Shinhan Asset Management asal Korea Selatan menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan jaringan blockchain yang fokus pada tokenisasi, Plume, untuk mengembangkan purwarupa (proof of concept) bagi reksadana tokenisasi yang denominasinya dalam won Korea.
Proyek percontohan ini akan menggunakan reksadana obligasi jangka sangat pendek Shinhan yang berdenominasi won sebagai aset dasarnya, dan reksadana tokenisasi BUIDL milik BlackRock sebagai patokan (benchmark) untuk menguji proses penerbitan dan distribusi, kata Shinhan pada hari Jumat.
Perusahaan-perusahaan tersebut juga akan menguji persyaratan kepatuhan untuk produk investasi tokenisasi, termasuk pembatasan transfer berbasis daftar putih (whitelist), operasi onchain, pemeriksaan Know-Your-Customer, dan pengendalian Anti-Pencucian Uang.
Shinhan mengatakan pilot ini dimaksudkan untuk menguji penggunaan produk keuangan berdenominasi won di luar negeri di pasar onchain yang sebagian besar berkembang di sekitar aset berdenominasi dolar AS.
Pada bulan April, afiliasi Shinhan Financial Group lainnya, Shinhan Card, menandatangani MOU dengan Solana Foundation untuk menguji teknologi pembayaran stablecoin dan mengeksplorasi penggunaan dompet non-kustodial (non-custodial wallets). Afiliasi grup lainnya, Shinhan Bank, menyelesaikan pilot pengiriman uang (remitansi) stablecoin pada Juli 2023.
Majalah: Korea Selatan cabut larangan korporasi atas kripto selama 9 tahun: Apa arti perubahan kebijakan ini






