações. Estas funcionalidades contribuem coletivamente para a posição única do Agent S no espaço cripto, à medida que automatiza tarefas complexas e em múltiplos passos com mínima intervenção humana. À medida que o projeto evolui, as suas potenciais aplicações no Web3 podem redefinir a forma como as interações digitais se desenrolam. Cronologia do Agent S O desenvolvimento e os marcos do Agent S podem ser encapsulados numa cronologia que destaca os seus eventos significativos: 27 de Setembro de 2024: O conceito de Agent S foi lançado num artigo de pesquisa abrangente intitulado “Um Framework Agente Aberto que Usa Computadores como um Humano”, mostrando a base para o projeto. 10 de Outubro de 2024: O artigo de pesquisa foi disponibilizado publicamente no arXiv, oferecendo uma exploração aprofundada do framework e da sua avaliação de desempenho com base no benchmark OSWorld. 12 de Outubro de 2024: Uma apresentação em vídeo foi lançada, proporcionando uma visão visual das capacidades e características do Agent S, envolvendo ainda mais potenciais utilizadores e investidores. Estes marcos na cronologia não apenas ilustram o progresso do Agent S, mas também indicam o seu compromisso com a transparência e o envolvimento da comunidade. Pontos-Chave Sobre o Agent S À medida que o framework Agent S continua a evoluir, várias características-chave destacam-se, sublinhando a sua natureza inovadora e potencial: Framework Inovador: Concebido para proporcionar um uso intuitivo de computadores semelhante à interação humana, o Agent S traz uma abordagem nova à automação de tarefas. Interação Autónoma: A capacidade de interagir autonomamente com computadores através de GUI significa um avanço em direção a soluções computacionais mais inteligentes e eficientes. Automação de Tarefas Complexas: Com a sua metodologia robusta, pode automatizar tarefas complexas e em múltiplos passos, tornando os processos mais rápidos e menos propensos a erros. Melhoria Contínua: Os mecanismos de aprendizagem permitem que o Agent S melhore a partir de experiências passadas, aprimorando continuamente o seu desempenho e eficácia. Versatilidade: A sua adaptabilidade em diferentes ambientes operacionais, como OSWorld e WindowsAgentArena, garante que pode servir uma ampla gama de aplicações. À medida que o Agent S se posiciona no panorama do Web3 e das criptomoedas, o seu potencial para melhorar as capacidades de interação e automatizar processos significa um avanço significativo nas tecnologias de IA. Através do seu framework inovador, o Agent S exemplifica o futuro das interações digitais, prometendo uma experiência mais fluida e eficiente para os utilizadores em diversas indústrias. Conclusão O Agent S representa um ousado avanço na união da IA e do Web3, com a capacidade de redefinir a forma como interagimos com a tecnologia. Embora ainda esteja nas suas fases iniciais, as possibilidades para a sua aplicação são vastas e cativantes. Através do seu framework abrangente que aborda desafios críticos, o Agent S visa trazer interações autónomas para o primeiro plano da experiência digital. À medida que avançamos mais profundamente nos domínios das criptomoedas e da descentralização, projetos como o Agent S desempenharão, sem dúvida, um papel crucial na formação do futuro da tecnologia e da colaboração humano-computador.

989 Visualizações TotaisPublicado em {updateTime}Atualizado em 2025.01.14

O que é AGENT S

Como comprar S

Bem-vindo à HTX.com!Tornámos a compra de Sonic (S) simples e conveniente.Segue o nosso guia passo a passo para iniciar a tua jornada no mundo das criptos.Passo 1: cria a tua conta HTXUtiliza o teu e-mail ou número de telefone para te inscreveres numa conta gratuita na HTX.Desfruta de um processo de inscrição sem complicações e desbloqueia todas as funcionalidades.Obter a minha contaPasso 2: vai para Comprar Cripto e escolhe o teu método de pagamentoCartão de crédito/débito: usa o teu visa ou mastercard para comprar Sonic (S) instantaneamente.Saldo: usa os fundos da tua conta HTX para transacionar sem problemas.Terceiros: adicionamos métodos de pagamento populares, como Google Pay e Apple Pay, para aumentar a conveniência.P2P: transaciona diretamente com outros utilizadores na HTX.Mercado de balcão (OTC): oferecemos serviços personalizados e taxas de câmbio competitivas para os traders.Passo 3: armazena teu Sonic (S)Depois de comprar o teu Sonic (S), armazena-o na tua conta HTX.Alternativamente, podes enviá-lo para outro lugar através de transferência blockchain ou usá-lo para transacionar outras criptomoedas.Passo 4: transaciona Sonic (S)Transaciona facilmente Sonic (S) no mercado à vista da HTX.Acede simplesmente à tua conta, seleciona o teu par de trading, executa as tuas transações e monitoriza em tempo real.Oferecemos uma experiência de fácil utilização tanto para principiantes como para traders experientes.

1.8k Visualizações TotaisPublicado em {updateTime}Atualizado em 2026.06.02

Como comprar S

Discussões

Bem-vindo à Comunidade HTX. Aqui, pode manter-se informado sobre os mais recentes desenvolvimentos da plataforma e obter acesso a análises profissionais de mercado. As opiniões dos utilizadores sobre o preço de S (S) são apresentadas abaixo.

活动图片