Penulis: Gilmo
Kompilasi: Yuliya, PANews
Mengapa banyak token yang listing di Binance gagal?
Baru-baru ini saat menjelajahi X atau komunitas kripto, Anda mungkin tidak asing dengan fenomena "listing exchange langsung anjlok". Hari-hari di mana listing di Binance berarti "melonjak ke bulan" tampaknya sudah menjadi masa lalu. Sebagai gantinya, komunitas dihebohkan dengan "kutukan listing", di mana banyak investor menyaksikan dana akun mereka menguap setiap hari, dengan perasaan hancur.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar?
I. Ikhtisar
Tahun 2025 mengungkapkan realitas yang kejam. Sebagian besar token yang listing di Binance Spot kesulitan mempertahankan nilainya.
89% token yang listing di Binance pada tahun 2025 memiliki return negatif.
+ Kinerja Harga
Sekitar 89% hingga 94% token yang baru listing mengalami kerugian parah. Rata-rata penurunan harga setelah listing berkisar antara 71% hingga 80%. Banyak token tidak mengalami crash yang dramatis, melainkan menunjukkan pola penurunan yang lambat, harga perlahan turun seiring waktu, secara diam-diam menggerus modal.
+ Reputasi
Listing di Binance dulunya merupakan pencapaian penting. Kini, listing biasanya dilihat sebagai peristiwa likuiditas bagi investor awal untuk mengambil keuntungan. Karena tekanan jual yang besar setelah listing, banyak trader bahkan menyebutnya sebagai "zona keluar untuk retail".
+ Siklus Perhatian
Sebagian besar proyek mendapatkan perhatian yang sangat tinggi dalam beberapa hari pertama. Namun setelah itu, minat dengan cepat menurun. Tanpa produk nyata atau permintaan pengguna, momentum ini akan cepat memudar.
+ Operasional
Beberapa proyek melambat perkembangannya setelah mencapai milestone listing. Aktivitas yang lemah dan likuiditas yang rendah kemudian menyebabkan mereka di-delist dari exchange.
Contoh: A2Z, FORTH, HOOK, IDEX, LRC, NTRN, RDNT, SXP
Pada awal 2026: ACA, CHESS, DATA juga telah di-delist
Jelas, Binance tidak lagi mendukung proyek-proyek yang berkinerja lemah.
II. Kategori Listing
Pada tahun 2025, Binance melisting 87 proyek, mencakup 16 sektor.
+ Jaringan
Ethereum mendominasi dengan sekitar 36%, diikuti oleh BNB Chain dan Solana.
Perlu dicatat, Binance telah mulai mendukung ekosistem yang sangat baru seperti Nillion dan 0G Labs, tetapi karena kurangnya pengguna nyata, ini juga merupakan kelompok berisiko tinggi.
+ Sektor
DeFi memimpin dengan 18 proyek, diikuti oleh AI dan Infrastruktur.
Sektor yang digerakkan tren seperti Memes dan RWA dapat mendapatkan kesempatan listing dengan cepat, tetapi karena kurangnya produk inti, tingkat kegagalan mereka juga lebih tinggi.
III. Lalu Mengapa Token-Token Ini Gagal?
Ada beberapa faktor kunci yang dapat menjelaskan pola ini.
1. Peristiwa Likuiditas Insider
Listing menciptakan likuiditas yang dalam. Hal ini memungkinkan tim dan investor awal untuk merealisasikan keuntungan. Pemburu airdrop juga akan segera menambah tekanan jual setelah listing.
2. Valuasi Terlalu Tinggi
Beberapa proyek diluncurkan dengan valuasi miliaran dolar, tetapi basis pengguna yang kecil. Kesenjangan antara valuasi dan penggunaan aktual memberikan tekanan berat pada harga.
3. Aliran Dana Pasar yang Lemah
Selama tahun 2025, dana terkonsentrasi terutama di sekitar BTC dan ETH. Altcoin baru mendapatkan aliran dana yang terbatas dan singkat.
4. Lebih Bercerita Daripada Produk
Banyak tim menginvestasikan banyak dana dalam bercerita dan pemasaran. Sedangkan perkembangan produk nyata berjalan lambat. Begitu hype awal mereda, minat pengguna langsung anjlok.
5. Kejenuhan Pasar
Tahun 2025 meluncurkan lebih dari 11 juta token. Pasokan meningkat dengan cepat, sementara perhatian pengguna tetap terbatas. Hanya mengandalkan listing exchange tidak lagi mampu mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
IV. Kesimpulan
Pada periode 2025 hingga 2026, listing token di Binance akan lebih mirip dengan putaran akhir bagi insider proyek untuk menjual kepemilikan mereka, daripada peluang bagi investor retail untuk menjadi kaya.
Hanya proyek dengan produk nyata dan komunitas yang kuat yang memiliki peluang untuk bertahan.
Anda dapat merujuk ke daftar @defikadic untuk mengetahui proyek-proyek berkualitas sebenarnya:










