Ditulis oleh: Cointelegraph
Diterjemahkan oleh: AididiaoJP, Foresight News
Data backtest dan model proyeksi menunjukkan bahwa strategi dollar-cost averaging (DCA) adalah cara terbaik untuk berinvestasi dalam BTC. Apakah metode ini masih akan efektif dalam bull market berikutnya?
Dalam 5 bulan terakhir, Bitcoin mengalami penurunan drastis sebesar 50%. Investor yang cerdik akan menyesuaikan strategi mereka selama bear market dan periode koreksi seperti ini. Strategi ini disebut dollar-cost averaging (DCA), yaitu menginvestasikan jumlah tetap secara berkala, terlepas dari kondisi pasar.
Melalui data siklus pasar historis dan simulasi proyeksi harga BTC, kita dapat melihat lebih jelas bagaimana pendekatan investasi yang konsisten ini berperforma dalam berbagai waktu masuk dan periode investasi.
DCA Bitcoin Selama Lima Tahun, Keuntungan Bersih Signifikan
Mulai Januari 2021, berinvestasi rutin setiap minggu sebesar $250 untuk membeli Bitcoin. Dalam lima tahun, total investasi mencapai $67.500. Menurut data simulasi DCA, strategi ini berhasil membeli total 1.65097905 BTC dengan harga beli rata-rata $40.884.
Dengan harga Bitcoin saat ini yang mendekati $71.000, 1.65097905 BTC ini bernilai sekitar $120.500, menghasilkan keuntungan sebesar $53.000 (kenaikan 76%). Ketika Bitcoin mencapai $100.000, nilai portofolio ini akan menjadi sekitar $165.000; dan pada puncak siklus Oktober 2025 yang mendekati $126.000, nilai portofolio bahkan mencapai $208.000.
Siklus DCA Bitcoin 2021-2026 Sumber: Newhedge
Mari lihat periode investasi yang lebih pendek untuk melihat pengaruh waktu masuk terhadap keuntungan awal. Mulai Januari 2024, berinvestasi rutin setiap minggu sebesar $250, dengan total investasi $28.500, berhasil membeli 0.36863166 BTC dengan harga beli rata-rata $77.312.
Pada harga saat ini sebesar $71.000, Bitcoin ini bernilai sekitar $26.909, mengalami kerugian mengambang sebesar 6%. Pada harga $100.000, nilai portofolio menjadi $36.863; dan ketika puncak siklus mencapai $126.000, nilai portofolio menjadi $46.448.
Pada bulan Februari tahun ini, analis Swan Bitcoin, Adam Livingston, membandingkan keuntungan DCA BTC dengan DCA indeks S&P 500 selama lima tahun terakhir di platform X. Dengan investasi mingguan $100, BTC akhirnya menghasilkan $42.508, sedangkan S&P 500 menghasilkan $37.470, dengan tingkat pengembalian masing-masing 62.9% dan 43.6%.
Livingston mencatat bahwa meskipun harga Bitcoin sangat fluktuatif, data historis menunjukkan bahwa tetap konsisten berinvestasi selama penurunan justru menghasilkan keuntungan jangka panjang yang lebih tinggi.
Perbandingan DCA Mingguan $100 BTC vs S&P 500 Sumber: Adam Livingston/X
Model Jangka Panjang: Waktu adalah Kunci
Studi simulasi prospektif juga menguji efektivitas DCA yang dimulai dari tahun 2026. Mulai Januari 2026, berinvestasi rutin setiap minggu sebesar $250, hingga Maret 2030, total investasi sekitar $54.250.
Prediksi harga didasarkan pada kurva pertumbuhan power law jangka panjang Bitcoin (yang melacak hubungan harga historis Bitcoin dengan waktu dalam skala logaritmik). Model ini menghasilkan pita support naik dan garis tren median, yang pada dasarnya sejalan dengan siklus pasar sebelumnya.
Kurva Pertumbuhan Power Law Bitcoin Sumber: Bitbo.io
Berdasarkan model ini, analis memperkirakan bahwa pada tahun 2028, level support tren jangka panjang kemungkinan akan menembus $100.000, yang juga menjadi asumsi dasar untuk pemodelan DCA di masa depan. Simulasi Bitcoin Well menunjukkan bahwa pada Maret 2030, perkiraan harga median adalah sekitar $430.000.
Mempertimbangkan kemungkinan penyimpangan harga, model juga mempertimbangkan batas atas dan bawah saluran power law, memberikan nilai prediksi lebih rendah (sekitar $274.000) dan nilai prediksi lebih tinggi (sekitar $900.000).
Berdasarkan asumsi ini, investasi DCA selama empat tahun kemungkinan akan mengakumulasi sekitar 0.30 BTC:
- Jika harga BTC $274.000, nilai portofolio sekitar $82.200.
- Jika harga BTC $430.000 (perkiraan median), nilai portofolio sekitar $129.000.
- Jika harga BTC $900.000, nilai portofolio sekitar $270.000.
Hasil Investasi DCA per Maret 2030 Sumber: Bitcoin Well
Pada November 2025, peneliti Bitcoin Sminston With melakukan penelitian yang menggunakan model prediksi serupa untuk menguji pengaruh waktu masuk terhadap keuntungan jangka panjang. Hasilnya menemukan bahwa bahkan jika harga beli 20% lebih tinggi dari harga $94.000 saat itu, dan harga jual 20% lebih rendah dari harga median prediksi tahun 2035, portofolio yang tersisa masih menghasilkan keuntungan hampir 300% setelah sepuluh tahun.
Dalam simulasi ini, total aset akhir adalah 7.7 kali dari investasi awal.
Kesimpulan penelitian adalah: Waktu masuk mempengaruhi tinggi rendahnya keuntungan, tetapi holding jangka panjang adalah kunci yang menentukan besarnya keuntungan.









