BNY Partners with Key Companies to Expand Crypto Custody in the UAE

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2026-05-08Terakhir diperbarui pada 2026-05-08

Abstrak

BNY, the world's largest custodian bank, has announced a strategic collaboration with Finstreet Limited and ADI Foundation to establish regulated, institutional-grade digital asset custody infrastructure in the Abu Dhabi Global Market (ADGM). This marks the first time a U.S. global systemically important bank has introduced crypto custody services to the UAE. The initiative will begin with Bitcoin and Ethereum custody, with plans to expand into stablecoins, tokenized assets, and other regulated digital instruments, subject to final agreements and regulatory approvals. BNY provides its global custody expertise, Finstreet contributes its licensed digital market ecosystem within ADGM, and ADI Foundation supplies sovereign-grade blockchain infrastructure via its ADI Chain. Choosing ADGM as the anchor jurisdiction underscores its institutional-grade regulatory framework under English common law. The move aligns with the UAE's broader efforts to build sovereign digital currency infrastructure, including a regulated dirham-backed stablecoin. BNY's entry signals that regulated digital asset infrastructure in the Gulf is now a present reality, positioning Abu Dhabi as a key hub for institutional crypto adoption and future financial innovation.

BNY, the world’s largest custodian bank overseeing $59.4 trillion in assets, has announced a strategic collaboration with Finstreet Limited and ADI Foundation to build regulated, institutional-grade digital asset custody infrastructure anchored in the Abu Dhabi Global Market (ADGM) — marking the first time a US global systemically important bank has brought crypto custody to the UAE.

The announcement, made on May 7 via BNY’s official newsroom, positions Abu Dhabi as the geographic anchor for an initiative that begins with Bitcoin and Ethereum custody before expanding into stablecoins, tokenized real-world assets, and other regulated digital instruments. All efforts remain subject to definitive agreements and relevant regulatory approvals, per the official release.

Bitcoin's price trends to the upside on the daily chart. Source: BTCUSD on Tradingview

Three Institutions, Three Distinct Roles

The architecture of the collaboration reflects three distinct layers of infrastructure, each contributed by a different partner. BNY brings its globally recognized custody backbone — the institution has offered digital asset custody to a select group of US clients since 2022, and obtained a Category 4 license in ADGM ahead of this expansion.

Finstreet Limited, a subsidiary of International Holding Company (IHC) through Sirius International Holding and based within ADGM, contributes its digital market ecosystem. Its licensed subsidiaries cover multilateral trading, custody and depository services, and investment advisory — giving the partnership a direct plug into Abu Dhabi’s institutional capital markets infrastructure.

ADI Foundation provides what it describes as sovereign-grade blockchain infrastructure through ADI Chain, a Layer 2 blockchain also founded under the IHC umbrella. Ajay Bhatia, Principal Council Member at ADI Foundation, noted in the release that ADI Chain is designed to unlock new opportunities in custody, trade finance, and lending from Abu Dhabi to the world.

Abu Dhabi’s Crypto Institutional Bet

The choice of ADGM as the anchor jurisdiction is deliberate. While Dubai’s VARA framework has attracted retail exchanges and Web3 startups, ADGM has built its reputation on institutional-grade licensing under English common law — a framework that has drawn Galaxy Digital, Circle, and Tether’s USDt to the market in recent months, per CryptoTimes.

IHC separately announced the launch of DDSC, a dirham-backed stablecoin fully regulated by the Central Bank of the UAE, which is currently in early-stage government and institutional adoption, according to the FX News Group. That context matters: BNY is entering a market that is actively building its own sovereign-grade digital currency infrastructure, not merely accommodating crypto adoption from the outside.

Hani Kablawi, Executive Vice Chair at BNY, characterized the move in the official release as a commitment to building financial infrastructure for the future — noting that the UAE is entering a new phase marked by deeper markets, greater digital sophistication, and stronger global connectivity.

This development marks a critical juncture for the nascent sector’s institutional custody landscape. As the world’s largest custodian plants its flag in Abu Dhabi, the signal to other global financial institutions considering Middle East expansion is clear: regulated digital asset infrastructure in the Gulf is no longer a future consideration — it is being built now.

Cover image from Grok, BTCUSD chart from Tradingview

Pertanyaan Terkait

QWhat is the significance of BNY's collaboration in Abu Dhabi for the crypto custody sector?

AIt marks the first time a US global systemically important bank has brought crypto custody to the UAE, signaling a major institutional commitment and building regulated digital asset infrastructure in the region now, not in the future.

QWhich three companies are partnering with BNY, and what unique role does each play?

ABNY provides its global custody backbone and ADGM license; Finstreet Limited contributes its licensed digital market ecosystem (trading, custody, advisory) within ADGM; and ADI Foundation supplies sovereign-grade blockchain infrastructure through its ADI Chain.

QWhy was Abu Dhabi Global Market (ADGM) chosen as the anchor jurisdiction for this initiative?

AADGM has built a reputation for institutional-grade licensing under English common law, attracting firms like Galaxy Digital and Circle, unlike Dubai's VARA which focuses more on retail and Web3 startups.

QWhat digital assets will the custody service initially support, and what is the planned expansion?

AThe service will begin with Bitcoin and Ethereum custody, with plans to expand into stablecoins, tokenized real-world assets, and other regulated digital instruments.

QHow does the recent launch of a dirham-backed stablecoin (DDSC) relate to BNY's market entry?

AIt shows BNY is entering a market that is actively building its own sovereign-grade digital currency infrastructure, not just accommodating external crypto adoption, indicating deeper local market development.

Bacaan Terkait

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Apa Itu $BANK

Bank AI: Langkah Revolusioner di Masa Depan Perbankan Pendahuluan Dalam era yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang pesat, Bank AI berada di persimpangan kecerdasan buatan (AI) dan layanan perbankan. Proyek inovatif ini bertujuan untuk mendefinisikan ulang lanskap keuangan, meningkatkan efisiensi operasional, langkah-langkah keamanan, dan pengalaman pelanggan melalui kekuatan AI. Saat kita memulai eksplorasi terhadap Bank AI, kita akan menyelami apa yang dimaksud dengan proyek ini, dinamika operasionalnya, konteks historisnya, dan tonggak pentingnya. Apa itu Bank AI? Pada intinya, Bank AI mewakili inisiatif transformasional yang bertujuan untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam berbagai operasi perbankan. Proyek ini memanfaatkan kemampuan AI untuk mengotomatiskan proses, meningkatkan protokol manajemen risiko, dan meningkatkan interaksi dengan pelanggan melalui layanan yang dipersonalisasi. Tujuan utama dari Bank AI meliputi: Automatisasi Fungsi Perbankan: Dengan memanfaatkan teknologi AI, Bank AI bertujuan untuk mengotomatiskan tugas rutin, mengurangi beban pada sumber daya manusia dan meningkatkan efisiensi. Peningkatan Manajemen Risiko: Proyek ini menggunakan algoritma AI untuk memprediksi dan mengidentifikasi risiko, sehingga memperkuat langkah-langkah keamanan terhadap penipuan dan ancaman lainnya. Personalisasi Layanan Perbankan: Bank AI fokus pada menawarkan produk dan layanan keuangan yang disesuaikan dengan menganalisis data dan perilaku pelanggan. Meningkatkan Pengalaman Pelanggan: Implementasi solusi yang didorong oleh AI, seperti chatbot dan asisten virtual, bertujuan untuk memberikan interaksi yang lebih manusiawi bagi pengguna, merevolusi cara pelanggan berinteraksi dengan bank. Dengan tujuan-tujuan ini, Bank AI memposisikan dirinya sebagai pemain kunci dalam menjadikan perbankan lebih efisien, aman, dan berfokus pada pengguna. Siapa Pencipta Bank AI? Detail mengenai pencipta Bank AI masih belum diketahui. Dengan demikian, tidak ada individu atau organisasi spesifik yang telah diidentifikasi dalam informasi yang tersedia. Anonimitas seputar penciptaan proyek ini menimbulkan pertanyaan tetapi tidak mengurangi visi dan tujuan ambisiusnya. Siapa Investor Bank AI? Mirip dengan penciptanya, informasi spesifik mengenai investor atau organisasi pendukung Bank AI belum diungkapkan. Tanpa informasi ini, sulit untuk menguraikan dukungan finansial dan institusi yang mungkin mendorong proyek ini ke depan. Namun, pentingnya memiliki dasar investasi yang kuat adalah kunci untuk mempertahankan pengembangan di bidang inovatif seperti ini. Bagaimana Cara Kerja Bank AI? Bank AI beroperasi di beberapa front inovatif, dengan fokus pada faktor unik yang membedakannya dari kerangka perbankan tradisional. Berikut adalah fitur utama operasionalnya: Automatisasi: Dengan menerapkan algoritma pembelajaran mesin, Bank AI mengotomatiskan berbagai proses manual di dalam bank. Ini menghasilkan pengurangan biaya operasional dan memungkinkan pekerja manusia untuk mengalihkan upaya mereka ke aktivitas yang lebih strategis. Manajemen Risiko yang Canggih: Integrasi AI ke dalam praktik manajemen risiko memberikan bank alat untuk secara akurat memprediksi potensi ancaman seperti penipuan, memastikan bahwa informasi dan aset pelanggan tetap aman. Rekomendasi Keuangan yang Disesuaikan: Melalui pembelajaran terus-menerus dari interaksi pelanggan, sistem AI mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan pengguna, memungkinkan mereka untuk memberikan saran yang disesuaikan tentang keputusan keuangan. Interaksi Pelanggan yang Ditingkatkan: Dengan memanfaatkan chatbot dan asisten virtual yang didukung oleh AI, Bank AI memungkinkan pengalaman pelanggan yang lebih menarik, memungkinkan pengguna untuk mendapatkan jawaban untuk pertanyaan mereka dengan cepat, sehingga mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan tingkat kepuasan. Bersama-sama, fitur-fitur operasional ini memposisikan Bank AI sebagai pelopor di sektor perbankan, menetapkan tolok ukur baru untuk penyampaian layanan dan keunggulan operasional. Garis Waktu Bank AI Memahami jalur perkembangan Bank AI memerlukan melihat konteks historisnya. Berikut adalah garis waktu yang menyoroti tonggak penting dan perkembangan: Awal 2010-an: Konseptualisasi integrasi AI ke dalam layanan perbankan mulai mendapatkan perhatian saat institusi perbankan mengenali manfaat potensialnya. 2018: Terjadi peningkatan signifikan dalam implementasi teknologi AI ketika bank mulai menggunakan alat AI seperti chatbot untuk layanan pelanggan dasar dan sistem manajemen risiko untuk penanganan keamanan yang lebih baik. 2023: Kecanggihan AI terus maju, dengan AI generatif diperkenalkan untuk tugas yang lebih kompleks seperti pemrosesan dokumen dan analisis investasi waktu nyata. Tahun ini menandai lompatan signifikan dalam kemampuan yang diberikan kepada bank oleh teknologi AI. 2024-Status Saat Ini: Hingga tahun ini, Bank AI berada pada jalur yang meningkat, dengan penelitian dan pengembangan yang sedang berlangsung berpotensi meningkatkan kemampuan dalam operasi perbankan. Eksplorasi berkelanjutan terhadap aplikasi AI menunjukkan perkembangan menarik yang akan datang. Poin Kunci tentang Bank AI Integrasi AI dalam Perbankan: Bank AI fokus pada mengadopsi kecerdasan buatan untuk memperlancar proses perbankan dan meningkatkan pengalaman pengguna. Fokus pada Automatisasi dan Manajemen Risiko: Proyek ini sangat menekankan bidang ini, bertujuan untuk mengalihkan beban tugas rutin sambil meningkatkan kerangka keamanan melalui analitik prediktif. Solusi Perbankan yang Dipersonalisasi: Dengan memanfaatkan data pelanggan, Bank AI memungkinkan layanan perbankan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna individu. Komitmen terhadap Pengembangan: Bank AI tetap berkomitmen pada upaya penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan, memastikan adaptabilitas dan relevansi yang terus berlanjut seiring teknologi terus berkembang. Kesimpulan Secara ringkas, Bank AI merupakan langkah penting ke depan di industri perbankan, memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membentuk kembali paradigma operasional, meningkatkan keamanan, dan mempromosikan kepuasan pelanggan. Meskipun ada kekurangan informasi mengenai pencipta dan investor, tujuan yang jelas dan mekanisme fungsional dari Bank AI memberikan dasar yang kuat untuk evolusi berkelanjutan. Seiring teknologi AI terus berkembang dan bergabung dengan sektor perbankan, Bank AI berada pada posisi yang baik untuk memberikan dampak signifikan terhadap masa depan layanan keuangan, meningkatkan cara kita memahami dan berinteraksi dengan perbankan.

156 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.04.06Diperbarui pada 2024.12.03

Apa Itu $BANK

Cara Membeli BANK

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Lorenzo Protocol (BANK) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Lorenzo Protocol (BANK) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Lorenzo Protocol (BANK) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Lorenzo Protocol (BANK) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Lorenzo Protocol (BANK)Lakukan trading Lorenzo Protocol (BANK) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

686 Total TayanganDipublikasikan pada 2025.05.09Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli BANK

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga BANK (BANK) disajikan di bawah ini.

活动图片