Menurut laporan lokal, protes menyebar di ibu kota Iran pada hari Senin saat rial anjlok ke level terendah sepanjang masa dan keluarga-keluarga menyaksikan tabungan mereka menyusut. Mata uang tersebut diperdagangkan sekitar 1,4 juta rial per dolar AS, dan rial telah kehilangan lebih dari 40% daya belinya sejak perang dua minggu pada bulan Juni. Gubernur bank sentral, Mohammad Reza Farzin, mengundurkan diri di tengah gejolak ini, yang semakin meningkatkan kekhawatiran publik.
Kerumunan Menutup Toko Saat Ketegangan Meningkat
Pemilik toko di sekitar Grand Bazaar dan area perbelanjaan Jomhouri menutup pintu mereka dan mendorong yang lain untuk bergabung. Video di media sosial menunjukkan orang-orang meneriakkan "Jangan takut, kita bersama," sementara pasukan keamanan menggunakan gas air mata untuk membubarkan kelompok-kelompok di beberapa distrik. Laporan mengungkapkan bahwa banyak warga lokal menyalahkan kebijakan bank sentral yang buruk atas penurunan nilai yang cepat dan tekanan tiba-tiba pada keuangan rumah tangga.
Bank Menghadapi Stres Besar
Masalah perbankan telah menumpuk di atas krisis mata uang. Berdasarkan laporan, Bank Melli milik negara menyatakan bangkrut pada bulan Oktober, yang membahayakan aset lebih dari 42 juta warga Iran.
1,42 juta rial per dolar
Kurs resmi pada awal 1980-an adalah **70 per dolar** https://t.co/Sor7WEQnQ8
— Alex Gladstein 🌋 ⚡ (@gladstein) 30 Desember 2025
Pada bulan Februari, bank sentral memperingatkan bahwa delapan bank lain dapat dibubarkan atau digabung kecuali mereka melakukan reformasi serius. Sanksi yang membatasi akses ke keuangan internasional dan mata uang keras seperti dolar AS telah membuat perbankan normal menjadi jauh lebih sulit.
Tidak mengherankan bahwa rakyat Iran turun ke jalan untuk memprotes ekonomi yang runtuh. Rezim Iran telah menghancurkan negara yang seharusnya bersemangat dan makmur dengan ekstremisme dan korupsinya.
Rakyat Iran layak mendapatkan pemerintahan perwakilan yang...
— Mike Pompeo (@mikepompeo) 29 Desember 2025
Dan sementara listrik sangat murah di sebagian Iran — cukup murah sehingga biaya penambangan bisa mencapai sekitar $1.300 per BTC pada Oktober — regulator telah memperketat aturan. Laporan mengatakan pemerintah telah menindak penambangan yang tidak terdaftar dan bahkan menawarkan hadiah tunai kepada warga yang melaporkan tetangga yang menjalankan rig ilegal.
Salah urus ekonomi —
Kisah masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Bitcoin adalah cara baru bagi masyarakat untuk melindungi diri mereka sendiri. https://t.co/C8nWz4DPFN
— Hunter Horsley (@HHorsley) 29 Desember 2025
Bitcoin Dibingkai Sebagai Tempat Berlindung
Menurut CEO Bitwise Hunter Horsley, beberapa orang melihat Bitcoin sebagai cara untuk melindungi tabungan dari mata uang lokal yang runtuh. Alex Gladstein dari Human Rights Foundation mencatat bahwa kurs resmi rial adalah sekitar 70 per dolar pada awal 1980-an, yang menggarisbawahi betapa dalamnya penurunan tersebut.
Namun, batasan hukum dan aturan yang tidak jelas tentang penyimpanan mandiri (self-custody) menyulitkan banyak warga Iran untuk beralih ke crypto dengan aman. Penambangan tetap dikontrol ketat, dan bursa menghadapi risiko cyber dan tekanan regulator.
Bitcoin tetap menjadi fokus bagi beberapa warga Iran yang ingin melestarikan kekayaan di tengah runtuhnya rial dan sistem perbankan yang tidak pasti. Meskipun akses dibatasi oleh regulasi ketat dan aturan yang tidak jelas seputar penyimpanan mandiri, para ahli seperti CEO Bitwise Hunter Horsley menyarankan bahwa Bitcoin dapat berfungsi sebagai penyimpan nilai ketika mata uang lokal gagal.
Gambar unggulan dari Unsplash, grafik dari TradingView









