Pengumuman Tamu dan Mitra Utama Perdana! Web2+3 Summit: Mendefinisikan Ekonomi Digital Generasi Berikutnya

marsbitDipublikasikan tanggal 2026-04-20Terakhir diperbarui pada 2026-04-20

Abstrak

BEYOND International Technology Innovation Expo (BEYOND Expo 2026) akan menggelar panggung khusus Web2+3 pada 28-30 Mei 2026, diselenggarakan bersama ChainNeXT Group. Dalam konteks percepatan integrasi Web2 dan Web3, serta perkembangan regulasi global terkait blockchain dan stablecoin, acara ini berfokus pada tiga prinsip utama: dapat diimplementasikan, dapat dikomersialkan, dan sesuai regulasi. Topik utama yang dibahas termasuk PayFi (keuangan pembayaran berbasis stablecoin), RWA (aset dunia nyata yang ditokenisasi), dan DeAI (AI terdesentralisasi). Beberapa pembicara terkemuka yang telah dikonfirmasi antara lain Jack Kong (Direktur Cyberport Hong Kong), Yat Siu (Ketua Animoca Brands), Michael Wu (CEO Amber Group), Michael Heinrich (CEO 0G), dan Art Abal (Pendiri Vana). Forum akan mencakup berbagai sesi seperti Web2+DeAI, Web2+RWA, Web2+PayFi, serta topik terkait AI, kekayaan digital, dan perdagangan global yang didorong oleh stablecoin. Acara ini bertujuan membahas peluang inovasi dan kolaborasi antara teknologi Web3 dan industri tradisional.

BEYOND International Technology Innovation Expo (BEYOND Expo 2026), pameran inovasi teknologi dan ekosistem terbesar di Asia, secara resmi mengumumkan pembuatan panggung khusus Web2+3 untuk pertama kalinya. Sebagai salah satu bagian penting dari BEYOND Expo, segmen Web3 akan diselenggarakan bersama oleh BEYOND Expo dan ChainNeXT Group (链新ChainNeXT) pada tanggal 28-30 Mei 2026!

Dalam konteks percepatan integrasi industri teknologi global, batas antara Web2 dan Web3 semakin memudar. Regulasi mengenai internet yang digerakkan oleh blockchain (Web3) di berbagai negara semakin jelas, dan Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong juga secara resmi menerbitkan lisensi stablecoin dolar Hong Kong (HKD) pada 10 April 2026. Konsep desentralisasi Web3 dan industri tradisional (Web2), seperti e-niaga lintas batas, keuangan, kecerdasan buatan, dan lainnya, sedang dengan cepat berintegrasi.

KTT ini berfokus pada pembahasan elemen ekonomi digital blockchain, yang akan berpusat pada tiga prinsip inti "dapat diimplementasikan, dapat dikomersialkan, dan dapat mematuhi regulasi", mengundang pakar terkemuka industri Web3 untuk mendiskusikan secara mendalam arah integrasi dengan industri seperti pembayaran dan keuangan stablecoin (PayFi), aset keuangan tradisional yang di-tokenisasi (RWA), serta kecerdasan buatan terdesentralisasi (DeAI), mengungkap peluang baru inovasi industri!

Pengumuman Tamu Perdana

KTT Web2+3 kali ini mengundang perusahaan pemimpin global Web3, raksasa industri tradisional, lembaga investasi, dan pakar regulasi untuk berkumpul. Tamu perdana yang telah dikonfirmasi kehadirannya di forum termasuk:Jack Kong(Direktur Cyberport Hong Kong, Ketua Dewan Nano Labs)、Yat Siu(Ketua Dewan Animoca Brands)、Michael Wu(Pendiri Bersama & CEO Amber Group)、Michael Heinrich(Pendiri Bersama & CEO 0G)、Art Abal(Pendiri Bersama Vana).

Lebih banyak pemimpin ekosistem Web3, pakar AI, dan fintech akan diumumkan secara bertahap dalam waktu dekat.

Topik Inti Forum

KTT Web2+3 ini akan berfokus pada infrastruktur digital baru dan inovasi industri, dengan forum tematik terperinci termasuk:

Forum Web2+DeAI: Paradigma AI Baru yang Digerakkan oleh Infrastruktur Terdesentralisasi

Forum Web2+RWA: Tokenisasi Aset Dunia Nyata dan Likuiditas Global

Forum Web2+PayFi: Pembayaran Lintas Batas dan Inovasi Keuangan yang Digerakkan oleh Infrastruktur Kripto

Forum Web2+3 AI: Agen Otonom dan Ekonomi Kripto

Forum Web2+3 Wealth: Ekosistem Investasi yang Menyatu antara On-Chain dan Off-Chain

Forum Web2+3 Commerce: Lanskap Baru Perdagangan Global yang Digerakkan oleh Stablecoin

Agenda lebih rinci akan diumumkan secara bertahap.

Pertanyaan Terkait

QApa itu BEYOND Expo 2026 dan kapan Web2+3 Summit akan diadakan?

ABEYOND Expo 2026 adalah pameran inovasi teknologi dan ekosistem terbesar di Asia. Web2+3 Summit, sebagai panggung khusus Web2+3 pertama kalinya, akan diadakan pada tanggal 28-30 Mei 2026, diselenggarakan bersama oleh BEYOND Expo dan ChainNeXT Group.

QMengapa Web2 dan Web3 disebut sedang mengalami konvergensi?

ABatas antara Web2 dan Web3 semakin menyatu karena percepatan integrasi industri teknologi global, regulasi yang semakin jelas tentang Web3, serta kombinasi cepat antara ide-ide desentralisasi Web3 dengan industri tradisional Web2 seperti e-commerce lintas batas, keuangan, dan kecerdasan buatan.

QSiapa saja tamu terkemuka yang telah dikonfirmasi hadir dalam Web2+3 Summit?

ATamu terkemuka yang telah dikonfirmasi termasuk Jack Kong (Direktur Cyberport Hong Kong, Ketua Nano Labs), Yat Siu (Ketua Animoca Brands), Michael Wu (Co-founder dan CEO Amber Group), Michael Heinrich (Co-founder dan CEO 0G), dan Art Abal (Co-founder Vana).

QApa saja topik inti forum yang akan dibahas dalam Web2+3 Summit?

ATopik inti forum meliputi: Web2+DeAI (infrastruktur terdesentralisasi untuk AI), Web2+RWA (tokenisasi aset dunia nyata), Web2+PayFi (pembayaran lintas batas dan inovasi keuangan), Web2+3 AI (agen otonom dan ekonomi kripto), Web2+3 Wealth (ekosistem investasi terintegrasi), dan Web2+3 Commerce (perdagangan global yang didorong stablecoin).

QApa tiga prinsip inti yang menjadi fokus Web2+3 Summit?

ATiga prinsip inti summit adalah 'Dapat Diimplementasikan (Dapat Dijalankan)', 'Dapat Dikomersialkan', dan 'Dapat Mematuhi Regulasi (Kepatuhan)', yang berfokus pada elemen ekonomi digital blockchain.

Bacaan Terkait

Menurunkan Ekspektasi untuk Bull Market Bitcoin Berikutnya

Artikel ini membahas penurunan ekspektasi penulis terhadap potensi kenaikan harga Bitcoin (BTC) pada siklus bull market berikutnya. Penulis, Alex Xu, yang sebelumnya memegang BTC sebagai aset terbesarnya, telah mengurangi porsi BTC dari full menjadi sekitar 30% pada kisaran harga $100.000-$120.000, dan kembali mengurangi di level $78.000-$79.000. Alasan utama penurunan ekspektasi ini adalah: 1. **Energi Penggerak yang Melemah:** Narasi adopsi BTC yang mendorong kenaikan signifikan di siklus sebelumnya (dari aset niche hingga institusi besar via ETF) sulit terulang. Langkah berikutnya, seperti masuknya BTC ke dalam cadangan bank sentral negara maju, dianggap sangat sulit tercapai dalam 2-3 tahun ke depan. 2. **Biaya Peluang Pribadi:** Penulis menemukan peluang investasi yang lebih menarik di perusahaan-perusahaan lain. 3. **Dampak Resesi Industri Kripto:** Menyusutnya industri kripto secara keseluruhan (banyak model bisnis seperti SocialFi dan GameFi terbukti gagal) dapat memperlambat pertumbuhan basis pemegang BTC. 4. **Biaya Pendanaan Pembeli Utama:** Perusahaan pembeli BTC terbesar, Stratis, menghadapi kenaikan biaya pendanaan yang memberatkan, yang dapat mengurangi kecepatan pembeliannya dan memberi tekanan jual. 5. **Pesaing Baru untuk "Emas Digital":** Hadirnya "tokenized gold" (emas yang ditokenisasi) menawarkan keunggulan yang mirip dengan BTC (seperti dapat dibagi dan dipindahkan) sehingga menjadi pesaing serius. 6. **Masalah Anggaran Keamanan:** Imbalan miner yang terus berkurang pasca halving menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan jaringan, sementara upaya mencari sumber fee baru seperti ordinals dan L2 dinilai gagal. Penulis menyatakan tetap memegang BTC sebagai aset besar dan terbuka untuk membeli kembali jika alasannya tidak lagi relevan atau muncul faktor positif baru, meski siap menerima jika harganya sudah terlalu tinggi untuk dibeli kembali.

marsbit04/27 02:47

Menurunkan Ekspektasi untuk Bull Market Bitcoin Berikutnya

marsbit04/27 02:47

Trading

Spot
Futures
活动图片