Pasar kripto menuju pekan lain yang sarat dengan makro.
Namun kali ini, hambatan utamanya adalah "pemotongan suku bunga." Dari perdebatan terbaru antara Presiden Trump dan Ketua Fed Powell hingga FUD terkait tarif dan laporan CPI yang akan datang, semua jalan mengarah kembali pada ekspektasi suku bunga.
Logikanya sederhana: seiring berjalannya Q1, trader memperhitungkan pemotongan suku bunga sebagai katalis bullish untuk kripto, dan dengan masuknya sekitar $200 miliar dalam dua minggu terakhir, likuiditas menumpuk untuk potensi rotasi risk-on.
Namun, smart money jelas terbelah dalam pandangannya.
Di satu sisi, BlackRock senilai $1,2 triliun menyerukan pemotongan suku bunga Fed sebesar 3%. Di sisi lain, JPMorgan, bank terbesar di dunia, bersikap hawkish, memproyeksikan tidak ada pemotongan suku bunga "tahun ini," dengan pemain besar lain seperti Barclays mendukung pandangan tersebut.
Bahkan, Willy Woo telah menandai pandangan bearish untuk kripto pada tahun 2026. Secara alami, dengan volatilitas yang meningkat, Bitcoin [BTC] menghadapi ujian statusnya sebagai "safe-haven." Pertanyaan besarnya: Apakah trader sudah memperhitungkan situasi ini?
Rotasi safe-haven mengancam akan mengencangkan likuiditas kripto
Aset tradisional kembali menjadi sorotan, mencapai rekor tertinggi baru.
Emas (XAU), misalnya, menembus $4.630 pada tanggal 12 Januari, seiring dengan meningkatnya FUD makro seputar kripto. Menurut AMBCrypto, pertanyaan besarnya adalah, apakah ini hanya "kebetulan" atau peringatan dini untuk aset berisiko?
Melihat tahun 2025, rotasi ini tidak terasa acak.
Emas menutup tahun dengan ROI 65%, sementara BTC tertinggal di -6%. Hasilnya? Rasio Bitcoin/Emas merosot menjadi 20, yang berarti sekarang dibutuhkan 20 ons emas untuk menyamai satu Bitcoin, turun dari 35 ons pada awal tahun.
Intinya, FUD kripto memberikan dorongan bagi emas dalam siklus 2025.
Patut dicatat, pola yang sama terjadi sekarang. Emas dan Perak bersama-sama menembus rekor tertinggi sepanjang masa. Melihat kembali ke 2025, gerakan rotasi semacam ini selalu sejalan dengan tekanan yang membangun di bawah perekonomian AS.
Nah, di sinilah pemotongan suku bunga berperan.
Dengan FUD makro terkini yang mengubah pasar menjadi hawkish, peluang pemotongan suku bunga hanya 5%. Dalam iklim ini, pekan makro yang akan datang siap menekan kripto, dengan breakout Emas yang bertindak sebagai tanda peringatan "dini".
Pikiran Terakhir
- Emas dan Perak mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, BTC tertinggal, dan rasio BTC/Emas turun menjadi 20, menandakan tekanan ekonomi yang meningkat dan potensi tekanan pada kripto.
- Peluang pemotongan suku bunga turun menjadi 5%, smart money terbelah, dan penumpukan likuiditas di kripto menghadapi ujian, dengan breakout Emas menjadi peringatan dini.





