Otoritas perdagangan Hong Kong dan Shanghai telah sepakat memanfaatkan teknologi blockchain untuk mencatat data kargo dalam upaya memodernisasi logistik lintas batas. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi di industri logistik, sehingga mengurangi dokumen fisik di antara pedagang di kedua kota. Menurut otoritas, penggunaan buku besar bersama akan membantu mengurangi perbedaan data di antara perusahaan bea cukai, pengiriman, dan logistik.
Proyek ini akan melibatkan penggunaan distributed ledger untuk mencatat data, termasuk informasi kargo, data kontainer, dan dokumentasi. Otoritas Shanghai akan menyumbang manifes kargo rinci dan data bea cukai untuk dimasukkan dalam ledger. Sementara otoritas Hong Kong akan menyumbang data penanganan pelabuhan, inspeksi, dan peraturan untuk memastikan catatan yang komprehensif.
Menurut kedua kota, penggunaan teknologi blockchain dapat membantu mengurangi sengketa di antara pedagang. Hal ini diakibatkan oleh ketidakkonsistenan data dan keterlambatan dalam berbagi data. Ini juga dapat meningkatkan efisiensi clearance kargo melalui akses simultan terhadap data oleh semua pemangku kepentingan terkait dalam industri logistik.
Efisiensi Operasional dan Implikasi Perdagangan yang Lebih Luas
Otoritas menyatakan bahwa proyek berbasis blockchain merupakan langkah terbaru menuju fasilitasi perdagangan pintar di gerbang perdagangan Asia kunci. Otoritas menekankan fakta bahwa digitalisasi dapat berkontribusi meningkatkan daya saing Hong Kong dan Shanghai sebagai hub perdagangan. Para ahli menyatakan bahwa data transparan dapat membantu meminimalkan biaya terkait keterlambatan kargo dan miskomunikasi.
Platform blockchain bersama dapat membantu petugas bea cukai mengakses data yang sama tentang kargo pada waktu yang bersamaan. Ini dapat membantu meminimalkan waktu yang diambil selama proses. Otoritas pelabuhan menyatakan bahwa mereka berharap dapat mengintegrasikan platform blockchain dengan sistem yang ada. Forwarder kargo menyatakan bahwa biaya yang berkurang dapat membantu meminimalkan biaya entitas perdagangan yang lebih kecil.
Penyedia teknologi yang berpartisipasi dalam proyek berbasis blockchain menyatakan bahwa mereka dapat membantu mengintegrasikan sistem saat ini dengan platform blockchain bersama. Otoritas menyatakan bahwa mereka berharap dapat memperluas platform berbasis blockchain di tahun mendatang. Para ahli menyatakan bahwa penggunaan teknologi blockchain dapat berdampak pada operasi koridor perdagangan.
Berita Crypto yang Disorot:
JPMorgan Perkirakan Persetujuan RUU Crypto Pertengahan Tahun sebagai Katalis Paruh Kedua





